Seorang gadis yang diam-diam suka dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijab Art, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27 Bermain Boy?
"Bruk!"
Tak sengaja Rahma menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah samping rak sebelah,
"Eh!, maaf-maaf!"
"Rahmaaa!" Panggilnya dengan suara menekan di bagian akhir.
"Eh!, Deby!"
"Aku cari-cari, ternyata di sini" Ucap Deby sambil membawa beberapa cemilan.
"Hehe...iya, lagian kalau di kelas sendirian aku jadinya kesepian, hehe..." Jawab Rahma,
"Ya udah, yuk makan!" Ajak Deby sambil memperlihatkan cemilan yang dibawanya.
"Heheh...tau ajah kalau lagi lapar" Ucap Rahma,
Kemudian mereka menuju meja yang terdekat dan duduk di situ,
"Eh! Emangnya boleh makan di perpus?" Tanya Rahma baru sadar,
"Owh iya!, heheh...ke sana ajah yuk!" Ajak Deby kemudian melangkah ke bagian rak paling belakang dan duduk di sana.
"Ini tempat paling aman untuk makan...heheh" Ucap Deby sambil mulai membuka cemilan yang dibawanya.
Rahma hanya menatap temannya itu sambil tersenyum, "heheh...Deby...Deby"
Mereka berdua pun langsung memakan cemilan dengan perlahan, takut petugas perpus melihat mereka.
Sesekali mereka tertawa dengan tingkah mereka sendiri yang makan diam-diam di perpus. Mau bagaimana lagi, yang satu suka jajan, dan satunya lagi suka ke perpus, akhirnya di gabung deh jadi satu, hehehe...
"Waaaaa!!!" Iyan dengan suara kerasnya dengan sengaja menjaili keduanya,
"Ish! Iyan bikin kaget tau, dikiranya petugas perpus" Ucap Rahma sedikit terkejut, sedangkan Deby tetap saja melahap cemilannya tanpa rasa terkejut.
"Bagi dong!" Ucap Iyan sengaja mendekat,
"Sini!" Ucap Deby,
"Ayo sini makan sama-sama" Rahma pun ikut mengajaknya untuk makan bersama secara diam-diam di perpus.
"Hahaha...seru juga makan diperpus" Ucap Iyan sambil melahap cemilan ditangannya.
"Apanya yang seru?" Tanya Deby,
"Seru, karena disertai dengan rasa was-was" Jelas Iyan.
"Hahahah..." Mereka bertiga pun tertawa,
"Hush!" Ucap Rahma sambil mendekatkan jari telunjuknya di bibirnya sambil melirik kanan kiri takut ada yang mendengar mereka, spontan Deby dan Iyan menutup mulut mereka dan saling menatap satu sama lain, dan akhirnya melanjutkan makanannya lagi.
***
"Bersamamu..mengajarkanku apa artinya nanana..nana na na nanaaa...aaa"
"Hush!, berisik tau!" Ucap Rahma tak sengaja melintasi rumah Reyhan dan mendengar Reyhan yang sedang bernyanyi di teras rumahnya. Reyhan yang campur aduk, antara terkejut dan juga malu malah menatap Rahma yang telah lewat dengan tatapan bengong.
"Ekhemm..mmm" Ucap Reyhan membenarkan posisinya yang tadinya menyanyi sambil memperagakan menyanyi ala artis-artis.
"Woy! Rahma ******!" Teriak Reyhan dengan kencang,
"Bikin kesel ajah acara nyanyi-nyanyi gue" Lanjutnya pelan melihat Rahma yang mulai tak terlihat.
"Haha..haha"
Rahma yang sudah cukup jauh dari rumah Reyhan tertawa dan segera berlari menuju rumahnya sendiri.
"Reyhan konyol!"
***
"Rahma!, oo...Rahma!" Panggil seseorang dari luar rumah,
"Siapa sih?, baru juga aku dari luar, dipanggil lagi,. Kapan aku bisa rebahan?" Ucap Rahma yang merasa kesal karena acara rebahannya diganggu oleh seseorang.
"Iye!, tunggu!" Jawab Rahma dari dalam rumah, walaupun rasanya malas untuk melangkah keluar, tapi tetap ajah Rahma akan terpaksa melangkahkan kakinya keluar, karena ada pepatah "tamu adalah raja", ck..ck..ck_meresahkan
" Siapa?" Tanya Rahma sambil berusaha membenarkan kerudung yang dipakainya.
