Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Clara2
"tunggu Wiwid, mama seperti nya tidak asing dengan nama itu (berpikir sejenak). ah iya mama ingat kalau tidak salah Wiwid itu sahabat baik nya Saras tapi saat pernikahan Saras dia tidak hadir mama juga bingung soalnya mereka itu kayak perangko nempel terus...
"hemm pasti ada sesuatu, aku harus tanya sama Angga" kata Clara
"oke, terus gimana soal perusahaan Harun papa bisa mambuat nya bangkrut dalam semalam" kata Handoko sombong
"jangan pa,"
"kok jangan sih Cla" tanya Lisa
"jangan sekarang, aku punya rencana untuk Jasmin" kata Clara tersenyum licik namun lama lama berubah menjadi tawa jahat
ha ha ha ha uhuk uhuk...
"rasain itu karna ada niat buruk dosa kan" kata Dira
"buaha ha ha, emang enak haha" ejek Lisa
"apa an sih namanya juga usaha, kalian tega tidak mendukung aku ya"
"tenang saja papa pasti mendukung"
"makasih papa" memeluk papanya
"ekhem.., jadi sekarang kamu sudah mau pulang ke rumah kan sayang" tanya Dira
"em itu mah kayaknya belum deh ma, tapi Clara pasti akan rajin jenguk mama kok janji,"
"kenapa sih sampai kapan kamu ngekost" kali ini yang bertanya Handoko
"pa, ma kalau Clara balik ke sini gimana rencana Clara berhasil ma, lagian kontrak kerja Aku di perusahaan DIRGA masih 4 bulan lagi janji deh setelah misi Clara selesai aku pasti akan pulang ya ya mama!! bujuk Clara pada mama nya yang sudah terlihat cemberut
"ma biarin saja dulu!! kan kita juga sudah kenal baik dengan nenek Aida" kata Handoko
"baiklah tapi janji sering sering jenguk mama"
"iya ma" berpelukan
"ekhem.. Lisa tidak di sini Lisa hanya patung" kata Lisa merajuk
"eh ponakan tante sini sayang peluk tante"
Lisa pun berlari memeluk mereka..
beberapa jam kemudian..
"hem kita ngapain ya" tanya Clara
"iya mumpung jadwal aku juga lagi kosong" kata Lisa
"ke Resto ku saja sudah lama aku tidak mengecek restoran ayo" ajak Clara
"boleh aku kangen makanan di sana"
Meraka pun pergi ke Resto nya Clara, usaha Clara yang lain dan tentu saja tanpa sepengetahuan Handoko papanya, hanya Lisa yang tau semua usaha rahasia Clara
Kali ini Clara mengenakan Kaos oblong berwarna Biru tua dan celana jeans selutut dengan sepatu kats dan tak lupa tas kecil di punggung nya, terlihat simpel namun semua yang dia kenakan bukan lah bahan murahan semua merek terkenal, Lisa menggunakan Dres putih selutut yang di padu padankan dengan blezer berwarna biru tua agar senada dengan Clara.
Dira hanya menggelengkan kepala melihat ke dua gadis itu ya mereka memang sering melakukan itu menggunakan warna baju yang sama jika bepergian mekipun model yang berbeda kayak nya sudah jadi kebiasaan..
restoran Mak Nyus..
Clara memasuki restoran bersama Lisa berjalan dengan PD nya semua karyawan membungkuk kepada nya dan di balas senyuman oleh Clara..
