NovelToon NovelToon
Escape Or Die

Escape Or Die

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:53.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cellestria

Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery

Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.

Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.

ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!

Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....

📷 Instagram : Cell_estria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Buang waktu

Halo semua aku kembali! 😉 Maaf kalau lama ya😅 semoga enjoy 😊!

*Warning di episode ini ada scene yang mungkin sedikit 🤢... jadi waspada lah!🚨 Terimakasih 🙏*

Tangan ku mulai meraih hati monster di box itu. Walaupun aku berusaha menahannya sekuat mungkin, tapi tubuhku tidak lagi mengikuti mau ku.

"E-enggak! GAK MAU!!!" Jerit ku.

Tapi tanganku mulai menggenggam hati monster itu dan mulai memasukannya kedalam mulutku.

"Aakhhh!..Uhuk... uhuk...." Tanganku yang langsung masuk ke mulutku menusuk kerongkongan ku dan mengakibatkan aku untuk batuk tersedak.

"Tes... tes...." Liur ku mulai berjatuhan dan air mata ku mulai bertetesan.

Saat aku menatap professor James, terlihat wajahnya sedang tersenyum lebar.

Entah apa yang sedang dia pikirkan, aku pun langsung kehilangan kesadaran diri setelah memakan hati itu sampai selesai.

"Bzzt!..."

Angka pada gelang ku mulai berubah.

...****************...

Aku pun membuka mata dan mendapati diriku sedang berada di kamar ku sambil dikelilingi oleh beberapa adik sekamar ku.

"Kak Mori!" Ujar Dori.

"Apa!? Kakak sudah sadar!?" Seru Rara yang langsung berbalik dan menghampiri ku.

"Kakak!!!" Seru Mawar yang langsung berlari memeluk ku.

Diikuti oleh Dori, Rara, Xiangling, Ali, Yuli, Aria.

Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum legah.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Roy.

"Sepertinya aku akan menjadi target eksperimen mereka," jawab ku dengan senyuman tipis.

"Apa!? Kenapa harus kamu!? Emangnya kalian akan eksperimen apa!?" Tanya Steve.

"Aku juga gak tahu," balas ku.

Aku berbohong karena aku tidak mau melibatkan mereka kedalam bahaya ini.

Tapi tanpa aku ketahui, terdapat satu orang diantara kami yang sudah mengetahui kebenarannya.

"Pembohong!" Gumam orang itu.

"Apa yang terjadi pada mu? Apa kamu ingat?" Tanya Yui.

"Tidak. Aku tidak ingat," jawab ku.

Semenjak itu, aku pun mulai mengalami yang namanya neraka. Selama 3 bulan, aku dipaksa untuk memakan berbagai macam organ monster hitam.

"K-kumohon... hiks... hiks!! H-hentikan..." Ujar ku sambil menatap professor James dengan keadaan tergeletak di tanah.

Ia memaksakan ku untuk memakan berbagai macam organ. Mulai dari hati, usus, kulit, daging, otak, dan lain-lain.

Setiap kali benda tersebut masuk ke tubuhku rasanya sangat panas, jantungku dan seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan. Seluruh suhu tubuhku menjadi panas. Tapi walaupun itu, tubuhku selalu bereaksi dan memaksakan ku untuk memakan organ tersebut.

Tentu saja, semuanya berjalan sesuai keinginan professor James. Kekuatan ku makin meningkat dan meningkat. Bisa dibilang aku adalah tester yang paling kuat.

Aku pernah berpikir untuk menyerangnya dengan kekuatan yang sudah ia kuatkan yaitu dengan kekuatan ku. Tapi kekuatan ku tidak pernah mempan. Selagi ada kalung hitam ini. Kalung inilah yang menyebabkan aku tidak bisa menyerang professor James ataupun para galim.

Ada saat aku hampir mengalami mental breakdown, tapi berkat teman sekamar ku yang membantu ku dan selalu menguatkan ku. Aku pun terus berjuang untuk tidak menyerah. Baik pada James maupun nasib buruk ini.

Selama 3 bulan ini, aku selalu disiksa. Seluruh teman sekamar ku semua selalu mencoba untuk melindungi ku. Mereka selalu akan dihukum setiap mencoba untuk membantu ku.

"Belakang Steve penuh luka bekas cambuk, tangan Rara terkena luka pisau akibat melindungi ku, kaki Eric dipatahkan sehingga ia belum bisa menggunakan kakinya selama 1 bulan. Sedangkan yang lainnya juga disiksa baik fisik maupun mental." Gumam ku.

"A-aku telah menyebabkan banyak orang terluka. Mereka terluka karena melindungi ku," ujar ku yang mulai meneteskan air mata.

Aku mulai menghapus air mataku dan membulatkan tekad ku. "Aku harus kuat, aku harus melindungi mereka!" Ujar ku sambil mengepalkan tangan ku.

Sekarang ini aku sedang berada di kamar. Semuanya sedang tertidur. Aku mulai menelan ludah, menyiapkan diri untuk apa yang menanti ku besok hari.

Seperti biasanya, aku dipaksa untuk melakukan eksperimen lagi. Kali ini aku pergi diam-diam saat yang lain masih tertidur. Karena jika aku pergi, maka pasti mereka akan mencoba menghentikan ku.

