Apa jadinya jika niat balas dendam mu menyimpang dan menumbuhkan perasaan cinta?
Ikuti kisah Aurel si Penyamar dengan Nathan sang Rival
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon herlia ia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Angel hentikan.." tolak Nathan mendorong tubuh Angel sang mantan istri sedikit kasar karena Angel memaksa menciumnya tanpa aba aba.
"Sayang.. aku bilang aku minta maaf. Tolonglah jangan marah lagi, ya. Kita mulai lagi semua dari awal. Demi anak kita, demi cinta kita" mohon Angel yang kembali meraih kedua tangan Nathan, menggenggamnya dan menggosokkannya pada pipi mulus wanita yang sudah melahirkan Ethan si bocah tampan.
"Heh.. sekarang kamu baru ingat anak kita? dan apa barusan kamu bilang, cinta? cinta seperti apa yang kamu maksud?" cecar Nathan dengan sinis nya. Dia menarik tangan yang digenggam Angel lantas menjauh darinya.
Ada rasa kekhawatiran jika sikap tiba tiba Angel terlihat oleh Aurel yang..
"Pintunya terbuka.." gumam Nathan dalam hati dengan perasaan panik.
Dia lantas berjalan kearah pintu untuk memastikan pikirannya. Namun dia tak melihat keberadaan siapapun karena ini adalah waktunya jam istirahat kantor.
"Kamu tahu prinsipku. Sekali melangkah pergi, jangan harap kamu bisa kembali" lanjut Nathan yang tetap berdiri diambang pintu dengan kedua tangan berada di saku celana.
"Tapi sayang..." sanggahan Angel dipotong Nathan melalui isyarat tangannya yang menunjuk kearah luar tanda Angel harus pergi.
Hidup adalah pilihan. Dan Angel sudah memilih pergi, meski Nathan pernah mencegahnya. Namun Angel bersikukuh pada pendiriannya. Dan akhirnya Nathan memilih membuang rasa cintanya.
Namun saat dia kembali, Nathan memilih tak menerimanya lagi.
Dia tak mau memungut sampah yang sudah dia buang jauh jauh.
Dengan langkah gontai, Angel keluar dari ruangan kerja Nathan sambil menyeret koper nya.
Aurel membasuh wajahnya yang dibanjiri air mata.
"Sialan... hik.. kenapa gak bisa berenti..." gumam Aurel dengan kesal sambil terisak karena cairan dari matanya yang sudah sangat lama bersemayam kini dengan tanpa izin keluar begitu saja.
Juga rasa sesak di dada, kenapa harus bereaksi seperti ini. Seolah tubuhnya sendiri mengkhianatinya.
Berkali kali Aurel mewanti wanti pada dirinya sendiri untuk tak menyertakan perasaan dalam permainannya sendiri, namun hatinya dengan tidak tahu dirinya berani berperan menguasai tubuhnya.
"Huhuuuu..... mamaa... kenapa sakit sekali, maaa.... huuu..." akhirnya Aurel menumpahkan rasa sakitnya dengan tangisan. Sebelah tangannya ia pukul pukulkan pada dadanya, berharap rasa sakit itu mereda.
Namun tak kunjung mereda.
Kini Aurel mengerti kenapa mama nya langsung drop dan seketika meninggal.
Ternyata sakitnya seperti ini.
Bagai ditusuk berkali kali dalam keadaan sadar, namun tak bisa mati meski berharap.
Jika ingin memilih, dia ingin seperti sang mama yang langsung pergi ke pangkuan Ilahi, agar tak kembali merasakan sakit.
Aurel menghabiskan waktu cukup lama didalam toilet. Semua demi meredakan tangis dan menenangkan hatinya. Meyakinkan dirinya jika inilah waktu yang tepat untuk pergi dari kehidupan Nathan.
Dia justru semakin lega karena tak perlu memberikan alasan untuk mengundurkan diri dari 2 pekerjaan. Yaitu sebagai second assistant dan pengasuh.
"Ethan.." gumam Aurel kala teringat pada bocah tampan yang berhasil membuatnya jatuh cinta.
Setidaknya kini Ethan punya mama disampingnya, dan tak membutuhkannya lagi. Pikirnya.
"Aurel.. kamu kemana aja?" tanya Nathan yang sedari tadi berjalan mondar mandir didalam ruangannya.
Dia panik karena Aurel belum kunjung kembali. Dia tak mau sangkaannya benar jika Aurel sempat melihatnya bersama Angel dan salah paham.
