NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Kepergian Rizky

Laila dan Yusuf akan menginap satu malam di rumah orang tua Laila, Rizky terlihat berat meninggalkan pesantren tapi mau bagaimana lagi. Dia harus mencari uang, ayahnya sudah tidak sekuat dulu. Sedikit pun yang penting bisa membantu, dan mencari bekal untuk suatu saat nanti dia pasti akan menikahi seorang gadis dan gadis impiannya adalah Asila. Semuanya sedang menikmati makan malam bersama, Laila menyiapkan makanan suaminya dengan baik. Dia tahu suaminya sangat pemalu, walau berulang kali mertuanya meminta Yusuf untuk tidak sungkan-sungkan. Tetap saja Yusuf bingung dan Laila menyiapkan semuanya.

Yusuf, Rizky dan pak Abdul menyelesaikan makan malam mereka lebih cepat, ketiganya pergi ke ruang tamu untuk mengobrol bersama sambil menunggu adzan isya.

” Neng, ibu Maryam sebenarnya baik gak sih sama kamu. Ibu khawatir, ibu mimpi jelek-jelek terus neng akhir-akhir ini” imbuh Bu Jamilah dan Laila menyenggol tangan ibunya.

” Ibu pelan-pelan, kalau ustadz Yusuf denger gimana?”

” Ibu khawatir neng” lirih Bu Jamilah, sebagai seorang ibu, seorang wanita dewasa yang sudah 45 tahun menjalani kehidupan sangat tahu bagaimana mulut jahat para penggibah.

” Ibu Maryam baik, ibu tenang aja” Laila tidak mau membuat ibunya khawatir, tetap saja Bu Jamilah tidak tenang sekalipun Laila tersenyum lebar untuk meredakan rasa khawatirnya.

” Emang ibu mau jualan asinan buah sama kolek lagi nanti?” Laila mengubah topik pembicaraan dan ibunya mengangguk.

” Setiap tahun kan selalu begitu, do'ain aja semoga lancar. Ibu jualannya mungkin setelah tiga hari puasa” Bu Jamilah tersenyum.

” Kalau Laila dapat izin, Laila bantuin nanti”

” Enggak usah neng, ibu bisa sendiri. Kamu belajar yang benar, bukan pelajaran di sekolah saja yang penting ilmu Agama juga jauh lebih penting. Jangan sia-siakan kesempatan ya neng, jaga diri. Jaga perilaku” Bu Jamilah mengusap pucuk kepala anaknya lembut, Laila tersenyum lebar dan berharap serta berdoa semoga jualan ibunya lancar.

Setelah makan Laila pergi ke rumah Suci, cukup lama sampai-sampai suaminya pulang dari masjid Laila belum juga pulang dan Rizky yang akan menyusul adiknya itu. Yusuf duduk ditepi ranjang dan memperhatikan kamar istrinya, buku sekolah Laila masih tersusun rapi. Yusuf bangkit dan meraih satu-persatu buku istrinya. Dia tersenyum melihat catatan pelajaran di buku istrinya.

” Kamu udah nikah neng harus tahu waktu” Rizky kesal kepada Laila, Laila dan Rizky sedang melangkah bersama menuju pulang.

” Laila belum bicara banyak hal sama Suci, emang lama ya?

” Ya kamu kan udah punya suami, suami kamu ustadz Yusuf neng. Aa yang malu, ibu sama bapak yang malu" mengomel dan Laila mengangguk-angguk pura-pura mengerti.

” Aa besok pergi terus pulangnya kapan?”

” Ya lebaran lah, aa punya penghasilan sendiri tahun sekarang” Rizky merasa senang.

” Sombong, kerja juga belum. Aa emang beneran serius sama teh Asila?”

Rizky berhenti melangkah mendengar ucapan Laila.

” Kenapa bahas teh Asila?" pura-pura tidak paham.

” Laila tahu, semua santriwati tahu kalau aa ngirimin surat buat teh Asila.” Tutur Laila dan Rizky terkejut, Rizky mengusap wajahnya kasar dan berlari meninggalkan Laila.

” Aa tungguin, aa harus jelasin sama Laila. Aa" Laila terus berlari mengejar Rizky dan Rizky benar-benar malu jika benar semua santriwati tahu apa yang dia lakukan.

Setelah sampai di rumah Laila dan Rizky saling memukul dengan bantal, dan Rizky tidak mau menjelaskan apa-apa.

