NovelToon NovelToon
Ghost Detective

Ghost Detective

Status: tamat
Genre:Hantu / Cinta Seiring Waktu / Mata Batin / Roh Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hana Reeves

Kisah dua orang Indigo

Lachlan Lexington de Luca memiliki kekuatan di luar Nurul para sepupunya ... L biasa dipanggil, memiliki sixth sense yang bisa berkomunikasi dengan hantu. Kali ini liburan L ke Jakarta menjadi berbeda karena dia harus membantu empat hantu gentayangan untuk bisa ke alam baka... Dengan syarat harus berbuat baik baru bisa dipertimbangkan masuk surga atau neraka. Di perjalanan membantu, L bertemu dengan seorang gadis yang takut hantu tapi punya kemampuan yg sama dengan L.

Nareswari adalah seorang gadis berprofesi sebagai konsultan gizi di rumah sakit tapi dia juga punya kemampuan bisa melihat hantu. Nareswari super takut dengan mereka sampai dirinya bertemu dengan Lachlan yang memiliki kemapuan sama. Keduanya membantu empat hantu yang rusuh minta kembali ke habitatnya... Eh alamnya. Bagaimana ceritanya? Menyambut Halloween... FYI ini horor unfaedah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Danar

Lachlan, Nareswari dan Raiden pun kembali ke tempat Sagara dan Shohei duduk bersama dengan dua hansip. Lachlan pun meminta mereka semua untuk membacakan doa-doa agar arwah yang ada disana bisa menyeberang ke alam seharusnya sementara tiga hantu yang mengikuti Lachlan, sudah menghilang terlebih dahulu.

Usai berdoa, semua orang pun pulang ke rumah masing-masing dan Lachlan, Sagara, Raiden beserta Shohei mengantarkan Nareswari pulang terlebih dahulu baru mereka ke kediaman Dewa Hadiyanto dan Freya Lexington.

***

"Jadi semalam kalian memberikan kesempatan pada Nonik buat menghajar pembunuhnya ?" tanya Freya saat brunch dengan kedua cucunya dan Shohei.

Ketiga orang itu bangun kesiangan semua hingga Freya memutuskan membuat brunch buat mereka semua.

"Samsul nya sudah nyebrang, Noniknya nggak mau nyebrang" sahut Raiden. "Dia senang bisa hajar pembunuhnya tapi disuruh pulang ke alamnya nggak mau. Katanya mau bantu kita-kita menyelesaikan semua kasus yang kita pegang, baru deh nyebrang."

"Jadi sampai mbak Kunti dan mas muka rata menyelesaikan tanggungannya, Nonik baru mau nyebrang gitu? Nawar ya tuh bocah ..." gumam Freya.

"Tahu tuh..." senyum Lachlan. "Ketagihan jadi hantu yang berguna bagi dunia Ghostbusters..."

Haris hanya bisa terdiam mendengarkan percakapan istri dan kedua cucunya.

"Haris-san, apa anda sama dengan saya? Tidak paham apa yang mereka bicarakan?" Shohei menatap serius ke pria berumur itu.

"Setidaknya ini masih mending dibandingkan Freya mengobrol dengan teman-temannya apalagi kalau acara membuat artikel tentang perhantuan... Mereka bisa diskusi lama..." jawab Haris. "Tampaknya obat awet mudanya Freya itu menikmati hobinya."

"Eh jangan salah pak Haris... " Freya merangkul lengan suaminya. "Kamu itu masih boingable, cip*kable, sentuhable..." godanya membuat wajah Haris tersipu merah karena istrinya cuek di depan para cucunya.

"Seriously Oma ! Pantas mommy kalau cerita soal kalian tuuuuhhh..." gerutu Lachlan yang pusing melihat omanya tampak lebay ke opanya.

"Lho ini obat awet muda L ! Opamu ini adalah sumber perablean..." balas Freya tidak mau kalah.

"Iyain aja mas L. Kamu nggak bisa menang sama Oma soal able mengable..." senyum Raiden.

"Nah tuh, Dendeng tahu !"

