NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nunuk pujiati

Dira, wanita cantik yang ditinggal pergi suaminya. Tak pernah ada yang tahu jika dia harus menikah dengan kakak iparnya sendiri. Semua itu karena permintaan terakhir mendiang suaminya.

Dira yang sebelumnya ragu apakah dirinya bisa bahagia bersama dengan orang yang sedikit pun tidak dia cintai. Namun, seiring waktu berjalan, semua perasaan ragu dan benci mulai menghilang.

Ditengah-tengah perjalanan cinta mereka, sebuah hal tak terduga terjadi. Dira akhirnya dapat berjumpa kembali dengan kedua orang tua kandungnya.

Dari keraguan berubah menjadi cinta. Semua perasaan luka karena ditinggal mendiang suami, kini mulai pulih dengan perlahan.

Apakah semuanya akan berjalan dengan penuh kebahagiaan dan harmonisasi?

Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca novelnya yang berjudul Naik Ranjang Season 1&2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 1 - 27

"Arya, kamu mau sampai kapan terus begini? Ini sudah satu bulan, Arya dan kamu belum juga memutuskan hubunganmu dengan, Fani!" oceh Dinda saat semua orang melaksanakan sarapan pagi, Dinda sudah tak tahan dengan sandiwara Arya yang membuat Dira semakin lama pulang.

"Tunggu sebentar lagi, Ma. Arya masih mencari kesalahan Fani, Mama tau sendirikan sebulan ini Fani terlihat baik banget, malahan tak memperlihatkan keburukannya sama sekali," jawab Arya. Sebenarnya dia juga merasa bersalah telah menggantung Dira, tapi Arya juga gak mau memutuskan hubungan tanpa sebab.

"Terus saja kamu bilang begitu, kamu itu sudah besar buka anak kecil lagi! Jadi kamu seharusnya bisa melihat mana yang intan, mana yang lempung. Bukan malah milih lempung, dan menyia-nyiakan intan!" ucap Dinda sangat sinis.

"Ma, makan dulu. Nanti setelah selesai makan baru bicara lagi," ucap Ryant yang merasa terusik. Namun belum sempat Ryant melanjutkan ucapannya lagi, Dinda sudah melototkan matanya ke arah Ryant. Sedangkan Ryant yang mendapat tatapan tajam, langsung diam dan melanjutkan sarapan paginya.

"Ingat Arya! Dengarkan Mama, jika kamu masih mempertahankan Fani sampai nanti malam, jangan perna kamu pulang ke rumah ini lagi! Mama akan jual rumah ini, dan Mama akan pergi jauh hingga kamu gak akan pernah menemukan Mama!" Ancam Dinda. Sungguh Arya jadi dilema, dia bingung harus apa. Mana dulu jalan yang dia ambil.

"Ma..."

"Gak ada Mama, Mama an! Pokoknya kamu hanya punya waktu 15 jam dari sekarang, jika jam 9 Mama belum mendapatkan kabar, kamu akan kehilangan Mama untuk selama-lamanya!" Setelah itu Dinda langsung meninggalkan meja makan, dan lebih memilih masuk kedalam kamar.

"Kamu harus tegas, Arya! Kamu itu laki-laki, seharusnya bijak. Bukan malah seperti ini, sungguh Papa kecewa," ucap Ryant. Setelah itu Ryant langsung pergi meninggalkan Arya untuk menyusul Dinda, karena Ryant gak mau Dinda benar-benar nekat menjual rumah.

"Aagggrr... Sial! Kenapa jadi serumit ini sih?"

****

"Ma, apa kamu juga marah sama Papa?" tanya Ryant sambil duduk di pinggir ranjang.

"Mama gak marah sama, Papa. Cuma Mama kesal sama Arya, padahal kita dulu membentuk dia pakai doa loh Pa, tapi kok Arya gak ada nurut-nurutnya sama Mama?" jawab Dinda. Setelah itu Dinda merubah posisi agar terlentang, agar bisa menatap sang suami.

"Sudah jangan dipikirkan, nanti Asam kamu kambuh. Papa gak mau sampai Mama sakit lagi," ucap Ryant sambil mengelus lembut pipi Dinda dan Dinda pun menikmati apa yang dilakukan suaminya.

"Ma?" pangil Ryant lirih.

"Iya."

"Umur kita sudah berapa tahun, sih?" tanya Ryant lagi.

"Papa 60 dan Mama 50. Memang kenapa, Pa?" tanya Dinda dengan polos.

"Berarti kita sudah tua, ya Sayang. Tapi aku lihatnya, kamu makin cantik saat tua," goda Ryant. Dinda yang merasa di goda merasa pipinya sangat panas, dan bersemu merah. Walaupun mereka sudah tua, tapi Ryant tetap saja mampu membuat Dinda terhipnotis.

"Gombal kamu, Pa. Pasti ada maunya ini," jawab Dinda sambil mencubit kecil lengan Ryant. Sedangkan Ryant yang sudah tak tahan melihat semu merah muda di pipi Dinda, akhirnya langsung mencium lembut bibir merah bak merah cabe itu.

Awalnya Dinda terkejut, tapi dengan cepat Dinda menghilangkan rasa terkejut itu dengan balasan yang sangat bergelora. Luma*tan demi luma*tan akhirnya mereka lakukan, bahkan terasa nikmat saat tangan Ryant mulai bergeliyar di gundukan gunung kembar Dinda.

"Ma, sudah berapa hari Papa di suruh puasa?" bisik Ryant sekali lagi. Sedangkan Dinda dia mulai seperti cacing kepanasan, akibat sentuhan yang diberikan Ryant. Ryant mampu mematikan syaraf kelemahan, Dinda.