Nathan langsung menarik Aurel dalam dekapannya dan mengeratkannya. seolah Aurel akan pergi darinya.
Demi apapun, dia tak akan pernah membiarkannya pergi. Cukup sekali dia ditinggalkan.
"Pak.." Aurel mendorong tubuh Nathan namun tak berhasil.
Nathan sangat erat memeluknya.
Ada perasaan lain di hati Nathan kala melakukan itu.
Perasaan takut akan kehilangan.
Takut akan kembali ditinggalkan.
Terlebih Aurel mendorongnya tanpa berontak seperti sebelumnya.
Kini Nathan yakin jika Aurel telah salah paham padanya.
"Pak... ini di kantor" Aurel kembali mencoba menolak dan mendorong pelukan hangat itu.
"Biarkan.. biarkan seperti ini sebentar" pinta Nathan dengan suara lirih.
"Bicaralah jika kamu ingin bicara. Tanyalah kalau kamu penasaran. Marahlah jika kamu kesal" lanjut Nathan.
"Tapi jangan pernah berfikir untuk pergi. Karena aku tak akan pernah mengizinkanmu" imbuh Nathan yang semakin mengeratkan pelukannya.
Rasa sesak itu kembali hadir. Sekuat tenaga Aurel menahan agar tetap waras dan tak menumpahkan air matanya yang berharga.
"Saya..." ucap Aurel terbata.
"Saya gak bisa nafas, pak" lanjut Aurel mencoba mengalihkan situasi.
Pelukan Nathan melonggar dengan tubuh bergetar karena terkekeh.
Nathan melepas pelukannya, lantas sebelah tangannya menjapit dagu Aurel lalu mengecup dalam bibirnya dengan penuh perasaan. Bukan nafsu, tapi cinta...
Aurel tak bisa menahan cairan dimatanya yang berhasil lolos.
Seandainya dia memang bukan siapa siapa, dan awalnya tak berniat membalas dendam, mungkin saat ini adalah moment paling membahagiakan dalam hidupnya.
Meski Aurel merasakan perasaan cinta dari ciumannya, namun kehadiran wanita lain dari masa lalu Nathan menyadarkannya akan rencananya semula.
Nathan merasakan pipinya basah, lalu melepas pagutan bibir yang sangat membuatnya nyaman dan men-candu.
Ibu jarinya menyeka pipi Aurel yang basah dengan mata yang menatap lekat pada mata Aurel.
"Menikahlah denganku" ucap Nathan tiba tiba.
Aurel mematung.
Mata basahnya membola.
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa laki laki ini melamarnya setelah mencumbu wanita lain?
Jika saja Aurel diberi sedikit otak gila, mungkin saat ini dia akan segera menerimanya tanpa memperdulikan siapa yang sudah bercumbu dengannya.
Nathan kembali memeluknya erat tanpa perduli akan keterkejutan Aurel. Bahkan dia tak menunggu jawaban.
Dia bukan memintanya untuk menikahinya, namun memerintahkannya.
Aurel pulang lebih dulu karena Nathan harus menghadiri rapat dadakan dengan calon investor baru.
Natha sempat merengek agar Aurel mendampinginya, namun Aurel menolak dengan alasan diluar jam kerja juga kasihan pada Ethan yang hampir setiap hari tak sempat bermain dengannya.
Aurel akui dia memang merindukan bercengkerama dengan bocah tampan itu.
"Nany.. nany.. kamu sudah pulaang, yeeay..." sambut Ethan dengan girang dan langsung melompat kepelukannya.
Aurel bahagia disambut dan diperlakukan dengan penuh cinta oleh anak yang bukan berasal dari rahimnya.
Membuatnya melupakan tentang kesedihannya.
"Sudah mandi?" tanya Aurel.
"Hn" jawab Ethan mengangguk mantap dengan senyum mengembang.
"Sudah makan?" tanyanya lagi dan dijawab dengan cara yang sama oleh Ethan.
"Nany coba tebak" ucap Ethan memberikan teka teki.
"Apa?" Aurel menyerah.
"Ethan punya momy.."
degg
"Jadi Ethan gak akan diejek temen sekolah Ethan lagi" lanjut Ethan memeluk lehernya erat membuat Aurel membeku.
Lihat, betapa bahagianya anak ini karena ibunya telah kembali.
Dia semakin yakin jika kehadirannya sudah tak dibutuhkan lagi.
TAHAAAAN🤧
VOTE DULU MAK 🎟️
tp mmg hrs tahan sp halal dl ya/Smile/