Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayah Bunda pulang
Hari ini ayah bunda Kartika pulang, setelah satu minggu berada di kota ini. Sedangkan paman dan bibi serta sepupu Kartika sudah pulang dua hari yang lalu. Kartika memeluk bundanya sambil menangis, sedangkan sang ayah masih berbicara dengan papa Dika.
"Sudah nak, kasian pak supirnya nungguin dari tadi. Kapan-kapan kamu bisa pulang kok. Nak Zaidan juga sudah bilang kalau kondisi kamu memungkinkan dia akan mengajak kamu pulang ke kampung" kata bunda membujuk Kartika
"Masih kangen bunda, kenapa gak tinggal lebih lama aja. Ayah juga udah pensiun, gak ngapa-ngapain di sana." kata Kartika
"Kata siapa ayah gak ngapa-ngapain, ayam-ayam ayah kasian kalau kelamaan ditinggal. Lagi si Belo sama Yanto mana bisa ngurus ayam kayak ayah. Bentar lagi mau panen, nanti kalau ayam ayah kurus karena ditinggal lama gak bisa ayah jual." kata Ayah Bagas sewot
Ayah Bagas memiliki peternakan ayam, lumayan untuk membiayai keluarga kecilnya juga menggaji dua orang pegawainya.
Ayah dulu satu universitas dengan mama Resha, hanya beda fakultas dan gedung saja. Mereka bertemu di perpustakaan dan sering sharing tentang tugas masing-masing.
Lama-lama tumbuhlah cinta diantara mereka. Sedangkan papa Dika adalah teman dari kakak Resha yang juga seorang dokter. Bisa dibilang Dika sudah mencintai Resha sejak lama, tapi tak berani mengganggu karena sudah ada Bagas di sisi Resha.
Saat itu Dika hanya bisa menjadi teman mereka, bahkan membantu Resha bertemu Bagas ketika tak mendapatkan ijin keluar dari ayahnya.
Tapi jodoh sudah digariskan, akhirnya Bagas menyerah dan Dika yang menjadi pemenangnya karena kesabarannya.
"Ayah kamu dulunya waktu ke kampung itu gak punya apa-apa. Hanya baru memegang ijazah sarjana, karena tak melanjutkan koas nya ayah kamu gak bisa jadi dokter hewan. Kenal sama Mbah Kung kamu, lalu diajak jadi guru di sekolah. Karena memang waktu itu sekolah kita itu kekurangan guru. Gak ada yang betah, belum ada listrik waktu itu." kata ayah waktu Kartika kaget baru tau kalau sang ayah dulunya calon dokter hewan.
Ditanya apakah ayah menyesali masa lalunya, ayah hanya tertawa
"Menyesal itu hanya untuk orang yang tak bersyukur. Ayah berjodoh dengan bunda kamu, gadis paling cantik di kampung. Ayah itu bisa mengalahkan para lelaki kaya lain yang mau melamar bunda kamu. Betapa bangganya ayah mendapatkan bunda kamu. Terus kamu lahir, pelengkap kebahagiaan kami. Tak ada kata menyesal, yang ada ayah malah bersyukur ada kalian dalam hidup ayah yang sebatang kara" kata ayah sambil memeluk dan mencium pipi bundanya.
"Ish, apa sih ayah sama bunda. Udah tua juga masih mesra-mesraan depan anaknya. Bentar lagi mau punya cucu juga." kata Kartika sewot. Padahal dia sendiri jika sedang bersama Kenzo lengketnya minta ampun.
Kartika sangat menyukai aroma tubuh suaminya, tapi jika suaminya tak bercukur Kartika akan menjadi mual dan geli pada suaminya itu.
Zaidan memeluk istrinya yang semakin kencang tangisannya ketika melihat bundanya masuk ke mobil yang disiapkan papa Dika.
"Ingat janjimu, kalau kamu menyakiti putriku. Maka saya yang akan menghajar kamu lagi." kata ayah sebelum masuk ke mobil
Mobil pun segera berangkat dan menjauh dari tempat Kartika dan Zaidan berdiri.
