NovelToon NovelToon
Every Moment Of You

Every Moment Of You

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:32.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Juliana, si perfeksionis, sinis, ketus dan menjunjung tinggi nilai kehormatan seorang wanita, sementara Harsa adalah bentuk nyata dari kerusakan moral manusia yang ada diseluruh dunia, yeah, setidaknya dimata Juliana.

Mereka adalah musuh bebuyutan sejak jaman primitif hingga takdir membawa dua orang itu bekerja dalam satu divisi dan satu ruangan yang sama. Saling membalas umpatan, makian, dan pertengkaran hingga perdebatan sudah bukan lagi hal baru. Tapi siapa yang menyangka, rupanya kebencian mereka malah membawa mereka berdua terbangun suatu pagi di atas ranjang yang sama!

"Kau pasti menjebakku, kan? Kau sengaja mau mencoreng reputasiku sebagai wanita terhormat!" Tuding Juliana.

"Hei, aku mungkin bejat dimatamu, meski begitu aku mempunyai syarat dan ketentuan berlaku untuk wanita yang bermain denganku, dan kau tidak memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang ada." Harsa menyeringai.

Lalu, bagaimana bisa semua itu terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan dan Kejujuran.

Sore hari setelah seharian menguras emosi dan energi, akhirnya Juliana bisa melepaskan diri dari kepenatan ruang divisi, terutama dari Harsa yang tak hentinya berulah. Tapi sayangnya, di luar hujan sedang deras-derasnya, ditambah iringan musik petir yang membuat jantung jedag jedug.

Sudah empat kali pesanan taksi online nya dicancel oleh driver.

"Hujan seperti ini memang sulit mendapatkan taksi online." Celetuk Harsa yang sudah berada di sebelah Juliana.

Juliana mengabaikannya, atau berusaha mengabaikannya. Ia masih mencoba sekali lagi memesan taksi online, tapi sepertinya dia harus berurusan dulu dengan Harsa. Ia menyimpan ponselnya ke dalam tas, lalu melipat tangannya di depan dada, menandakan sikap defensif yang sangat jelas, tapi malah imut dimata Harsa.

"Kau mau apa?" tanya Juliana.

"Ngopi, yuk." Ucap Harsa enteng. "Hujan gini enak ngopi anget sambil ditemenin aku."

Juliana mengernyit.

"Lagi pula, sudah empat kali kau tidak mendapatkan taksi, bukan. Itu tandanya semesta menginginkan kita saling mengenal mulai saat ini."

"Dengar, aku tidak ada tenanga untuk bertengkar denganmu."

"Aku tidak mengajakmu bertengkar, Jullie, aku mengajak kau minum kopi disana." Harsa menunjuk kedai kopi di depan lobi.

Juliana menimbang sebentar, hujan sepertinya belum ada tanda-tanda untuk reda apa lagi petir semakin bersahutan.

"Oke." jawab Juliana di luar prediksi Harsa. Pria itu malah berpikiran Juliana akan nekat menerjang badai selama itu bisa menghindar dari dirinya.

Harsa tersenyum.

Juliana sudah melangkah lebih dulu di depannya.

Mereka menempati meja sebelah dengan jendela besar, dua gelas cangkir pada masing-masing sisi mereka, masih mengepulkan asapnya, menguarkan aroma kafein yang khas.

"Katakan sejujurnya padaku," kata Juliana tiba-tiba membuka percakapan. Itu sebenarnya cukup mengejutkan.

"Tentang apa?"

"Perasaanmu itu. Apa itu sungguhan atau kau hanya mempermainkanku?"

"Kalau aku mengatakan yang sejujurnya, apa kau akan percaya?"

"Selama kau memang berkata jujur, aku akan mempercayainya. Jadi berusahalah untuk berkata jujur."

Harsa terkekeh. "Aku tidak perlu usaha, Jullie, karena perasaan yang aku nyatakan padamu di depan lift juga di depan papa, bahkan, that kiss, semuanya adalah kejujuran dari dalam lubuk hatiku."

Juliana mengencangkan pegangannya pada cangkir besar kopi hangat itu ketika Harsa mengungkit soal ciuman itu.

Dan sesuatu bergelenyar lagi dalam perutnya.

Juliana berdeham. Mencoba untuk tidak termakan apa pun yang diucapkan oleh Harsa. Karena, Juliana tak memungkiri, tatapan Harsa begitu dalam menatapnya. Apa lagi, jarak mereka cukup dekat, suasana disekeliling mereka cukup nyaman dan hangat.

"Sejak kapan?"

"Sejak awal."

