NovelToon NovelToon
King'S Regrets S²

King'S Regrets S²

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:510.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: xialin12

Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.

Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KRS² #27

6 bulan kemudian.

Perut permaisuri Jing sudah terlihat besar, karena di dalam perut itu ada dua bayi yang berbagi ruang. Permaisuri pun semakin terbatas dalam bergerak karena takut akan terjatuh dan juga karena berat yang dia rasakan.

Seperti saat ini, permaisuri selalu di bantu oleh Xiao Wei untuk bangun maupun duduk di kursi.

"Perut ini semakin berat saja, padahal baru 6 bulan." Ucap permaisuri Jing yang akan berdiri di bantu Xiao Wei.

"Yang mulia, di dalam perut yang mulia ada dua nyawa. Tentu saja itu sangat berat." Ucap Xiao Wei.

"Kau benar, bahkan akhir-akhir ini aku mulai tidak bisa tidur dengan baik."

"Bersabarlah yang mulia, saya akan menyiapkan air hangat di dalam wadah, dan meletakannya di bawah punggung yang mulia, agar tidur yang mulia lebih nyaman nanti malam."

"Iya, terima kasih Xiao Wei."

Xiao Wei mengangguk, dia berjalan di samping permaisuri Jing yang ingin berjalan-jalan di taman istana, sambil memapahnya.

Ibu ratu berkata seorang yang tengah hamil harus sering berjalan-jalan, dan jangan terlalu sering tidur. Karena tidak baik saat melahirkan nanti. Sebab itu permaisuri Jing melakukan apa yang ratu katakan, demi kebaikan kedua bayi yang ada di dalam perutnya saat ini.

"Bunga itu, apa kau yang menanamnya Xiao Wei?" Permaisuri Jing menunjuk pohon bunga yang bermekaran di depannya.

"Benar, yang mulia. Yang mulia putra mahkota berkata jika yang mulia permaisuri sangat menyukai bunga itu. Jadi hamba menanamnya di taman beberapa bulan yang lalu."

"Dia (bunga) memiliki warna yang indah, dan harumnya pun tidak begitu tajam."

"Yang mulia benar, ini membuat orang-orang yang menciumnya merasa tenang."

Permaisuri mengangguk "Iya."

Permaisuri Jing menikmati waktunya di halaman istana itu, melihat bagaimana para pelayan membersihkan taman, dan juga melihat bunga-bunga yang bermekaran dengan indah.

"Yang mulia, nyonya muda Qing ada disini." Ucap Xiao Wei saat melihat Yun Xiao berjalan maemasuki halaman istana.

Permaisuri Jing melihat ke arah Yun Xiao yang berjalan ke arah dimana dia berada.

"Yang mulia permaisuri." Ucap Yun Xiao.

"Xiao'er, kau akhirnya datang. Sudah cukup lama kau tidak kesini setelah kau tinggal di paviliun."

"Maafkan saya, yang mulia."

"Tidak apa-apa, duduklah dan temani aku disini."

"Baik yang mulia."

Yun Xiao lalu duduk di kursi yang ada di samping permaisuri.

"Bagaimana keadaan yang mulia dan dengan kedua keponakan saya saat ini?" Tanya Yun Xiao.

"Mereka sangat baik, tadi malam bahkan aku merasakan satu tendangan di dalam perut."

"Benarkah? Itu sangat bagus. Artinya mereka tumbuh dengan baik dan kuat di dalam perut ibunya."

"Iya, kau benar. Lalu bagaimana dengan restoran yang kalian miliki?"

"Semuanya berjalan dengan lancar, ini juga berkat yang mulia yang memberi resep dan mengajari koki yang bekerja di restoran kami."

"Itu bukan karena aku, kalian sudah berusaha sangat keras. Karena itu kalian layak mendapatkan hasil yang sangat memuaskan itu."

"Terima kasih yang mulia."

Yun Xiao mengangguk senang, teman dekatnya tidak berubah sedikitpun. Rasa rendah hati dan tidak sombong pada orang lain tetap ada pada dirinya, meski sekarang dia telah menjadi permaisuri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.

"Besok kau kembalilah kesini dengan Min'er." Ucap permaisuri Jing.

"Ada apa yang mulia?"

"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertemu dengan kalian berdua. Rasanya kita sudah lama tidak berkumpul dan makan bersama seperti dulu."

"Baik yang mulia, jika ada yang ingin permaisuri makan, anda bisa mengataknnya pada saya. Saya akan membawaknnya untuk yang mulia."

"Baik, terima kasih."

Yun Xiao mengangguk.

Kedua wanita itu saling menceritakan yang telah mereka lalui selama beberapa hari ini.

Putra mahkota Zhang melihat Permaisurinya dan Yun Xiao tengah berbincang bersama di taman.

"Mereka terlihat seperti lebih dari teman dekat, bahkan sebelum nona Xiao itu menikah dengan Min'er. Dan aku sangat bersyukur melihat Lian'er memiliki teman yang baik seperti dia." Guma putra mahkota Zhang di depan kamarnya.

...----------------...

Di istana kerajaan negara Qin, selir Nuan sedang mengunjungi pangeran kecil di istana pangeran bersama dengan ratu Rui.

"Pangeran tumbuh dengan sangat baik, juga sudah bisa melakukan banyak hal, dia sangat pintar." Ucap selir Nuan yang melihat lincahnya pangeran merangkak kesana kemari.

"Kau benar, aku senang melihatnya sehat dan selalu aktif." Ucap ratu Rui.

"Yang mulia, saya dengar permaisuri Jing sedang hamil dan sekarang kehamilannya berusia 6 bulan."

