Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.
Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.
Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.
Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.
Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PYT 27
Keynand bersama sekretarisnya baru saja tiba kediaman Anna. Keynand begitu bersemangat untuk bertemu wanita pujaan hatinya. Alex -sekretarisnya bergegas membukakan pintu mobil untuknya.
Keynand turun dari mobil dan pandangannya mulai mengamati disekelilingnya. Tak berselang kemudian, tiba-tiba mobil silver melaju pelan memasuki halaman rumah tersebut.
Keynand masih asyik dengan pikirannya sendiri.
"Tidak ada yang berubah." ucapnya tersenyum tipis. Lalu melangkah menuju pintu utama, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang dari belakang.
"Tuan Keynand , apakah itu anda?" tanya seseorang berjalan tergesa-gesa menghampirinya.
Keynand segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara hingga dia mengerutkan keningnya melihat pria paruh baya itu bersama seorang wanita muda.
"Ya, Pak Edward ini aku Keynand, anak remaja yang biasa mengerjai mu. Bagaimana kabar anda?" ucap Keynand ramah lalu berjabat tangan dengan pria itu.
"Baik, saya sangat senang melihat anda kembali ke negara ini." ucap Edward merasa lega atas kepulangan Keynand.
Pandangan Keynand beralih pada wanita muda yang berdiri di samping Edward. Hingga Edward kembali buka suara.
"Kenalin, ini Gea, ponakan saya. Sahabat sekaligus sekretaris nona Anna." ucap Edward memperkenalkan ponakannya.
Keynand dan Gea pun saling berjabat tangan.
"Gea"
"Keynand."
"Oh jadi kau orang nya, aku sering mendengar namamu disebut-sebut Anna. Senang bertemu denganmu." ucap Keynand ramah lalu melepaskan tangannya.
Gea hanya manggut-manggut mendengar ucapannya. Raut wajah Gea terlihat murung yang belum juga menemukan sahabatnya seharian ini.
"Aku datang untuk menemui Anna, apakah Anna masih tinggal di sini?" tanya Keynand kepada mereka.
"Sebaiknya kita bicara di dalam saja tuan Keynand. Soalnya ada yang ingin saya sampaikan kepada anda." ucap Edward mengalihkan pembicaraan dan memintanya masuk ke dalam rumah.
Keynand hanya mengikuti ucapannya sambil berjalan beriringan bersamanya.
Kini mereka duduk bersama di ruang tamu. Edward terlihat serius menceritakan segala permasalahan yang sedang dihadapi majikannya dan Keynand yang mendengarnya mengepalkan tangannya sambil berdengus kesal sedang menahan amarahnya mengetahui semuanya.
"Begitulah tuan pokok permasalahannya dan saat ini kami tidak tahu keberadaan nona Anna. Sedangkan tuan Frans terbaring di rumah sakit yang sedang menjalani pengobatan di bawah pengawasan para anak buah tuan Leo." ucap Edward menunduk dengan mata berkaca-kaca.
"Hanya tuan yang saya percayai untuk menyelamatkan nona Anna." tambahnya.
Gea hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tidak hanya perusahaan keluarga Matteo yang hancur, keluarga sahabatnya pun ikut di hancurkan.
Rahang Keynand mengeras dengan kepalan tangannya yang ingin dia luapkan sekarang juga mendapati kenyataan bahwa wanita pujaannya di culik oleh musuh bebuyutannya.
Kep@rat kau Leo. Aku bersumpah untuk menghabisi mu. Batinnya sambil bangkit dari duduknya.
"Tolong selamatkan nona Anna, tuan." ucap Gea memohon dengan mata berkaca-kaca sambil mengatupkan kedua tangannya, berharap pria yang cukup berpengaruh itu menyelamatkan sahabatnya.
Keynand tak menggubris ucapannya karena amarah menggebu-gebu menyelimutinya.
"Aku akan mencari Anna hingga ke lubang semut sekalipun dan menghabisi orang yang sudah menghancurkan keluarganya." ucap Keynand marah lalu melenggang pergi.
Edward dan Gea hanya mampu menatap kepergian Keynand.
"Alex, bawa aku ke markas." kesal Keynand membanting pintu mobilnya dan Alex hanya mampu mengiyakan ucapan tuannya.
