NovelToon NovelToon
Hey You, I Love You !

Hey You, I Love You !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: ade eka

Benny Callary
Pria eksentrik dengan topi koboi itu telah melepaskan cinta pertamanya. Lalu seorang teman lama membuat sebuah permintaan. Sebuah permintaan yang akan menuntun bibirnya untuk menyatakan cinta.

Rose Benneth
Seorang wanita muda yang melarikan diri dari kisah kelam keluarganya. Ia membangun kembali dirinya yang ceria dan apa adanya. Lalu kenyataan pahit membawanya ke sebuah jembatan menuju cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti dulu

Ben sudah mencapai sisi barat bangunan dimana ia sudah sangat dekat dengan pintu masuknya. Ia juga sudah melihat ke sekitar, dan ternyata hanya ada satu pintu masuk untuk mencapai ke dalam dimana titik merah masih menyala pada ponsel yang Ben pegang. Ia memutuskan untuk mengintip sebentar, melihat situasi di bagian pintu masuk bangunan itu.

Ternyata di sana sedang dijaga oleh empat orang pria berpakaian hitam semua. Lalu ia melihat ada sebuah mobil berhenti di depan mereka dan dua orang berada di dalamnya. Mobil itu seperti sedang menunggu seseorang dari dalam. Ben sempat berpikir bahwa itu adalah untuk membawa Rose dari sana, tapi dugaannya salah karena tiba-tiba keluar seseorang dari pintu masuk itu. Pria itu adalah pria yang memakai mantel jas berwarna coklat dengan kepala yang ditutupi oleh hoodie. Ben tak dapat melihat dengan jelas wajahnya karena tertutupi hoodie yang ia kenakan. Empat pria yang berjaga di luar kelihatan membungkuk hormat saat pria itu melewati mereka saat akan masuk ke dalam mobilnya.

Ben masih diam di tempat sambil mengatur strateginya. Bersamaan dengan itu pula, mobil yang tadi mulai berjalan ke arah pagar hitam tinggi itu. Dan tepat melewati Ben yang sedang bersembunyi di belakang sebuah mobil yang terbengkalai. Namun untungnya mereka yang berada di dalam mobil tak ada yang menyadari kehadiran Ben di sana. Maka hal itu menjadi melegakan baginya.

Ben kembali memperhatikan keempat pria yang berjaga. Dua di antaranya memiliki senjata laras panjang di tangannya. Sedangkan yang dua lagi hanya berdiri sambil melipat tangannya di depan dada. Tapi Ben melihat mereka memiliki pistol pada masing-masing pinggangnya. Ben mengeluarkan senjata api yang ia punya. Lalu membidikkan senjatanya pada mereka.

duar

duar

duar

duar

Empat tembakan melesat dengan cepat, lalu keempat pria yang berjaga langsung ambruk seketika. Sebagai ketua geng mafia besar, jangan ragukan lagi keakuratan tembakan dan kemampuan juga keterampilan yang Ben miliki. Ben membidik kepala mereka sebagai titik fatal yang dapat langsung melumpuhkan mereka tanpa perlawanan. Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, Ben mendekati tubuh-tubuh yang tergeletak itu. Kemudian ia mengambil kedua pistol yang ia lihat tadi. Senjata ini mungkin akan berguna nanti. Pasalnya Ben sendiri belum mengetahui ada berapa orang lagi di dalam. Hal ini ia lakukan untuk berjaga-jaga.

Masih sambil berhati-hati, Ben meninggalkan tubuh-tubuh yang terjebak dalam kubangan darah itu. Ia mulai masuk ke dalam bangunan. Terdengar samar suara tawa yang menggelegar diiringi isak tangis dari seorang wanita. Nafas Ben terasa berat, tubuhnya memaku seketika. Mungkinkah ia sudah terlambat?! Ben tak mampu memikirkannya kali ini, ia hanya dapat untuk terus berusaha berjalan ke arah dimana Rose berada.

Ben berjalan ke kanan dan ke kiri melewati banyak ruangan yang terlihat kosong dan begitu kotor. Titik itu berada hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Ben mengangkat kepalanya, ia melihat sebuah pintu di sudut sana. Ia pun berlari dan segera mendobrak pintu itu dengan satu kakinya.

brrakk

Tendangan yang cukup kuat hingga hanya dengan satu kali dorongan, pintu itu sudah terlepas dari engselnya. Segera Ben menerobos ke dalam sana sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

Amarahnya segera memuncak kala ia melihat Rose yang sudah terjerembab di lantai dengan seorang pria di atasnya.

# FLASHBACK ON

Salah satu pria sudah maju dan bermain-main dengan rambutnya. Rose tidak berani membuka matanya. Tubuhnya makin gemetar saat pria itu mulai meletakkan tangan lancangnya pada bahunya.

"Hey, tidak seru jika wanita itu tidak bersuara! Kita tidak bisa mendengar rintihannya saat kita beri kenikmatan nanti!", seru salah satu temannya yang masih berdiri bersama yang lainnya.

"Benar, lepaskan juga ikatannya! Aku sangat yakin wanita ini tidak memiliki kekuatan untuk melawan kita", tambah lagi yang lainnya hingga menimbulkan gelak tawa pada kelimanya.

Kata-kata itu, kalimat itu, sungguh membuat Rose segera mengingat lagi kejadian saat Tuan Rogh hampir memperkosanya. Wanita itu merasa seakan sudah guncang seluruh hidupnya.

