Vivian seorang wanita yang lembut dan penuh kasih sayang berubah menjadi kejam setelah menikah dengan Reyhan seorang CEO Lumpuh beranak satu.
Vivian mulai menguasai Reyhan untuk menjalankan misi balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 27
Tomy tersenyum smirk melihat Reyhan mendekat ke mejanya. Seketika mereka bersitatap sebelum akhirnya Reyhan mengalihkan pandangannya melihat ke arah Vivian. Tampak wajah Vivian menjadi pias dengan perasaan yang berkecamuk.
"Mau apa kau ke mari ? mau menyapa dan mengejek ku ?" sarkas Tomy yang membuat Reyhan memutuskan pandangannya kepada sang istri.
"Bagus jika kau sudah tau maksud ku. Karena kau memang pantas untuk di ejek. Seorang pria normal yang kalah dengan seorang pria lumpuh." kata Reyhan sambil tertawa mengejek.
"Ayo, kita pergi Beni. Jangan membuang waktu dengan seorang pecundang." Reyhan melihat sekilas wajah Vivian sebelum meninggalkan Tomy dan Vivian.
Tomy hanya bisa mengepalkan tangannya untuk menahan emosi. Wajahnya sudah memerah karena marah bercampur malu. Reyhan telah mempermalukan dirinya di depan orang apa lagi di depan seorang wanita yang kini bersama dengannya.
Tak jauh berbeda dengan Tomy, Vivian juga masih merasa schok dengan kedatangan Reyhan tiba-tiba. Apa yang akan terjadi kepadanya setelah pulang nanti. Apa mungkin Reyhan akan marah. Bahkan pria itu seolah-olah tidak mengenalinya tadi.
Hah, tentu saja Reyhan akan marah, bodoh. Kau telah mengulangi kesalahan yang sama seperti yang di lakukan oleh mantan istrinya. Vivian mengatai dirinya sendiri.
"Ayo, kita pulang." suara Tomy menyadarkan Vivian yang larut dalam pikirannya sendiri.
Vivian segera berdiri dan mengikuti langkah Tomy keluar dari restoran. Tak ada pembicaraan antara Tomy dan Vivian selama perjalanan pulang. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sementara itu saat ini Reyhan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menemui dokter Rasyid. Reyhan ingin mengatur schedule ulang keberangkatannya ke luar negeri untuk terapi agar bisa berjalan kembali. Awalnya ia berencana akan pergi setelah Vivian selesai ujian karena Reyhan ingin membawa Vivian pergi bersamanya. Tapi Reyhan tiba-tiba saja mengubah rencana untuk pergi lebih awal dan tidak membawa sang istri. Reyhan pun sengaja meminta mommy nya dan Beni merahasiakan tentang hal ini kepada Vivian.
Vivian melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sejak sore tadi ia merasa sangat gelisah menunggu Reyhan pulang. Tapi, lihatlah. Sudah jam segini pria itu masih juga belum tiba di rumah. Beberapa kali Vivian mengambil ponselnya untuk menghubungi sang suami, tapi ia urung untuk melakukan itu. Bagai mana jika Reyhan akan memarahinya.
"Tidak, sebaiknya aku bicara langsung padanya nanti." monolog Vivian pada dirinya sendiri.
Ia tidak mau berbicara melalui telpon, takut malah akan membuat salah paham semakin besar.
"Astaga, mengapa aku tidak menelpon Beni saja." Vivian menepuk kepalanya sendiri, merutuki kebodohannya. Sejak tadi pikirannya terfokus tentang bagaimana cara untuk menjelaskan kepada Reyhan sehingga ia tidak terpikirkan untuk menelpon asisten suaminya. Vivian segera menghubungi Beni, tapi sayangnya dua kali panggilannya tidak ada jawaban. Vivian hanya bisa menghela napasnya dan menunggu Reyhan pulang.
Pagi harinya saat Vivian baru saja membuka mata, ia langsung mencari Reyhan. Tapi lagi-lagi ia tidak menemukan apa-apa. Kamar mandi masih bersih dan kering. Apa suaminya itu tidak pulang tadi malam.
Tak ingin membuang waktu, Vivian langsung mandi dan bersiap. Bagai manapun ia harus melanjutkan aktivitas seperti biasa. Ia berharap semoga tidak terjadi apa-apa kepada Reyhan.
Setelah selesai membantu Niko bersiap, mereka langsung menuju ke meja makan untuk sarapan. Tak ingin menahan rasa penasaran, Vivian memilih bertanya kepada Nyonya Lisa. Mungkin ibu mertuanya itu tau di mana Reyhan.
"Mommy." Vivian ragu-ragu untuk menanyakan kepada ibu mertuanya tentang Reyhan. Ia tidak mau jika sampai Nyonya Lisa mengetahui permasalahannya.
"Apa mommy melihat Mas Reyhan ?"
paling benci SMA cerita yg begini author nya punya rasa gak si coba klo diposisi Reyhan gimana