"Pa, jangan kelamaan deh! Jika memang ingin langsung saja, jangan pernah memainkan tubuhku," gerutu Dinda. Setelah itu Dinda langsung menarik tengkuk Ryant, dan langsung melu*mat habis bibir tebal milik Ryant.

Suara merdu dari mereka berdua akhirnya terdengar sangat indah, di pagi hari ini. Walaupun sempat ada ketegangan, namun mereka berdua bisa menikmati indahnya percintaan yang mereka lakukan di tengah kegundahan Arya.

****

Sedangkan di tempat lain, Arya kini sedang di rundung bingung. Antara masuk dan tidak masuk, saat berada di depan pintu apartemen Fani. Sungguh Arya merasa sangat gugup, dan memikirkan kata-kata apa saja yang harus dia ucapkan saat berhadapan dengan Fani.

"Huftt... Kamu bisa, Arya! Ini demi keluarga kamu," ucap Arya sambil menghembuskan nafas sangat kasar. Dengan tekad yang kuat, Arya akhirnya membuka pintu itu dan langsung mencari Fani yang ternyata sedang menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya.

"Fan..." panggil Arya lirih. Fani yang tau Arya sudah datang langsung menoleh, dan berlari kecil ke arah Arya.

"Kamu sudah datang, Arya. Aku kira satu jam lagi, untung saja aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita," jawab Fani sangat gembira. Walaupun hari ini badan Fani agak tak enak, tapi Fani tetap menyiapkan makanan saat Arya bilang akan mampir ke apartemen. Itu semua demi mendapatkan hati Arya sekali lagi, dan juga demi masa depannya nanti.

"Gak perlu repot-repot, Fani. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu, dan aku tak bisa menundanya lagi," jawab Arya sambil menepis tangan Fani.

"Kamu mau ngomong apa sih, Arya? Apa sangat penting sampai kamu ingin segera berbicara, padahal aku masih ingin bermanja-manja sama kamu," ucap Fani lagi. Sebenarnya Fani tau apa yang akan dibicarakan Arya, namun sebisa mungkin Fani mengalihkan pembicaraan karena Fani gak mau kehilangan Arya.

"Ayolah Arya, aku sangat merindukanmu. Aku ingin melakukannya sekali lagi seperti malam itu, dan aku mau kita memadu kasih seperti satu bulan lalu Arya." Tangan Fani pun langsung menelusup ke dalam baju Arya, dan mulai memainkan cerry kecil milik Arya.

Sungguh Arya bukannya terang*sang malah semakin jijik, dan enggan menatap Fani. Kelakuan Fani sungguh membuat Arya kesal, hingga membuat Arya marah sangat besar dan langsung menarik tangan Fani sangat kasar.

"Aku bilang, Stop!" teriak Arya sangat kencang. Sedangkan Fani langsung tersentak saat mendengar bentak kan Arya, hatinya sangat berdenyut saat mendengar bentak kan Arya.

"Maaf, aku harus ke toilet dulu." Tanpa tunggu lama, Arya langsung meninggalkan Fani begitu saja dan tak memperdulikan hati Fani yang sedang tercabik-cabik.

"Kamu berubah, Arya!"

.

.

.

Happy Reading

1
Nafeeza_🎈🎈
Nunuk tolong kalau qm msh aktf di novel ini ad notifikasi kalau qm baik baik aja tolong kabari q ya. no wa ku msh sama tolong temen temen yg kenal Ama author ini tolong kabari q ya,q butuh tau kabar dia bbrp bulan ini dia GK ad kabar q takut dia knp2 tolong tmen2 yg tau dia kabarin q secepatnya ya
Nafeeza_🎈🎈: ria nuk ini ria
total 1 replies
Miss Tiya😊
Luar biasa
Helena Rusliana
ide penulis benar2 gila sama seperti pemeran novel ini gila semua
Helena Rusliana
gx suka penulisnya kok gils ide ceritanya kenapa harus ada jebak menjebak sih benci bacanya
Helena Rusliana
kok tangam gaysl ya mo nampar fani yg gila itu
Sri Yanti
kucu ....wkkkkk

baru tahu istilah kismis ...putik pucuk
Arisha Putri
kalau emang jodoh itu gak bakal jadi mantan Serlin....jangan rebut/usik lg klu dia sdh bahagia.🤭🤭🤭
Arisha Putri
hmmm,beda jauh ma pengalamanku.niatnya silahturahmi tok ga ada embel2,eh manpac nerimanya lain.tp tetep kekeh dong ma niat,kan disakiti itu sakit masa nyakitin.eh jujur k istrinya malah manpac ga terima jadi fitnah aku.blokirlah beres...eh istrinya tau drmn nomer baruku tlpn lg.🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ganti nomer lg deh... a
ahyuun.e
do'anya kurang afdol itu mom hahaha
Diandra Soraya
kapan nikahnya siy.. arya sama dira
lilah adawiyah
Jangan2 Dira jodoh sama Arman???
mars
mimpi indah dengan baca novel ini,melupakan sejenak beban hidup☺️
mars
turut berduka ya ka,semngt ka
mars
kurangi typo dan salah s3but nama aja
mars
ka g ush diambil hati koment yg cuma bikin down,klu ada kritik ambil baik nya aja, org yg cuma bisa kritik untuk menjelekan itu jelas2 org negatif,jdi anggep aja org iri,lanjutkan saya suka ide ceritanya cuma tolong bedain antara suara hati dan ucapan ,ada penggalan katanya gitu,masukan aja sih ka,semangat ya
Cornelia Pujiastuti
siapa sintal
Cornelia Pujiastuti
Arya kok goblok n plinplan
lilah adawiyah
Jangan2 Dira adik ny dokter sintal....
Bundanya REvan
kapan Dira mengubah panggilannya,, agar ga kakak lagi manggil suaminya
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!