Viona tidak pernah ingin jika pernikahannya hancur. Walaupun dia menikah bukan karena cinta, tetapi Viona sudah berjanji pada diri sendiri untuk menikah hanya sekali seumur hidup. Tentu banyak perjuangan, cobaan, dan air mata yang harus Viona hadapi.
Meluluhkan hati suaminya begitu sulit, bahkan setelah berjuang pun, perjuangannya itu masih tidak di hargai. Rey sang suami, masih menganggap Viona wanita perusak hubungannya dengan Laura. Karena pernikahan mereka membuat Rey tak bisa menikah dengan Laura yang sudah lama menjadi kekasihnya.
Akankah Viona bertahan disisi suaminya dan mempertahankan rumah tangganya? Atau memilih pergi untuk meraih kebahagiaannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.26
Ting
Rey yang sedang bekerja baru saja menerima sebuah kiriman video dari Alan. Ke dua matanya terbelalak saat melihat kelakuan Laura. Rey langsung menanyakan dimana tempat Laura bersama lelaki itu. Karena Laura hanya pamit pemotretan di luar kota tanpa menyebutkan tempatnya. Tentu Alan tidak memberitahunya karena takut jika Rey bertemu dengan Viona.
Rey mencoba menelepon Laura. Tetapi Laura sama sekali tidak mengangkat. Dengan perasaan kesal Rey mengirim pesan kepada Laura yang berupa ancaman. Rey memutuskan untuk pulang karena sudah tidak bersemangat lagi bekerja. Pikirannya terus tertuju pada istrinya.
30 menit kemudian, Rey sudah sampai di rumahnya. Bergegas pergi ke kamarnya. Rey tak sengaja melihat sesuatu di bawah meja. Dia mengambil itu dan ternyata bungkus pengaman yang masih utuh. Rey mengernyit heran, bingung dengan pengaman yang baru saja di temukan.
''Pengaman milik siapa ini? Sudah lama sekali aku tidak berhubungan intim,'' gumam Rey. Pikiran Rey mulai berkelana entah kemana. Semakin curiga dengan istrinya yang sudah bermain di belakangnya.
Rey mencoba memeriksa aset-aset kekayaan miliknya. Takutnya diam-diam Laura mengambilnya. Namun, ternyata aset miliknya masih aman. Waktu itu Laura memang pernah mencarinya tetapi tidak menemukan tempat penyimpanan aset milik Rey.
Jujur pikiran Rey saat ini sedang kacau. Dia perlu pergi ke suatu tempat untuk menjernihkan pikirannya. Akhirnya Rey memutuskan pergi ke tempat yang dulu sering menjadi tempat tongkrongannya bersama Dio dan Alan. Itu adalah sebuah cafe anak muda yang terkenal di ibukota.
Baru juga sampai di cafe, Rey melihat Dio sedang duduk berdua bersama seorang wanita. Bahkan mereka terlihat mesra. Rey menghampiri mereka dan saat ini berdiri tak jauh dari Dio.
''Ekhem, kirain kamu sama Viona ternyata wanita lain,'' ucap Rey.
Dio menoleh ke sumber suara. ''Viona pergi, entah dimana saat ini. Terakhir kali dia menolakku dan menghilang entah kemana."'
''Masa sih Viona menolak? Dia itu wanita baik loh'' ucap Rey heran.
Dio menghela napasnya. ''Perasaan itu tidak bisa di paksakan. Lagian sepertinya dia masih cinta sama seseorang yang sudah tak peduli lagi dengannya.''
''Siapa orang itu?'' tanya Rey tak mengerti.
''Ckk sepertinya tidak perlu di jelaskan lagi.''
Rey meninggalkan mereka berdua. Dia memilih duduk di pojok dekat kaca, sehingga bisa melihat pemandangan di luar sana. Rey sama sekali tak menyangka jika Dio dan Viona tidak bersatu. Karena dia tahu Dio yang sebelumnya terus mengejar Viona.
...
...
Rey melihat Laura pulang, memasuki rumah dengan menyeret koper besarnya. Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, dimana dia berniat untuk meminta penjelasan darinya.
''Laura, dari mana saja kamu?'' tanya Rey dingin.
Laura menoleh lalu tersenyum menatap Rey. ''Bukankah Mas Rey tahu kalau aku baru saja pulang dari luar kota?''
Rey tak mau lagi mengulur waktu. Dia mendekati istrinya lalu memutar video me*sum istrinya langsung di hadapannya. Tentu Laura terkejut melihat video dirinya. Wajahnya berubah pucat pasi.
''Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi, Ra. Ternyata begini ya kelakuanmu di belakangku. Mulai detik ini kamu bukan lagi istriku dan aku sudah mengajukan gugatan perceraian kita ke pengadilan. Lebih baik sekarang juga kamu pergi dari sini,'' usirnya.
''Tidak bisa seperti itu. Mas Rey tidak bisa mengusirku dengan tangan kosong. Setidaknya berikan harta gono-gini untukku,'' pinta Laura.
''Kamu kira dengan semua kelakuanmu itu, aku mau memberikan harta gono-gini? Harusnya kamu malu, punya salah tapi masih minta harta,'' sindir Rey.
Laura mengepalkan tangannya lalu pergi dari hadapan Rey. Dia akan membereskan barang-barang miliknya yang masih berada di kamar. Rasanya Rey merasa lega karena sebentar lagi resmi berpisah dengan wanita tukang selingkuh seperti Laura. Rey masih tak menyangka kalau Laura akan melakukan itu. Hanya karena dirinya tidak bisa memberikan nafkah batin, Laura mencari kepuasan di luar. Harusnya seorang istri yang baik itu memberikan support kepada suaminya yang sedang terkena musibah. Bukan malah berselingkuh di belakangnya.
Rey melihat Laura yang kini sudah keluar dari kamarnya dengan membawa dua koper. Laura lewat begitu saja di hadapan Rey tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan Laura mengentak-entakkan kakinya karena merasa kesal.
Rey hanya menatap Laura tanpa menyapa. Lalu dia memanggil pembantu rumahnya dan meminta untuk membereskan kamarnya. Rey tidak mau jika di kamarnya masih ada sisa-sisa barang milik Laura bahkan Rey tidak mau tidur di kasur yang bisa saja ada bau keringat Laura.
''Perselingkuhan Laura membuatku trauma. Apalagi keadaanku yang seperti ini, belum tentu masih ada wanita yang mau,'' gumam Rey sambil tersenyum miring.
Entah bagaimana hidup Rey ke depannya. Dia tidak memiliki pendamping hidup bahkan dia butuh anak yang bisa menjadi penerus perusahaannya kelak. Namun, tanpa Rey ketahui dia sudah memiliki anak yang nantinya bisa menjadi ahli warisnya.
.....
.....
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya..
moga sukses selalu 😘😘
makasih kak thor buat cerita nya..😘