” Aa jangan begitu”

” Jangan bicara lagi neng” tegas Rizky.

” Aa buka” Laila mengetuk pintu tapi Rizky tidak mau membuka pintu, Laila mendengus sebal dan melangkah pergi ke kamarnya. Laila masuk dan terkejut melihat suaminya, bagaimana bisa dia lupa bahwa Yusuf sudah menunggunya.

” Abi ngapain?” Laila melihat suaminya sedang sibuk membaca buku-buku nya.

” Umi pinter juga ternyata” puji Yusuf dan Laila merebut bukunya di tangan suaminya itu.” Kenapa?” Yusuf tersenyum. Laila menggeleng kepala dan menyembunyikan buku yang sedang dibaca suaminya di belakang punggungnya.

” Duduk disini" Yusuf menepuk pangkuannya, Laila tersenyum lalu melangkah dan duduk di pangkuan suaminya. Tubuhnya yang mungil dan kecil terlihat menggemaskan dalam pangkuan suaminya.

” Kenapa umi berkeringat begini?” Yusuf berkata seraya mengusap kening istrinya.

” Laila habis gelut sama a Rizky" begitu jujur Laila menjawab sampai Yusuf tergelak.

” Ya abi sering mendengar kalau adik kakak itu tidak pernah akur, dulu Abi sama Salamah juga begitu” Yusuf tersenyum.

” Teh Salamah dulu seperti apa? ceritakan. Biar Laila punya senjata untuk melawan teh Salamah kalau teh Salamah ngomel” Laila menyeringai lebar.

” Jangan, Abi gak jadi cerita”

” Dih, curang”

” Sudah sholat isya?”

” Belum”

” Ya sudah sok sholat dulu”

Laila bangkit dari pangkuan suaminya dan pergi untuk mengambil wudhu, Yusuf merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah itu.

****

Keesokan harinya, Laila menangis karena akan berpisah jauh dari Rizky.

” Neng jaga diri baik-baik, jangan nakal ya neng” pinta Rizky dan Laila mengangguk.

” Aa jangan sampai salah bergaul di kota, jangan lupa sholat sholat sholat” kata Laila dan Rizky mengangguk.

Rizky berpelukan dengan adiknya, dengan ibunya, dengan ayah dan dengan Yusuf. Dia akan berangkat bersama kerabatnya menggunakan motor ke kota.

” Assalamualaikum” ucap Rizky seraya naik ke atas motor.

” Waalaikumsalam” jawab semuanya.

Laila dan Yusuf juga berpamitan untuk segera kembali ke pesantren.

” Jaga diri" Bu Jamilah berbisik seraya mengusap lengan putrinya. Laila mengangguk.

” Assalamualaikum” salam Laila dan Yusuf.

” Waalaikumsalam” jawab Bu Jamilah dan pak Abdul.

Laila memeluk pinggang suaminya, Yusuf menunduk sekilas karena tangan Laila tidak bisa diam meraba-raba perut ratanya. Laila terkejut dan berhenti saat punggung tangannya di cubit pelan oleh suaminya itu. Keduanya terkekeh-kekeh dan Laila menyenderkan pipinya di punggung suaminya.

Sesampainya di pesantren, Laila langsung disambut oleh Zaenab. Zaenab berlari saat melihat kedatangan Laila dan Yusuf.

” Umi" teriak Zaenab.

” Anak umi tuh" goda Yusuf dan Laila tersenyum.

” Assalamualaikum umi” Zaenab memeluk Laila erat dan Laila tersenyum.

” Waalaikumsalam, mau gendong gak?" Laila menggerakkan tangannya dan Zaenab mengangguk, Laila menggendong Zaenab dan mengayunkannya perlahan sampai Zaenab tertawa-tawa.

” Umi, Abi duluan”

” Iya Abi" Laila tersenyum dan mengajak Zaenab pergi.

Yusuf mengetuk pintu rumah dan Maryam melangkah untuk membuka pintu.

” Assalamualaikum”

” Waalaikumsalam”

Pintu pun terbuka, Maryam menyalami tangan suaminya dan mengajak suaminya masuk. Laila memperhatikan keduanya sejenak, lalu dia berusaha mengubur rasa cemburunya dan kembali melangkah.