"Sejak awal apa? Sejak awal bumi diciptakan? Atau sejak awal Nabi Adam diturunkan ke bumi?"

Harsa terkekeh. Harsa menyesap kopinya sebentar, menjilat sudut bibirnya dengan lidahnya. Dan semua gerakan itu tertangkap dengan jelas oleh mata Juliana. Ia memang tidak pernah memungkiri bahwa Harsa memang tampan, tapi ia tidak pernah menyangka bahwa sekarang hatinya memuji ketampanan Harsa.

Ah, sial! Apa sih yang aku pikirkan! Fokus! Juliana menggerutu dalam hatinya.

"Mungkin sejak awal aku melihatmu berjalan masuk ke dalam kelas dan diperkenalkan sebagai murid baru. Belasan tahun yang lalu. Atau mungkin sejak kau belum melihatku, tapi aku sudah melihatmu. Atau mungkin sejak awal kau menegurku. Atau mungkin juga sejak kau mengatakan bahwa sahabatmu menyukaiku. Atau mungkin saat kau memintaku untuk menemui sahabatmu itu di taman."

Juliana kehilangan kata-katanya. Ia menatap Harsa dengan tatapan yang sulit Harsa gambarkan.

"Aku tidak tahu pasti, tapi yang jelas perasaanku dimulai sejak dulu."

Juliana mencari jejak kebohongan atau candaan atau apa pun yang memastikan bahwa jawaban pria itu hanyalah kepalsuan belaka.

"Tapi, kemudian aku bisa dikatakan berusaha menyangkal perasaanku padamu karena rupanya setelah aku putus dengan sahabatmu itu, kau begitu membenciku. Kau melihatku seolah aku adalah wabah yang menyerang sebuah negara, dan harus dihindari."

Harsa kembali menyesap kopinya.

Lagu Fix You yang dibawakan oleh Coldplay mengalun mengisi kesyahduan suasana kedai kopi dengan latar hujan di luar jendela.

"Siapa yang menyangka kita bertemu lagi diperusahaan ini. Lolos dihari yang sama, diterima dihari yang sama, bekerja dihari yang sama, dan bekerja pada divisi yang sama. Yeah, meski kau tahu siapa aku sebenarnya, tapi tidak ada yang tahu siapa aku, jadi prosesku masuk dan bekerja disini sama seperti karyawan lainnya."

"Jangan katakan kalau takdir yang mempertemukan kita kembali." Juliana menyipitkan mata, seolah tahu apa yang akan dikatakan Harsa.

"Klise memang, tapi itu lah adanya, takdir mempertemukan kita kembali."

"Kau menyebalkan."

"Ya, aku tahu." Harsa terkekeh. "Dan kau tahu apa yang paling tak terduga? Peneror itu justru membuat mataku terbuka, dan diyakinkan lagi oleh Dimas, bahwa ternyata aku tidak pernah membencimu, tidak pernah sekali pun. Semua hal menyebalkan yang aku lakukan dan katakan hanya untuk mendapatkan perhatianmu."

Juliana memalingkan wajahnya pada ribuan liter air yang tumpah dari awan membasahi setiap permukaan. Sebagai perempuan yang sudah berjanji akan menilai Harsa dengan sudut pandang objektif, jujur, ia sedikit takut terjerat pesona maskulin dan hangat pria itu.

"Giliran aku yang bertanya," kata Harsa. "Sejak kapan kau membenciku?"

...When you try your best, but you don't succeed...

...When you get what you want, but not what you need...

...When you feel so tired, but you can't sleep...

...Stuck in reverse...

...And the tears come streaming down your face...

...When you lose something you can't replace...

...When you love someone, but it goes to waste...

...Could it be worse?...

Juliana menyesap kopinya.

"Seperti halnya kau, aku pun meminta kau untuk menjawabnya dengan jujur." Sambung Harsa.

"Sejak kau mencampakkan sahabatku." jawab Juliana.

Harsa terkekeh. "Itu kah yang dikatakannya? Aku mencampakkannya?"

Juliana sedikit mengernyitkan dahi.

"Apakah dia benar-benar mengatakan aku telah mencampakkannya atau hanya kau yang mengambil kesimpulan sendiri bahwa aku yang sudah mencampakkannya?"

"Aku yakin kau mencampakkannya, karena dia sangat menyukaimu."

Harsa mengangguk.

"Jadi rupanya sudah sejak dulu kau melihatku dengan apa yang hanya ingin kau lihat. Kau berspekulasi sendiri dengan pikiranmu tentangku, dan kemudian otakmu menghasilkan kesimpulan yang paling masuk akal lalu kau jadikan itu alasan yang tepat agar aku menjadi orang yang bersalah agar lebih mudah untuk kau benci." Harsa terkekeh sambil menggelengkan kepala.

