NovelToon NovelToon
Jika Takemichi Dan Izana Menjadi Perempuan

Jika Takemichi Dan Izana Menjadi Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tokyo Revengers / Tamat
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: sit nur Aisyah

bagaimana jika saat izana yang berjalan dengan santai tiba tiba di sergap? dia dipaksa untuk ikut dan setelah dia bangu, tiba tiba tubuhnya menjadi seorang wanita, tidak lama kemudian izana menemukan pemuda yang adalah anggota Toman, dia menguji coba serum yang dia temukan hingga membuat pemuda itu juga sama seperti nya.

"wanita cantik" takemichi

"apa kau lihat lihat!?" izana

"garang sekali" takemichi

"kau sekarang sama denganku" izana

"hah?" takemichi nge-lag

"waaaaaa kau jahat sekali izana!!" takemichi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sit nur Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

challenge

Maaf, seharusnya kau tidak meremehkan musuhmu.

.

.

.

.

PYAR!!

Suara kaca pecah menggema di dalam ruangan.

Seorang gadis cantik yang sedang duduk di dekat jendela langsung menoleh. Mata ametisnya menyipit ketika melihat pecahan kaca berserakan di lantai.

Di antara serpihan itu terdapat sebuah batu yang dibungkus secarik kertas.

Izana berjalan mendekat.

Kaki jenjangnya melangkah perlahan menuju sumber suara. Ia mengambil batu tersebut, lalu membuka kertas yang membungkusnya.

Matanya membaca isi pesan itu dengan cepat.

"Ketua Tenjiku, aku tahu kau bersembunyi di rumah ini. Maka dari itu keluarlah dan bawa pasukanmu untuk melawan anak-anak Geng Devil. Aku menantikan kehadiranmu di arena perang."

"Sial..."

gumam Izana sambil meremas kertas itu.

"Mikey masih belum kembali, dan sekarang ada orang yang menantangku."

Geraman kesal keluar dari bibirnya.

"Izana, apa yang—"

Suara Kakucho terhenti ketika melihat pecahan kaca di lantai.

Ia segera menghampiri Izana dan memegang pundaknya dengan lembut.

"Apa yang terjadi?"

"Kau tidak apa-apa?"

"Ada yang melukaimu?"

tanya Kakucho penuh kekhawatiran.

Izana menggeleng.

"Aku baik-baik saja."

"Lihat ini saja."

"Aku sudah pusing memikirkannya."

Ia menyerahkan kertas itu kepada Kakucho sebelum berjalan menjauh.

.

.

.

.

Kakucho membaca isi surat tersebut dengan alis berkerut.

Namun perlahan, sudut bibirnya justru terangkat.

Bukan karena senang.

Melainkan karena seseorang baru saja melakukan kesalahan besar.

Tidak mungkin ia membiarkan Izana turun ke medan perang.

Apalagi saat kondisi sedang seperti ini.

Lagipula...

Siapa yang berani mengganggu Izana harus berhadapan dengannya terlebih dahulu.

Ah, apakah kalian tidak tahu?

Kakucho bisa melakukan apa saja demi Izana.

Jika menyangkut keselamatan kekasihnya, mungkin dialah orang paling gila di dunia.

.

.

.

.

Sore itu...

Kakucho berdiri di tengah lapangan kosong bersama pasukan Tenjiku.

Angin berembus pelan.

Di hadapan mereka berdiri anggota Geng Devil.

Seorang pria bertubuh besar maju ke depan.

Kulitnya gelap dan tubuhnya jauh lebih besar dibanding anggota lainnya.

Ia menjilat bibirnya sambil menatap Kakucho.

"Eh?"

"Di mana ketuamu?"

"Bukankah aku mengundangnya kemari?"

ujarnya sambil tertawa.

Kakucho memandangnya dengan tatapan dingin.

"Izana tidak ada di sini."

"Kau cukup melawanku saja."

"Dan jangan pernah menyebut ketua kami dengan sembarangan."

Pria itu mengangkat alis.

Kakucho melanjutkan.

"Bahkan melihatnya dengan tatapan kotormu saja sudah membuatku muak."

Senyum tipis muncul di wajah Kakucho.

Namun senyum itu sama sekali tidak ramah.

Justru terlihat berbahaya.

"Apa?!"

"Kau meremehkanku, bocah?!"

bentak pria itu.

Kakucho hanya menyeringai.

Lalu...

Bruk!

Ia langsung melesat menyerang.

Pertarungan pun dimulai.

Baginya, orang-orang ini sudah cukup berani karena mencoba menyeret nama Izana ke dalam urusan mereka.

Dan itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk menghajar mereka.

.

.

.

.

Di atas sebuah pohon yang cukup tinggi...

Izana duduk santai sambil memakan popcorn.

Tatapannya mengikuti jalannya pertarungan di bawah sana.

Entah kenapa, pemandangan itu terasa menghibur.

Senyum geli muncul di wajahnya.

Selama hidupnya, tidak banyak orang yang benar-benar peduli padanya.

Sebagian besar hanya memanfaatkan dirinya.

Atau menginginkan sesuatu darinya.

Namun Kakucho berbeda.

Pria itu selalu berdiri di depannya.

Melindunginya.

Bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

Mata ametis Izana mengawasi Kakucho yang sedang bertarung.

Perasaan hangat memenuhi dadanya.

Kadang ia masih merasa aneh dengan kehidupannya sekarang.