Lachlan menggelengkan kepalanya. "Iya deh..."

***

Berencana untuk tinggal di rumah saja tapi endingnya hanya sebatas rencana karena Sagara menelepon keduanya untuk menemaninya ke kafe kopi kenangan. Rupanya Danar mencari tahu siapa dirinya dan memberikan pesan ke penjaga rumah Sagara untuk bertemu dengannya di kopi kenangan.

Lachlan dan Raiden bersama Shohei pun meminjam mobil BMW SUV milik Haris, menuju rumah Sagara guna menjemput pria itu. Keempatnya pun menuju kopi kenangan di daerah Kuningan Jakarta.

"Bagaimana bisa dia cari tahu Gara?" tanya Raiden yang duduk di depan bersama Lachlan sebagai pengemudi.

"Sepertinya dia tahu aku Sagara Hadiyanto. Lagipula nama Sagara yang tahu dia hanya aku sebagai mantan teman SMA nya. Aku rasa dia penasaran dengan uang itu" jawab Sagara.

"Berapa memang yang akan kamu tunjukkan ke Danar?" tanya Lachlan.

"Sekitar 500 juta."

"Ada uangnya, Sagara-san?" tanya Shohei.

"Ada. Uangku sebagai pemancing dirinya. Kebetulan rekening milik pak Parman masih bisa aktif karena Danar tidak mengurus penutupan rekening..." jawab Sagara.

Raiden menggelengkan kepalanya. "Ampun deh ! Insyaallah ya gaeeesss, kita jangan sampai menjadi anak benalu macam itu. Anak lucu saja ..."

"Tapi merusakkan kalung USD$ 30 juta ya nggak lucu, Dendeng..." tegur Lachlan sambil tertawa.

"Itu... Perkecualian karena musibah... Itu musibah..." eyel Raiden membuat Sagara tertawa.

***

Kopi Kenangan Kuningan Jakarta

Keempat pria itu sudah duduk manis di teras kopi kenangan sambil menikmati kopi masing-masing. Keempatnya tampak menunggu dengan tidak sabar bahkan Shohei sudah minum kopinya yang kedua dan diganti choco Frappe.

"Belum datang juga, kak Dendeng?"

"Astaghfirullah !" seru Raiden yang terlonjak kaget saat sedang asyik main game di ponselnya. Beruntung ponselnya tidak sampai jatuh karena tumben tangannya sigap menangkap benda pipih miliknya.

Melihat Raiden terlonjak, tentu saja Shohei dan Sagara ikut terkejut. Bahkan Shohei langsung beringsut ke arah Lachlan yang menoleh ke sisi kanan Raiden.

"Noniiiikkkk... " tegur Lachlan dengan wajah tegas.

"Sorry kak L. Habis kak Raiden dipanggil-panggil nggak dengar. Ohya kak L, pada ngapain kemari? Ketemu sama Danar? Sayang, kedua orangtuanya tidak datang..." ucap Nonik panjang lebar.

"Memang orang tuanya kemana?" tanya Raiden sambil kembali memainkan ponselnya.

"Tidak sanggup melihat anaknya. Mereka takut mengamuk disini ..." jawab Nonik ke Raiden.

"Alhamdulillah ... Nggak kebayang bagaimana hancurnya hati orang tua melihat anaknya seperti itu... Lagipula Nik, mereka bisa kan seperti kamu kemarin merusak sekitarnya?" ucap Raiden.

"Bisa saja sih kak..." Nonik terdiam saat melihat Danar datang bersama dengan lima orang berwajah seram disana.

Danar tersenyum sinis ke arah Sagara. "Hai Gara, apa kabar? Rupanya kamu tidak berani datang sendirian?" kekeh Danar.

"Lho, siapa mengatakan siapa. Mereka ini adalah saudara aku dari Tokyo datang ke Jakarta, sedangkan kamu lebih banyak..." balas Sagara.

"Apa maumu Gara ?" tanya Danar.

"Aku ingin... Kamu menyerahkan diri karena sudah membunuh kedua orang tua kamu, ke polisi..." jawab Sagara lamat-lamat membuat Danar memucat.

