NovelToon NovelToon
Se Anting

Se Anting

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / CEO / Tamat
Popularitas:96.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kh_fytha

" Nona tunggu, nona jangan lari " teriak salah satu bodyguard yang bertugas menjaga dan mengikuti kemanapun sang nona pergi.

" Kalau tidak lari, mana mungkin aku bisa kabur " jawab sang nona dengan gaya tengilnya tanpa menghentikan kakinya untuk berlari menjauh dari kejaran para bodyguard sang daddy.

" Nona fyth, jika nda kabur lagi tuan besar akan marah nona " lanjut sang bodyguard mencoba membujuk song nona agar mau berhenti berlari. namun sayang, nonanya itu tetap berlari menjauh menuju kerumuman orang yang hendak menyeberang jalan untuk mengecoh pandangan para bodyguardnya.

Gadis yang bernama lengkap Aurora Fythania Pratama putri bungsu Barack Pratama dan Nathalie Pratama ini, rela pergi meninggalkan rumahnya karena sang Daddy yang bersikeras menjodohkannya dengan putra teman bisnisnya. gadis cantik yang sudah menginjak usia 20 tahun itu tak mau menuruti keinginan sang Daddy yang memaksanya untuk menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kh_fytha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tak perlu hal mewah untuk membuat setiap pasangan bahagia, cukup sederhana, tunjukkan pada orang yang kau sayang bahwa masih ada hal yang lebih indah di dunia dari sekedar permata.

Melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Fyth membuat Davin sangat senang. Sesederhana itu seorang Fyth, gadis unik, tengil, bandel, dan sikap ceria yang menghibur semua orang disekitarnya.

Dengan berpegang pada pembatas tebing, Fyth berteriak cukup kencang untuk meluapkan rasa bahagianya. Ia tak menyangka jika di dunia ini masih ada pemandangan seindah ini.

Davin mendekat ke arah Fyth dan memeluknya dari belakang, lalu meletakkan kepalanya pada ceruk leher Fyth. Di hirupnya dalam-dalam aroma tubuh yang begitu memabukkan itu. Dikecupnya perlahan tanpa meninggalkan bekas, sungguh membuat candu.

Dialihkan pandangannya kedepan, dirapatkan pelukannya kepada Fyth. Seolah enggan melepaskan walau hanya sesaat.

Fyth membiarkan apapun yang di lakukan Davin, baginya selama itu batas normal Fyth tidak akan menghajarnya. Namun jika sudah terlewat batas, maka dirinya tak akan segan. Tak perduli itu calon suaminya atau bukan.

Perlahan Davin berjalan mundur tanpa melepas pelukannya dengan Fyth. Dibawanya Fyth untuk bersandar pada kap mobil yang terparkir tepat di belakang mereka.

"Kau suka sayang?" Bisik Davin mesra di telinga Fyth.

"Aku suka, sangat suka. Katakan! Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?" tanya Fyth kepada Davin.

"Baguslah, ini tempat favoritku sayang. Saat aku lelah, aku sedih, atau bahagia aku akan kemari. Saat itu aku tak tahu harus kemana, aku terus melajukan mobilku. Tak perduli walau aku tersesat, hingga aku menemukan tempat ini." Jelas Davin.

"Apakah ada orang lain yang tahu selain kita tentang tempat ini?"

"Kurasa tidak, karena aku baru membawa satu orang dan itu kamu." Papar Davin seraya mencolek hidung Fyth.

"Kalau begitu bisakah kita menunggu matahari terbenam di sini ?" Pinta Fyth.

"As you wish dear," Davin mengeratkan pelukannya pada Fyth.

Sesederhana itu kebahagiaan mengelilingi setiap insan yang sedang dilanda cinta. Tak perduli sesulit apapun, sejauh apapun, demi orang tersayang tidak ada kata tidak mungkin bagi insan yang dilanda kasmaran.

Begitupun Davin dan Fyth, menghabiskan waktu berdua tanpa mau ada yang mengganggu kebersamaan mereka. Davin melepas pelukan Fyth sejenak untuk mengambil mantel karena cuaca semakin dingin.

Dipakaikan mantelnya pada Fyth, dia tak ingin gadisnya nanti akan kedinginan. Fyth menatap ke arah Davin, keningnya berkerut. Mengapa hanya satu mantel, pikirnya.

Dengan daya peka yang tinggi, Fyth melepas kembali mantel yang sudah terpasang di bahunya. Ditariknya Davin untuk duduk di atas kap mobil, lalu memakaikan mantel pada Davin.

"Sayang, ini untukmu," Davin hendak melepas mantelnya namun di cegah oleh Fyth segera.

