NovelToon NovelToon
Memiliki Anak Dengan Presdir

Memiliki Anak Dengan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Time Travel / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Chicklit
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ellani

Guan Lin adalah seorang alkemis yang paling berbakat di akademi. Suatu hari Guan Lin tiba-tiba saja dibunuh oleh seseorang dan saat terbangun Guan Lin sudah berada ditubuh orang lain.

“Li Mei kamu akan tamat sampai di sini.” Seorang wanita berbicara dengannya.

Guan Lin melihat sekeliling, banyak sekali pria yang mengelilinginya.

“kalian … lakukan sesuka kalian,” ucap wanita itu sambil berjalan keluar.

“hehe kami akan membuatmu merasa nyaman,” ucap seorang pria kepada Guan Lin dengan senyum bahaya.

Saat Guan Lin ingin melawan, Guan Lin merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Apa ini? Siapa mereka? Mengapa tubuhku merasa tidak nyaman? Sial.

Akankah Guan Lin bisa melepaskan diri?

*******************
Cover by pinterest

*******************
ini adalah novel keduaku, mohon dukungannya dan jangan lupa like, subcribe serta vote ya..

terimakasih ^^

baca juga novel pertamaku Menikah dengan penjahat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Menjadi keluarga?

Mereka berempat makan bersama, Li Mei dan Zhang Min merasa sedikit canggung.

“Ehm … dimana kalian tinggal?” Zhang Min berusaha untuk membuka topik.

“Kami-“

“Kami tinggal di tempat yang sangat nyaman, atasan ibu memberikan rumah itu untuk pegawainya,” jawab A Ping.

“Ibu bekerja di lab untuk meneliti obat,” lanjut A Ping lagi.

“Meneliti obat?” Zhang Min melirik Li Mei karena penasaran.

“Ya … aku awalnya berada di amerika … namun dipanggil kechina lagi karena harus meneliti sebuah obat,” jawab Li Mei.

Zhang Min sedikit mengernyit. “Apa kau kenal dengan Duyi?” tanya Zhang Min.

“Bagaimana kau tahu? Dia yang memanggilku,” ucap Li Mei.

“Dia adalah teman lamaku,” jawab Zhang Min sambil menyesap teh.

“Begitu.”

“Pasien yang seperti apa yang memintamu membuat obat?” tanya Zhang Min.

Mendengar pertanyaan Zhang Min, Li Mei ingat apa yang dikatakan Dawei. Pasien itu merasa kesakitan dengan timbul sebuah motif ditubuhnya.

“Ini rahasia pasien … kami tidak bisa memberitahu masalah ini kepada orang lain,” jawab Li Mei tegas.

“Ayah … ayah .. apa ayah akan tinggal bersama kami?” A Ping memotong pembicaraan Li Mei dan Zhang Min.

“A Ping! Siapa bilang kalau dia ayahmu … jangan memanggil orang sembarangan,” tegur Li Mei.

“Tapi …. “ Mendengar ini A Ping sedikit murung.

“Kau tidak perlu berbohong lagi, tanpa tes DNA pun aku bisa melihat kalau mereka anakku.” Zhang Min mengelap mulutnya yang berminyak dengan sapu tangan.

“Mulai hari ini kalian akan tinggal di villa ku,” ucap Zhang Min.

“A-apa?!” teriak Li Mei.

“Benarkah kita akan tinggal bersama?” tanya A Ping dengan tatapan penuh harap.

“Tidak … itu … “

“Hah … baiklah,” dengan tatapan seperti itu, bagaimana Li Mei bisa menolak.

“Yeaaay! Kita akan tinggal bersama ayah!” teriak A Ping sambil memeluk A Pei.

A Pei tidak berbicara, tetapi terlihat dari ekspresinya kalau dia juga sangat senang dengan ini.

Zhang Min melihat reaksinya anaknya entah kenapa dia cukup senang dan puas.

“Baiklah karena aku menyerah dan mengakui semuanya … aku ingin kita membuat perjanjian,” ucap Li Mei.

