Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAHHH
"Iyaa abah, ayo. Biar aku yang menyetir mobilnya" (Ucap Hafidz dan dibalas anggukan kepala oleh ayah Abidzar)
***
Karena jalanan tidak terlalu padat dipagi itu, Zahra beserta rombongan keluarganya pun hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai keresort milik Izzan. Dan ketika Zahra juga keluarganya baru saja turun dari mobil, tampak pria-pria berbadan tegap mengawal Zahra juga keluarganya. Tentu saja melihat hal itu, Zahra dan keluarganya sudah tidak kaget lagi. Karena selama mendekati hari pernikahan, Izzan selalu mengirim anak-anak buahnya untuk mengawal kemanapun dan kapanpun Zahra dan keluarganya pergi
Zahra pun terlihat dihimpit oleh kedua kakak perempuannya, Mujnah dan Fatimah. Lalu, ketika mereka masuk kedalam resort mewah milik Izzan betapa terkejutnya Zahra mendapati dekorasi pernikahannya yang sangat indah itu. Konsep dekorasi yang dominan berwarna campuran putih dan ungu, serta ditambah dengan adanya bunga mawar merah sangat memukau untuk dipandang mata
"Sangat indah" (Ucap Zahra pelan sambil menatap kesekelilingnya)
"Izzan sudah mempersiapkannya dengan sangat baik yaa?" (Ucap Mujnah menimpali perkataan Zahra)
"Yaa.. benar.. ini indaaah sekali" (Ucap Fatimah sambil tersenyum lebar melihat indahnya dekorasi pernikahan adiknya itu)
Dan mereka bertiga pun sampai ditempat ijab qobul Zahra juga Izzan diambil, Izzan tampak tak mengedipkan matanya melihat Zahra yang sangat cantik. Bahkan lebih-lebih cantik daripada saat hari pertunangannya dengan Zahra
"Kamu terlihat sangat cantik sayang" (Ucap Izzan sambil tersenyum manis pada Zahra, dan dia mengulurkan tangannya pada Zahra)
"Terimakasih.." (Balas Zahra yang juga memberi senyum manisnya pada Izzan, sambil menerima uluran tangan dari Izzan itu)
"Baik, sebelumnya pak Abidzar apakah anda yang ingin langsung menjabat tangan calon menantu anda untuk mengambil Ijab?" (Tanya penghulu pada ayah Abidzar)
"Tolong diwakilkan oleh anda saja pak penghulu" (Jawab ayah Abidzar pada penghulu)
"Kalau begitu, tuan Izzan.. Ayo jabat tangan saya" (Titah penghulu sambil mengulurkan jabatan tangan pada Izzan, dan dengan cepat diterima oleh Izzan sembari menganggukkan kepalanya sekilas)
"Saudara Izzan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Zahra Syifatunnisa binti Abidzar Lesmana. Dengan mas kawin berupa uang sebesar 1 triliun rupiah, tanah beserta bangunan rumah, dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai" (Ucap penghulu mengucapkan ijab)
"Saya terima nikah dan kawinnya Zahra Syifatunnisa binti Abidzar Lesmana, dengan maskawin tersebut dibayar tunai" (Ucap Izzan mengucapkan Qobul)
"Bagaimana para saksi?" (Tanya penghulu pada semua yang menjadi saksi ijab qobul pernikahan Zahra juga Izzan)
"Saahhh.."
"Sahh"
"Sahh, sahh"
Jawab para saksi serempak
Dan penghulu pun langsung mengucap doa untuk Izzan juga Zahra. Lalu setelah selesai berdoa, Zahra mencium punggung tangan Izzan. Izzan pun mencium kening Zahra untuk beberapa saat, Dan mereka berdua kini sudah berjalan kearah puade pelaminan, Izzan membantu Zahra untuk duduk dikursi pelaminan itu kemudian disusul olehnya
"Kamu pasti belum sempat sarapan ya?" (Tanya Izzan memulai obrolan dengan Zahra yang baru saja menjadi istrinya itu)
"Tadi sewaktu dirias, aku sudah sempat mengganjal perutku dengan buah" (Jawab Zahra sambil menundukkan kepalanya, Zahra merasa sangat canggung karena ditatap oleh Izzan dengan tatapan yang sangat manis)
"Baiklahh.. aku panggilkan pramusaji dulu" (Ucap Izzan sambil melambaikan tangannya memanggil salah seorang pramusaji yang terlihat sedang menghidangkan makanan untuk para tamu)
"Iyaa tuaan?" (Tanya pramusaji itu sambil menundukkan kepalanya memberi hormat)
"Bawakan aku dan istriku makanan, dan jangan lupa dessertnya" (Titah Izzan pada pramusaji itu)
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" (Tukas pramusaji sembari menundukkan kepalanya lagi, lalu dia berlalu pergi dari hadapan Izzan juga Zahra)
Dan setelah beberapa saat menunggu, kini pramusaji itu datang pada Izzan dan juga Zahra dengan membawa nampan atau baki makanan. Kemudian, diterima oleh Izzan dengan wajah yang sangat dingin
"Terimakasih" (Ucap Zahra sambil tersenyum pada pramusaji itu. Dan tanpa sadar, dia sudah membuat Izzan merasa cemburu)
"Eekhhemm! cepat pergilah" (Titah Izzan sambil mengibaskan tangannya pada pramusaji)
"Baik tuan, nona.. saya permisi" (Ucap pramusaji)
"Kenapa kamu dingin sekali seperti itu sih Zan?" (Tanya Zahra dengan wajah yang tidak suka pada Izzan)
"Aku hanya cemburu saja pada pramusaji itu, dia mendapat senyuman manis dari istriku ini. Sementara aku? aku selalu mendapat senyuman mengejek, tatapan sinis, dan juga perkataan sadis" (Jawab Izzan sambil terus memasukkan makanannya kedalam mulut)
"Hufftt.. sudahlah, aku tidak ingin ini diperpanjang" (Ucap Zahra sambil menghembuskan nafasnya, lalu ikut memasukkan makanannya kedalam mulut)