” Ini dari Bu Jamilah” Yusuf memberikan rantang kepada Maryam. Dan Maryam menerimanya.

” Kita bagi tiga?" Maryam menatap suaminya dan Yusuf mengangguk.

” Itu adil" Yusuf tersenyum dan dia melangkah pergi untuk melihat ibunya.

Yusuf mengetuk pintu kamar ibunya dan Bu Nurjanah menoleh.

” Assalamualaikum bu”

” Waalaikumsalam, masuk saja” kata Bu Nurjanah dan Yusuf membuka pintu.

Yusuf tersenyum lalu menyalami tangan ibunya, dia kecup kening ibunya sekilas.

” Laila dimana?”

” Apa ibu tidak mau menanyakan anak ibu ini?" Yusuf tersenyum dan Bu Nurjanah mencubit lengannya.

” Laila dimana?” masih pertanyaan yang sama.

” Zaenab langsung mengajaknya bermain, nanti Laila juga kemari” Yusuf tersenyum lalu merapihkan kerudung ibunya perlahan.” Ada yang sakit Bu?”

” Ibu sehat-sehat saja nak” Bu Nurjanah tersenyum dan Yusuf tetap tidak percaya, ibunya sangat susah untuk dibawa ke dokter.

***

” Umi Laila” seru Aam dan menghambur memeluk Laila, Zaenab yang kesal karena terhimpit mendorong-dorong wajah Aam agar menjauh.

” Umi Laila kapan pulang?" Nurul tersenyum.

” Baru saja” Laila tersenyum dan Aam terus memeluknya.

Aam melepaskannya setelah Zaenab menangis.

” Maaf maaf" Aam merasa bersalah dan Zaenab terus menangis.

” Kalau teh Salamah tahu, habis kamu aam” Wawat menakut-nakuti.

” Teteh gendong ya sini” ajak Asila ingin menggendong Zaenab tapi Zaenab menggeleng kepala. Dia hanya mau digendong Laila untuk sekarang.

Dari kejauhan, Fatma memperhatikan semuanya dan tatapannya tertuju pada Laila.

” Itu siapa?” tanya Fatma kepada santriwati lain.

” Itu umi Laila, istri keduanya ustadz Yusuf”

” Apa?” Fatma merasa syok mendengarnya.

” Ternyata masih muda, aku kira tidak jauh beda dari ibu Maryam" gumam Fatma.

*****

Keesokan harinya, Laila sedang mengobati luka di tangannya karena kucing kesayangannya sendiri. Laila habis menjemur pakaian dan tangannya terasa perih.

” Assalamualaikum” suara Yusuf terdengar.

” Waalaikumsalam, Abi masuk saja gak di kunci” sahut Laila lalu Yusuf pun masuk.

Yusuf melangkah mendekati Laila.

” Biar Abi saja, perih pasti” Yusuf meniup tangan lecet dan berdarah itu lembut.

” Laila senang, mouza jadi teman Laila bobo kalau Abi gak ada” tutur Laila dan Yusuf menatapnya.

” Tapi Laila jangan diam kalau di cakar-cakar di gigit sampai begini" Yusuf khawatir.

” Ya namanya juga kucing, kalau manja begini.” Laila takut kucingnya di keluarkan dari rumah oleh suaminya.

Yusuf tersenyum dan terus mengoleskan obat merah ke luka di tangan dan di jemari istri kecilnya. Laila diam tidak berbicara lagi, dan terus memperhatikannya suaminya.

” Abi jangan pakai baju Koko ini lagi ya kalau keluar dari rumah” pinta Laila dan Yusuf menatapnya lekat.

” Memangnya kenapa?” bertanya sambil tersenyum lebar. Laila menggeleng kepala, baju Koko berwarna merah maroon yang kontras dengan kulit putih bersihnya. Laila tidak suka kalau ada santriwati yang memperhatikan suaminya begitu dalam.

” Abi bisa menebak isi pikiran umi saat ini” kata Yusuf dan Laila panik.

” Laila gak mikir apa-apa, Abi jangan aneh-aneh” Laila tidak mau suaminya tahu bahwa dia cemburu, Laila ingin bangkit tapi Yusuf menarik lengannya. Menahan gadis itu agar tidak pergi.

” Kenapa gugup begitu?” Yusuf tersenyum dan Laila menggeleng kepala.

Laila tidak mau berbicara karena takut ketahuan.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!