NovelToon NovelToon
ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:287.3k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Raisa, gadis cantik berusia dua puluh tahun terpaksa harus kehilangan kesuciannya demi menyelamatkan nyawa sang adik. Sang adik yang sedari kecil mengidap kanker butuh biaya banyak untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Waktu itu Raisa tidak punya pilihan lain lagi, ia terpaksa mengadaikan dirinya kepada seorang CEO tampan untuk mendapatkan uang yang banyak. Uang itu akan ia pergunakan untuk mengobati sang adik. Orang tua mereka sudah meninggal, kerasnya hidup sudah Raisa jalani sedari belia, hingga sekarang saat dirinya sudah benar-benar lelah dan tak punya pilihan lain lagi ia lebih memilih menjadi simpanan CEO dengan jaminan hidup yang terjamin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

''Kenapa? Suami mu ini tampan ya?'' Hendrick bersuara seraya membuka mata. Ia tersenyum nakal.

''Mas, kamu sudah bangun? Kamu hanya pura-pura tidur ya,'' sahut Raisa. Ia merasa kaget dan sedikit malu karena dirinya ketahuan sedang menatap dan membelai pipi sang suami.

''Iya Sayang, Mas sudah bangun, kenapa berhenti? Ayo lakukan lagi,'' Hendrick berkata seraya memegang tangan sang istri lalu meminta agar Raisa membelai pipinya lagi.

''Ihh dasar kamu nyebelin,'' Raisa menarik hidung mancung sang suami, hingga sang pemilik hidup mengaduh kecil. Pipi Raisa bersemu merah dengan senyum simpul terbit di wajah cantiknya. Melihat itu, Hendrick merasa senang. Lalu ia duduk di samping sang istri.

''Mas senang lihat kamu tersenyum. Maaf ya kalau Mas telah membuat kamu menangis dan terluka,''

''Siapa yang terluka dan menangis?!''

''Kamu tidak bisa mengelak Sayang. Mas tahu kamu begitu mencintai Mas, 'kan? Dan kamu tidak rela melihat Mas bersama wanita lain,''

''Em, iya sih,'' jawab Raisa jujur.

''Kamu harus bersabar ya, Mas pastikan, Mas akan mengurus semuanya dengan cepat,'' Hendrick merangkul pundak sang istri, kini tubuh Raisa sudah berada di dalam dekapan Hendrick.

''Huum.'' Jawab Raisa singkat mengangguk kepala. Ia mendongak menatap wajah sang suami, lalu setelah itu tanpa aba-aba, Hendrick langsung mengecup bibir seksi sang istri, bibir yang bewarna merah muda meski tanpa lipstik. Raisa tak mampu menolak, ia membiarkan sang suami *****4* bibirnya. Setelah beberapa detik berlalu, Raisa mendorong dada bidang sang suami, agar sang suami melepaskan p4gutan yang semakin lama semakin membuat dirinya menuntut lebih.

''Mas bukan kamu mau kerja?'' tanya Raisa begitu ciuman mereka sudah terlepas.

''Mas ingin bermain-main dulu sama kamu Sayang,'' ujar Hendrick lirih. Ciuman yang ia lakukan sudah berhasil membangkitkan jagoannya. Jagoannya meronta-ronta minta di keluarkan.

''Nanti Mama sama Papa kamu curiga,'' ucap Raisa. Ia melihat jarum jam yang menempel di dinding, jarum jam sudah menunjukkan angka enam lewat.

''Duh!'' Hendrick berkata kesal seraya meremas rambut nya. Apa yang dikatakan Raisa ada benarnya, tapi rasanya ia tidak bisa menahan hasratnya yang minta di salurkan.

''Nanti saja ya,'' bujuk Raisa lembut.

''Baiklah Sayang. Nanti malam Mas akan mengajak kamu untuk ke hotel,''

''Iya Mas, aku nurut aja,''

''Mas akan mencari cara agar kita bisa berduaan terus,'' ucap Hendrick lagi. Raisa mengangguk kecil menanggapi perkataan sang suami.

''Ya sudah, kalau begitu Mas keluar dulu, kamu mandi ya setelah ini.''

''Kamu mau kerja hari ini?'' tanya Raisa.

''Iya Sayang.'' Jawab Hendrick berbohong. Padahal ia sudah punya janji sama Anggia. Hendrick terpaksa berbohong karena ia tidak ingin menyakiti hati sang istri.

''Ya sudah, sana buruan keluar, nanti ketahuan sama Mama dan Papa kamu kalau kamu tidur di sini,''

''Oke Sayang.'' Setelah itu Hendrick keluar dari dalam kamar Raisa. Ia berjalan menyelinap melewati kamar-kamar pelayan lainnya. Saat melewati dapur, ia melihat pelayan sedang berkumpul di sana. Pelayan yang melihat Hendrick keluar dari kamar Raisa hanya mampu tersenyum simpul seraya memberi tanggapan dengan berbicara lirih sesama teman nya.

''Kasihan ya Tuan Hendrick dan Non Raisa. Untuk bertemu saja mereka harus bersembunyi-sembunyi dari Tuan dan Nyonya besar,'' ucap pelayan yang bertubuh sedikit gemuk.

''Kenapa Tuan Hendrick tidak jujur saja ya kalau dirinya sudah menikah dengan Non Raisa,'' timpal temannya yang satu lagi.

''Bicara sih emang mudah. Kadang kehidupan orang berduit itu memang rumit. Tidak seperti kita ini, kini mah dapat makan saja udah senang dan udah bersyukur banget.''

''Kamu itu ngomong kok tidak nyambung banget sih!''

''Sudah, sudah. Ayo lanjutkan lagi kerjanya.'' Timpal Jasmine. Setelah itu para pelayan melanjutkan pekerjaan mereka lagi.

Bersambung.

1
Rahelyas Rahel
knpa s raisy g nunggu d tlp aja sih kan jd ktauan deh
Rahelyas Rahel
hadeeh ngapain juga d omongin klw aku sih mndingn diam aja yg penting kbutuhn d penuhi dan sikapnya lembut terserah s hendrik mau ngapa2in d blakangku...hehe
Boonen Colektion
masih bersambung itu
Farida Deka
Luar biasa
eenmangung
ceritax udah tamat tp endingx kurang bagus
Enung Samsiah
jadi Surserrrrrr,,,,,
Anisa
katakan sesuatu bosan
Anisa
lanjut Thor lagi seru serunya ni
Anisa
lanjut Thor
Kris Biantoro
nanggung
jy
next
Sumi Narita
cari dimana lanjutqnnya thor
Yethi Hirnawati
wah nanggung cerita nya thor di lanjut thor
Hosniyah Niyah
sangat bagus ceritax🥰🥰🥰
Partini Maesa
kok udah ada tulisan karya udah tamat gmn ini
Partini Maesa
kok raisa gx blng tadi tlpn
Partini Maesa
gawat.geger gedhen iki
Partini Maesa
feeling aku yg dijodohkan dgn hendrik mungkin raiso bkn anggia
Partini Maesa
aku setuju klo raiso pindah rmh.ayo dong hendrik raiso dibeliin rmh yg kecil ato apartemen yg sederhana aja.klo dilnjutin raiso makin trtekan kasian kan
Yuli Anti
lanjut,nanggung ni😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!