(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.
"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?
Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 HARUS MANDIRI
Anisa datang tepat waktu di sebuah Restauran, dia menunggu Kevin yang mengajaknya untuk bertemu, Anisa sudah mengatakan bahwa Kevin salah sambung menghubungi nomernya, tetapi Kevin tidak bisa percaya begitu saja kepada Anisa, dia berkata bahwa Kanaya tidak salah memberikannya Nomer dan dia sudah memastikan, mau tidak mau Anisa pun mengakuinya,
Dan Anisa kini sedang duduk di salah satu meja di Resturant itu, sudah hampir setengah jam dia menunggu, tetapi Kevin tak kunjung datang, Anisa sudah sangat gemetaran, karena itu juga pertama kalinya untuk dia mengunjungi Restauran mewah, Anisa sangat takut sekali jikalau Kevin tidak akan datang.
Untuk mengusir rasa malu dan bosannya, Anisa memainkan ponselnya untuk merekam suasana di dalam Resturant tersebut, dan tidak sengaja ponselnya pun menangkap seseorang yang dia kenal di salah satu meja. kemudian Anisa mempause videonya, lalu dia mengulang-ulang isi video rekamannya, untuk memperjelas bahwa dia tidak salah mengenalnya,
Dan Memang benar Anisa tidak salah lihat, itu adalah orang yang Anisa kenal, untuk lebih jelas lagi Anisa memotretnya beberapa kali, kemudian dia mengetik lalu mengirimkannya, setelah itu dia pun menyiapkan ponselnya ke atas meja, wajahnya pun sudah mulai kesal karena yang di tunggu tidak kunjung datang.
'Bagaimana ini, apa aku tinggal saja? lagian untuk apa sih pria itu mengajak ku untuk bertemu? kalau bukan Kakak Kanaya sudah aku tinggal saja dia! Sekarang Aku menuruti kerena dia adalah Kakak sahabat ku, Dan kali ini kalau dia tidak datang, aku tidak akan memandang bulu siapa dia!' gumam Anisa sambil tertunduk menutupi wajah merahnya dari orang-orang yang sedang berada di sana.
Sesaat kemudian Anisa mengambil ponselnya kembali dan membuka ponselnya, lalu mendekatkannya ke telinga, tidak butuh waktu lama langsung tersambung,
...(Tut..Tut..Tut)...
(Kak, kalau Kakak tidak jadi ke sini? lebih baik aku pulang saja sekarang.) ujar Anisa kesal.
(Tunggu dulu! aku sudah ada di depan, jangan pulang dulu?) ujarnya di sambungan telpon.
Anisa langsung mengambil tasnya, dia sudah sangat merasa kesal, kemudian dia berdiri dari tempat duduknya untuk meninggalkan tempat itu, baru beberapa langkah Anisa mulai berjalan, dia langsung di seret untuk duduk lagi ke tempatnya.
"Maaf, aku datang terlambat? di kantor ada urusan sebentar, dan tidak bisa di tinggalkan!" ujar Kevin dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kak, aku juga punya pekerjaan. tapi karena aku ada janji aku menyempatkan diri untuk hadir, jadi, kalau Kakak ada janji sama orang jangan ngaret waktunya, aku sudah hampir satu jam loh di sini nunggu Kakak, apa Kakak tidak kasihan sama aku? ujar Anisa dengan kesal.
"Iya.. Maaf-maaf, ujar Kevin memohon sambil membentuk tangannya. dan Kevin langsung memesan menu di Restauran itu karena pelayan datang menyodorkan buku menu ke mejanya.
"Apa! yang mau Kak Kevin ingi sampaikan kepada aku? aku sepertinya tidak punya waktu lagi untuk terus di sini!" ujar Anisa ketus
"Santai lah, mukanya jangan di tekuk gitu! aku juga baru sampai, dan pesanan juga belum datang yang sabar sedikit kenapa?" ujar Kevin
Anisa ingin sekali pergi dari Restauran itu, karena dia sudah merasa kesal sekali melihat wajah Kevin yang cengengesan dan tidak merasa bersalah kepadanya karena datang terlambat.
Sampai pada akhirnya pesanan pun datang, membuat mimik wajah Anisa menjadi berubah seketika.
'Kapan lagi aku akan memakan, makanan yang lezat ini? sudahlah lupakan masalah kesal! mending aku makan saja makanan ini, yang akan membuatku kenyang!' gumam Anisa dengan tidak sabaran dia langsung mengambilnya.
