NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Philee & K'may.

...~•Happy Reading•~...

Maya menyelesaikan pekerjaan kemarin dan hari ini yang tidak tertangani dengan baik, karena dia harus ke tempat duka bersama orang tuanya. Sehingga sampai sore, dia masih meneliti semua dokumen keuangan yang masuk selama dua hari, agar bisa selesai dan tidak menumpuk.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ketika melihat nama di layar ponsel, sontak dia melihat jam dinding di ruangannya lalu merespon panggilan.

"Hallo, K'May... Belum sampai rumah?" Tanya Philemon, karena sudah sore belum ada kabar dari Maya. Padahal dia menunggu kabar dari Maya, sambil menenangkan hati dan pikirannya di kamar.

"Hallo, Philee... Maaf, lupa info. Tadi dari makam, aku langsung ke kantor. Ini baru beres-beres mau pulang." Maya berkata pelan dan merasa tidak enak, karena tidak kasih kabar pada Philemon.

"Kau sudah kerja di Asiri?" Philemon terkejut, mengetahui Maya sudah bekerja. Padahal Maya bilang baru pulang ke Asiri.

"Iya, Phile. Kemarin dan hari ini aku kerja setengah hari, jadi agak sibuk dikit hari ini. Aku rencana sudah di rumah baru kasih kabar." Maya menjelaskan dengan perasaan bersalah.

"Ada yang mau aku cerita padamu, tapi di rumah aja, ya. Nanti aku ketawa di sini, ada yang pikir aku mulai agak, agak. Ketawa sendiri." Maya jadi tersenyum mengingat yang mau diceritakan pada Philemon.

"Padahal aku lagi pingin ketawa. Ok. Berapa lama sampai rumah? Supaya aku menunggumu, ngga kemana-mana." Ucap Philemon sambil tersenyum, mendengar pengakuannya.

"Tergantung aku pulang dengan siapa. Kalau dengan yang melambai tadi, mungkin 15 menit. Hehehe..." Maya tidak tahan untuk mengatakannya. Dia kembali duduk di ruang kerja yang sudah diturunkan krey menutup jendela.

"Hahahaha.... Kau melihat itu juga? Padahal itu lagi iseng dan asal saja. Ngurangi rasa kesal." Philemon juga tidak tahan untuk menunggu berbicara dengan Maya, agar bisa mengalihkan pikirannya dari apa yang terjadi di ruang makan.

"Hahahaha... Kesal ama bebek, yaa." Maya tertawa, sudah ngeledekin Philemon.

Karena selama Ibadah pemakaman Kakeknya di makam, dia melihat wanita yang memanggil Philemon 'beb', tidak mau buang kesempatan untuk berdekatan dengan Philemon. Apa saja yang mau dikerjakan Philemon, dibantu. Sampai menyediakan bunga tabur dan juga air untuk membersihkan tangan.

"Kau melihat itu juga?" Tanya Philemon terkejut, Maya memperhatikan yang terjadi di makam. Termasuk yang dilakukan Tirsa padanya.

"Gimana ngga ngeliat, kalau yang punya kuncir bersinar bikin silau." Maya tidak bisa tahan untuk menceritakan yang terjadi di makam, sekalian ngeledekin Philemon.

"Oo ooh... Itu kelebihannya yang pakai reben jadi bisa mengamati dengan puas tanpa diketahui, ya. Lalu mengapa tidak datang menolongku seperti di bengkel?" Philemon berkata sambil tersenyum membayangkan Maya mendekatinya dengan ucapan asalnya kepada Tirsa.

"Iiiiihhh.... Lagi pada berduka, juga. Ntar aku digulung dalam lumpur." Ucap Maya dan kembali tertawa. Philemon juga ikut tertawa.

"Serius, nih... Kau pulang sama siapa?" Tanya Philemon ingin tahu.

"Mungkin pake ojek atau angkot atau mobil. Yang tersedia dan siapa yang sedia antar saja." Maya berkata santai, tapi yang sebenarnya. Jika Papanya sudah mau pulang, dia bisa ikut. Tapi kalau belum, mungkin akan diantar oleh security Karim atau sopir Papanya.

"Mau aku jemput?" Tanya Philemon tiba-tiba, membuat Maya terdiam, lama.

"Makasih Philee... Ngga usah, deh. Ini sudah sore, nanti kau kemalaman kembali ke Cengkut." Ucap Maya pelan, tapi hatinya sangat senang mendengar tawaran Philemon.

"Ok. Kau kerja akhir pekan ngga?" Philemon mengerti yang dikatakan Maya.

"Ngga, aku hanya 5 hari kerja. Akhir pekan di rumah, kecuali diajak keluar sama Papa atau Mama." Maya menjelaskan kondisinya.

"Kalau begitu, aku datang ke rumahmu di akhir pekan, ya." Maya kembali terdiam mendengar permintaan Philemon. Dia tidak tahu mau jawab iya atau tidak, karena sikap orang tuanya kepada Philemon.