"Gue, Safitri. Sepupu kamu yang tersayang" Ucap Safitri dengan wajah sumringah.
"Hah? Tersayang?" Ucap Rahma dengan wajah menatap bingung campur jijik dengar Safitri berkata seperti itu.
"Bahagia bener, mau apa sih?" Tanya Rahma yang melihat Safitri begitu terlihat bersemangat.
"Main boi yuk!" Ajak Safitri sambil memperlihatkan bola kasti yang dibawanya.
"Boy?, boy yang artinya laki-laki?, Astaghfirullah!" Jawab Rahma polos.
"Aduh!, bukan!!!" Ucap Safitri sambil menaruh kedua tangannya bersilangan.
"Lalu?"
"Boi, B-O-I....Boi, bermain lempar bola" Jelas Safitri sambil berusaha mengeja kata boi. Jadi, permainan boi itu adalah bermain lempar bola mengenai lawan untuk menggagalkan tujuannya menyusun menara.
"Oh!, mau!" Ucap Rahma dengan bersemangat.
"Di mana?" Tanyanya lanjut,
"Di sawah, bersama teman-teman yang lain" Jawab Safitri,
"Wah!, seru!, kapan?" Tanya Rahma lagi,
"Sekarang!, udah ayok!"
***
"Siap!, mulai!" Safitri melemparkan koin ke atas untuk menentukan siapa yang akan main lebih dulu.
"Yey!, laki-lakinya duluan!" Sorak salah satu dari kelompok laki-laki. Jadi, mereka membagi kelompok, yaitu kelompok perempuan dan laki-laki yang masing-masing berjumlah 5 orang.
Mereka bermain di sawah yang kering, jadi mereka leluasa berlari kemanapun karena sawah yang luas disertai dengan pemandangan yang indah.
"Yah!" Resah kekecewaan beberapa perempuannya,
Rahma menatap sinis Reyhan yang sedang balik menatapnya juga. Kini, mereka saling melawan untuk memperebutkan kemenangan.
Rahma yang sedang memegang bola kasti di tangannya, sesekali melemparnya ke atas, ala-ala jagoan yang ingin bertanding.
Dan beberapa menit kemudian setelah semuanya siap, ia mulai melemparkan bola dengan sasaran kelompok laki-laki, dan kelompok laki-laki berusaha untuk menghindar dari bola, karena jika terkena akan didiskualifikasi.
"Rahma!" Teriak Safitri memberikan kode untuk mengoper bola kepadanya.
"Baik!" Rahma langsung saja mengopernya pada Safitri, dan Safitri langsung melempar dan mengenai satu anggota dari kelompok laki-laki.
"Cepat!" Teriak anggota perempuan yang lain melihat menaranya akan segera terbentuk dengan sempurna.
"Prak!" Menaranya terhambur,
"Heh!"
"Ups!, maaf!" Ucap Rahma tak sengaja melempar bola dan mengenai menara yang hampir saja terbentuk dengan sempurna itu.
Para anggota laki-laki malah menatap Rahma dengan tatapan kecewa, detik selanjutnya mereka segera menyusun kembali menara mereka.
"Cepat!" Teriak Rahma,
Mereka mulai bermain dengan serius, sekarang adalah giliran kelompok perempuannya yang bermain, artinya giliran mereka yang menyusun menara, dan kelompok laki-lakinya yang melempar bola.
Satu per satu anggota kelompok perempuan dengan mudahnya di kenai bola oleh kaum laki-laki, selang beberapa menit tinggal Rahma sendirian yang bertahan dalam kelompoknya, dengan menara yang hampir terbentuk dengan sempurna.
"Rahma!" Senyum Reyhan,
"Meremehkan gue, dia" Batin Rahma,
"Wush!" Reyhan melempar bola dengan agak sedang ke arah Rahma,...
Dan...
Rahma dengan tubuh yang kecil dan ramping, membuatnya leluasa bergerak dan berhasil menghindar dari bola.
"Wle!" Ejek Rahma kepada Reyhan,
"Ish!" Kesal Reyhan
"Eh!" Tiba-tiba tubuh Rahma oleng karena kakinya merasakan mati rasa secara tiba-tiba,
"Bruk!!
" Aduh!"
***next
Semoga secepatnya bisa update lagi.
Semangat 🌻
Gimana nih Thor?