"kalian kembali lah bekerja, aku hanya mampir sejenak" kata Clara dan langsung memasuki ruangan nya..
sedangkan Lisa dia pergi ke dapur menemui Chef menanyakan menu spesial apa hari ini..
tanpa sepengetahuan Clara ada seseorang yang sedari tadi memandang nya heran, dan masih belum mengerti apa pun..
ya.. Angga sedang melakukan meeting di restoran Mak Nyus, walaupun Private Room Namum Angga bisa melihat dengan jelas kedatangan Clara karna hanya dinding kaca lah pembatas ruang di restoran itu,
Ya Clara memang sengaja mendesain ruang private denga dinding kaca agar tidak di salah gunakan oleh pengunjung, dia hanya ingin usaha nya ini bisa di nikmati oleh semua kalangan bukan hanya kalangan atas saja itu sebabnya nama restoran nya bersahabat Mak Nyus, karna jika mendengar nama itu maka orang dari kalangan tak berduit pun tidak akan segan untuk makan di sana, di restoran nya tersedia berbagai macam menu mulai dari western, sampai seafood juga ada dan terutama kuliner khas Indonesia.(cukup jelas ya)
setelah melihat semua pembukuan di Resto nya tidak ada masalah, Clara segera keluar mencari keberadaan sepupunya Lisa
"haiih itu anak ya kalu sudah di resto pasti langsung kelayaban entah kemana dasar Lisa.." gumam Clara
"CLARA..." teriak Lisa memanggil Clara
"nah ini dia, dari mana neng"
"biasa Cla, ada menu baru loh"
"oh ya wah kalau begitu aku tidak salah memilih chef, ayo aku juga mau mencicipinya" kata Clara sambil menarik tangan Lisa ke dapur resto..
"ah bos kenapa datang sendiri, kan bisa suruh pelayan mengambilkan apa yang kamu mau" kata chef Arya
"tidak mau aku mau lihat sendiri menu apa yang kamu sajikan hari ini yang kata nya menu baru itu??
"ah biasa saja ini hanya tidak sengaja tercampur dan ternyata banyak yang menyukai nya"
"apa itu nasi goreng atau apa sih??
"mungkin nasi campur lebih cocok bos!!
"aku mau mencoba nya, sepertinya enak" Clara menelan ludah saat melihat nasi campur itu di sajikan di piring
"chef Arya aku juga mau" sambar Lisa
"tadi kan sudah"
"mau lagi, hehe
"dasar tidak takut gemuk apa" kata Clara
"hehe aku kan petarung jadi tidak bakalan gemuk"
"wah enak, ada sayur nya hem rasa rempah nya juga berasa tidak seperti nasi goreng ada rasah gurih nya seperti nasi briyani makanan india, tapi ini ada terasi nya pake terasi ya chef..
"iya sebenar nya bumbu sambal terasi tidak sengaja tercampur di nasi goreng, lalu aku merubah sedikit bumbu nasi goreng dan menambahkan beberapa rempah juga sayur sayuran ternyata banyak yang menyukai nya"
"berapa harga sepiring nasi ini"
"15.000 pas untuk semua kantong orang itu kan motto dari mu"
"bagus aku setuju, tapi apa tidak ada nama lain selain nasi campur..
"emm"
"sudah terserah kamu saja, aku serah kan ke kamu saja, Lis ayo balik"
"iya iya.. baru juga tenang ni perut main tarik saja"
"lagian makan dua piring, rakus amat"
"yey aku kan makan banyak cuma sama masakan chef Arya"
"iya iya, terserah..."
"CLARA..." panggil Angga
Clara menoleh ke arah empunya suara..
mata nya terbelalak saat mengetahui itu adalah Angga
astaga apa yang dia lakukan di sini, apa dia melihat semua nya batin Clara..