“Perjanjian?” Zhang Min melirik Li Mei.

“Kalian keluarlah dulu.” Li Mei menyuruh anaknya untuk keluar, dia ingin berbicara dengan Zhang Min.

A Pei dan A Ping dengan enggan keluar bersaa Chan Fu, mereka juga ingin mendengar apa yang dibicarakan orang tua mereka.

“Pertama kau harus tes DNA … aku tidak ingin orang – orang meragukan DNA mereka.”

“Baiklah itu bisa dilakukan.” Siapa yang berani meragukan DNA anakku? apa mereka tidak sayang nyawa mereka?

“Kedua, kau harus memperlakukan mereka dengan baik.” Li Mei berbicara dengan wajah sedih. Betapa kesepiannya A Pei dan A Ping karena tidak memiliki sosok ayah.

“Itu tidak masalah,” jawab Zhang Min, dia akan memberikan apapun untuk anak – anaknya.

Li Mei merasa lega dengan jawaban Zhang Min. “Apa tidak ada yang lain?” tanya Zhang Min.

“Tidak ada.” Baginya kebahagiaan anaknya sudah cukup.

Zhang Min melirik Li Mei dengan wajah tanpa ekspresi. “Selain menjadi ayah yang baik aku juga bisa menjadi suami yang baik.”

Mendengar ini wajah Li Mei langsung memerah. “A-apa?!” bagaimana bisa dia menagatakan hal itu dengan ekspresi yang biasa saja. Aku tidak boleh tergoda.

“J-jangan bercanda seperti itu aku tidak butuh suami.” Li Mei mengalihkan pandangannya dengan wajah merah.

Zhang Min mendekati Li Mei dan mengambil beberapa helai rambut Li Mei. Tindakan ini membuat Li Mei terkejut. Wajahnya sangat dekat!!

Zhang Min mencium rambut Li Mei. Melihat ekspresinya, Zhang Min merasa Li Mei cukup lucu.

“Aku tidak pernah bercanda,” ucap Zhang Min dengan senyuman yang jarang sekali ditunjukkan.

Li Mei sedikit terpana dengan senyuman Zhang Min. bagaimana ada orang yang memiliki senyuman pembunuh wanita seperti ini?

“Ayah …. Ibu …. Apa masih lama?” teriak A Ping.

Zhang Min dan Li Mei membeku sesaat.

“Apa yang kalian lakukan?” A Ping memiringkan kepalanya.

Li Mei mendorong Zhang Min menjauh. “I-ibu tidak melakukan apa – apa … ayo berangkat.” Li Mei berdiri dan pergi keluar dengan cepat.

Zhang Min sedikit terpana karena dorongan Li Mei. Lalu saat melihat Li mei yang berlari seperti kelinci penakut. Zhang Min tersenyum, sepertinya ini bukan pilihan yang buruk.

“T-tuan?” Chan Fu tidak menyangka dia akan melihat bossnya yang dingin seperti es kutub utara akan tersenyum didepan seorang wanita.

Zhang Min merapikan jasnya. “Ayo kita pergi.” Meninggalkan Chan Fu yang masih tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Aku memarkir mobilku di sebelah sana.” Li Mei menunjuk kearah dia parkir mobil.

“Kau akan naik mobil bersamaku,” ucap Zhang Min.

“Bagaimana dengan mobilku?” tanya Li Mei. Dia tidak bisa meninggalkan mobilnya begitu saja.

“Itu akan dibawa oleh asistenku,” ucap Zhang Min.

Chan Fu mendapatkan sinyal dari bossnya segera bereaksi. “Berikan kunci mobil anda nyonya,” ucap Chan Fu.

“Baiklah kalau begitu.” Li Mei memberikan kunci mobilnya kepada Zhang Min.

“Antar barang mereka ke villaku,” ucap Zhang Min.

“Atau kita bisa membeli barang yang baru?” Zhang Min memikirkannya.

“Tidak! Tidak perlu membeli yang baru,” berapa banyak uang yang akan dikeluarkan?

