NovelToon NovelToon
Restu Untuk Pengkhianat

Restu Untuk Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:596.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Indah berpikir jika rumah tangganya baik baik saja. Ternyata tidak. Sikap manis suaminya hanya untuk menutupi watak aslinya yang sudah mendua di belakang Indah.
Yang membuat Indah sangat sakit hati. Ternyata perselingkuhan Rama didukung keluarganya. Dan wanita selingkuhan itu juga sudah hamil.

Cerai adalah jalan terbaik tapi kehidupan Indah tidak tenang sampai disitu. Keluarga Rama terus meneror Indah seakan tidak ingin melihat wanita itu bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban Yang Tidak diharapkan

Acara pernikahan Rama dan Giska sangat jauh dari kata mewah. Pernikahan itu benar benar sesuai budget yang diperhitungkan oleh Rama sendiri. Pernikahan itu bisa sebut pernikahan ala kadarnya karena mulai pelaminan, penata rias hingga catering yang digunakan jauh di bawah kata standar. Rama tidak berani mengalokasikan semua uangnya yang lima puluh juta untuk acara pernikahan itu karena dirinya harus memikirkan tempat tinggal setelah pernikahan itu.

Mau tidak mau, Giska harus menerima apa adanya pernikahan itu karena dirinya berpikir jika bulan depan dirinya akan menerima jatah bulanan full gaji suaminya. Tidak apa apa pesta pernikahannya sangat sederhana yang penting setelah pernikahan tersebut. Dia bisa membeli apa yang dia mau seperti Indah selama menjadi istri Rama. Menunggu saat itu tiba, Giska tidak sabar.

Tidak mau menanggung malu di hadapan teman teman kampusnya. Giska menemui pihak catering sehari sebelum pesta pernikahan itu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Rama. Giska menekankan jika tamu yang diutamakan makan adalah tamu yang mempunyai kupon. Giska juga membuat kupon dadakan dari kertas jeruk dengan urutan satu sampai tiga puluh dua karena undangan dari kampusnya sebanyak kupon tersebut. Dan memberikan kupon tersebut ke salah satu teman terdekatnya supaya dibagikan ke teman teman yang lain. Benar benar strategy yang sangat licik. Ternyata Giska tidak hanya merayu suami beristri dia handal. Bahkan dalam situasi terdesak seperti ini, Giska bisa menemukan cara supaya dirinya tidak malu di hadapan para teman temannya.

Dan tiba lah di hari ini. Hari pernikahan mereka. Sesuai dengan perintah Giska, teman temannya yang mempunyai kupon yang diutamakan oleh pihak catering. Teman teman Giska bisa menikmati jamuan pesta yang sudah dikemas ke dalam nasi kotak itu sedangkan sebagian tamu undangan lain banyak yang bersungut sungut karena tidak mendapatkan makanan.

Sesuai dengan keinginan Giska. Teman temannya tidak kekurangan makanan dan dirinya tidak menjadi bahan pembicaraan nantinya. Tapi tidak dengan tamu undangan para tetangga dan kerabat lainnya. Satu persatu tamu undangan yang tidak mendapatkan kotak makanan melapor kepada Intan. Intan kesal. Intan sudah kesal dengan adanya pernikahan itu kini semakin kesal para undangan yang mengeluh kepada dirinya yang tidak mendapatkan makanan.

Intan ingin melimpahkan masalah itu kepada ibu Yanti dan tante Ellis tapi dua wanita itu juga sibuk. Dua wanita itu sibuk dengan rangkaian acara adat sesuai suku mereka. Sepertinya mereka tidak mempunyai waktu untuk mengurusi makanan.

Intan tidak mau sebenarnya berurusan dengan pesta pernikahan itu. Dia muak dengan perselingkuhan kakaknya dan Giska yang berakhir dengan pernikahan dan perceraian dengan Indah. Tapi demi menjaga nama baik keluarga, akhirnya Intan juga melapor ke Rama tentang masalah makanan tersebut. Intan terpaksa merepotkan kakaknya itu karena dirinya tidak mempunyai teman berbagi pikiran karena adiknya Mona terkadang hilang dan terkadang timbul di acara tersebut.

Dengan kesal, Intan membeli nasi bungkus di warung depan dengan jaminan gelang Giska yang ditarik paksa oleh Rama. Intan puas melihat hal itu karena melihat Giska tidak bisa melawan. Intan sangat kesal melihat wajah bahagia Giska yang bahagia.

Tapi itu hanya sebentar. Wajah Giska mendadak pucat mendengar suara suara tamu undangan. Sesuatu yang tertulis di papan Bunga menarik perhatian ibu ibu yang sudah berkumpul tidak jauh dari pelaminan.