"Benar, aku juga mendengar Jik permaisuri Jing memiliki dua bayi di dalam perutnya."

"Apa? Dia akan mempunyai anak kembar?" Ucap selir Nuan terkejut.

"Iya. Sungguh tidak terduga bukan?"

"Benar, saya ikut merasa bahagia atas kehamilannya."

"Begitu juga denganku."

Ratu Rui dan selir Nuan melihat pangeran yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.

"Aku ingin sekali mengunjungi kerajaan negara Ming untuk melihat permaisuri Jing." Ucap selir Nuan.

"Iya, rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan permaisuri Jing."

"Benar, tetapi kita tidak tahu apakah yang mulia kaisar akan memberi izin pada kita atau tidak."

Ratu Rui terdiam sejenak "Yang mulia masih saja merasa bersalah." Ucapnya.

"Namun sebesar apapu rasa bersalah yang mulia, dia tetap tidak akan merubah keadaan."

Ratu Rui mengangguk.

"Selir Nuan."

"Iya, yang mulia."

"Yang mulia kaisar telah menemuiku beberapa bulan yang lalu. Dan membicarakan tentang para perdana menteri yang menginginkan yang mulia memiliki selir lagi."

"Saya sudah mendengarnya, yang mulia. Bahkan tiga bulan yang lalu ayah saya berkata untuk menyetujui jika mulia kaisar ingin memiliki selir lagi."

"Mereka benar-benar tidak berfikir sebelum melakukan sesuatu."

"Namun meskipun yang mulia kaisar di tekan oleh para menteri itu, hingga sekarang yang mulia tidak melakukan apapun."

Ratu Rui terdiam, dia ingat apa yang telah dia katakan pada kaisar Shun saat mereka berbicara berdua terakhir kali.

"Mungkinkah karena ucapan ku waktu itu, membuat yang mulia menjadi sulit untuk memenuhi keinginan para menteri itu?"

Pangeran merangkak ke arah ratu Rui, lalu duduk di depannya.

"Sayang, apa kau ingin tidur siang?" Ucap ratu Rui pada pangeran kecil.

Pangeran kecil hanya terkekeh menjawab ucapan ibunya itu.

"Sangat manis sekali saat dia tersenyum." Ucap selir Nuan.

"Benar, tapi sayangnya dia jarang mau tersenyum. Seperti yang mulia kaisar yang selalu terlihat serius."

Selir Nuan menatap ratu Rui, meski mereka jarang bertemu, tapi dia tahu jika hubungan kaisar dan ratu Rui masih sama seperti sebelumnya. Terlebih kaisar harus berhadapan dengan keinginan para menteri.

Walaupun sudah lewat lebih dari 5 bulan, namun tetap saja para menteri tidak akan berhenti menekan kaisar Shun untuk memiliki selir lagi, karena selir Nuan belum cukup usia untuk memiliki seorang anak dari kaisar Shun.

Pangeran kecil menarik-narik tangan ratu Rui.

"Ada apa pangeran?" Tanya ratu Rui dengan bingung pada anaknya.

"Yang mulia, mungkin pangeran merasa bosan. Jadi dia ingin mengajak anda keluar untuk berjalan-jalan."

Ratu mengangguk, dia menatap putranya "Benarkah itu?"

Pangeran tertawa, seolah mengiyakan pertanyaan ratu Rui.

"Baiklah, kita akan keluar untuk jalan-jalan. Ibu juga merasa bosan terus berada di dalam."

Ratu Rui menggendong pangeran, lalu berjalan keluar dari kamar pangeran di ikuti selir Nuan di samping, dan pelayan mereka di belakang.

Suara tawa kecil pangeran terdengar cukup keras saat mereka berada di luar kamar.

"Lihatah kau terlihat sangat senang setelah keluar dari kamarmu, kau benar-benar merasa bosan di dalam kamar." Ucap ratu Rui.

"Benar, bahagia sekali pangeran kita ini." Selir Nuan membenarkan.

Mereka lalu membawa pangeran ke taman kecil yang ada di dalam halaman istana pangeran itu untuk bermain disana

...----------------...

Author

Karena besok umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa, maka Xia Lin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibada Puasa bagi kalian yang menjalankannya 🙏😊.

Tetap semangat walau sedang berpuasa ya 😁😁.

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
💜 OT7 💜
ok
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
harimaunya dikasih obat tidur jadi gimana mau nyerang aneh pangeran lho ini
Atoen Bumz Bums
kata orang-orang yang pernah keguguran memang gitu lebih sakit keguguran rasanya dibanding waktu melahirkan
😭😭😭
Atoen Bumz Bums
apakah permaisuri akan berdandan jadi helek
Atoen Bumz Bums
sukur aja gak jadi Kun fayakun😂
Atoen Bumz Bums
perlu dimata-matain medusa
Atoen Bumz Bums
🤩😍
Nana Niez
dia di rasuki katanya😆😆😆😆😆
Andrea: alasan yg membagong kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Ana Rusliana
Luar biasa
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bahagianya, akhirnya sang baby twins telah lahir dengan selamat dan sepasang lagi 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener salut sama permaisuri jing, bukan hanya cantik di wajah tapi cantik hati dan budi pekerti nya juga
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
gak ada tegas² nya ini kaisar sableng, masih aja dengerin omongan mentri yang menjerumuskan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, kenapa baru sekarang kaisar ini bertindak setelah lian'er dan keluarga nya keluar dari negara qin
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya elah bu bu, hanya karna si sulung si bungsu terusir dari keluarga sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semoga aja lian'er cepat hamil dan mengandung baby triplet
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kirain disini lian'er udah hamidun /Facepalm/
RusNa ANtox DEwi
baguss
tudehun
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!