NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang Mafia

Jerat Asmara Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:958.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Komalasari

Kisah ini merupakan spin off dari novel berjudul : Pesona Tuan De Luca. Disarankan untuk membacanya juga, ya.

Love is blind. 𝚀uote yang cocok untuk menggambarkan hidup Adriano D’Angelo, bos mafia Tigre Nero yang memiliki jaringan terbesar di Benua Eropa. Dia jatuh cinta pada wanita bersuami, yaitu Florecita Mia.

Cinta yang begitu besar tak membuat Adriano mendendam, meskipun Mia telah menembaknya. Dia juga dibuang ke samudera oleh suami wanita itu. Adriano memilih menghilang dan menutup masa lalu.

Namun, takdir mempertemukan kembali dirinya dengan Mia yang telah menjanda. Wanita yang dulu pernah mencelakai, kali ini meminta bantuan Adriano untuk mengungkap pelaku dari pembunuh sang suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Crystal Flakes

Suara tawa riang Miabella terdengar begitu nyaring, dan menjadikan sebuah pemandangan baru di dalam mansion. Gadis kecil itu berlari ke sana kemari dengan begitu aktif. Sementara, Olivia yang saat itu baru menyelesaikan pekerjaan, merasa tertarik untuk mendekati putri sambung dari pria yang menjadi pujaan hatinya.

Olivia bukanlah pelayan di mansion itu. Adriano tetap menganggapnya sebagai seorang tamu. Akan tetapi, gadis manis tersebut senang menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas kecil. Dia menganggap hal itu hanya sekadar untuk mengisi waktu.

"Hei, Nona Kecil. Kenapa berlari-lari?" tegur Olivia lembut. Membuat Miabella terdiam seketika. Gadis cantik bermata abu-abu itu menatap ke arahnya dengan sorot yang aneh. Miabella belum mengenal wanita muda di hadapannya.

Melihat Miabella yang terdiam karena teguran darinya, Olivia pun tersenyum seraya mendekat. Dia setengah membungkukkan badan ke depan. "Jika kau berlarian, nanti kau bisa jatuh. Sayang sekali karena gadis cantik sepertimu sampai harus terluka," ucapnya lagi. "Apa kau ingin makan buah?" tawar Olivia kemudian. Mendengar kata 'buah', Miabella seketika mengangguk tanpa menjawab. "Baiklah. Akan kuambilkan. Kau suka buah apa?" tanya Olivia lagi ramah.

"Uva (anggur)," jawab Miabella dengan gaya bicaranya yang menggemaskan.

"Oh, baiklah. Ayo. Kau harus duduk manis di sini. Akan kuambilkan anggur untukmu. Jangan ke mana-mana, karena aku akan segera kembali," pesan Olivia dengan senyuman hangatnya.

Miabella kembali mengangguk. Dia lalu duduk di salah satu sofa dengan tenang. Sedangkan Olivia berlalu menuju dapur.

Sepeninggal Olivia, Miabella mengedarkan pandangannya pada setiap sudut ruangan mewah di sana. Ada banyak hiasan dari kristal dan juga keramik yang terpajang sebagai pemanis ruangan. Satu hal yang menarik perhatian gadis kecil bermata abu-abu tersebut, yaitu sebuah tempat lilin dari kristal. Benda itu terlihat begitu mewah karena modelnya yang sangat unik dan tidak biasa.

Miabella merasa tertarik dan segera turun dari sofa. Dia mendekat ke arah meja kecil dari marmer yang tidak terlalu tinggi, sehingga dirinya masih dapat menjangkau tempat lilin tersebut.

Awalnya, Miabella hanya memperhatikan benda yang terlihat sangat mengkilap itu. Lama-kelamaan, rasa penasaran mulai menghampiri. Tangan kecilnya terulur dan menyentuh tempat lilin yang terdiri dari tujuh buah rangkaian, dengan penopang berukir dan berwarna gold.

"Hei! Siapa kau?" tegur sebuah suara yang terdengar cukup tegas, sehingga membuat gadis kecil itu terkejut. Tanpa sengaja, tangannya menyenggol tempat lilin tadi hingga terjatuh dan pecah. Suara nyaring pun terdengar. Sedangkan, Miabella tampak ketakutan menoleh pada wanita berambut panjang, dengan wajah ketus dan tato yang menghiasi tubuhnya.

Mendengar suara ribut di sana, Olivia yang saat itu baru kembali dari membawa buah untuk Miabella, segera menghampiri gadis kecil yang hampir menangis itu. "Astaga, kau memecahkanya?" Olivia tampak sangat terkejut. Pasalnya, kepala pelayan yang bernama Calantha, pernah mengatakan bahwa tempat lilin tersebut Adriano beli dari luar negeri dengan harga yang cukup fantastis.

