Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Pernyataan Cinta gagal
Weyi pun langsung menemui papa nya yang terbaring sakit. Mama nya heran Weyi cepat sekali sampai di rumah sakit, akan tetapi tidak dipedulikan yang penting Weyi sudah berada disini.
"Weyi, tolong ambil obat ini di apotik rumah sakit ya sayang," ucap mamanya.
"Baik ma, tapi apa kata dokter tentang sakit papa?" ucap Weyi bertanya.
"Penyakit lama papa kambuh karena mendengar suatu hal, makanya papa kamu syok," ucap mama jawab seadanya.
"Ehm baiklah kalau begitu, Weyi pergi dulu," ucap Weyi pamit keluar.
Saat Weyi hendak menebus obat, dia melihat Gita berjalan dengan seorang pria yang tidak di kenal nya, akan tetapi sepertinya Gita terlihat akrab dengan pria tersebut.
Ketika Weyi hendak menghampiri dia teringat harus menebus obat untuk papa nya sehingga niatnya di urungkan.
Percakapan yang terjadi antara Gita dan pria tersebut.
"Gita, kapan kita bisa kumpul reuni nanti? kalau ingat masa-masa SD aku jadi malu sendiri," ucap Leon sahabat masa kecilnya ketika SD.
"Ehm, aku belum sempat sih mau reunian lagian juga malu, pasti semuanya akan membawa pasangan dan membicarakan tentang pernikahan atau pun tentang anak," ucap Gita menjawab.
"Jadi, saat ini kami sedang jomblo Gita, wah kebetulan juga nie dengan kesibukan ku, aku juga demikian sejak jadi dokter, aku hanya berkutat apartemen dan rumah sakit, hingga mama ku berpikir aku suka gay, asli nggak habis pikir mama berpikir demikian," ucap Leon berkata.
"Hehe, namanya juga orang tua Leon, pasti ingin yang terbaik buat anaknya lah, jadi wajar juga mama mu berpikir kamu begitu, karena kamu tidak pernah membawa pasangan di hadapan mama mu," ucap Gita.
Leon pun menyodorkan ponselnya untuk bertukar nomor, setelah selesai Leon pergi duluan karena ada pasien yang memerlukan dirinya. Gita hanya melambaikan tangan atas kepergian Leon.
Saat Gita menuju ke ruangannya, Weyi sudah ada di depan pintu kamar pasien.
"Eh Weyi, kamu di sini kah, gimana kabar papa kamu?" ucap Gita bertanya saat memasuki ruangan.
"Laki-laki yang bersama mu itu siapakah? dia pacar kamu," ucap Weyi bertanya dengan serius.
"Dia hanya seorang teman pada masa kecilku dulu," ucap Gita menjawab.
Saat Weyi ingin bertanya kembali dokter datang untuk memeriksa Gita. Hasilnya, Gita sudah diperbolehkan untuk pulang, Weyi pun membantu membereskan barang-barang yang tidak banyak di tempat itu.
Saat Weyi ingin mengantarkan Gita, dering ponsel nya berbunyi. Weyi pun meminta maaf pada Gita tidak bisa mengantarkan karena mama menyuruhnya ke ruangan papa nya.
"Iya tidak apa-apa Weyi, cepat sembuh yaa buat papa kamu," ucap Gita tersenyum.
"Iya Gita, terima kasih ya, kalau kamu sudah sampai di rumah kabari aku ya," ucap Weyi pergi.
Gita hanya memberikan kode oke dari kejauahan, Gita pun perlahan menuju keluar rumah sakit. Dari arah belakang terdapat teriakan yang sangat keras di telinga nya Gita.
"Gi-ta," teriak Leon secara terang dan kuat.
Gita hanya menjawab tersenyum dan berhenti dari berjalannya.
"Kok kamu tidak menjawab sih Gita," ucap Leon menghampirinya.
"Ehm terus kenapa kamu di sini?" ucap Gita bertanya.
