NovelToon NovelToon
Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: adhilla

Badut Tampan? Benarkah itu?

Gak percaya, baca aja kisah antara Sheila dan Widi si badut tampan yang menghibur Sheila di kala Sheila di tinggal selingkuh oleh pacarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 27

"Iya iya aku maafin, gemes banget sih kamu ini," gemas Vera pada Roman.

Cup.

Mata Roman melotot sempurna karena Vera tiba tiba saja mencium pipinya.

"Hahaha kamu lucu banget sih, sampai merah gitu pipinya," tawa Vera yang melihat Roman salting akibat dia cium.

"Sayang...." Roman tak bisa berkata kata lagi, dia benar benar salting di buatnya.

"Kenapa hmm?" balas Vera santai tanpa merasa bersalah karena sudah mencium Roman.

"Ini aku gak mimpi kan, kamu tadi beneran cium aku kan?" balas Roman.

"Lah ya beneran lah, emang kamu kira kamu halu?" balas Vera kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Roman.

Cup Cup Cup.

Tiga kecupan berulang Vera berikan lagi pada Roman, kali ini bukan pipi lagi yang Vera cium, melainkan bibir Roman langsung.

"Sayang kita langsung ke KUA aja yuk," ajak Roman yang tidak menyangka kalau Vera seberani itu menciumnya.

"Loh ayo kalau kamu berani, kau juga sudah siap menjadi istri kamu," balas Vera semakin membuat Roman ketar ketir.

"Kamu ya...."

"Apa, mau balas nih balas aja kalau berani, ayo cium aku balik," potong Vera menyodorkan bibirnya ke arah Roman.

"Hmmttt...."

Roman hanya lelaki normal, kucing mana yang akan diam saja kalau di kasih ikan, ya begitulah dengan Roman yang tak akan tinggal diam kalau kekasihnya seperti itu.

Roman langsung mencium bibir Vera dengan bruntal, dia menahan tengkuk Vera agar tak melepaskan ciuman mereka berdua.

Vera pun kaget di buatnya, dia tidak mengira kalau Roman akan melakukan itu, karena Vera berfikir kalau Roman adalah lelaki pendiam yang polos.

"Kamu jangan macem macem ya sama aku, aku selama ini diam gak berani cium kamu karena aku takut membuat kamu takut, tapi kalau kamu sendiri yang mengawalinya maka jangan salahkan aku kalau melakukan ini," bisik Roman setelah melepaskan ciuman mereka.

Vera yang mendengar itupun merasa bulu kuduk berdiri, dia jadi ngeri mendengar bisikan Roman di telinganya.

"Kamu...."

Cup.

"Lihat saja habis ini kamu harus siap siap menerima serangan yang aku berikan secara tiba tiba, karena kamu sudah membangunkan singa yang sudah tertidur lama," potong Roman setelah dia kembali mencium bibir Vera.

Vera tidak bisa berkata-kata lagi, dia langsung memeluk tubuh Roman dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Roman.

"Kok kamu jadi mes um gini sih, perasaan kemaren kemaren enggak deh," ucap Vera dalam dekapan Roman.

"Kan aku sudah bilang, kamu tadi yang ngajarin aku, jadikan ya aku cuma ngikutin kamu," balas Roman sambil tersenyum.

"Ya aku kira kamu gak bakalan melakukan itu, aku kira kamu tuh cowok yang polos gitu," balas Vera.

"Mana ada cowok polos, aku ini lelaki normal sayang," balas Roman sambil menciumi rambut Vera yang sangat halus dan harum.

Vera melepaskan pelukannya dan menatap wajah Roman tajam.

"Tapi kamu gak bakalan perk osa aku kan?" tanya Vera sambil memicingkan matanya.

"Hahaha aku tidak sebejat itu sayang, aku mencintaimu mana mungkin aku akan merusak kamu, kalau aku mau ya aku harus halalin kamu dulu dong," balas Roman gentle.

"Beneran ya janji?"

"Iya sayang aku tidak mungkin melakukan hal itu," balas Roman.

"Tapi entar kamu malah jajan di luar lagi?" curiga Vera.

"Kamu menyamakan aku dengan mantan kamu itu hmm, aku lelaki baik baik, aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku setia sama kamu," balas Roman meyakinkan agar Vera tidak overtingking terhadap dirinya.