"Angga apa yang kamu lakukan di sini" (pertanyaan bodoh)
"harusnya aku yang bertanya, aku tidak melihat makan hanya mondar mandi di ruangan itu lalu ke dapur?? jangan bilang kamu juga kerja di sini, aku tidak setuju kamu harus berhenti kerja di sini ikut aku sekarang..." menarik tangan Clara
Lisa hanya tersenyum mendengar perkataan Angga
haha kerja di sini dia kan pemilik resto haih dasar bos Lola batin Lisa
"Angga mau kemana, aku bawa motor lagian aku mau pulang ke kost ini sudah jam 5 sore" elak Clara
"biasa nya kamu pulang jam 7 malan dari kantor, biar aku antar kamu pulang nanti"
"Lisa gimana"
"Lisa kamu bisa bawa motor kan"
"bisa kenapa" tanya Clara
"kamu bawa pulang motor Clara ke kost atau apa pun lah terserah yang penting Clara pulang sama aku"
"oke, terserah lah aku juga mau ngambil mobil aku" gumam Lisa
"bos bagaimana dengan ku" tanya Dodi
"nih 500rb pulang naik taksi sana" perintah Angga dan pergi melakukan kendaraan nya bersama Clara
ha ha ha tertawa Lisa
"kenapa tertawa, seneng lihat penderitaan orang lain" kata Dodi
"maaf, aku Lisa sepupu Clara"
"aku Dodi asisten segalanya untuk si bos"
"haha kamu lucu tau"
"ya sudah aku mau balik dulu"
"oke"
*****
di dalam mobil Angga..
kebetulan aku berdua dengan Angga apa aku tanya soal hubungan mamanya denga Wiwid ya batin Clara
Angga memperhatikan Clara yang sedari tadi menatap nya..
"sayang apa kamu brau sadar kalau aku ini sangat tampan hem"
"hah astaga narsis nya, issh...mana ada!!
"terus kenapa ngeliatin kaya gitu" kata Angga dengan tetap fokus mengemudi
"emm kamu tidak akan marah bukan" tanya Clara lagu
"tidak memang nya kenapa sih"
"aku mau tanya tentang orang tua kamu"
"hemm..(Angga menoleh sejenak kepada Clara) boleh kan kamu calon istri ku
Clara memutar bola mata nya jengah
"terserah, apa kamu tau cerita tentang persahabtan mama kamu dengan mama nya Jasmin" tanya Clara
"hemm aku tidak tau, tapi aku memang berencana menanyakan nya sama papa, karna papa terlihat sangat tidak suka dengan tante Wiwid" jelas Angga
"ow aku pikir kamu tau kisah mereka"
"memang nya kenapa sayang" tanya Angga
"Angga bisa tidak jangan memanggilku begitu, aku merinding tau"
"okey, terus aku panggil apa"
"ya panggil nama aku lah, oke kita lanjut ke pembicaraan kita, em tidak mungkin kan aku bilang kalau mama yang bilang ke aku soal hubungan tante Wiwid dan mamanya secara data diri ku kan yatim piatu akh batin Clara
"emm itu mungkin saja perjodohan mu dengan Jasmin berhubungan dengan masa lalu, sebaik nya kamu mencari tau itu, dan satu lagi ada sesuatu yang belum sempat aku kasih tau kamu
"apa"
"waktu mama kamu nampar aku, aku lihat ada penyesalan di matanya, seperti terpaksa melakukan itu
Ckiiit...Angga mengerem mendadak
"maksud kamu mama terpaksa menjodohkan ku begitu"
"yaa dari pandangan ku seperti itu, dan aku juga mengenal Jesi waktu SMA dulu?
"Jesi siapa?
"maksud aku Jasmin, Jesi nama nya kalau lagi tanding"
"maksud nya dia pernah ikut karate atau taekwondo gitu maksud kamu"
"tuh kamu ngerti, dua duanya, dulu dia mewakili sekolah nya di bidang taekwondo dan aku mewakili sekolah ku, tapi sebelum itu aku sudah sering bertemu di tempat karate dengan nya dan sejak saat itu kami jadi musuh, di tambah aku membuatanya tidak bisa berjalan selama 4 bulan saat tanding mewakili sekolah kami dulu"
"wow aku baru tau ternyata calon istri ku petarung, kalau begitu kapan kapan kita tanding"
"oh ya kamu juga"
"ya begini gini juga aku pemegang sabuk hitam jangan ngeremehin sayang"
pantas saja sangat sulit mejatuhkan dia pertahanannya kokoh toh batin Clara
"oke aku janjian sama lisa hari minggu ini di TAC (TAEKWONDO AZHARI CLUB) kamu kesana saja kita ketemu di sana"
"tidak aku akan menjemputmu"
"Angga kasian sepupuku aku hanya meluangkan waktu untuk nya saat hari minggu saja sedangkan kita kan sering ketemu kamu bareng Dodi saja okey"
"ya sudah aku ngalah, dan kita sudah sampai"
"ini dimana ini kan bukan kostan aku" tanya Clara heran
"hemm ini villa aku, aku mau mandi dulu" keluar dari mobil lalu membukakan Clara pintu dan menarik Clara masuk ke Villa nya
"selamat sore tuan sapa pelayan Villa
"hemmm..
