NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Reinkarnasi / Detektif
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rachma Widya

Berawal dari temuan rekan kerjanya atas kasus yang mereka tangani, ternyata itu adalah kasus pembunuhan berantai. Ernest kembali lagi teringat masa lalunya.

Penyelidikan kasusnya membawa Ernest kepada seorang Ketua Gangster bernama Thomas.

Karena tidak mendapatkan dukungan penuh dari kesatuannya, ditengah perburuan, Ernest tersebut jadi korban dan hampir meninggal.

Begitu pula dengan Thomas yang menjadi korban perampokan. Keduanya pun menjadi koma.

Sejak inilah Ernest jadi tahu kekuatannya. Lalu bagaimana dengan si pembunuh berantai yang bebas berkeliaran? Bagaimana Ernest menjalani hari - harinya dengan kekuatan baru itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachma Widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Gagal Jantung

Malam ini adalah malam yang ditunggu oleh Thomas (Ernest). Penyergapan Gerald dan David saat lomba balapan liar. Thomas (Ernest) tidak sabar untuk segera pergi ke lokasi. Dia sudah bersiap dengan penyamarannya.

" Kendaraan sudah siap bos, pasukan juga sudah disiapkan." Lapor Donny pada Thomas (Ernest).  Thomas (Ernest) mengangguk dan Tersenyum.

" Saya sudah tidak sabar untuk melakukan ini," Kata Thomas (Ernest) dengan semangat sambil bangkit dari duduknya. Dia berdiri di depan cermin dan melihatnya dirinya dengan memakai pakaian penyamaran.

" Tunggu dulu! Ada apa dengan wajahmu? Kamu tampak tidak sehat, Apakah seharusnya aku memanggil ke dokter untukmu?" Donny bertanya dengan cemas. Donny sangat mengkhawatirkan keadaan Thomas.

" Aku tidak apa-apa, sungguh aku tidak apa-apa. Mungkin aku hanya terlalu tegang, " Jawab Thomas (Ernest).

Sebenarnya Ernest sudah mulai merasakan tubuhnya itu tidak kuat lagi. Mungkin efek samping dari kecelakaan malam itu. Namun Thomas (Ernest) tidak ingin mengatakan kepada Donny, karena menganggap ini akan segera berlalu. Karena dia sudah terbiasa mengalami jantungnya berdetak dengan tidak stabil. Jika Thomas (Ernest) mengatakannya pada Donny, sudah bisa dipastikan bahwa dia tidak akan boleh ikut dalam misi itu.

Donny sendiri merasa heran dengan jawaban Thomas, tidak biasanya Thomas merasa tegang dengan apa yang dilakukannya. Donny selalu mengagumi Thomas karena Thomas adalah orang yang selalu siap dengan apapun.

Namun Donny tidak berani mengkritik apapun dari Thomas untuk sekarang ini. Thomas selalu banyak alasan dan menghindari beradu pandangan dengan Donny.

Baru saja mereka akan keluar dari istananya Thomas menuju mobil, Thomas (Ernest) langsung jatuh pingsan. Tentu saja hal itu membuat Donny sangat panik. Kali ini dia benar-benar yakin kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan Thomas.

Akhirnya Donny menelpon dokternya Thomas. Dia juga meminta beberapa perawat untuk mendampingi dokter tersebut, karena malam ini dia tidak bisa menemani Thomas. Donny meminta dokter dan para perawatnya untuk menjaga Thomas sementara waktu selama Donny tidak ada didekat Thomas.

" Pak Donny, Bagaimana dengan rencana kita? Satu jam lagi sudah tiba waktunya, dan sekarang kita harus sudah berada di sana," Kata seorang pengawal yang sudah berpakaian lengkap untuk balapan motor dengan Gerald dan David.

" Baiklah, panggilkan Andre kemari segera! " Jawab Donny. Dia merasa harus mengatur ulang beberapa bagian rencananya.

" Tolong yang lain bantu membawa Thomas ke dalam kamarnya," Perintah Donny kepada para pengawalnya. Kemudian Donny mengikuti mereka untuk masuk ke dalam kamar Thomas.

Andre adalah salah seorang kepercayaan Donny. Dalam hal ini Andre bisa dipercaya untuk mengatur ulang segala rencana darurat.

" Ya Pak, saya di sini. " Kata Andre ketika masuk ke dalam kamar Thomas.

" Ini darurat, kamu harus memimpin mereka. Waktunya tinggal sebentar lagi, kita jalankan sesuai rencana dan pemimpin rencana kali ini adalah kamu. Jika dokter dan para perawat sudah datang, Aku akan menyusul kalian." Donny menjelaskan pada Andre.

Andre tampak cemas, karena misi kali ini belum pernah mereka lakukan. Ini adalah misi terberat karena yang memiliki tujuan dari misi ini adalah Thomas. Setiap misi Thomas memang sudah seharusnya dipimpin oleh Donny langsung.

Tapi dengan keadaan darurat seperti ini, siap atau tidak siap, Andre harus berani menjalankannya. Dia tidak ingin mengecewakan Donny.

" Baik pak, akan saya memimpin mereka langsung sesuai perintah bapak." Jawab Andre mantap di hadapan Donny.

" Terima kasih, Andre. Misi kali ini saya sangat bergantung kepadamu, Maafkan saya sudah mengganggu waktu liburmu. Silakan koordinasikan kembali dengan yang lain, selalu monitor dengan saya, " Perintah Donny dengan tegas.