"Aku harus segera pulang, karena sudah satu Minggu tidak pulang ke rumah, bisa-bisa mama ku membuat keributan di rumah sakit, terakhir kali dia bertanya ke semua dokter dan perawat single di sini, semuanya hanya tersenyum saja bahkan ada yang menawarkan diri, ya aku mah ogah di kejar wanita begitu Gita," ucap Leon berbicara dengan lancar tanpa jeda.
Pada saat Leon ingin mengajak Gita ke mobilnya, mama nya datang mengagetkan dari sampingnya.
"Hay anakku sayang, kamu lagi mengantar pacar kamu yang sakit ya," ucap mama Dita pada anaknya.
[Aduh, mama berbuat ulah nie sama Gita, kami juga baru bertemu sekali] gumam Leon dalam hati.
"Bu-kan mama," ucap Leon terpotong.
Mama Dita langsung menggandeng Gita mengajaknya ke dalam mobilnya. Leon dibuat bingung dengan tingkah mama nya.
"Ma, Gita baru keluar dari rumah sakit, jangan memaksanya," ucap Leon berbicara lembut dengan mama nya.
"Siapa mau mengajak Gita pergi? mama mau mengantar Gita ke rumah dong, kalau kamu khawatir dengan Gita, ya sudah ikuti mama kalau begitu," ucap mama Dita.
Mama Dita dan Gita pun sudah berada dalam mobil. Leon terpaksa mengikuti dari belakang, takut nanti mama nya berkata macam-macam dengan mama nya Gita.
Saat di dalam mobil, mama Dita banyak hal di ceritakan dan ditanyakan.
"Kamu Gita yang selalu menemani Leon waktu SD kan, dan juga kamu yang selalu menolong anak mama dalam membantu pada saat pembullyan, mama sangat ingat itu karena hal itu Leon harus dipindahkan karena psikologi nya akan tetapi dia selalu ingat dengan semua jasa mu," ucap mama Dita.
"Iya Tante benar banget kalau aku teman masa kecilnya Leon, akan tetapi masa dulu banyak kok yang membela Leon, Tante terlalu berlebih-lebihan kayaknya," ucap Gita sambil tersenyum.
Setelah banyak keduanya ngobrol, sampailah di rumah Gita. Saat mama Dita ingin turun dari mobil tidak jadi karena di kantor ada urusan mendesak. Sehingga Leon yang melihat dari kejauhan bisa bernafas lega.
"Maaf yaa Gita, Tante belum bisa mampir lain kali Tante pasti akan bersilaturahmi ke rumah ya, coba mana ponsel kamu," ucap mama Dita .
Gita pun menyodorkan ponselnya ke mama Dita, mama Dita pun mengirim pesan ke Gita. Gita hanya tersenyum dengan sikap mama Dita. Setelah mama Dita pergi, Leon pun melambaikan tangan mengikuti mama nya dan berpamitan dengan Gita dengan cara lambaian tangan.
Tanpa di sadari Gita ada seseorang yang memantaunya sejak dia di parkiran dengan lelaki asing itu. Weyi pun teriak kepada Gita.
"Gi-ta," teriak Weyi dari dalam mobilnya.
Gita pun menoleh ke arah Weyi. Weyi pun turun dari mobil nya dan menyapa Gita.
"Kamu sedang dekat dengan siapa sih Gita?" ucap Weyi bertanya.
"Nggak dekat dengan siapapun?" ucap Gita menjawab dengan menggeleng.
"Jadi pria itu siapa tadi yang di parkiran?" ucap Weyi bertanya.
"Oh dia teman ku waktu sekolah SD, kita bertemu tidak sengaja di rumah sakit," ucap Gita menjawab seadanya.
"Terus aku apa bagimu Gita? tidak kah ka-," belum selesai Weyi bicara dering ponsel nya berbunyi.
Setelah di angkat Weyi pun langsung pamit ke Gita untuk pergi ke rumah, memeriksa keadaan papa nya di rumah sakit. Gita yang bingung tidak bisa berkata apapun, dia hanya tercengang dengan Weyi yang datang tiba-tiba tanpa menyelesaikan pernyataannya.
[Argh, aku gagal kembali mengungkapkan perasaan ku pada Gita] gumam Weyi dalam hati.
🍁🍁🍁🍁
like, comment, gift dan vote
terima kasih😘