"Anak siapa ini?" tanya gadis yang tiada lain adalah Valerie. Dia baru kembali dari perjalanannya. Dalam beberapa tahun terakhir, gadis bertato itu memiliki hobi baru, yaitu panjat tebing. Dia akan pergi berkeliling Eropa, bahkan hingga ke luar benua hanya untuk menuntaskan hasratnya sebagai pecinta kegiatan ekstrim tersebut.

Melihat Miabella yang merasa ketakutan, Olivia segera mendekati gadis kecil itu. Sementara, Valerie masih dengan ransel besar di punggungnya. "Dia ... um ... ini adalah ...." Olivia terbata.

Belum sempat gadis berambut hitam tersebut melanjutkan kata-katanya, terdengar suara halus yang memanggil nama anak kecil itu. Suara yang sudah sangat akrab di telinga Valerie. Gadis berpenampilan eksentrik itu pun segera menoleh.

Mia sudah berdiri di sana dengan raut yang sulit untuk diartikan. Dilihatnya Miabella yang segera menghambur ke arahnya dan memeluk sang ibu.

"Nyonya? Sedang apa kau di sini?" tanya Valerie dengan nada bicara yang terdengar tidak bersahabat.

"Apa kabar, Val?" sapa Mia dengan senyuman lembut, seperti biasa yang selalu dia tunjukkan kepada gadis itu. Sebuah keakraban dan sikap ramah yang membuat Valerie terkesan kepadanya.

Namun, tidak kali ini. Valerie menatap Mia dengan penuh kebencian. "Apa yang kau lakukan di sini, Nyonya de Luca?" tanya Valerie lagi dengan nada bicara yang jauh lebih menakutkan. Tatapan tajamnya membuat Mia teringat akan cerita Adriano, yang mengatakan bahwa hanya Valerie yang mengetahui tentang kejadian penembakan di Pulau Elba beberapa tahun silam. Mia pun dapat memahami sikap tak ramah yang ditunjukan gadis itu padanya.

"Aku baru tiba di sini kemarin," jawab Mia mencoba untuk tidak terpengaruh intimidasi yang dilakukan oleh Valerie terhadapnya.

"Aku hanya bertanya 'apa yang kau lakukan di sini?'. Siapa yang mengizinkanmu untuk datang kemari?" Nada bicara Valerie kian meninggi, membuat Miabella makin merekatkan kedua tangannya yang melingkar di pinggang Mia. Gadis kecil itu semakin ketakutan, sehingga membuat Mia segera mendekap lalu mengelus rambut belakangnya dengan lembut.

Sedangkan, Olivia merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Dia memilih untuk menghindar dan berlalu dari ruangan itu.

"Aku datang kemari bersama Adriano," jelas Mia. Dia dapat memahami tatapan kebencian yang dilayangkan gadis itu kepadanya.

"Apa? Kakakku yang membawamu kemari?" Valerie tergelak. Dia merasa ada sesuatu yang lucu dengan jawaban dari Mia. "Untuk apa kakakku membawa istri pria lain kemari? Kau sungguh mengada-ada," cibir gadis itu dengan ketus.

"Mia adalah istriku sekarang." Suara berat Adriano menyela percakapan kedua wanita itu.

Miabella yang mendengar suara pria yang menjadi kesayangannya ada di sana, segera melepaskan pelukan dari Mia. Dia berlari kepada Adriano dan memeluknya. "Daddy Zio, aku takut," rengeknya seraya melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada Mia. Adriano segera menggendong gadis kecil yang terus menyembunyikan wajahnya.

Mendengar jawaban yang dirasa lebih mengada-ada dari kakak angkatnya tersebut, Valerie kembali tertawa lebar. "Apa maksudmu, Moy Brat? Jangan gila! Begitu terobsesinya dirimu kepada wanita ini sehingga kau ...."

"Itu kenyataannya, Val," potong Adriano masih terlihat tenang. "Suka atau tidak, Mia memang istriku saat ini. Mulai sekarang, kau harus membiasakan dirimu dengan kehadirannya dan tuan putri cantik ini," ujar Adriano seraya mengecup pucuk kepala Miabella. Dia tak sungkan menunjukan kasih sayangnya terhadap Miabella.

"Bella, ikutlah dengan ibumu. Aku harus bicara sebentar dengan bibi yang sedang kelelahan itu," ucap Adriano lagi dengan lembut. Dia lalu menurunkan Miabella dan memberi isyarat kepada Mia agar membawa putrinya dari sana.

Tanpa banyak bicara, Mia melakukan hal itu. Dia meraih pergelangan tangan Miabella, lalu menuntun gadis kecil tersebut menuju ke kamarnya.