"Memang pelakor itu tidak perlu cantik yang penting gatal dan tidak tahu diri seperti pengantin wanita hari ini. Ternyata dia istri kedua bukan karena ijin istri pertama. Masih muda tapi sudah berkelakuan buruk seperti itu."

"Jangan jangan mereka menikah karena sudah hamil duluan."

"Itu sudah pasti. Biasa jerat si lakor ya hamil duluan."

"Dia kan sudah pernah ketahuan enak enak oleh Indah di rumah ibu Yanti. Apa kalian tidak tahi?"

"Apa si Rama sudah rabun ya. Di lihat dari segi apapun Indah jauh lebih cantik. Yang ini dilihat dari lubang jarum pun tidak ada nilai plusnya dibandingkan kita kita."

"Ternyata Rama menyimpan selingkuhannya di rumah orangtuanya sendiri. Tega juga ibu Yanti sama Indah ya. Padahal Indah baik loh."

Ternyata Giska hanya jago adu mulut di hadapan Indah dan Rama. Di pesta pernikahan itu. Giska tidak bisa menanggapi satupun dari perkataan ibu ibu itu karena kalau dipikir pikir apa yang dikatakan oleh para ibu ibu itu benar adanya. Indah jauh lebih cantik daripada Giska. Jika Giska bisa mendapatkan Rama itu karena wanita itu mempersiapkan trik jitu yang jauh lebih jago dari idenya membuat kupon supaya teman temannya bisa mendapatkan makanan.

Wajah Giska yang penuh riasan itu kini sudah berbelang karena riasan itu bercampur dengan keringat yang mengucur dari keningnya. Keringat yang mengalir deras karena menahan amarah yang tak tertahankan. Giska penasaran apa yang tertulis di papan bunga tapi dia tidak punya nyali untuk melihat isi dari papan bunga tersebut. Saat ini, Giska ingin secepatnya masuk ke rumah supaya tidak saling bertatapan dengan wajah wajah ibu yang menatapnya dengan sinis. Giska malu.

Tapi Giska tidak bisa melakukan hal itu. Masih ada teman temannya yang masih duduk di kursi tamu. Mereka sibuk berselfi ria. Giska berharap teman temannya itu tidak mendengar perkataan para ibu ibu itu.

Giska tidak mengetahui jika sebelumnya justru sebagian teman temannya itulah yang pertama kali membaca isi dari papan bunga itu. Mereka tidak mau berguncing seperti ibu ibu itu karena selama ini, Giska adalah teman yang royal yang suka mentraktir mereka walau mentraktir mie goreng yang seporsinya hanya dua puluh ribu rupiah.

Walau hati sangat marah, Giska mencoba tidak perduli dengan perkataan perkataan menyakitkan itu. Giska menghibur dirinya sendiri bahwa dirinya tidak akan sering sering bertemu dengan ibu ibu itu karena Giska tidak akan tinggal di rumah ibu mertua. Giska mencoba berusaha tenang.

Rasa tenang itu hanya sebentar, Giska tiba tiba panik ketika tiga orang temannya berjalan ke arah ibu ibu yang berkerumun itu. Tidak ingin, teman temannya mendekat ke arah ibu ibu itu, Giska tergesa turun dari pelaminan itu dan menghampiri teman temannya.

"Guys, sini!. Kita foto dulu di pelaminan yuk!" ajak Giska. Andaikan bisa menyuruh teman temannya itu pulang saat ini juga. Giska akan mengusir mereka sekarang juga supaya dirinya tidak khawatir akan perkataan perkataan ibu ibu itu yang masih terdengar mengguncingkan dirinya.

"Kan, sudah tadi Gis. Kami mau foto di depan papan bunga itu dulu. Tidak bisa foto di papan bunga wisuda teman. Setidaknya bisa foto di papan bunga pernikahan kamu. Ayo for di sana. Panggil suami mu Gis," jawab salah satu temannya Giska. Giska yang belum mengetahui isi dari papan bunga itu hanya menurut memanggil suaminya. Rama pun turun dari pelaminan setelah melihat tangan Giska melambai memanggil dirinya.

"Gis, Ucapan selamat pernikahan mu kok seperti ini. Kamu pelakor ya," kata Mawar teman Giska yang terkenal kalau berbicara tanpa basa basi. Ternyata mereka bertiga adalah teman Giska yang belum melihat isi papan bunga itu.

"Maksud kamu apa sih mawar. Aku bu..bukan Pe...."

