Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Cia pingsan
**Happy reading readers 📖📖
Jangan lupa klik like👍 dan beri vote sebanyak-banyak nya ya readers🙏😘
Kritik dan saran dari readers akan sangat membantu author dalam berkarya🙏😘
Jangan lupa juga jadikan novel ini sebagai favorit❤️ ya readers, agar readers semua tidak ketinggalan setiap up episode nya.
Semangat terus bagi readers yang sedang berjuang menggapai cita-cita nya dan semoga sehat selalu ya💪💪😇
Salam hangat dari author😘😘
alsya suci maesya putri**
Sial! Tangan siapa itu? Ini sangat tidak masuk akal! Potongan tangan itu sangat erat menggenggam gagang pintu mobil.
"Kakak!" Cia berlari mendekati Vivian yang terduduk di tanah.
"Eh, Cia, ada apa?" Vivian berdiri.
"Kakak kenapa teriak keras sekali tadi? Apa Kakak baik-baik saja?" Tanya Cia khawatir membantu Vivian berdiri.
"Eh, iya itu, aku hanya tak sengaja jatuh Cia, aku baik-baik saja kok, gak usah khawatir ya!" Vivian membersihkan pakaian.
Vivian melirik ke arah mobil.
Eh, kok potongan tangan tadi hilang!!
Kemana potongan tangan tadi??
"Kakak, mengapa Kakak melamun?" Cia melambai-lambaikan tangan di hadapan Vivian.
"Eh, iya Cia, ada apa?" Vivian tersadar dari lamunan.
"Kakak tadi melamun, apa yang sedang Kakak pikirkan?" Tanya Cia memperhatikan Vivian.
"Tidak ada kok Cia, wahh, aku sudah terlambat!" Vivian melihat jam tangannya.
"Hmm, ya sudah Kakak pergi saja lagi, nanti teman Kakak kelamaan lagi nunggunya!" Tutur Cia.
"Iya, Kakak pergi dulu ya Cia!" Vivian melambaikan tangan masuk ke mobil.
"Iya Kakak, hati-hati ya!" Jawab Cia melihat mobil Vivian hingga hilang dari pandangan.
Cia membalikan badan ingin kembali ke rumah.
"Aduh!" Cia terjatuh tersandung sesuatu.
"Aaaaa!!" Cia terkejut melihat sesuatu yang menyebabkan ia terjatuh.
"Ka kaki! I itu kaki!" Cia jatuh hingga terduduk mundur ke belakang dengan bantuan tangan nya.
"Eh!!" Cia melihat tangan nya menyentuh sesuatu yang basah.
"Uwaa... Ta tangan! tangan!" Cia berdiri berlari ketakutan.
"Aduh!!" Cia menabrak sesuatu yang berdiri tegak di hadapan nya.
"Aduh! Sakit sekali." Cia melihat apa yang baru saja ia tabrak.
Cia melihat seseorang berdiri tegak di hadapannya, Cia melirik dari kaki perlahan hingga ke atas.
"!!!!!!!!! Ke kepala nya tidak ada!!" Cia pingsan karena terlalu terkejut melihat sosok tak berkepala.
Ibu berjalan ke luar menuju tempat Cia pingsan.
"Cia, kamu kenapa nak teriak-teriak?" Tanya Ibu sambil berjalan ke luar rumah.
"Ya ampun! Cia!" Ibu berlari menuju ke tempat Cia yang terbaring pingsan.
"Cia, kamu kenapa nak?" Ibu segera membawa Cia yang pingsan ke dalam rumah.
"Vi! Vi! Tolong ibu nak! Cia pingsan!" Teriak Ibu memanggil Vivian.
"Tidak ada jawaban! Mungkin Vivian sedang pergi ke luar!" Ibu terus berjalan sembari menuntun Cia masuk ke rumah.
"Lio! Iya aku harus telpon Lio!" Ibu meletakan Cia di sofa lalu menelpon Lio.
"Hallo Ibu, ada apa tumben menelpon Yo, Ibu kangen ya pada Yo?" Lio bergurau pada ibunya.
"Nak, Cia pingsan di depan rumah, kamu pulang ya nak!" Tutur Ibu menangis.
"Apa!! Yo segera pulang Bu" Lio segera mengambil mobil pulang.
"Iya nak." Ibu mengakhiri panggilan dengan Lio.
Lio mengedarai mobil menuju ke rumah.
"Mengapa Cia bisa pingsan? Semoga kamu baik-baik saja!" Lio mengendarai mobil dengan cepat.
"Eh, bukannya itu mobil nya Vivian? Mau kemana dia?" Lio berselisih dengan Vivian di jalan.
"Vivian! Kamu semakin lama semakin keterlaluan ya! Bisa-bisa nya dia keluar saat Cia pingsan! Dan ia juga mintak izin kepada ku!" Lio kesal ngomel-ngomel sendiri.
"Huhh, untung saja Cia tidak curiga terhadap ku! Kalo ia curiga dan banyak tanya aku, aku tak tahu harus menjawab apa." Vivian mengendarai mobil menuju restoran usang yang pernah ia singgahi.
Deg deg deg..
"Kenapa detak jantung ku berdetak kencang sekali ya! Apa ada sesuatu yang terjadi? Perasaan ku sangat tidak enak!" Vivian tiba-tiba merasa bimbang.
"Aku lanjutkan perjalanan atau balik pulang ya?" Vivian bimbang.
**Bersambung..
Salam dari...
❤️Yang ku cinta ternyata anak kandung ayah ku💔
❤️Kisah rumah angker👻
❤️Beautiful ceo love story💖
❤️Berinkarnasi menjadi istri boss dingin💖**
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