New Account IG= min_09maret
Yunita gadis yang tak pernah di pandang oleh pria dingin dan tampan bernama Regan,Ia sudah lama menyukai pria itu bahkan sudah sering menyatakan perasaannya namun selalu di tolak bahkan dengan kata kata kasar,hingga membuat nya menyerah dan memilih menjauh lalu mereka kembali bertemu,bagaimana kisah selanjutnya? Baca Yuk🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
...Budayakan like setelah baca ya, Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading😘...
“Deg!”
“Apa maksud mu Ryan?!!” pekik tuan Albert mendengar perkataan Ryan yang mengatakan bahwa ialah ayah dari cucu nya,kini tuan Albert menarik kerah kemeja yang di kenakan oleh Ryan dengan raut wajah yang terlihat memerah menahan emosi
“Jawab aku Ryan Maheswara!!” lagi tuan Albert memekik melihat Ryan yang tak kunjung bersuara agar menjawab pertanyaan nya
“Aku lah pria itu.” ucap nya lirih,pasrah jika memang ia akan babak belur nanti nya,karena yang terpenting saat ini adalah keberanian dan kejujuran nya, bagaimana pun ia tak rela jika wanita dan juga anak nya hidup bersama orang lain
tanpa bertanya lebih jelas,tuan Albert segera melayangkan tinjuan pada Ryan
bugh!!
bugh!!
bugh!!
beberapa bogem mentah pun mendarat di tubuh Ryan sesuai dengan dugaan nya
“papa!! hentikan pa,udah stop pah!” pekik Sindy histeris melihat papa nya yang memukul Ryan tanpa ampun,namun berbeda dengan Regan yang hanya diam membiarkan kakak nya mendapatkan hukuman atas perbuatan nya
cukup terkejut meskipun ia sudah merasa curiga di awal,kakak yang selama ini selalu di banggakan oleh papa nya ternyata melakukan satu kesalahan fatal,melihat sang kakak yang sudah tak berdaya,ia menghampiri tuan Albert,meminta nya duduk kembali
“Mari kita bicarakan dengan kepala dingin tuan Albert?”
“dengan kepala dingin apa maksud mu? berbicara yang ujung ujungnya mereka di nikahkan? setelah semua penderitaan yang Putri ku alami selama ini? kenapa tidak sejak dulu saja?!!”
niat nya baik agar kehidupan anak dan cucu nya tak lagi di nilai buruk oleh masyarakat pun di tolak mentah mentah oleh tuan Albert,namun Regan tidak merasa marah dengan penolakan Tuan Albert, bagaimana pun ia adalah seorang ayah yang melihat sendiri bagaimana penderitaan putrinya beberapa tahun belakangan ini
“Saya mengerti tapi..”
“Tidak! aku tidak akan Sudi menikah dengan kakak mu!” Sindy kembali melepaskan Ryan dari dekapan nya
“Jangan egois sindy! putra kita butuh kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tua nya!” protes Ryan,alasan saja sebenarnya dengan mengatakan anak mereka lah alasan mereka harus menikah,fakta nya ia masih begitu mencintai wanita itu terlebih kini mereka memiliki seorang putra
“Putra ku tak pernah kekurangan kasih sayang sedikit pun,baik ibu maupun ayah!” setelah mengatakan itu Sindy pergi dengan membawa tuan Albert,tampak ia memang masih menyimpan luka yang di sebabkan kesalahpahaman
“Sindy! pikirkan baik baik tentang anak kita Sin!!”
“Sindy!!”
percuma Ryan berteriak karena jangan kan untuk menerima nya kembali,menoleh ke arah Ryan saja tidak Sindy lakukan, meskipun kini keadaan Ryan tengah babak belur akibat kemurkaan sang papa
Regan menatap datar kepada Ryan,tak ada raut kasihan yang ia perlihatkan pada kakak nya. “Kau baik baik saja bro?” entah mengejek atau memang ia merasa peduli pada keadaan kakak nya saat ini,yang jelas wajah nya tak terlihat tengah peduli dengan Ryan
“Pergilah jika niat mu hanya untuk menginterogasi ku!” Ryan yakin jika Regan akan segera menginterogasi nya,bahkan mungkin ia akan menyerahkan tugas itu kepada papa nya saja
“Op! tenang lah aku tidak tertarik dengan cerita mu itu,karena papa mungkin yang lebih tertarik.” ucap Regan tersenyum sinis pada Ryan,bukan ia membenci kakak nya hanya saja hal ini memang harus di bicarakan dengan keluarga mereka
Ia mengulurkan tangan nya pada sang kakak, meskipun tidak membantu dengan benar tapi setidak nya masih ada rasa peduli terhadap sang kakak,berada di keadaan yang tidak baik baik saja membuat Ryan tak bisa menolak bantuan sang adik
Regan pun membantu kakak nya hingga sampai ke dalam mobil. “sana pulang dan jelaskan pada mama dan papa.” what? maksud nya ia menyuruh Ryan menyetir dengan keadaan seperti itu?
