"Perjodohan?? Ini bukan jaman Siti Nurbaya, Pah..."
Naomi menolak keras perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
"Tidak bisa menolak, ini wajib hukum nya Nao...."
Bagaimana mungkin dia akan menikah dengan adik dari sang mantan pacar yang sampai saat ini masih di cintai nya...
Apakah nanti rumah tangga nya akan semulus jalan tol? atau seperti jalan jalan yang penuh dengan lubang dan juga kerikil tajam?
Simak kisah selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sah..
"Berdirilah Kak dan sebaiknya kakak keluar."
Tentunya Naomi tidak ingin ada orang lain yang melihat adegan seperti ini terlebih lagi jika nanti terlihat oleh Marissa.
Bukan karena Naomi takut dengan Marissa tetapi ia tidak ingin membuat masalah lagi dengan istri dari Vino dan tentu saja jika sampai mereka tahu kalau suaminya berada di sini nanti ia yang saya disalahkan dan tentunya merusak akan mengatakan kalau dirinya sebagai pelakor.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini sebelum kamu membatalkan pernikahan kamu dengan Nikolas kamu tahu kan tahu aku masih sangat mencintai kamu."
Lagi lagi Naomi memalingkan wajahnya, ia ingin sekali menutup kedua telinganya, tentunya tidak ingin mendengar kata-kata cinta dari Vino.
"Semua sudah terlambat, seharusnya jika kamu masih mencintai aku pasti kamu tidak melakukan hal seperti itu."
Naomi memejamkan matanya sebentar, ia harus kuat menghadapi laki-laki yang ada di depannya dan ia tidak boleh lemah apalagi sampai termakan bujuk rayuan dari Vino.
"Aku sudah meminta maaf, dan aku sudah menjelaskan apa alasanku untuk mendekati Marissa. Dan aku hanya meminta kamu untuk sabar sebentar lagi sampai anak itu lahir."
"Kamu egois!! kamu menghancurkan semua impian dan juga cita-citaku untuk bisa menikah dengan kamu tetapi kamu dengan teganya merusaknya, kamu menganggap hubungan kita ini lelucon, dengan seenaknya kamu memanfaatkan seorang perempuan hingga perempuan itu terjerat pada kamu. Lalu setelah itu kamu tinggalkan yang alasanmu hanya semata-mata karena aku... Tidak adil bagiku, juga bagi Marissa dan tentu saja aku tidak mau.. sebaiknya Kak Vino keluar dari sini, aku tidak akan pernah membatalkan pernikahanku dengan Nicholas."
Naomi sudah geram dengan kelakuan Vino, langsung saja meninggalkan kamar dan tentunya ia menggandeng tangan Siska untuk membawanya Ke luar dari kamarnya itu.
Meskipun Naomi belum dipanggil untuk keluar tetapi tidak mungkin rasanya juga ia masih berada di dalam kamar terlebih lagi ada Vino di sini dan pastinya ia tidak ingin kedua orang tuanya tahu jika ia masih berhubungan dengan Vino.
"Nao, dengarkan ucapanku. Aku janji akan merebut kamu dari Nicholas!!", teriak Vino kepada Naomi yang pastinya laki-laki itu tidak akan menyerah.
Terlebih ia tahu jika Nicholas juga tidak mencintai Naomi bahkan ia sangat yakin kalau Nikolas juga tidak akan pernah menyentuh Naomi.
Naomi berpura-pura saja tidak mendengar, ia juga tidak menghentikan langkahnya dan langsung keluar dari kamar untuk meninggalkan Vino yang sepertinya masih berteriak memanggil namanya.
Dan kebetulan sekali, Mama Novi ingin memanggil Naomi tetapi Naomi sudah keluar dari kamar tentu saja Naomi merasa lega karena ia segera keluar dari kamar dan dipastikan kalau Mama Novi tidak akan melihat Vino di sana.
"Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan kamu kembali Nao, tunggu saja waktunya."
Tidak bisa melakukan apa apa lagi, Vino pasrah hari ini dan ia harus menyaksikan Naomi menikah dengan laki-laki lain dan pasalnya laki-laki itu adalah adik kandungnya sendiri.
Sudah tidak ada lagi Naomi di kamar ini, Vino kemudian keluar dari kamar namun tentu saja ia keluar lewat pintu yang tadi Vino memasuki dan Vino memastikan kalau tidak ada yang melihatnya.