Sementara, Adriano segera memanggil salah seorang pelayan untuk membersihkan serpihan dari tempat lilin yang telah pecah tadi. Tatapannya kini tertuju kepada Valerie, sang adik angkat kesayangan. "Apa kau tidak merasa terganggu dengan ransel itu, Val? Ayo turunkan dan kita bicara sambil minum. Kau butuh relaksasi," ujarnya seraya berlalu mendahului Valerie. Dia meletakkan ransel yang sejak tadi masih menempel di punggungnya. Gadis itu mendengkus kesal. Namun, Valerie segera mengikuti sang kakak menuju ruangan lain yang jauh lebih privasi.

Adriano menuangkan minuman ke dalam gelas kecil, lalu menyodorkannya kepada Valerie. Dia juga meletakkan sekotak cerutu di atas meja. Setelah mengambil dan menyulutnya, Adriano memilih untuk duduk. Hal yang sama pun dilakukan oleh Valerie. Dia ikut duduk, tapi tak menyentuh cerutu yang Adriano suguhkan. Gadis itu sudah mulai mengurangi kebiasaan merokoknya.

"Katakan apa yang terjadi selama aku pergi," pinta Valerie dengan gaya bicaranya yang khas. Terkesan tak acuh dan seakan tanpa aturan.

Sebelum menjawab pertanyaan dari adik angkatnya, Adriano terdiam sejenak seraya mengepulkan asap dari cerutu yang sedang diisapnya. Dia memang harus memberikan penjelasan kepada gadis itu. "Seperti yang telah kau dengar tadi. Aku dan Mia sudah menikah di Italia sekitar beberapa hari yang lalu. Kami menikah di gereja. Di hadapan seorang pendeta tentunya," terang Adriano. Dengan bangga, dia memamerkan cincin kawin yang melingkar di jarinya.

"Oh, luar biasa," keluh Valerie setelah meneguk minumannya. "Kau begitu memaksakan dirimu untuk dapat memiliki wanita itu. Aku sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Kakak!" ujarnya dengan nada protes. Sedangkan, Adriano hanya menanggapinya dengan sebuah tawa pelan. "Bagaimana bisa kau menikahi Mia? Lalu, kau apakan Matteo de Luca, sehingga dia bisa melepas istri tercinta yang selalu diperlakukan bagai sebuah barang pecah belah itu?"

"Aku tak akan mungkin bisa memiliki Mia, andai Matteo masih berada di dekatnya," jawab Adriano menatap lekat adik kesayangannya itu.

Sementara, Valerie tampak menautkan alisnya yang hitam. Dia belum memahami maksud dari jawaban Adriano, yang kini beranjak dari duduknya dan berdiri di dekat jendela. Pria itu menatap ke luar, pada halaman mansion dari sudut yang lain.

"Apa yang terjadi pada Matteo de Luca?" tanya Valerie dengan nada bicara yang terdengar lain dari sebelumnya. Gadis bertato itu mulai penasaran. Dia terus menunggu jawaban sang kakak, yang belum juga menanggapi pertanyaannya. Adriano masih asyik memandang ke luar dengan kepulan asap tipis dari cerutu tadi.

Beberapa saat pria itu terdiam. Pada akhirnya, dia menoleh kepada Valerie dan kembali menatap lekat sang adik. Adriano sangat mengetahui bahwa Valerie memang memiliki ketertarikan yang besar terhadap Matteo de Luca. Dia tak dapat menebak bagaimana respon gadis itu, seandainya Valerie mengetahui kenyataan yang telah terjadi kepada mantan dari ketua Klan de Luca tersebut.

Namun, tak ada alasan bagi pria bermata biru itu untuk merahasiakan hal itu. Valerie harus mengetahui alasannya, menikahi dan membawa Mia ke dalam mansion mewahnya.

Dengan langkah tenang dan terlihat sangat gagah, Adriano mendekat kepada sang adik yang masih duduk dalam posisi kaki kiri yang diletakannya di atas paha sebelah kanan. Pria itu menyandarkan sebagian tubuh pada pinggiran meja. "Matteo de Luca, telah mati terbunuh satu tahun yang lalu."