"No, kita pakai berdua." Fyth mendudukkan dirinya tepat didepan Davin sama seperti saat mereka berpelukan. Davin tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh calon istrinya.

"Apakah hangat?" tanya Davin dengan mengeratkan pelukannya.

"Sangat hangat." jawab Fyth. "Sudah pukul 4 sore bukan?" lanjutnya.

"Kenapa?" Bukan menjawab Davin justru kembali bertanya.

"Berarti satu setengah jam lagi matahari akan terbenam," ujar Fyth.

"Kau benar, waktu masih lama. Kau ingin roti dan susu?" tawar Davin kepada Fyth.

"Mau, aku sedikit lapar." Kata Fyth sambil tersenyum malu.

"Aku ambilkan dulu sayang." Davin mengambil sebungkus roti dan sekotak susu di dalam mobilnya, lalu diberikan kepada Fyth.

Fyth segera membuka roti dan memakannya sembari menyuapi Davin. Tak ada kata canggung lagi di antara mereka berdua, yang ada hanya dua kata yakni saling terbuka.

Sementara di butik, Anila di buat heran dengan Tante Feni yang tiba-tiba menyuruhnya datang ke butik. Seingatnya tidak ada janji untuk bertemu sebelumnya, lalu apa yang akan di bahas.

Duduk menunggu sendirian membuat Anila mengantuk. Entah apa yang sedang di lakukan Tante Feni. Mengapa lama sekali sih, gerutu Anila.

Tak berselang lama Tante Feni muncul dengan muka galaknya tanpa rasa bersalah karena sudah membuat orang lain menunggunya.

"Yuk masuk sekarang, kita ganti baju dulu," ajak Tante Feni.

"Baju? Aku? Buat apa Tante?" tanya Anila penuh kebingungan dan keheranan.

"Sudah jangan banyak tanya, ayo masuk," Tanpa menjawab pertanyaan Anila, Tante Feni justru sibuk dengan iPad nya di atas sofa.

Mau tak mau Anila masuk ke dalam ruang ganti, betapa takjub Anila melihat deretan pakaian dalam ruang. Banyak sekali ini baju, Anila sempat terbengong hingga sebuah tepukan di bahu menyadarkannya.

"Mari nona saya bantu," ucap pegawai Tante Feni.

"Baiklah." Pasrah Anila.

Tak berselang lama Anila keluar menghadap Tante Feni untuk memperlihatkan hasilnya. Senyum Tante Feni mengembang saat gaun desainnya ternyata pas untuk ukuran Anila.

"Bagus." hanya satu kata yang keluar dari mulut cerewet Tante Feni. "Yang lain?" Lanjutnya.

Dengan mengibaskan tangannya, Tante Feni menyuruh karyawannya untuk membantu Anila mencoba gaun lainnya. Peragaan fashion week aku datang, ucap Tante Feni dalam hati dengan sejuta senyumnya.

1
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
pasti si davin udah jatuh cinta sama fyth makanya pas fyth Deket cowok lain dia gak suka 🤧
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
wkwk padahal kukira mau diguyur air loh pas si fyth bangun 😹
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
curiga jangan² ini tunangan nya fyth 😛
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
duh kacau dah dapurnya 😄😄
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
eh jangan dibuka loh Tama
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
duh yang jomblo wajib melipir /Smile//Smile/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
bisa² bonus lembur melayang sudah
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
sabar aja dim ikutin kata bosmu takutnya kena amukan sama bonus lembur melayang /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
belepotan banget sih dim kalau ngomong /Facepalm//Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
ih Tante Feni jangan gitu dong kan udah ditungguin malah masang muka galak /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
Weh jangan sampai ketahuan loh dav kalo ada jejak petualang di leher fyth/Proud//Proud/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
tembak lah Sam jangan sampai si ciez² diambil orang
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
ini ini apa Thor bikin penasaran aja sih /Shame/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
diliatin dulu gih takutnya ngeces si fyth /Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
wkwkwkwk udah sempurna dapat semua ejekan /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
dah lengkap penderitaan si Timi kurang Indri doang yang belum ngejek /Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
syukurin dilempar tisu kan lu Timi /Facepalm//Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
tama terlalu banyak modusnya,awas loh nanti gak sesuai harapan
Ufiyyyy
prsaan nginep d rumh indri... knp jd makan sm ortu anila, q yg galfok ap gmn y
여보❥⃝•ꨄ︎࿐: gimana y kak ? 🤔 aku juga lupa jalan ceritanya ini kak /Joyful//Facepalm/
total 1 replies
Dewi Agustin
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!