Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 Bencana
Di belahan bumi lain, tepatnya di atas langit kawasan megapolitan wilayah Korea.
CRAAAASSHHH!
Udara tiba-tiba berderit nyaring sebelum akhirnya robek secara brutal. Sebuah retakan dimensi baru bermanifestasi dengan ukuran yang luar biasa masif, membentang luas hingga ratusan meter.
Riak energi ungu tua dan hitam pekat bergejolak di sepanjang tepi robekan spasial tersebut, memancarkan tekanan mana yang begitu mencekam hingga membuat gravitasi di sekitarnya terasa kacau.
"Retakan dimensi raksasa muncul di Sektor Pusat!"
"Ayo cepat! Evakuasi mandiri sekarang juga! Tinggalkan area ini secepat mungkin!"
Klakson kendaraan bersahut-sahutan di jalan raya. Gelombang kepanikan massal seketika melanda jutaan warga sipil yang berlarian tunggang-langgang menjauhi zona merah, mencoba mencapai bungker-bungker pelindung bawah tanah terdekat.
"Melihat ukuran retakan yang sebesar itu... monster kelas bencana macam apa yang akan keluar dari sana nanti?!"
"Ini pertama kalinya dalam sejarah wilayah kita sebuah retakan dimensi muncul dalam skala ratusan meter secara serempak!"
"Sialan... aku takut para Userator tingkat atas sekalipun tidak akan memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan gempurannya..."
Spekulasi-spekulasi mengerikan mulai membanjiri benak barisan petarung pertahanan. Hanya dalam hitungan menit sejak kemunculannya, rekaman video amatir mengenai fenomena spasial raksasa tersebut langsung menyebar laksana virus, membanjiri berbagai stasiun media televisi internasional dan internet.
Di dalam ruang kerja kantor pusat Otoritas Keamanan Teritorial Korea, seorang pria paruh baya bernama Jae Gin tampak berdiri kaku di depan layar televisi besar yang terpasang di dinding ruangan. Wajahnya pucat pasi, dipenuhi bulir keringat dingin saat menyaksikan siaran langsung situasi darurat di langit kotanya.
"Ini benar-benar gila..." gumam Jae Gin dengan suara bergetar menahan ngeri.
"Monster abnormal macam apa yang sebenarnya sedang bersiap keluar jika ukuran retakan dimensinya sampai sebesar itu?"
Seluruh jaringan media global saat ini benar-benar lumpuh oleh berita tunggal tersebut, memosisikan seluruh Benua Axia dalam status siaga satu tingkat tertinggi.
Jae Gin membalikkan tubuhnya dengan napas memburu, menatap tajam ke arah asisten pribadinya.
"Kumpulkan dan panggil seluruh Userator 6 Stars terbaik yang saat ini berada di wilayah kita tanpa terkecuali! Kita akan mengadakan rapat darurat tingkat tinggi sekarang juga!" Perintah Jae Gin tegas.
"Siap, Tuan!" sahut sang asisten takzim.
"Satu lagi! Hubungi Min Suho dan suruh bocah itu untuk segera mengakhiri masa liburannya di Indonesia! Katakan padanya untuk meluncur kembali ke wilayah Korea detik ini juga!" bentak Jae Gin kesal.
Mendengar nama tersebut, raut wajah sang asisten mendadak berubah menjadi sangat canggung dan gelisah. "T-Tuan... mengenai Tuan Min Suho... sejak beberapa hari yang lalu, seluruh perangkat komunikasi... sama sekali belum bisa dihubungi atau dilacak."
"Apa?! Apa-apaan sebenarnya yang sedang dilakukan oleh bocah manja itu, hah?! Selalu saja bertindak sesuka hatinya setiap kali pergi berlibur!" maki Jae Gin, guratan frustrasi tercetak jelas di dahinya.
"Hubungi dia dengan cara apa pun! Kirim agen lapangan jika perlu! Suruh dia segera kembali karena keadaan dunia saat ini sedang berada di ambang kehancuran!"
"Baik, Tuan! Saya akan segera mengusahakannya!" Sang asisten membungkuk dalam lalu bergegas mundur keluar dari ruangan kerja dengan terburu-buru.
Sementara itu, Jae Gin menjatuhkan tubuh lelahnya ke atas kursi kerja, memijit pangkal hidungnya yang terasa pening akibat rentetan bencana internasional yang datang bertubi-tubi.
Berkebalikan total dengan atmosfer mencekam yang sedang melanda dunia luar, suasana di dalam ruang tengah Kastel Vila mewah kawasan PIK 2 justru terasa sangat damai, hangat, dan dipenuhi oleh romansa domestik yang manis.
Arka saat ini sedang menikmati waktu santainya dengan pakaian kasual rumahan berupa kaus polos putih dan celana pendek serba santai.
Pemuda itu tampak berbaring dengan sangat nyaman, menjadikan paha mulus Sisil yang empuk sebagai bantalan kepalanya, sembari menatap lurus ke arah layar televisi holografik berukuran seratus inci di depan mereka yang sedang memutar sebuah film aksi intens.