Giska berkata sambil melayangkan pandangannya ke arah papan bunga. Perkataannya terhenti melihat isi papan bunga itu. Demi apapun isi papan bunga itu membuat Giska tidak bisa berkata apa apa karena sangat malu.

"Ya ampun Giska. Sebenarnya sejak awal melihat suami mu. Aku sudah berpikir jika suami mu itu sudah beristri. Ternyata benar dugaan ku," kata teman Giska yang lain.

"Apa sih yang dikejar menikah muda kalau suami hasil dari merebut milik wanita lainnya."

"Stop, jangan berpikiran yang tidak tidak dulu. Mas Rama memang sudah pernah menikah tapi sudah bercerai. Jadi aku bukan pelakor."

"Terus isi papan bunga itu?"

"Kerjaan Mantan istri mas Rama yang tidak mau diceraikan padahal dia diceraikan karena berbuat kesalahan besar," jawab Giska cepat. Bagaimana pun dia tidak mau terlihat buruk di hadapan teman temannya itu dan perkataan Giska berhasil membuat teman temannya itu percaya. Giska sadar dan sengaja berbohong demi nama baiknya di hadapan para teman temannya.

"Ya ampun. Bisa bisanya dia memfitnah Indah padahal si rama yang membuat kesalahan besar karena berselingkuh dengan Giska."

Kali ini, Giska tidak bisa membela lagi. Perkataan seorang ibu yang pernah ikut melihat dirinya di kamar dengan Rama ketika dipergoki Indah membuat jantung Giska berdetak dua kali lipat. Jika dirinya bisa mendengar perkataan ibu itu. Itu artinya tiga temannya itu juga bisa mendengar.

"Kasihan sekali kamu Giska. Sudah penuh dosa merebut suami orang tapi pesta pernikahannya seperti ini. Semuanya dibawah standar. Biasanya di hari pernikahan si pengantin sangat cantik. Ini riasan mu kok bertumpuk gitu ya. Kalau mau jadi pelakor itu langsung pelakor yang hebat. Dapat pria hidung belang yang kaya. Dan bisa hidup hedon. Ini mah, namanya mempermalukan diri sendiri."

"Diam mawar. Aku tidak meminta kamu untuk mengomentari hidup ku."

"Kalau tidak mau dikomentari kenapa mengundang aku Gis. Lama lama kamu lucu juga ya. Tak Kira kamu mau pamer suami tampan dan mapan..Eh taunya pamer dosa."

Mawar tertawa terbahak bahak. Gadis itu memang seperti itu. Mulutnya seperti saringan yang tidak bisa menahan diri untuk mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Bukan hanya Mawar yang tertawa tapi dua temannya yang lain.

"Mas, aku tidak mau tahu. Hubungi Indah mantan istrimu sekarang. Dia harus menjelaskan apa maksud dari isi papan bunga ini. Katanya dia ikhlas merestui hubungan kita. Tapi lihat perbuatannya!.

Giska sengaja berkata dengan keras supaya Mawar dan yang lainnya mendengar perkataannya.

Rama melihat ke arah papan bunga dan membacanya. Jika Giska sangat marah karena isi papan bunga itu. Lain dengan Rama. Dia sangat yakin jika isi papan bunga itu adalah bentuk kemarahan Indah kepada dirinya. Dan Rama sangat yakin jika kemarahan Indah itu karena masih ada cinta di hatinya.

"Mas Mana ponsel mu. Hubungi Indah sekarang supaya dia menjelaskan kepada mereka ini bahwa kalian sudah lama bercerai," kata Giska lagi. Dia sengaja mengatakan itu supaya teman temannya dan para undangan yang ada tidak terhasut dengan isi papan bunga itu.

Melihat sikap diam yang ditunjukkan Rama. Giska semakin marah. Jika Rama tidak bisa menyelamatkan dirinya dari sebutan pelakor itu. Maka Giska akan meminta ibu Yanti yang akan menyelamatkan dirinya.

"Mama, Tante. Lihat hasil perbuatan mantan menantu mu itu."

"Sudah Giska jangan terlalu dipikirkan. Sekarang kamu fokus saja pada kehamilan mu saja. Hal yang wajar, jika Indah masih marah karena bagaimana pun mereka belum resmi bercerai."

Giska membulatkan matanya mendengar jawaban ibu Giska yang menegaskan dirinya seorang pelakor. Jawaban yang tidak diharapkan apalagi dengan terang terangan menyebut kehamilannya. Padahal selama ini Giska menyembunyikan kehamilannya. Bahkan di saat nongkrong bersama dengan teman temannya, Giska mati matian menahan mual karena terkadang dirinya tidak tahan mencium aroma tertentu.

