Seorang gadis yang rela menikah dengan seorang CEO tampan di salah satu perusahaan ternama supaya Ayahnya keluar dari penjara.
Erlita Anggraini nama Gadis itu ,Ia rela melakukan apa saja untuk keluarganya .
Renaldi Pratama ceo tampan di salah satu perusahaan ternama di kotanya , Renaldi juga salah satu pebisnis muda nomer satu di kota itu . Dia juga menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa saja yang ingin Dia milikku.
Sampai suatu ketika Dia menjebak seorang gadis supaya menjadi miliknya.
''Aku mohon bebaskan PapaKu '' ucap Erlita sambil menangis.
Pria tampan itu menatap dingin pada Gadis yang sedang menangis dan memohon di hadapannya.
"Aku akan membebaskan PapaMu , asal dengan satu syarat ," ucap Pria itu sambil memegang dagu Gadis itu.
"Apa syaratnya?" tanya Erlita menatap Renaldi yang menatapnya.
"Kau harus menjadi istriku," ucap Renaldi
Deg.
Erlita terdiam Ia bingung harus menjawab apa?
Demi Papanya akankah Erlita menerima syarat dari Renaldi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SumarsihMarsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
''Kak Rio plis jangan kasih tahu Kakak ya ,'' mohon Tasya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Pengawal itu yang di ketahui bernama Rio menghembuskan nafas kasar.Akhirnya Ia pun menganggukkan kepalanya saat melihat tatapan memohon dari Tanya.
''Yes,Kak Rio memang terbaik ,'' girang Tasya tersenyum menatap Rio yang menghembuskan nafas kasar.
Tasya pun kembali menghampiri Linda dan Erli yang sedari menatap ke arahnya.
''Bagaimana ?'' tanya Linda saat Tasya sudah duduk di depan Erli.
''Beres,Kak Rio akan jaga rahasia ,'' jawab Tasya tersenyum menatap Erli dan Linda.
''Syukur lah kalau begitu ,'' ucap Linda bernafas lega.
''Sya, bagaimana Kamu udah jadian sama Bryan ?'' tanya Erli yang sedari tadi penasaran.
Tasya mengganggukkan kepalanya.
''Ye...Kita dapat....,'' ucapan Linda terputus saat mendapat plototan dari Erli.
Linda cuma nyengir saat menyadari semua orang yang ada di restoran itu menatap dirinya.
Erli menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.
''Balik yok ,'' ajak Erli menatap ke dua sahabatnya.
''Bentar, Aku bayar dulu makanannya ,'' ucap Tasya setelah itu memanggil pelayan dengan cara melambaikan tangannya.
Pelayan pun datang menghampiri Tasya.
''Minta bil nya ya mbak ,'' ucap Tasya sambil mengeluarkan dompet dari dalam tasnya.
''Makanannya sudah di bayar Nona ,'' ucap Pelayan itu memberitahu.
''Sudah di bayar ?'' tanya Linda memastikan Ia takut Ia salah dengar tadi.
''Iya Nona makanannya sudah di bayar ,'' jawab pelayan itu mengulangi perkataannya.
''Siapa yang membayarnya Mbak ?'' tanya Erli yang penasaran.
''Saya tidak tahu Nona ,'' jawab Pelayan itu sambil menunduk hormat dan pamit undur diri ke belakang.
Erli,Linda dan Tasya yang tidak mau ambil pusing siapa yang membayar makanan mereka,mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah Linda.
Mereka sepakat akan menginap di rumah Linda.
Saat perjalanan pulang,Tasya melihat ada seorang Pria memakai motor sejak tadi mengikuti mobil Linda.
''Erli , Tasya ,'' panggil Linda pada ke dua sahabatnya yang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
''Iya , ada apa Lin ?'' tanya Erli yang duduk di samping Linda yang sedang menyetir dan tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar handphonenya.
Tasya menatap Linda yang ada di depan sedang menyetir.
''Kalian perhatiin deh motor yang di belakang, sepertinya mengikuti kita ,'' Linda sesekali melihat dari spion mobilnya pada motor yang ada di belakang.
Erli dan Tasya menengok ke belakang dan melihat seorang pria sedang menaiki motor sport berwarna merah mengikuti mereka di belakang.
''Iya benar,pria itu mengikuti kita sejak kita keluar dari Cafe ,'' jawab Erli sambil menatap pria yang mengikuti mereka.
Linda pun menambah laju mobilnya.
''Benar kan Dia ngikuti Kita ,'' ucap Linda yang melihat Pria itu juga menambah kecepatannya saat Linda menambah kecepatan mobilnya.
''Sial ,'' umpat Pria itu saat kehilangan jejak mobil Linda .
Pria itu menghentikan laju mobilnya dan memukul stang motornya untuk melampiaskan kekesalannya.
Sedangkan Linda bernafas lega saat Pria itu tidak lagi mengejar mobilnya.
***
***
***
Sedangkan di kediaman Wijaya.
Wijaya yang sedang duduk di kursi sofa sambil mengusap wajahnya kasar.
''Ada apa Pa , sepertinya ada yang di pikirkan ?'' tanya Tari menatap Suaminya yang mengusap wajahnya kasar.
''Papa pusing Ma ,'' jawab Wijaya sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
'''Sebenarnya ada apa si pa ?'' tanya Tari yang masih belum mengerti permasalahan Suaminya.
''Perusahaan Pratama menagih hutang Kita Ma ,'' ucap Wijaya memberi tahu.
''Apa Mereka tidak memberi waktu lagi Pa ?'' tanya Tari.
''Mereka cuma memberi waktu 2 hari Ma,'' jawab Wijaya . ''kalau sampai Papa tidak membayarnya dalam waktu dua hari Mereka akan memenjarakan Papa Ma ,'' lanjutnya lagi.
''Apa tidak ada cara lain Pa ?'' tanya Tari.
''Ada Ma ,'' jawab Wijaya.
Tari berbinar saat Wijaya mengatakan masih ada cara.
ceritanya ta'gantung.. padahal belum di tau soal ortu re klu dia sudah menikah dan apakah respon mereka setelah anak keduanya sudah menikah dng Erli sahabat anaknya Tasya.. dan pengen tau juga apakah perusahaan pak Wijaya kembali / nggak ya ☺️
ayo dong kak up dong, ms' gini doang ceritanya