Dulu...

Saat masih menjadi laki-laki, Izana mengira hidupnya hanya akan dipenuhi pertarungan dan kekerasan.

Ia pikir dirinya akan menjadi kriminal yang ditakuti semua orang.

Namun semua berubah.

Kini ia hidup sebagai seorang wanita.

Dan entah bagaimana, ia mulai memahami arti dicintai.

Banyak pria mendekatinya.

Banyak yang mencoba mendapatkan perhatiannya.

Namun semuanya berakhir sama.

Kakucho selalu muncul.

Dan entah kenapa, hal itu justru membuat Izana tersenyum.

"Ck."

"Sudah selesai?"

"Tidak seru."

gumamnya sambil memasukkan popcorn terakhir ke mulut.

"Harusnya Kakucho mengajakku bersenang-senang hari ini."

"Bukannya malah membuatku duduk di atas pohon sambil makan popcorn."

Dengan santai ia melompat turun dari pohon.

Baginya, anak buah Tenjiku sudah cukup untuk menyelesaikan sisanya.

Ia memutuskan pulang lebih dulu.

.

.

.

.

Saat berjalan melewati gang yang sepi...

Beberapa pria memperhatikannya.

Tatapan mereka membuat Izana langsung merasa tidak nyaman.

"Oi."

Seorang pria mendekat sambil tersenyum genit.

"Sedang apa wanita secantik ini sendirian?"

"Mau ditemani?"

Izana memicingkan mata.

Rasa jijik langsung muncul.

"Lewat."

ucapnya singkat.

Namun pria itu justru tertawa.

"Jangan galak begitu."

"Ayo bersenang-senang bersama kami."

Teman-temannya ikut mendekat.

Mereka jelas tidak memiliki niat baik.

Izana menarik napas pelan.

"Lepas."

Suaranya rendah.

Namun cukup jelas terdengar.

Salah satu pria memegang pergelangan tangannya.

Membuat ekspresi Izana berubah semakin dingin.

"Hah?"

"Ayo santai saja."

"Kami cuma ingin bersenang-senang."

Pria itu tertawa.

Sementara Izana menatap mereka dengan jijik.

"Menjijikkan."

ucapnya tanpa ragu.

Detik berikutnya—

Bugh!

Sebuah tendangan menghantam lengan pria itu.

"KAAAGH!!"

Pria itu menjerit kesakitan sambil jatuh ke tanah.

Dua temannya langsung terkejut.

Namun sebelum mereka sempat bereaksi—

Bugh!

Satu pukulan tepat mengenai wajah salah satu dari mereka.

Tubuhnya langsung terlempar dan pingsan seketika.

Kini hanya tersisa satu orang.

Pria itu mundur beberapa langkah dengan wajah pucat.

Sementara Izana justru tersenyum manis.

Senyum yang sama sekali tidak membuatnya tenang.

"Kau pilih yang mana?"

tanya Izana.

"Mau kutendang?"

"Atau kupukul?"

Pria itu langsung terduduk lemas.

Ketakutan terlihat jelas di wajahnya.

Izana menghela napas.

Seketika rasa tertariknya menghilang.

"Ck."

"Membosankan."

Baginya, orang seperti ini bahkan tidak layak disebut lawan.

Takemichi yang dulu masih jauh lebih berani dibanding mereka.

Tanpa berkata apa-apa lagi—

Bugh!

Satu tendangan terakhir mendarat di wajah pria itu.

Tubuhnya langsung terlempar dan pingsan.

Izana menatap mereka dengan jijik.

Kemudian berbalik.

Rambut panjangnya berkibar diterpa angin malam.

"Cukup bermain-main untuk hari ini."

gumamnya.

Dan tanpa menoleh lagi, Ketua Tenjiku itu melangkah pulang.

.

.

.

.

...-TO BE CONTINUED-...

1
Kirana Yola adiba
lanjut kak penasaran sama cerita selanjutnya
Kirana Yola adiba
aku penasaran kak lanjut kak
Kirana Yola adiba
lanjut kak penasaran aku dg cerita selanjutnya
makasih ya kak udah up banyak
shinobu
lanjut min ceritanya bagus
Kirana Yola adiba
penasaran aku dg cerita selanjutnya
shinobu
lanjut min ceritanya bagus min
shinobu
lanjut ke konten utama nya
Kirana Yola adiba
lanjut kak
Kirana Yola adiba
aduh penasaran aku lanjut kak semangat
Saada Sania
lanjut author
Kirana Yola adiba
lanjut kak
hore kakak up
Kirana Yola adiba: sama sama
total 4 replies
REN & HARUKA
baguss thorrr🤩
누르하이다🤭☺️
pantesan thor aku tungguin gak up up ternyata eh ternyata.....
누르하이다🤭☺️: gak papa thor tapi kalo ada rencana mau buat cs/novel baru kabari ya thor biar aku bisa basa
total 2 replies
Kirana Yola adiba
padahal cerita nya bagus dan menarik
AkuAulia loplop pecinta BxB: iya bener
total 3 replies
haruchiyo aya
Luar biasa
aza
Kecewa
aza
Buruk
Kirana Yola adiba
lanjut kak
makasih ya kak udah up
up nya jangan lama lama ya kak
semangat ya kak
nea oktavia d
author lanjut
Shazarina Kamlun
di tunggu kelanjutaanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!