“Baiklah … ambil yang lama dan kita akan berbelanja membeli pakaian untuk anak – anak dan istriku,” ucap Zhang Min serius.

“Sejak kapan aku menjadi istrimu?” tanya Li Mei sedikit kesal dengan keputusan sebelah pihak ini.

“Sejak saat ini … ayo kita pergi.” Zhang Min segera mengantar anak – anak kedalam mobil.

“Kau!” ini sangat menyebalkan. Tapi entah kenapa dia tidak membencinya.

“Apa ini mobil ayah?” A Ping sangat bersemangat. Ini pertama kalinya dia mengendarai mobil mewah seperti ini.

“Berapa harga mobil ini?” A Pei juga terpesona dengan mobil ini.

Zhang Min cukup bangga melihat ekspresi anak – anaknya yang kagum. “Bagus kalau kalian menyukainya.”

“Kalian jangan lupa pakai sabuk pengaman,” ucap Li Mei sambil memasangkan sabuk pengaman anaknya.

“Terimakasih ibu,” ucap A Pei dan A Ping.

Li Mei duduk dikursi sebelah Zhang Min. “Apa tidak apa – apa pindah ketempatmu? Menurutku kau harus memikirkannya lebih serius,” ucap Li Mei. Dia tidak ingin Zhang Min menyesali keputusannya dikemudian hari.

“Ini baik – baik saja … keputusanku sudah tidak bisa diubah,” jawab Zhang Min.

“Mulai sekarang kalian adalah keluargaku …” lanjutnya.

Beberapa saat kemudian mereka semua sampai di villa.

“Apa kita akan tinggal disini mulai sekarang?” tanya A Pei. Dia tidak percaya ayahnya akan memiliki rumah sebesar ini.

“Waw … ini bahkan lebih besar dari rumah Yong Li!” teriak A Ping.

“Yong Li? Dari keluarga Yong?” tanya Zhang Min kepada LiMei.

“Ya … mereka sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri,” jawab Li Mei.

Melihat ekspresi Li Mei, Zhang Min menebak kalau keluarga ini adalah keluarga yang sangat berarti bagi Li Mei.

Malam pun tiba … semua barang telah di pindahkan. Malam ini Li Mei tidur bersama kedua anaknya. Li Mei tidak menyangka orang seperti Zhang Min cepat sekali menerima kenyataan dan mengajaknya tidur berdua layaknya suami istri.

“Dengan wajah tanpa ekspresi itu … bagaimana bisa dia mengatakan hal yang begitu vulgar bagiku?” gumam Li Mei.

“Apa ibu mengatakan sesuatu?” tanya A Ping.

“Tidak … tidurlah,” jawab Li Mei dengan wajah memerah.

Akhir dari bab 27.

1
Lhina Bright
yuhuuuu aku mampir yah thor
twilight aetheria
lanjut kak
twilight aetheria
kak terima kasih sudah up🥳🥳🥳
twilight aetheria
kak bener up lagi ya
zkiafslll
Biasa
zkiafslll
Kecewa
Maysa
lanjut donk thoorr
Pandagabut🐼
novelnya gak ada yg jelek. bagus semua karya author ini👍👍🤲
Anindya Fauziah Abidin
Kecewa
Anindya Fauziah Abidin
Buruk
Alfatih Cell
Up lagi thor jangan lama2 semangat
Koesianingsih Ing
Lumayan
Nora♡~
Tetap 💪💪💪thor... lanjut ke bab2 seterusnya..
Sri Wahyuningsih
jgn lm2 thor apdetx
Krislin Meeilin
ceritanya begus 🥰🥰🥰🥰
Nora♡~
💪💪💪terus thor... lanjut... ke bab2 seterusnya..
Nora♡~
lanjut... ke bab2 seterusnya..
ELLANI: terimakasih telah membaca novel ini ^^)/

bab terbaru sudah update ..
maaf atas keterlambatan update >_<)
total 1 replies
Anita Anita
hahaha....kasian Zhang min dikerjain🤭
Anita Anita
kapan ketemuannya
Anita Anita
perkenalan pertama dengan ayah mereka 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!