Hingga mobil yang membawanya melaju kencang meninggalkan tempat tersebut.
"Paman, kalau begitu aku juga ingin pulang ke apartemen." pamit Gea kepada pamannya sambil menyalami tangannya.
"Hemm, berhati-hatilah." ucap Edward memperingatkan ponakannya.
"Baik paman." ucap Gea mengangguk lalu bergegas pergi.
*
*
*
Mansion Leo....
Anna membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya sambil menatap langit-langit kamarnya, waktu semakin larut namun dia belum juga bisa tidur.
Sungguh perasaannya kacau hari ini, Bibi Rose dan Viona juga berada di tempat yang sama dengannya. Sehingga dia harus ekstra berhati-hati kepada dua wanita serigala itu.
"Hufff, kehidupanku semakin rumit saja." Anna menghembuskan nafasnya dengan kasar, takdir baik tidak pernah berpihak kepadanya.
Anna bangun dan duduk di atas ranjang. Pandangannya kembali mengarah keluar jendela.
"Aku akan mencoba keluar dari tempat ini. Sepertinya pria gila itu tak kembali." Anna menyeret tubuhnya turun dari ranjang. Dia pun berjalan menuju pintu lalu membukanya. Kepalanya terlebih dahulu dicodongkan untuk melihat situasi di luar.
Anna terkejut mendengar langkah kaki seseorang menaiki anak tangga, samar-samar dia melihat bayangan seseorang di balik cahaya remang-remang. Dengan cepat Anna menutup pintu kamarnya dan bergegas naik ke ranjang.
Anna membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher. Hanya dua kemungkinan jika orang itu adalah Leo atau Maria.
Ceklek
Pintu kamar Anna terbuka lebar dan menampilkan sosok bertubuh tegap berdiri di ambang pintu kamarnya. Lagi-lagi Anna yang sedang berpura-pura tidur terkejut dan merutuki kebodohannya yang tak mengunci pintu kamarnya.
Orang itu masuk ke dalam dan tak lupa menendang pintu kamarnya hingga tertutup rapat.
Siapa dia? mengapa dia terus berjalan mendekati ranjang.
Anna terus bergumam dalam hati yang mulai sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga tanpa sadar orang itu sudah naik di atas ranjang dan langsung mengungkung tubuhnya. Anna terlonjat kaget hingga mengerjapkan matanya. Bahkan dia mampu mencium aroma tubuh orang itu yang bercampur Alkohol.
Tiba-tiba Anna langsung membulatkan matanya saat orang itu menyerangnya dengan ciuman yang bertubi-tubi dan semakin lembut, hampir saja membuatnya ikut hanyut.
Pria gila, beraninya kau menciumku.
Anna langsung memberontak di bawah kungkungan pria itu yang jelas-jelas dia tahu siapa pria itu. Anna bahkan memukul dada bidang pria itu berkali-kali menggunakan kedua tangannya hingga ciumannya terlepas.
"Menjauh dari tubuhku!" marah Anna dengan emosi meluap-luap bahkan tubuhnya bergetar.
Plakkk
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulusnya, Anna menatap tajam pria itu dan begitu membencinya. Tangannya pun dikepal kuat dan kembali memukuli tubuh pria itu.
"Jangan pernah membantahku bodoh!." ucap Pria itu dingin sambil memegangi kedua tangannya yang sedang diselimuti h@srat.
Anna terus saja memberontak untuk lepas dari kungkungan pria itu.
Sementara Pria itu tersenyum miring lalu kembali menciumnya lebih dalam dan lebih lama bahkan menuntut lebih dari sekedar ciuman, hingga tenaga Anna terkuras habis melawan pria itu. Air matanya mengalir tak terbendung bersamaan hilangnya mahkota yang dijaganya selama ini.
"B@jingan kau Leo." lirih Anna terisak menatap punggung kekar pria yang tertidur pulas di sampingnya. Pria yang sudah merenggut mahkotanya.
Anna hanya mampu menangis pilu meratapi nasibnya, hilang sudah sesuatu yang berharga dalam dirinya. Hidupnya benar-benar hancur tak tersisa. Lelah menangis, Anna pun tertidur di samping Leo, pria dibencinya sekaligus musuhnya.
Bersambung......