Mereka menempati villa milik Zaidan yang selama beberapa hari ini. Zaidan mengambil hati keluarga Kartika dengan mengajak mereka ke villa yang berada tepi pantai itu.
"Sudah sayang, jangan banyak menangis kasian baby twins kita. Kita ke kamar aja ya, kamu perlu istirahat." kata Zaidan membujuk Kartika padahal memiliki maksud terselubung.
Karena beberapa hari ini dia tak bisa bersama istrinya. Istrinya ingin tidur dengan bunda sehingga ayah mengungsi ke kamarnya. Dan dia pun bergeser ke ruang tengah di villa ini.
Dan hari ini dia merdeka, ayah Bagas yang selalu melotot ketika melihat Kartika memeluknya sudah pulang.
'Yes, mau mesra-mesraan sama ayang gak ada yang memelototi lagi ' batin Zaidan
"Dan, kamu bawa Kartika istirahat saja ke dalam. Mama sama papa mau pulang dulu. Kalian jadi pulang besok?" tanya mama Resha
"Jadi ma, kantor udah lama ku tinggal kasihan Romi dari kemarin bolak-balik dari sana ke sini." kata Zaidan sambil mengecup kepala Kartika dan sebentar-sebentar mencium pipi istrinya.
"Duh pinter cari kesempatan kamu ya. Ingat menantu mama lagi hamil muda, masih rentan. Jadi jangan aneh-aneh kamu." kata mama Resha
"Gak aneh-aneh ma, aku juga bakal lembut banget nantinya. Mama tenang aja, kedua cucu mama akan aman, walaupun sedang ada goncangan tektonik. Iya kan sayang???" kata Zaidan sambil melihat istrinya yang sekarang menatapnya.
Kartika yang bingung itu hanya mengangguk. Wajah polosnya malah membuat Zaidan semakin gemas.
"Duh, imutnya istriku ini. Rasanya mau aku kelon terus." kata Zaidan sambil menjilati bibirnya seolah Kartika adalah makanan lezat
"Udah deh, mama sama papa pulangnya hati-hati. Aku mau ketemu anakku dulu ya." kata Zaidan yang lalu mengajak Kartika ke kamar.
Papa Dika dan Mama Resha hanya menggeleng kepalanya.
"Dia itu kamu banget pa. Gak bisa nahan, gak kenal tempat sama gak tau malu." kata mama Resha sambil melihat suaminya
"Aku udah nunjukin semuanya yang sama kamu Yank. Jadi ngapain pake malu kalau sama kamu, justru yang kamu suka kan?" kata papa Dika sambil mengecup bibir istrinya
"Kan..kan yang pengantin baru aku loh ma, pa. Masa kalian yang bulan madu disini. Kalau mau buka vila sebelah jangan disini." kata Zaidan yang keluar kamar menuju dapur
"Lah kamu gak jadi main gempa-gempa sama Kartika?" kata papa Dika yang melihat Zaidan membuka kulkas
"Mau ambil jus strawberry dulu pa, tiba-tiba kepengen minum jus strawberry mouth to mouth sama istriku. Kayaknya manis banget." kata Zaidan sambil Mambawa tumbler yang berisi jus strawberry.
"Cih... Mouth to mouth. Kartika aja geli liat kamu" kata papa Dika
"Sorry pa, istriku itu udah gak geli sama aku. udah aku cukur semua bulu yang ada di wajah sama badan aku." kata Zaidan absurd
"Udah ya pa, aku mau ke kamar. Pasti istriku udah nungguin." katanya meninggalkan kedua orang tuanya langsung masuk ke kamar
"Ma, minum jus mangga mouth to mouth yuk. Enak kayaknya, seger." kata papa Dika yang menarik pinggang istrinya dan berjalan ke luar villa.
"Just in your dream saja mas." kata mama Resha langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Meninggalkan papa Dika yang masih cemberut karena ditolak mama Resha