Dia tidak mau mengecewakan Philemon yang melihat sikap orang tuanya. Mungkin saja dia tidak akan disambut dengan baik.

"Ngga usah pikirkan orang tuamu. Aku akan minta ijin untuk mengajakmu jalan-jalan. Mumpung kakimu sudah bisa diajak jalan jauh." Ucap Philemon meyakinkan Maya. Agar tidak usah pikirkan penerimaan orang tuanya.

Dia yakin itu jadi pemikiran Maya, karena respon orang tua Maya padanya malam itu jadi pemikirannya. Sehingga dia terus meminta maaf untuk apa yang terjadi. Philemon bertekad untuk menyelesaikan itu dengan orang tua Maya. Jika cara dia mendekati Maya tidak berkenan di hati orang tua Maya, dia akan minta maaf dan akan memperbaikinya.

Dia sangat terganggu dan tidak suka melihat mata Maya meredup karena ketidak nyamanan hubungan mareka.

"Iyaa, boleh..." Jawab Maya pelan karena dia pun ingin Philemon bisa datang ke rumahnya.

"Ok. Pulang dulu, nanti keburu sore dan malam di jalan. Sampe rumah, kabari. Aku tunggu." Ucap Philemon serius, lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah Maya mengiyakan apa yang diminta.

Menjelang senja, Maya tiba di rumah diantar oleh sopir Papanya, karena Papanya masih meeting dengan client yang sedang datang meninjau pabrik.

"Papa ngga pulang denganmu?" Tanya Mama Maya saat melihat Maya pulang sendiri.

"Ngga, Ma. Papa masih ada meeting dengan client di pabrik. Putri mau istirahat dulu. Nanti kita bertemu untuk makan malam, ya." Ucap Maya mengharapkan pengertian Mamanya.

"Iyaa. Jangan lupa mandi, baru istirahat, biar bisa segar." Mama Maya berkata sambil mengelus punggungnya pelan. Mamanya tersentuh dan senang melihat dia sangat serius bekerja membantu Papanya.

Tiba di kamar, Maya bersyukur telah pulang dengan selamat lalu segera mandi. Kemudian dia naik ke tempat tidur sebelum kirim pesan kepada Philemon, bahwa dia sudah tiba di rumah.

Tidak berapa lama, Philemon benar menghubunginya. Membuat Maya tersenyum dan tidak jadi berbaring.

"Hallo, Philee..." Sapa Maya dengan hati senang.

"Kau naik apa sampai lebih dari 20 menit? Kantormu jauh?" Philemon langsung bertanya, karena menurutnya agak lama, karena di Asiri tidak macet.

Maya tercengang, Philemon menganggap serius candaannya tentang waktu tempuh dari kantor. Padahal tadi sopir Papanya sudah menjalankan mobil dengan kecepatan sedikit lebih cepat, karena harus balik menjemput Papanya.

"Ooh, itu. Aku mandi dulu baru kabari. Jadi kalau kau telpon, aku ngga bicara denganmu sambil garuk-garuk seperti 'nyetnyet'." Maya menjelaskan sambil tersenyum.

"Hahahaha... Kau kerja di hutan?" Philemon jadi tertawa mendengar ucapan Maya, seakan dia gatal karena kerja di hutan.

"Ngga sih, hanya lewatin aja. Ooh iya, tadi aku mau cerita, yang tadi di kantor belum sempat." Ucap Maya mengalihkan pembicaraan dari seputar kantor.

"Ok. Aku dengarkan. Ini lagi malas keluar rumah, karena sekarang baru terasa capeknya setelah tungguin Kakek di rumah sakit." Philemon berbicara dengan Maya sambil bersandar di bagian kepala tempat tidurnya.

Ooh, ok. Tadi saat kau melambai itu, aku ngga bisa tahan tertawa melihat gayamu. Tapi aku ngga bisa tiba-tiba tertawa, nanti dikira Papa dan Mama aku kesambet hantu kuburan. Jadi aku keluarin HP, lalu nonton video kocak di ponsel, jadi bisa tertawa melihatmu dari belakang." Maya menceritakan sambil tersenyum.

"Cerdasss... gini kau dibawa ke Aki'aki dan ditiup ubun-ubunmu. Hahahaha..." Philemon jadi tertawa. Dia mengakui Maya menyelamatkan diri dengan cara yang cerdas. Maya juga jadi tertawa mendengar ucapan Philemon tentang Aki'aki.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Erti💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Katrin💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hehe gak semua orang mampu bersikap seperti tak terjadi apa - apa walau hati ber api - api
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang kalau liat gak Selo kadang - kadang ya, bikin lawan mereka jadi gak enakin sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, lebih enak identitas belum terbongkar jadi gak akan ada yang manfaat aja tau yang mana tulus yang mana enggak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pasti kalau orang yang udah biasa gak merem di rumah itu adalah larangan yang sungguh berat, tentunya untuk di patuhi
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Liat bunga yang mekar terawat, harum indah bikin suasana tenang banget terus susah berpaling ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!