Sisil sendiri duduk bersandar di sofa empuk dengan ekspresi wajah yang sangat serius, benar-benar terhanyut ke dalam alur cerita film tontonan mereka.
Tangan mungilnya bergerak teratur, mengambil keripik kentang dari dalam kemasan camilan lalu memakannya dengan lahap hingga pipinya menggembung menggemaskan.
Namun, tepat di saat adegan di dalam film mencapai titik klimaks yang paling menegangkan, layar televisi besar itu mendadak berkedip kasar.
Siaran film tersebut terputus secara sepihak, digantikan oleh tayangan darurat Breaking News yang menampilkan visual retakan dimensi raksasa ratusan meter di langit Korea.
Melihat tontonan favoritnya diganggu oleh berita, Sisil seketika merengut kesal. Sisi imut dan manjanya langsung meledak keluar. "Ihhh!! Menyebalkan sekali! Kenapa tiba-tiba siarannya berubah jadi berita seperti ini sih?!" teriak Sisil cemberut sempurna.
Karena merasa sangat kesal, tangan mungil Sisil secara refleks bergerak turun, meraih dan meremas-remas wajah tampan suaminya yang masih setia berbaring santai di atas pahanya.
"Kwalau kwesel... jwangan lampiasin ke muka Mas jwuga dong, Sayang," ucap Arka dengan suara yang terdengar tidak jelas dan lucu karena bibir dan pipinya sedang ditarik dan diremas-remas oleh jemari lembut Sisil.
Sisil melepaskan remasannya, lalu menunduk menatap Arka dengan mata bulatnya yang berkaca-kaca manja. "Mas Arka... aku mau nonton kelanjutan film yang tadi! Aku tidak mau lihat berita itu!"
Arka melepaskan tawa renyah, merasa sangat gemas melihat tingkah laku istrinya yang luar biasa imut. "Iya, iya, tunggu sebentar ya, Sayang."
Arka meraih perangkat kendali pintar di atas meja, menekan beberapa tombol bypass magis untuk mengalihkan kembali saluran satelit TV mereka menuju aplikasi streaming film semula, memotong siaran darurat global tersebut dalam sekejap. "Nah, sudah kembali ke filmnya, kan?"
"Yeay! Makasih banyak, Mas Arka!" seru Sisil riang dengan binar bahagia. Gadis itu kembali memfokuskan pandangan matanya ke layar kaca, melanjutkan aktivitas memakan keripik kentangnya dengan damai.
Arka tersenyum hangat, mengelus lutut Sisil lembut. Namun, di dalam benaknya, insting tajamnya mulai terusik.
‘Sebenarnya berita darurat apa yang sampai membuat jaringan satelit utama memotong siaran hiburan secara paksa seperti tadi?’ pikir Arka penasaran.
Sembari mempertahankan posisi kepalanya di atas paha sang istri, Arka mengambil ponsel pribadinya di atas meja konsol. Ia membuka peramban internet dan langsung memeriksa forum komunitas Userator global. Matanya sedikit menyipit saat melihat tumpukan artikel dan foto mengenai robekan dimensi ratusan meter yang baru saja terjadi di wilayah Korea.
‘Besar sekali ukuran retakan dimensinya... monster abnormal jenis apa yang kira-kira bersemayam di dalam sana?’ batin Arka menganalisis struktur energi dari foto tersebut.
‘Yah... jika dilihat dari skalanya, ini memang sebuah berita darurat yang cukup mengerikan bagi umat manusia. Tapi... untungnya lokasi retakan itu berada di tempat yang jauh dari wilayah Indonesia. Harusnya tidak akan menjadi masalah untukku, kan? Selama posisi istri tercintaku di rumah ini tetap aman dan tidak tersentuh bahaya, aku sama sekali tidak perlu repot-repot memikirkan urusan dunia luar,’ pikir Arka acuh tak acuh, lalu mematikan ponselnya demi kembali menikmati waktu bermanja-manja dengan Sisil.
Di saat yang bersamaan, di sebuah koordinat antah berantah yang tersembunyi.
Terdapat sebuah ruang aula raksasa bergaya gotik kuno yang diselimuti oleh kegelapan pekat. Di dalam ruangan itu, tampak sebuah perkumpulan misterius yang beranggotakan orang-orang mengenakan jubah kain tebal berwarna merah darah, dengan wajah-wajah yang tertutup sepenuhnya oleh topeng porselen putih yang menyeramkan. Total ada sepuluh orang yang berada di dalam aula tersebut.
Pandangan mata mereka saat ini sedang terkunci menatap sebuah layar proyeksi holografik besar yang juga menampilkan berita kepanikan massal atas munculnya retakan dimensi baru di Korea.
"Sepertinya... fenomena kali ini akan menjadi sesuatu yang cukup menarik untuk disaksikan," ucap salah satu orang bertopeng yang duduk sendirian di atas sebuah kursi takhta megah yang posisinya berada paling tinggi.
Bersambung..
klo bsa ceritanya jgan terlalu lma ke yg lain
fokus ke arka aja kan dia MC
klo ke yg lain sebisanya agak dipersingkat
gitu aj dan ceritanya bagus kok
semangat buat ceritanya thor
tak kasih kopi 1👍