*
*
*
*
Kanaya terbangun dari tidurnya di sofa ruang tamu, karena perut keroncongan membuatnya tidak bisa melanjutkan mimpi indahnya, Kemudian Kanaya melihat jam dinding sudah pukul 13:00. Kanaya pun langsung tersenyum, lalu dia keluar dari rumah menunggu Alfan pulang, untuk mengantarkannya ke supermarket.
Kanaya pun duduk di teras rumah dia memutar-mutar ponselnya, ingin rasanya menghubungi Alfan tetapi Kanaya ragu? dari setahun yang lalu Kanaya dan Alfan tidak pernah berkomunikasi dengan pesan atau pun dengan menelpon, walaupun mereka masing-masing memiliki nomer telpon.
Kanaya pun membuka ponselnya untuk menyalakan musik kesukaannya, tetapi matanya langsung tertuju pada satu notifikasi yang belum dia buka, kemudian dia pun membukanya.
...(Pesan dan video)...
(Kanaya aku hanya ingin memastikan Apakah, suami kamu ini dengan rekan kerjanya?) pesannya.
(Iya.) jawab Kanaya singkat.
Kanaya langsung pergi ke dalam rumah, Kanaya sudah tahu jawabannya bahwa dia tidak patut untuk menunggu lebih lama lagi. Kanaya langsung pergi ke kamarnya, dia tidak takut lagi, dan sudah menghilangkan rasa takut di dalam dirinya akan kamar yang seram itu.
Pertama. Kanaya mengerjakan perintah Tuhannya, setelah itu dia mengganti pakaiannya yang lebih rapi, dan merias wajahnya tipis agar tidak terlihat polos, dia memakai bedak dan sedikit lipstik merah mudanya.
"Ayo Kanaya kamu harus bisa mandiri. di sini tidak ada Mama dan Papa yang akan membelikan apa pun kemauan kamu! kamu harus berdikari sendiri, kamu harus dewasa, kamu harus beradaptasi dengan dunia luar, Masa, kamu setahun sudah mempersiapkan diri, tidak bisa! Ayo semangat?" ujarnya di depan cermin.
Kemudian Kanaya pun membuka dompetnya, dia langsung menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, "Aduh uang ku tinggal segini? hasil aku menabung setahun di pakai membeli semua peralatan choco, Chelsea, chess, tak apalah yang penting mereka terpenuhi kebutuhannya!" ujar Kanaya Sambil menutup kembali dompetnya.
Kanaya langsung ke lantai bawah, dia pergi ke halaman belakang terlebih dahulu, untuk minta izin kepada teman-teman barunya itu, choco, Chelsea, chess, ke tiganya itu mempunyai keunikan bulunya masing-masing,
Choco: hitam totol putih,
Chess: garis kuning dan putih
Chelsea: si induk putih totol hitam.
Kanaya mengelus satu persatu teman sekaligus majikannya itu, "Aku pergi dulu yah? kalian baik-baik di sini? tidak akan lama kok!" ujarnya sambil tersenyum gemas.
Kemudian Kanaya pun meninggalkan rumah itu untuk pergi ke supermarket, dia sudah mengalahkan rasa takutnya tersesat di komplek perumahan Elit tersebut, untuk pergi sendiri ke supermarket terdekat di sana. Kanaya pun menunggu motor jemputannya dari aplikasi di luar gerbang rumah itu.
*
*
*
*
Sesaat kemudian Kanaya sudah memasuki supermarket, dan memilih apa saja kebutuhan rumah tangganya, walaupun pasti akan sedikit menguras isi dompet, tetapi apalah daya dia harus melakukannya! dia tidak bisa harus menahan laparnya untuk berpuasa di rumah, dan mengandalkan Alfan yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri.
"Hey! kamu Adik kelasku, kan?" Sapanya
Kanaya spontan memutarkan tubuhnya, dia langsung terdiam seketika, melihat siapa yang menyapanya! Kanaya tidak bisa menjawab sapaannya karena tidak menyangka sama sekali akan di sapa olehnya, seketika dia melupakan rasa malunya Dengan tidak menundukkan wajahnya, dia terus melihat ke arah orang itu tanpa kedip.
...Bersambung......
...Lanjut ke Bab berikutnya......
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..