"Beneran ya?" tanya Vera meyakinkan.

"Iya sayang ku," balas Roman.

Cup.

"Kita pergi yuk, mumpung masih siang kita pergi kerja taman sebagai gantinya kemaren," ajak Roman setelah mencium bibir Vera lagi.

"Hayuk lah gas," balas Vera semangat.

Roman tersenyum melihat itu, dia pun langsung mengandeng tangan Vera pergi meninggalkan restoran menuju taman tepat dimana dia biasanya menjadi badut.

Mereka pergi menggunakan mobil milik Vera dengan Roman yang memegang kemudi, sebelum pergi ke taman Roman mengajak Vera pergi ke kosannya untuk mengambil kostum badut dan setelah itu barulah mereka pergi ke taman.

...**...

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di ruangan Rahman dia sudah memegang rambut milik Roman yang tadi sempat Seno ambil secara diam diam tanpa sepengetahuan Roman.

"Ini beneran rambut Roman kan?" tanya Rahman memastikan, takut kalau asistennya itu salah memberikan rambut itu.

"Benar tuan, tadi saya sendiri yang mencabutnya dari kepala tuan Roman sendiri," jawab asisten Seno yakin.

Tadi saat hendak memasuki restoran dia berpura pura menabrak Roman sambil menarik rambut Roman sehingga membuat dia bisa mendapatkan rambut milik Roman.

Asisten Seno berbohong kepada Roman, dia bilang kalau dia tersandung hingga mengakibatkan dia harus mendorong tubuh Roman, padahal kenyataannya itu adalah kesengajaan yang dia buat untuk bisa mendapatkan rambut Roman.

"Ya sudah ini sampel rambut milik saya dan ini punya Roman, silahkan kamu minta dokter Andre untuk mencocokkan nya, dan bilang sama dia tolong rahasiakan hal ini jangan sampai ada yang mengetahuinya," ucap Rahman memerintahkan kepada Seno.

"Baik tuan, saya akan melaksanakannya," balas asisten Seno menerima dua sampel rambut milik Roman juga Rahman.

"Segera dikerjakan, saya tidak sabar menunggu hasilnya," balas Rahman yang sudah tidak sabar ingin mengetahui hasil lap kecocokan rambutnya dengan rambut milik Roman.

"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu," balas Seno pamit pergi.

"Hmm," balas Rahman dan Seno pun segera pergi meninggalkan ruangan Rahman.

Dia langsung pergi ke rumah sakit sesuai dengan permintaan Rahman agar segera memberikan sampel rambut itu kepada dokter Andre, dokter keluarga Rahman.

Tadi juga bukan tanpa sebab Rahman memberikan izin kepada Roman, dia melakukan itu agar Roman tidak mengetahui rencana yang tengah dia lakukan.

"Entah nanti akan bagaimana reaksi kamu saat mengetahui ini nak, semoga kamu tidak marah kepada kami nak," gumam Rahman yang takut kalau nanti saat dia mengatakan hasilnya kepada Roman, dan Roman akan marah kepada dirinya dan sang istri.

...**...

Roman juga Vera sudah sampai di taman, Roman segera memakai kostum badut nya, sedangkan Vera dia menunggu Roman di kursi taman.

"Hai cantik," sapa seseorang dari belakang Vera dan suaranya itu sangat Vera hafal.

Vera langsung membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat ada badut di belakangnya yang tak lain adalah Roman yang berada di balik kostum badut itu.

"Badut tampan ku ternyata sudah siap, sebelum kita samperin anak anak yang ada di sana kuta foto dulu yuk," ajak Vera mengeluarkan handphone apel gigitnya untuk berfoto bersama Roman.

"Ayo nanti biar aku unggah di sosmed ku kalau badut taman ini berfoto dengan wanita cantik," balas Roman yang langsung mengambil posisi berada di samping Vera untuk melakukan foto.

"Bisa aja kamu, entar aku juga mau upload di sosmed terus aku kasih caption badut tampan ini milikku," balas Vera yang tak mau kalah dengan Roman.

Mereka berdua pun berfoto bersama dengan beberapa gaya, dan setelah selesai mereka langsung menghampiri anak anak yang sudah menunggu Roman untuk menghiburnya di sana.

...***...

1
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!