...Lights will guide you home...

...And ignite your bones...

...And I will try to fix you...

...And high up above, or down below...

...When you're too in love to let it go...

...But if you never try, you'll never know...

...Just what you're worth...

"Bahkan saat kau lihat aku yang sekarang, kau melihatku sebagai penggoda wanita. Tidak pernah kah kau berpikir tentang sebaliknya, bahwa mereka yang menggoda dan merayuku untuk meniduri mereka?"

Juliana tertawa sinis. "Jangan konyol. Itu tidak mungkin."

"Kenapa tidak mungkin? Karena aku pria dan mereka wanita? Seperti halnya yang terjadi pada aku dan sahabatmu, tidak pernah kah kau berpikir bahwa ia yang mencampakkanku?"

"Apa? Tidak mungkin. Bukan karena dia wanita, tapi karena dia sangat menyukaimu."

Harsa menggeleng. "Semuanya bisa jadi mungkin karena sejak awal dia menutup mata dan telinganya dan sekuat tenaga menyangkal kenyataan yang aku berikan kepadanya. Sekarang katakan padaku, apa dia benar- benar mengatakan 'Harsa mencampakkanku' atau 'Harsa berengsek, dia berselingkuh!' atau hal lain yang mengesahkan keberengsekanku?"

...Tears stream down your face...

...I promise you I will learn from my mistakes...

...Tears stream down your face, and I...

...Lights will guide you home...

...And ignite your bones...

...And I will try to fix you....

.

.

.

TBC~

1
apajalah
👍🍂🍁🍂🍁👍👍👌
apajalah
👌👌👌🍁🍁🍁🍂🍂🍂👍
Lastri Naila
uhhh..aq selalu baper dgn cerita mu thor...
Sriza Juniarti
good job harsa
Sriza Juniarti
bagusss..suka..syka..🥰🥰
Whyro Sablenk
novelnya super duper bagus pull/Drool//Drool//Drool/
farah felany
gemes romantisnya
Rianti
papa dan anak sama saja ternyata. kocak,santai..
Rianti
aku suka cara Harsa ..
Rianti
Luar biasa
Rianti
heran,novel sebagus ini loh. pokoknya aku suka alurnya. kayak natural aja gitu. cara penulisan juga enak dan gampang dicerna pembaca.
Kiky Mungil: Haloooo... terima kasih untuk rating, like, dan comment yang kamu kasih ❤️
semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi membuat kisah 🥳
total 1 replies
Rianti
senyum senyum sendiri aku bacanya ini
Rianti
novel bagus gini kok sepi komen ya
Sriza Juniarti: iyaa..setuju..sebagus ini belum ditmukan pembaca lainnya🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
suka..
Puspa Ayundari
seru ceritanya ,trima ksih kk thor....semoga sukses kedepannya ...🥰🥰🥰
Kiky Mungil: terima kasihhh... 😊 doa yang sama juga untuk kamu 🫰🏼
total 1 replies
Ariones
Bagus kak. semangat yah. nulisnya....
btw jangan lupa mampir di karya gw yg berjudul Ayunda, gadis pelunas hutang 😘
Kiky Mungil
Halooo salam dari saya untuk semua pembaca setiaku yang baik hatinya :)
Akhirnya Every Moment Of You sudah tamat. Terima kasih yang sudah sabar menunggu setiap bab nya update, karena jujur, kisah kali ini cukup menguras energi saya, banyak hal yang saya pertimbangkan untuk saya tulis atau tidak. Misalnya seperti apakah saya perlu menuliskan adegan yang bikin kipas-kipas? Sementara tujuan saya menulis kisah kali ini adalah mengutamakan cerita cinta yang manis di kantor, pertemanan, dan menyampaikan pesan pada pembaca bahwa kita tidak bisa dan tidak boleh menilai seseorang hanya dari melihatnya saja tanpa benar-benar mengenalnya.
Tapi, mungkin ada pembaca yang kecewa karena tidak ada adegan yang bikin degdegserr...maaf yaa🙏🏻
Saya akan membuat kisah yang degdegserr pada kisah lainnya... ditunggu yaa 😊✌🏻
ummilia1180
semua novel yang kamu buat sangat baguss.... semangat terus ya....
Kiky Mungil: Haaiii.... wah terima kasih!!
total 1 replies
BYSS
good👍
Kiky Mungil
Hai... terima kasih sarannya :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!