"Aku tidak mau mereka dalam bahaya," gumam ku sambil berjalan ke luar kamar.

Aku pun berjalan ke ruangan eksperimen dan yang menunggu ku disitu bukanlah sebuah box seperti biasanya, melainkan sebuah ruangan kosong.

"Apa yang terjadi?" Pikir ku.

Tiba-tiba ada yang mendorong ku dan aku pun langsung menginjak sebuah perangkap. Tangan dan kaki ku ditahan. Badan ku bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun, mulut ku ditutup dan suara ku tidak keluar.

"APA INI!!!?" Jerit ku dalam hati.

"Tap... tap...." Suara langkah kaki memasuki ruangan.

Professor James berjalan mendekati ku dan mulai tersenyum.

"Kali ini akan sedikit berbeda dari biasanya," ujarnya dengan senyuman.

Dengan aba-aba, sebuah alat dan mesin dikeluarkan. Dan mesin itu memiliki pisau tajam dan sekarang sedang diarahkan ke arah mata kiriku.

"H-hmph... hmpphh....!" Aku berusaha berbicara dan berteriak meminta untuk berhenti tapi pisau tersebut makin mendekat ke arah ku.

"Sreett...!"

"Swishh...!"

"Slice...!"

Darah mulai mengalir dari mata kiri ku. Aku mulai menjerit kesakitan namun tidak ada suara yang terdengar. Mata kanan ku meneteskan air mata sedangkan mata kiri ku tidak dapat kurasakan lagi.

Aku pun mulai menutup mata dan kehilangan kesadaran diri.

Aku pun dibangunkan oleh professor James. Ia meletakkan sebuah cermin di depan ku.

!!!!!!!

Aku kaget atas apa yang kulihat. Mata kiri ku masih ada.

"Tapi bagaimana bisa!? Bukannya mataku sudah di cungkil keluar dengan alat tadi?" Pikir ku sambil mulai mengingat alat itu.

Seketika itu tubuh ku merinding, aku mulai bergemetaran ketakutan.

"Mustahil!! Rasa sakit yang kurasakan saat mata ku di cungkil terasa begitu nyata. Tidak mungkin itu hanya sekedar mimpi!!" Pikir ku.

Professor James mulai tersenyum, "kenapa? Apa kamu bingung dengan mata kiri mu yang sebenarnya sudah dicabut?"

"Hmmmphh.... Hmph...!" Aku langsung berusaha berbicara walaupun mulutku masih ditutup.

"Memang benar, matamu dicungkil. Mata yang sekarang sedang kamu gunakan ada mata milik monster hitam. Bagaimana apakah pas di mata mu?" Tanya professor James.

"Hah!!? Bagaimana bisa!? Aku sekarang sedang melihat dengan mata kiri ku!" Pikir ku.

Professor James langsung berbicara seakan ia tahu apa yang sedang ku pikirkan. "Saat kami memasangkan mata itu pada mu, seketika itu mata tersebut langsung terserap dan menjadi satu dengan wajah mu."

"Apa? Bagaimana bisa!? Jika ini benar, maka ini jelas bahwa aku memiliki suatu hubungan dengan monster hitam pemilik organ ini!" Pikir ku.

"Aku memasangkan mata ini pada mu, dengan tujuan untuk mencari tahu apakah memasangkan organ monster ini akan meningkatkan kemampuan mu. Tapi sepertinya tidak terjadi apa-apa." Ujar professor James.

Ia menghirup nafas kecewa dan berseru, "buang-buang waktu saja."

Aku langsung menatapnya dengan marah.

"Kau bilang buang-buang waktu!! Aku telah kehilangan mata kiriku yang asli karena mu dan kamu malah menganggap ini hanya sekedar buang-buanh waktu!!" Pikir ku.

Bersambung....

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
arfan
up
Mda
Thor.....
kamu lebih cocok nulis genre ini.

semangat Thorr........

pembukaan yang bagus Thor....
diliat doang kagak di baca
sama
cassiopeia ☾
cliffhanger-nya mantap banget ini, bikin penasarannn
cassiopeia ☾
wait wha--
cassiopeia ☾
ini semacam portal ke dunia lain kali ya
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
untuk mu
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
aamiin doakan saja yang terbaik untuk nya semoga mori seperti apa yang dirimu bilang baik-baik saja aku pun berharap begitu
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
benda apa itu semacam obat penenang kah ???
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
apa kamu mengalami Dejavu mori seperti merasakan dirimu pernah diposisi yang sama???
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
ya udah ayo pergi semua tinggalkan dia sendirian, jangan nyariin ya hehehe canda✌️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
Berisik Kowe mor beker beker tenang senggane dimarahi pak RT nanti hehehe ✌️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
tenangkan dirimu Mori tarik nafas dan bicara pelan-pelan semua temanmu jadi bingung dan khawatir melihat mu
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
Podo wae aku juga geting lihat profesor James yang melehi ✌️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
huh kasihan kali kamu direbutin sampai luka-luka ish kejamnya 😢
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
udah aku yang duluan saja ribut terus hihihi ✌️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳
kelinci Mbah mu itu manusia semua dasar profesor bajigur manusia dibikin kelinci percobaan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
ditempatku banyak cicak kalo mau tangkep aja ambil noh ekornya hehehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
laba- laba penghianat itu namanya,berani menyerang kawanannya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!