Pria yang berada di hadapannya kini tengah menatapnya dengan senyuman yang sulit diartikan. Ia tak mampu menghilangkan tatapan ketakutannya.

prreak

Pria itu membuka lakban yang menutupi mulutnya dengan gerakan cepat. Hingga menimbun perih di sekitar sana. Rose sedikit meringis menahan rasa sakit itu. Lalu ia mengeluarkan sebilah belati dari salam saku celananya.

"Apa kita perlu menghancurkan wajahnya?", tanya pria itu kepada teman-temannya dengan tatapan kejam. Tapi bibirnya tak menyurutkan senyum yang sudah merekah sejak awal. Belati itu ia tempelkan pada pipi Rose di bagian tumpulnya. Menggesek kulit putih nan mulus itu sambil menyeringai ke arah teman-temannya.

"Jangan! Kapan lagi kita memiliki hadiah bagus seperti ini! Bos sungguh sudah berbaik hati memberikan kita hidangan yang cantik. Jadi jangan berani-berani merusaknya. Itu sama saja dengan kita yang tidak menghargai niatan bos!", sahut lagi yang lainnya masih tanpa menyurutkan seringai di bibir mereka.

"Benar juga!", pria tadi menarik belatinya dari wajah Rose. Lalu ia segera memutuskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya.

Segera setelah ikatannya terbuka, Rose meringkuk ketakutan. Ia menundukkan tubuhnya dalam-dalam saat lelaki itu pun juga merundukan tubuhnya makin dekat dengan wajah milik Rose.

"Hey, jangan terlalu lama! Kami sedang menunggu giliran di sini!", seru salah satunya disambut oleh gelak tawa mengerikan dari mereka.

"Jika kalian selalu berbicara, lalu kapan aku akan memulainya!", pria yang berada di hadapan Rose berdecak kesal dengan mulut teman-temannya yang cerewet. Umpatan itu malahan menambah gelak tawa yang lainnya karena berhasil menggoda temannya. Tapi berbeda dengan Rose yang makin memiringkan posisi duduknya menghindari wajah pria itu. Rose benar-benar takut saat ini. Jika bisa berteriak mungkin ia akan berteriak saat ini. Sayangnya, suaranya seperti tercekat tak mampu ia keluarkan dari mulutnya.

Pria itu terus menekan tubuhnya ke arah Rose yang sudah meringkukkan tubuhnya. Makin dekat, makin Rose memberi jarak. Hingga akhirnya Rose terjatuh ke lantai dengan tubuh gemetar.

"Jadi kau sudah tidak sabar rupanya!", pria itu menyeringai.

Ia segera menubruk tubuh Rose yang sudah terduduk di lantai. Dan Rose pun langsung tergeletak di bawah kungkungan pria itu. Seperti dulu, mulutnya tak mampu berkata-kata lagi. Bahkan memohon ampun juga lidahnya seperti sudah kaku. Hanya tangisan demi tangisan yang keluar dari mulutnya. Juga dorongan-dorongan yang tangannya lakukan agar lelaki itu tidak terus makin menindihnya dan menciuminya.

# FLASHBACK OFF

-

-

-

-

-

baca juga ya novel perdana aku yang judulnya

🌹wanita pertama presdir 🌹

karena dari sana kisahnya ben dan rose dimulai. dan lagi ada beberapa part yang berhubungan antara cerita yang di sana dengan ceritanya ben dan rose di sini

oke kalau begitu terimakasih teman-teman buat dukungannya selama ini, yuk follow instagram aku biar kita bisa nambah temen di @adeekasuryani,, nanti kalian aku folback pasti 😊

jangan lupa tinggalin like, vote sama komentar kalian di sini dan di sana ya 😁

love u teman-teman 😘

keep strong and healthy ya 🥰

1
Anik Ekawati
lanjutan nya dong
Lenny Marlina
kayaknya tdk adil nih thor, masa mira dan anaknya mengutan, dan menikmati enaknya masa iya rose yg jdi pembatar utang, awas ya Thor😏
Erni Fitriana
mampir
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt karyanya
Qothrun Nada
karya baru mbk Eka,siap meluncur ke sana👍👍
Nurull_ •
Buaguss
Ernadina 86
akibat ngeyel rasakan kamu Rose harus ngalamin hal sperti ini lagi
Ernadina 86
ya ampun lucu banget mereka 😁😁😁😁
Ernadina 86
oh gitu ceritanya..tapi knapa gak di buang aja minumannya kalo memang curiga malah diminum..coba minuman itu racun koit km
Ernadina 86
kebetulannya banyak y
Ernadina 86
ya memang harus sadar diri Baz kamu tuh pencipta kepedihan Rose dapet maaf itu udah lebih dari cukup jangan ganggu hub Ben dan Rose
Ernadina 86
😂😂😂😂😂pergi dg watados nya
Ernadina 86
gemesh banget kyak ABG 😁😁
Ernadina 86
saking bodohnya kamu Baz aku sampe pengen nampol kamu pake centong
Ernadina 86
mafia drama..harusnya langsung libas cepat ngapain maen2 sm pengawal
Ernadina 86
gak ada anak buah si Ben ini?
Ernadina 86
ayah yg B*go
mis dona
rose ini kok gak pinter ya... gak pikir panjang klo bertindak. gemes banget
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Kalau ketahun oleh bos mu. Habislah kau Relly 😝
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Pamannnnn! Ganggu suasana aja 😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!