"sore paman.. sapa Clara pada pelayan itu yang bernama Anto
gadis yang sopan batin paman Anto
"Angga dia lebih tua dari mu seharus nya kamu juga menyapa jangan hanya hemm saja meskipun dia pelayan"
"oh ya calon nyonya sudah mulai memperhatikan pelayan nya"
"huuft terserah deh, kamu bos nya"
"syang apa kamu juga mau mandi" bisik Angga
"hah tidak mau, dan tidak perlu, sana kamu pergi mandi sendiri" Clara secepat kilat menjauh dari Angga
"ha ha ha sayang kamu lucu kalau sedang panik haha"
"dasar mesum,sana sana" usir Clara
"okey, tunggu aku di sini sayang" bisik Angga lagi
"aaah ANGGA PERGI SANA" teriak Clara
"ha ha ha... Angga tertawa dan berlalu pergi ke kamar nya
Para pelayan yang menyaksikan termasuk paman Anto ikut tersenyum menyaksikan mereka yang terlihat romantis..
"nona apa anda ingin sesuatu biar saya siap kan" tanya paman Anto
"eh paman tidak perlu paman, saya tidak lama, dan lagi panggil saya Clara paman"
"ah baiklah, Nina ambilkan jus jeruk untuk nona ini" baik paman jawab Nina sih pelayan
"ah paman aku kan bilang tidak perlu "
"em nona kalau kami tidak melayani mu kami bisa kena omel, sama den Angga"
"haiiss terserah deh dan lagi paman panggil saja Clara jangan nona lagi, kalau Angga marah nanti biar ku injak kakinya untuk paman" jawab Clara santai
Paman Anto hanya terkekeh, ternyata ada juga gadis yang tidak takut pada tuan nya selain Anggi..
"paman sudah berapa lama paman bekerja di keluarga ini, aku melihat paman sudah berumur"
"oh paman kerja di keluarga ini sejak tuan besar remaja, sampai menikah paman pernah di minta untuk pensiun oleh tuan besar dan biaya hidup paman mereka tanggung seumur hidup, tapi rasa nya tidak enak paman menerima upah tanpa kerja, makanya paman memilih menjaga den Angga di Villa ini
"emm berarti paman tau kan tentang kondisi pernikahan Tuan besar.."
"maksud nona"
"haiiis nona lagi, terserah paman saja, maksud aku apa pernah ada insiden saat ataupun sebelum pernikahan mereka" tanya Clara lagi
"kenapa saya harus mengatakan nya sama nona kita bahkan baru bertemu, bagaimana aku bisa percaya begitu saja pada nona"
Clara berbisik pada paman Anto..
"paman karna masa lalu itu berhubungan dengan masa depan Angga paman"
Paman anto terkejut mendengar nya..
Paman pun mendekat ke arah Clara dan berbisik
"pernah ada insiden sebelum pernikahan tuan besar tapi tuan besar menutupinya bahkan tak ada seorang pun dari keluarga ini yang tau selain saya nona"
"oh ya bisa kah paman menceritakan nya"
"cerita nya panjang nona,dan lagi den Angga seperti nya sudah selesai mandi"
"kalau begitu paman ambil nomor ponselku paman bisa memghubungiku untuk menceritakan nya"
memberikan no ponselnya pada paman Anto..
***Hayhay jangan lupa like vote and komen nya ya hehe
mampir juga di novel ku yang satu nya lagi TERNYATA CINTA***
aku padamu thor
salam "Dady danzel."