Vino merapikan pakaiannya dan juga rambutnya, ia tentu saja sudah menghapus air mata yang keluar di pipinya meskipun sebenarnya ingin sekali ia menangis di depan Naomi dan memohon sekali lagi supaya Naomi mau membatalkan pernikahan ini tetapi rasanya tidak mungkin karena Naomi saat ini sudah duduk di samping dengan Nicholas.
Vino perlahan-lahan mendekati tempat di mana Nicholas mengucapkan ijab kabul dan tentu saja di sana sudah ada istri dan juga kedua orang tuanya.
Vino memejamkan matanya manakala ia melihat Nicholas sudah menjabat dengan Papah Harun, Papahnya Naomi. Sekali lagi ia ingin berteriak,.ingin mengatakan yang sesungguhnya dan ingin menggantikan posisi Nicholas sekarang tetapi Mama Reni yang tepat berada di samping Vino menepuk pundak Vino.
Vino menoleh ke arah Mama Reni, ia tahu kalau Mamanya juga merasakan apa yang ia rasakan tetapi semua sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur, dan Naomi sebentar lagi menjadi istri Nikolas.
Apa sesakit ini yang Naomi rasakan dulunya saat aku menikah dengan Marissa?
Sah...
Hati Vino hancur berkeping-keping ketika Nicholas mengucapkan janji suci kepada Naomi dan kata sah terdengar di telinga Vino dan itu menandakan jika Naomi dan Nicholas kini sudah sah sebagai suami istri.
"Aku keluar sebentar."
Lagi lagi Vino meninggalkan ruangan itu, untuk apa lagi dia di sana , apakah untuk memberikan selamat kepada Naomi? tentunya tidak. Ia bahkan bersumpah untuk tidak mendoakan kebahagiaan Naomi dengan Nicholas.
Bukan hanya karena ia yang masih mencintainya Naomi tetapi ia tahu di dalam hati Nicholas masih ada perempuan lain yang pastinya ia yakin sekali jika Nicholas dan Naomi tidak akan bersatu, mereka hanya menikah karena perjodohan, dan pernikahan mereka hanya diatas kertas saja tetapi jiwa dan raganya masih berpihak kepada orang lain.
Oleh karena itu, Vino dengan sekuat tenaga akan membuat bagaimanapun caranya supaya ia bisa mendapatkan apa yang inginkan sembari ia menunggu kelahiran anak yang dikandung Marissa itu dan setelah itu ia akan menceraikan Marisa lalu menikahi Naomi tentu saja di saat ia sudah menceraikan Marissa Vino sudah mendapatkan hak sepenuhnya dari perusahaan yang dibangun saat ini.
"Aku ikut."
Bukan karena ingin menenangkan Vino, Marissa hanya ingin melihat bagaimana hancurnya suaminya itu. Tentu saja di sini Marisa senang karena acara pernikahan Naomi dengan Nicholas berjalan lancar dan saat ini Naomi sudah menjadi istri dari Nicholas.
Tetapi Marisa juga tidak boleh lengah, perempuan itu harus berjaga-jaga karena ia melihat kalau Vino masih sangat mencintai Naomi dan pastinya ia tidak boleh membubarkan terjadi jika nanti Vino kembali lagi kepada Naomi dan akan menceraikannya.
Sama sekali tidak dijawab oleh Vino, tetapi Marissa tidak tinggal diam, ia langsung saja mengikuti suaminya yang sekarang ini berada di depan hotel tempat dilaksanakan pernikahan itu.
"Seharusnya kamu senang karena Naomi saat ini sudah menikah dengan Nicholas dan kamu tahu sendiri Nicholas itu laki-laki yang baik."
Sebenarnya Marisa tidak jahat cuma obsesinya untuk mendapatkan Vino yang membuat dirinya semakin terlihat jahat saja.
Terlebih lagi Marissa juga sangat mencintai Vino. Ia sudah tertarik dengan laki-laki itu dan Marisa juga tahu kalau Vino sudah mempunyai kekasih di Indonesia tetapi karena rasa cintanya yang begitu besar dan juga obsesinya untuk memiliki Vino mereka melakukan segala macam cara termasuk menjerat Vino juga meminta kepada Papanya untuk mendekati Vino, tentu saja ia tahu bagaimana sifat Vino yang pastinya dia adalah laki-laki yang juga terobsesi untuk mendapatkan sebuah kekayaan dan juga kejayaan, maka dari itu Marisa meminta bantuan kepada Papahnya untuk memberikan saham kepada Vino dan tentu saja Vino harus membayarnya dengan berhubungan dengan Marissa.