1
Dea Abdullah
harudang /Facepalm/
Dea Abdullah
nyesek smpe sini knp two hrs mati
Dea Abdullah
uku padamu author suka bnget/Kiss/
mery harwati
Aq jadi ketagihan setelah perjalanan dari Eidenburgh, kemudian ke Casa de Luca, lalu ke Monaco & sekarang aq akan coba berlayar ke Rusia dengan Carlo, tapi aq akan mampir sebentar di Arsenio 😍💪
mery harwati: Siap paduka🫅 titahmu akan kami laksanakan 🫡🤩😉
total 2 replies
mery harwati
Anak Adriano bener² cerewet seperti Daniela, tante tertuanya 😃
mery harwati
Ada typo kah di episod ini? Soal umur Adriana, ada yang menyatakan tujuh belas tahun, kemudian di paragrap bawah menyatakan lima belas tahun? 🙄
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙰𝚊𝚖𝚒𝚗, 𝙺𝚊𝚔. 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑
total 3 replies
mery harwati
Aq malah penasaran sama bapaknya Karl Mikhailov alias Carlo, karena jaman Adriano yang dibunuh olehnya adalah Alex kemudian Sergei Redimir, mereka berdua kakak adik & berasal dari Rusia, ooohhh baca ajalah ceritanya & nikmati roller costernya disini 😃😘
mery harwati
Ow Coco, jangan ganggu mereka berdua, diam kau Coco sang mantan casanova 😃
mery harwati
Jangan bilang ada hubungannya dengan Sergei Redimir di masa lalu itu Karl Mikolaiv 🫣🙄
mery harwati
Adriana sepertinya mewarisi sifat dari Valeri bibi angkatnya 😃
mery harwati
Ow Damiano, kau benar² membuat air mataku menetes karena kematianmu, tidak²...bukan kau yang membuat aq sedih Damiano, tapi authorlah yang membuat alur cerita novel ini menjadi roller coaster bagi readersnya😘 selamat thor kau berhasil memporakporandakan imajinasi readers dengan karyamu ini ❤️🥰💪
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙼𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚍𝚘𝚊 𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚔
total 3 replies
yuiwnye
adriano sdg mempersiapkan Carlo jd pendamping miabella
mery harwati
Oh Tuhan, jangan bilang Roberto de Lucca punya anak lain selain Matteo? Seperti kisah Valentino & Carlo, yang ternyata kembar, apakah Damiano tak tau rahasia Roberto saat masih muda? 🫣🙄
Elmida Alano: betul
total 1 replies
mery harwati
Mereka berdua akan bertarung & akan kah mereka berhenti bertarung karena wanita yang mereka sayangi tak mau mereka saling bunuh ? Penasaran akhir dari pertarungan Juan Pablo & Adriano🙄
Elmida Alano: ya tapi tidak sampai mati
total 1 replies
mery harwati
Apa rasa bersalah Juan Pablo setelah membunub Matteo & keluar dari Killer X yang menyebabkan Juan menyimpan lukisan Mia? Tapi belum sempat Juan masuk ke kehidupan Mia, keduluan sama Adriano? Ow semakin rumit klo ada rasa cinta didalam intrik² mafia 🫣
mery harwati
Adriano, bagaimana kabarmu bila tau Juan Pablo adalah anak dari Elang Rimba? Bahkan Juan sudah memerawani Giana adik tirimu? Akankah kau tetep membunuh Juan Pablo demi Mia karena kematian Matteo? Atw kah membiarkan Juan Pablo tetep hidup & jadi adik ipar mu Adriano? Ow pilihan yang sangat sulit 🙄👏
mery harwati: Siap 🫡 sehat selalu Thor & lancar rejeki juga 🤲❤️
total 2 replies
mery harwati
Otak encer Adriano akhirnya digunakan pada Juan Pablo & membunuh Lionel sang pembunuh Matteo tanpa harus mengorbankan nyawa dirinya sendiri atw orang² yang dekat dengan Adriano, setelah kejadian Menara Hitam yang mengakibatkan nyawa Coco hampir melayang 👏 tapi kabarnya bila Adriano tau bahwa Juan Pablo menyimpan rasa pada Giana adik tirinya Adriano 🙄
mery harwati
🤣🤣 memang harus ada wanita lain sebagai pembanding Francy, agar Francy tak merasa dirinya selalu dibutuhkan oleh Coco, akhirnya setelah kehadiran Monicqe barulah berasa kesalahan Francy yang mengabaikan Coco selama 5 tahun, 💪 Francy bila kau ingin Coco jadi milikmu seutuhnya & selamanya, berjuanglah dari awal lagi Francy 💪
mery harwati
Aq kok ngerasa, anak perempuan kecil yang ngasih bekal makanannya pada Adriano itu adalah Mia disaat dia abis ditinggal mati ibu kandungnya, alias sebelum pindah ke Venice & ketemu dengan ibu tirinya, klo memang bener seperti itu kisahnya, brati sebenernya Adriano yang lebih dulu ketemu Mia saat usia mereka masih kanak & remaja
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝚂𝚒𝚒𝚙, 𝙺𝚊𝚔. 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝
total 1 replies
yuiwnye
Juan 🧐🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!