Giska tidak punya muka lagi di hadapan tiga temannya itu. Giska menatap protes pada mama mertuanya tapi ibu Yanti pura pura tidak mengerti.

Ibu Yanti sengaja mengatakan hal itu. Ibu Yanti sangat kesal karena Giska tidak mendengar Rama. Rama sudah mengatakan supaya mengurangi tamu undangan tapi Giska tidak mengerti. Yang membuat ibu Yanti lebih kesal lagi karena kupon yang dibuat oleh Giska.

Bukannya tidak sampai ke telinga ibu Giska jika sebagian tamu undangan mereka tidak mendapatkan makanan. Sebagai pihak yang mempunyai hajatan tentu saja ibu Yanti protes kepada pihak catering yang masih bertugas di tempat itu. Dan pihak catering yang tidak mau disalahkan apalagi sampai nama catering terdengar buruk akhirnya menceritakan tentang kupon buatan Giska. Dan jawaban yang tidak diharapkan oleh Giska itu adalah sebagai balasan karena tidak menurut pada Rama.

"Bisa sih, mama tidak mengatakan tentang kehamilan itu tadi di hadapan teman temanku ma. Apa susahnya mengatakan Indah dan mas Rama sudah bercerai sangat lama," bisik Giska. Wanita itu merasa tidak sabaran untuk protes kepada mama mertuanya.

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya Giska. Apa salah, Kan memang benar kamu hamil dan Rama dan Indah masih proses perceraian."

Jika Giska berbisik, ibu Yanti justru menjawab dengan suara yang lumayan keras hingga jawabannya itu juga terdengar pada teman temannya. Giska sangat kesal kepada mama mertuanya. Tidak ingin berhadapan dengan mama mertuanya dan menghindari para teman temannya, Giska menarik tangan Rama untuk duduk di pelaminan. Giska tidak tahan jika harus mendengar perkataan yang menyakitkan dari teman temannya sendiri dan tamu undangan yang lain.

Sebagian teman teman Giska tidak mau berlama lama di acara pernikahan itu. Selain karena kegerahan dan kurang nyaman dengan suasana pesta. Para teman temannya itu juga kecewa dengan Giska yang ternyata pelakor. Mereka tidak menduga jika kekasih yang dibanggakan Giska selama ini ternyata suami dari wanita lain.

Giska akhir menangis karena tidak sanggup menahan rasa malu itu.

1
Surati
bagus
Luchi Chipoedanz Sihite
Luar biasa
ros
kenapa x sambung thor
Putu Suciptawati
sebulan lbh nunggu kelanjutan cerita ini, mandeg ya kak thor😭
Syafira Putri
ntar kapan up nya ini
Putyy
next Thor
Yuki Oktayani Aritonang
lagian ni ya thor, jgn krna uda cerai masa gk bisa menjalin silahturahmi sma keluarga mantan,

banyak kok yg begitu thor
Yuki Oktayani Aritonang
kalau bisa ni thor buat siintan bisa bekerja,

atau ksh pekerjaan di tmpt orng tua indah thor kasian intannyaa dia gk prnh makan nangka tapi dia yg kena getahny , gk lucu kan thor
Isabell Serinah
up lagi banyak 2 plseeee 👍
Uthie
Salah satu ciri cerita yg bisa bikin saya langsung jatuh hati adalah saat awal mampir sy bisa langsung ngebut diujung penantian nya, dan cerita ini adalah salah satunya 👍👍👍
berarti kelanjutan nya juga menjadi yg sangat saya nantikan kehadiran nya 👍👍🤗
Uthie
Yaaa ampun.... ternyata ngebutnya saya baca cerita ini dari awal semalam sampai lanjut pas bangun tidur tadi, udah mentok aja di ujung penantian 😂😂👍

kalau sy ngebut baca kaya gini, berarti cerita ini sangat-sangat udah bikin saya tertarik banget bacanya 👍👍👍🤗

ditunggu kelanjutannya 👍😘💞💞💞
Uthie
puassssss dehh tuhhh
Uthie
sukurin 😝😝😝
Uthie
sukurin 😝
Uthie
Wah..wahhhh.. si Giska emang murahan banget 😏
Uthie
dasar manusia mata duitan
Uthie
bagus 👍😏
Uthie
Semua kehancuran si Rama emang si Giska... istri istri pembawa sial boleh tuhh di sematkan 😜😄
Uthie
Nice ☺️
Uthie
Apa rahasia yg dipegang tante Ellis itu adalah bahwa si Rama yg mandul 😜😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!