"Kamu fitnah !" bentak Danar. "Mereka mati karena kecelakaan !"

"Danar... "

"Berikan uangku !" bentak Danar ke Sagara.

"No, aku tidak bisa memberikan padamu kecuali kamu mau menyerahkan diri ke polisi dan mengakui semua kejahatan kamu..."

Danar dan anak buahnya tertawa. "Memang macam di film-film ? Ngimpi ! Polisi pun sudah aku beli, Sagara ! Mereka tidak akan bisa menangkap kami karena kami juga menegang kartu As mereka ! Berani tangkap kami, satu batalyon bisa porak poranda jika kami buka mulut ! So, lebih baik kamu serahkan uangku sekarang juga !"

"Ini hari Minggu dan transaksi diatas 100 juta tidak semudah itu ... " balas Sagara tenang. "Makanya aku minta kamu datang Senin karena itu."

"Diatas 100 juta?" Wajah Danar tampak berbinar. "Berapa tepatnya?"

"400 juta. Uang santunan ayahmu 300 juta, ibumu 100 juta."

Danar menyeringai. "Berikan uangku, maka kamu tidak akan aku ganggu !"

"Akan aku berikan uangmu, tapi kamu harus melakukan pengakuan sebagai pelaku pembunuhan..."

Tiba-tiba Danar maju dan menghunuskan pisau ke leher Sagara. "Berikan uangku !"

"Jika kamu melukai adikku sedikit saja, perutmu akan bolong dan kamu akan masuk neraka..."

Danar menoleh dan melihat Lachlan dengan sigap menodongkan Glocknya ke arah perut Danar. Para anak buah Danar hendak maju tapi Shohei dan Raiden sudah menodongkan Glock masing-masing.

"Maju, kepala kalian bolong .. Pilih mana?" seringai Raiden.

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Bla_bla_bla
Thor sy mampir buat baca lagi🙏🙏
Hana Reeves: Monggo 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nia Risma
mampir AQ thor
al thania
ah ternonik Nonik
gading_17
baru nemu novel ini, terlihat menarik sekali ceritanya
Hana Reeves: terima kasih. semoga suka
total 1 replies
Ira Resdiana
ada tuh kayaknya, yg pacarnya dibunuh ma kembarannya ...
Ira Resdiana
ebuset .. berani bener ni pak rayyan bilang begini... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ira Resdiana
ah ya... enak itu lemper nya Holland Bakery.. /Hunger/
Ira Resdiana
ataahh.. bener kata nonik... /Drool/
Ira Resdiana
yaoloooh kok ganteng² banget... #sambil siapin karung buat mereka berdua /Tongue/
Ira Resdiana
oohh kejedot tu dari bhs belanda ga je dood gt kali ya... wkwkwkwk /Tongue/
Hana Reeves: dut mbak yg jadinya mati dari dood. kejedot itu kata informal dalam bahasa Indonesia yang berarti terbentur atau terantuk. aslinya dari bahasa Betawi dari kata jedot.
total 1 replies
jenny winduria
💯
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Jieyy Angoh II
logat Malaysia harus begini." Matilah awak , tak boleh cakap bahasa mandarin lah ye"
Hana Reeves: ah maap yaaa kalau salah 🙏🙏🙏
total 1 replies
Jieyy Angoh II
pembaca dari Malaysia hadir/Chuckle/
Ninik Rochaini
waduh...rusak maning🤣🤣
Ninik Rochaini
yaaaahhh...Nonik plg😭
Ninik Rochaini
Lhaaa malah pingsan...🤦🤣
Ninik Rochaini
Nonik yg gk asyik...jgn buru2 donk nakuti yg seram jd ny pingsan deh🤭
Ninik Rochaini
ancen wong celutak
Ninik Rochaini
Oohhh mrk ini kah yg bikin amburadul silsilah klrg...tp Ratimaya emang kocak membagongkan pula🤣🤣
Ninik Rochaini
akhire budal nang Mumbai 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!