Sebenarnya dia merasa tidak enak terhadap Andre. Karena Andre sedang ambil libur untuk menemani istrinya yang melahirkan. Namun dia tidak percaya dengan yang lainnya karena itu Donny terpaksa memanggil Andre.

Andre dan para pengawal lainnya segera berangkat menuju lokasi penjebakan Gerald. Mereka berkoordinasi di jalan untuk mengatur ulang rencana penyergapan Gerald dan David.

Sementara itu di kamar Thomas, Donny melihat wajah Thomas semakin pucat. Bibirnya juga hampir membiru. Donny berjalan mondar-mandir di kamar itu. Berkali-kali dia melihat jam di tangannya.

" Ya Tuhan, 10 menit terasa lama sekali. Ke mana para dokter dan perawat itu. Seharusnya Thomas mempekerjakan mereka di dalam markas ini, agar ketika dia membutuhkannya tidak perlu menunggu lama seperti ini." Kata Donny pada dirinya sendiri. Dia merasa sangat kesal, bukan karena tidak bisa pergi, tapi karena kekhawatirannya pada Thomas.

Berkali-kali Thomas mencoba menghubungi dokter, namun teleponnya tidak diangkat mungkin karena sang dokter sedang berkendara menuju tempat Thomas.

Sementara itu yang terjadi pada Ernest adalah dia keluar dari tubuh Thomas. Ernest merasa bingung karena dia belum bisa kembali ke tubuh Thomas. Dia juga merasa energinya makin lemah. Untuk mencari Thomas pun dia tidak mampu.

Tiba-tiba Thomas muncul di hadapan Ernest.

" Kamu sedang apa? Kenapa kamu tidak pergi? Bukankah kalian sudah merencanakannya untuk malam ini?" Tanya Thomas yang mencemaskan Ernest.

" Aku tidak bisa kembali ke dalam tubuhmu. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi," Kata Ernest. Ernest terduduk lemah di lantai. Punggungnya bersandar ke dinding.

" Wajahmu pucat sekali. Ada apa ini, apa yang kamu rasakan?" Tanya Thomas mendekati Ernest. Dia berjongkok di hadapan Ernest karena ingin melihat wajahnya dari dekat.

Namun Ernest tidak menjawabnya, perlahan dia memejamkan matanya. dan tiba-tiba Ernest hilang dari hadapan Thomas. Thomas bingung dan panik.

Thomas mencoba memasuki tubuhnya sendiri. Karena dia mengira ini adalah waktunya untuk kembali. Berkali-kali Thomas mencoba memasuki tubuhnya sendiri namun tidak berhasil. Akhirnya Thomas menyerah dan dia memanggil Sang Penjemput karena dia sendiri tidak tahu harus apa.

" Tidak ada apa-apa dengan Ernest, dia hanya terlalu bersemangat sehingga memacu paksa kerja jantungnya. Tubuh kamu belum siap untuk itu, sementara Ernest sendiri masih belum sembuh jantungnya." Sang penjemput menjelaskan kepada Thomas.

" Apakah ini berarti dia akan mati? " Tanya Thomas kepada Sang Penjemput.

" Bisa jadi. Jika dia tidak mampu bertahan, dia akan mati meskipun jam pasirnya belum habis, " Jawab Sang Penjemput.

Thomas merasa kasihan kepada Ernest kalau dia harus mati sebelum tujuannya  tercapai.

Sementara itu dokter yang memeriksakan tubuh Thomas  memerintahkan Donny untuk segera membawa Thomas ke rumah sakit.

" Hei. Ada apa dengan tubuhku?" Thomas menghampiri para dokter dan perawat, dia bertanya pada mereka. Thomas lupa bahwa dirinya tidak terlihat dan tidak terdengar.

" Berarti Ernest menyerah, mungkin sebentar lagi kamu akan bisa kembali ke tubuhmu." Sahut Sang Penjemput.

" Keterlaluan si Ernest. Aku meminjamkan tubuhku agar dia bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, tapi dia malah menyerah. " Kata Thomas sambil memaki .

" Seharusnya kamu senang, ini berarti kamu bisa kembali ke tubuhmu, " Ujar Sang Penjemput.

" Saya rasa saya tidak bisa sesenang itu, " Thomas menggelengkan kepalanya.

Saat di perjalanan menuju rumah sakit, ternyata Ernest bisa kembali ke dalam tubuh Thomas. Dia sadar dari pingsannya dan itu membuat Donny merasa lega.

" Loh kok dia bisa kembali ke tubuhku lagi? Sebenarnya apa yang terjadi? " Tanya Thomas kepada Sang Penjemput.

Sang penjemputan tersenyum.

" Dia sempat tiada tadi," Kata Sang Penjemput sambil tertawa kecil.

" Apa maksudmu dengan sempat Tiada?" Thomas terkejut mendengar penuturan Sang Penjemput.

1
Sunny
hanna mau di culik?
Sunny
waduh .ernest sempat meninggal ya?
Sunny
keren ceritanya.
Sunny
sedih. kasihan Hanna.
Sunny
lanjut up thor
Yuiitsu
Uhuy, autho udah ke Gold aja nih..
monsoonblooms
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
coastbycoast
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
💎hart👑
masih maraton
💎hart👑
nah lho
💎hart👑
masih nyimak
💎hart👑
jejak dulu👣👣👣
Yuiitsu
Mampir yu ke novel baru ku yang berjudul "Menjadi Ratu Fillem"
rwidya: Terima kasih kak Yuiitsu sudah mampir. jangan lupa dukungannya ya kak, like dan favoritnya. otw "Menjadi Ratu Fillem" kak ...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!