Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Aku...aku ta..." ucapan Aura terhenti kala ingatannya mengingat tentang ucapan Kanya padanya.
"*Saya mohon jangan bilang semua ini ke mas Adit, saya mohon Aura," ujar Kanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi saya yakin mba kalau mba pasti sangat membutuhkan orang-orang yang mba cintai untuk mendampingi mba Kanya di saat seperti ini," ujar Aura.
"Saya nggak membutuhkan itu Aura, saya nggak mau buat mas Adit sedih apalagi lihat Nizam menangis, saya nggak sanggup Ra," ujar Kanya sesegukan*.
"Aura kamu tau sesuatu?" tanya ulang Adit membuyarkan lamunan Aura.
"Ti...dak mas," ucap Aura membuat Adit down, Adit sudah berharap kalau Aura tau sesuatu dan dia akan langsung memperbaiki hubungannya dengan Kanya tapi ternyata tidak.
"Mas makan dulu baru minum obat," ujar Aura menghilangkan rasa canggung yang tercipta, dia pun mengambil bubur yang tadi dia letakkan diatas meja dan berniat menyuapi Adit, tapi Adit langsung mengambil bubur itu seraya berucap.
"Saya bisa makan sendiri, makasih," ucap Adit.
"Yasudah, kalau begitu saya kebawah dulu, mas Adit kalau ada apa-apa teriak aja, saya pasti datang," ucap Aura lalu melangkah pergi.
Maafkan saya Aura karena saya belum bisa memperlakukan kamu seperti saya memperlakukan Kanya, batin Adit.
Sedangkan ditempat lain, Kanya sudah berada didalam taxi ingin menuju rumah sakit setelah dirinya selesai mengantar Nizam.
"Bagaimana kondisi saya Dok?" ucap Kanya.
"Mba Kanya semakin memburuk karena mba tidak pernah kemo, saya sarankan mba dirawat disini dulu sampai 3 hari kedepan, ini untuk keselamatan mba Kanya juga," ucap Dokter itu.
Besok kan acara puisinya Nizam, kalau aku dirawat otomatis aku nggak akan datang, tapi kalau tidak dirawat aku takut besok akan drop atau pingsan, batin Kanya.
"Jadi bagaimana mba, mba maukan dirawat?"
"Saya belum mau dirawat sekarang Dok, mungkin minggu depan saja," ucap Kanya karena sebenarnya dia juga tidak punya uang untuk dirawat dan kalau dia memakai uang di atm yang Adit berikan, Kanya takut Adit akan curiga kenapa Kanya memakai uang sebanyak itu.
"Saya terserah mba saja, ini cuman saran dari saya, tapi kondisi mba Kanya benar-benar memburuk," ujar Dokter itu membuat Kanya hanya bisa diam. "Ini obat yang mba harus minum," lanjut Dokter itu memberikan sebuah kertas berisi resep obat yang harus Kanya tembus di apotik.
"Makasih Dok, permisi," ujar Kanya lalu melangkah pergi.
Tapi saat dia keluar dari ruangan Dokter, tiba-tiba kepalanya pusing, tapi dia tidak memperdulikannya, dia terus berjalan hingga langkah ke tiga dia memutuskan duduk disalah satu bangku di rumah sakit itu.
Ya Allah kenapa kepalaku pusing sekali, tolong jangan kambuh sekarang, ku mohon, batin Kanya.
Dia pun memijat kepalanya, lalu tidak lama, Kanya pun berdiri kembali dan mulai berjalan lagi, tapi bruk, dia jatuh pingsan.
Sudah pukul 4 sore, tapi Kanya tak kunjung pula dan itu membuat Aura khawatir begitu pula dengan Adit. Tadi Nizam dijemput oleh bi Retno karena bu guru menelfon kearah rumah dan mengatakan kalau Nizam belum ada jemputannya, saat itu pukul 11.00.
"Aura, apa Kanya belum pulang?"
"Mas Adit ngapain kesini?, istirahat aja dikamar, nanti mas Adit tambah sakit," ujar Aura khawatir karena Adit menghampirinya diruang tamu dan Aura tau bahwa Adit belum sepenuhnya membaik.
"Saya udah nggak papa, apa Kanya belum pulang?" ucap Adit.
"Belum mas, dari tadi saya juga sudah coba menghubungi mba Kanya tapi hpnya tidak aktif," ujar Aura dengan nada khawatir.
Kemana kamu Kanya, apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi, bahkan disaat aku sakit, kamu tidak ada disini, kamu malah menyuruh orang lain merawatku, batin Adit yang sudah mulai kecewa dengan Kanya.
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.