“Maksud mu aku menyetir?” tanya nya tak percaya jika adik nya memang membiarkan nya untuk menyetir sendiri dengan keadaan babak belur seperti itu
“Iya memang nya kenapa?” seperti tak berperikemanusiaan ia menjawab ucapan kakak nya, bagaimana bisa ia tak peduli dengan keadaan Kakak nya?
“Kau gila? kau mau aku segera mati?” kesal karena adik nya hanya menolong nya setengah saja,kalau tau begitu lebih baik ia berjalan sendiri menuju mobil nya
“apa aku mengatakan hal itu?” dasar tidak tahu terima kasih,beruntung sudah ku bantu meskipun hanya berjalan sampai ke mobil saja,pikir Regan
Regan pun berbalik meninggalkan kakak nya yang kini tengah mengumpat pada nya,tapi ia tak memperdulikan umpatan itu,ia berjalan dengan langkah arogan dengan tangan berada di saku celana
“Apa dia benar benar lulusan kedokteran?” kesal karena adik nya itu bahkan tak berniat untuk mengobati luka nya padahal ia adalah seorang dokter
“Kak Ryan!!” mendengar ada yang memanggil nama nya,Ryan pun menoleh ke arah suara,begitu pula dengan Regan yang menghentikan langkah nya mendengar suara teriakan yang tak asing di telinga nya
Yunita berlari menghampiri kakak ipar nya yang terlihat sangat menyedihkan. “Kakak kenapa? kenapa bisa begini? siapa yang melakukan nya? Regan?” seperti biasa ia tak akan cukup dengan satu pertanyaan
Regan yang merasa di salahkan pun protes tak terima,kenapa ia yang di salah kan atas kesalahan kakak nya sendiri?
“Hei kenapa kau malah menyalahkan ku? dia begitu karena kesalahan nya sendiri!” protes nya
“Aku hanya bertanya,kenapa kau tersinggung?” kenapa tersinggung katanya? jelas saja ia tersinggung karena nama nya di sebut sebut
“apa kau..”
“Diam lah! jangan cari perkara dengan Ku!” Regan membelalak kala Yunita kembali menyalah kan nya,kenapa ia selalu di salahkan setiap berdebat dengan wanita nya itu padahal jelas jelas ia hanya protes karena namanya di sebut
“Ayo kak Nita bantu.” ucap nya seraya menolong Kakak ipar nya untuk berdiri dengan benar,namun baru saja berdiri bokong Ryan kembali mendarat di lantai
“Arghh!!” pekik Ryan kala merasakan sakit di bokong nya,di akibat kan oleh Regan yang melepaskan tangan Nita dari tubuh Ryan,ia tahu jika adik nya itu tak suka melihat Yunita peduli pada nya,tapi kini tubuh nya yang menjadi korban
“Astaga Regan! kau ini kenapa?!” protes Yunita
“Kenapa kau membantu nya?” pertanyaan macam apa itu? dimana letak salah Yunita yang membantu Kakak ipar nya itu?
“Lalu,apa aku harus diam dan meninggalkan nya sama seperti kau?” tidak perlu menyindir karena ia bisa mengatakan nya secara langsung pada Regan,jika sikap Regan itu salah
“Tapi dia seorang laki laki!”
“Memang nya kenapa? dia kakak mu Regan!” jujur Yunita tak menyangka jika Regan akan cemburu pada kakak nya sendiri,apa selama ini dia memang begitu posesif pada wanita yang berhubungan dengan nya? pikir Yunita
“Dasar bucin!”
...Terima kasih telah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka🥰 dan jangan lupa untuk memberikan kiritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di dalam karya ku🥰🙏...
...Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian para readers,terima kasih 🥰🙏...
apakah masalalu regan??