NovelToon NovelToon
Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh

Status: tamat
Genre:Patahhati / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zandzana

Butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan kepercayaan seseorang dan tidak perlu waktu lama untuk kehilangannya.

Begitupun yang Indah rasakan. Rumah tangganya hancur berkeping-keping akibat perselingkuhan suaminya.

Setelah menjanda, Indah menjadi TKW di negeri Arab dan selama lima belas tahun dia meninggalkan ketiga anaknya.

Seluruh derita kerinduan dia pendam sendiri dengan satu tekad, bahwa dia akan jauh lebih baik setelah ini.

Perceraian itu meninggalkan trauma mendalam dalam hidupnya, hingga dia tidak lagi mempercayai cinta. Saat cinta mendekatinya, dia selalu menepisnya dan menganggap bahwa cinta itu akan kembali menyakitinya.

Ketika Indah menjadi jutawan, siapa yang akan meninggalkannya? siapa yang tidak tertarik padanya? bahkan sang mantan suamipun ingin kembali padanya.

Akankah Indah kembali pada mantan suaminya seperti yang diminta anak-anaknya??

"Kejahatanku adalah memercayainya. Hukumanku adalah pengkhianatannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zandzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fokusnya Kehandphone Saja

Pagi ini aku terbangun saat pintu belakang diketuk. Dari suara aku tahu jika itu adalah yuk Yana dan ibuku.

"Iya sebentar" jawabku dengan malas-malasan turun dari ranjang.

Segera aku berjalan menuju pintu belakang dan membukakan pintu.

"Sudah siang, bangun" ucap ayukku sambil menyerobot masuk.

"Masih ngantuk" jawabku sambil menguap lebar

"Loh, mertua dan iparmu tidak tidur disini Ndah? lanjut yuk Yana sambil tangannya mulai membereskan piring dan gelas-gelas kotor.

Ibuku ikutan juga mengumpulkan baskom-baskom yang penuh dengan piring-piring kotor.

Semalam, sebelum pulang, ibuku, yuk Yana dan ibu-ibu tetangga membantu mengumpulkan perabotan yang kotor bekas tamu undangan makan.

"Hei, ditanya malah diam" yuk Yana mengagetkanku dan masih belum fokus karena masih mengantuk.

"Pulang" jawabku singkat

Ibuku dan kak Yana diam mendengar jawabanku.

"Kaya ga faham mereka saja yuk. Kan bukan sekali ini mereka kaya gitu sama aku" jawabku melihat mereka diam

"Kirain setelah kalian rumah sendiri mereka bakal nginap" sambung yuk Yana.

"Sudah-sudah, pagi-pagi sudah ghibah" sela ibuku.

Yuk Yana terkekeh, aku melengos malas.

"Aku tidur lagi ya Mak" ucapku pada ibuku

"Nggak sopan, orang kesini mau bantuin, malah kamu mau lanjut tidur" kak Yana protes.

"Masih ngantuk yuk" jawabku

"Lah emang tidur jam berapa?" tanyanya

Aku mengacungkan jari telunjuk kearahnya sambil menguap lagi.

"Ini sudah jam enam, masa masih ngantuk. Kelewatan" omelnya

"Adam rese yuk, jadi aku tidur-tidur ayam" elakku

"Ya sudah, tidur lagi sana, biar Mak sama ayukmu yang beres-beres" jawab ibuku

Aku tersenyum senang kearah ibuku, yuk Yana mencebikkan bibirnya kearahku.

"Makasih ya Mak, dagh ayuk, kalau sudah selesai baru bangunin aku" ucapku sambil tertawa dan berlalu dari mereka.

"Hoi, ini yang hajatan siapa dan repot siapa? yuk Yana bersungut-sungut

"Yang hajatan aku, yang repot dan capek ayuk sama Umak" jawabku enteng

"Kurang ajar" jawab ayukku

Aku tertawa terkekeh dan berjalan meninggalkan mereka.

"Ah, enaknya punya ayuk dan umak, coba kalau hajatan tempat mertua, jelas yang jadi babu aku" ucapku dalam hati.

Sepeninggal aku, ibuku dan ayukku berjibaku membereskan dan membersihkan rumah dibantu juga oleh mbak Dian yang tak lama aku masuk kamar datang.

Bertiga mereka sibuk membersihkan rumah, aku yang langsung masuk kamar langsung nyenyak lagi karena memang masih begitu ngantuk.

Aku terbangun ketika Adam menangis, mungkin dia lapar atau popoknya yang sudah penuh. Kutepuk-tepuk pantatnya berharap dia tidur lagi, tapi teryata tidak, Adam malah makin kencang menangisnya.

"Mau bangun dek?" tanyaku dengan suara berat

Menggeliat sebentar, lalu aku duduk dan memeriksa popok Adam. Sinar matahari yang masuk lewat fentilasi sudah sangat terang. Aku melihat jam di dinding, ternyata telah menunjukkan angka sembilan lewat.

"Pantas, sudah siang" ucapku lirih. Lalu aku menoleh ketempat suamiku tidur, ternyata dia pun sudah tidak ada. Segera aku menggendong Adam mengajaknya keluar.

"Weeehhh, sudah beres" ucapku takjub ketika keluar kamar.

Kulihat rumah sudah rapih, perabotan yang kotor semua sudah bersih dan tertata parih, lantaipun telah kinclong dengan bau khas pembersih lantai. Dandang serta kuali yang kemarin dipakai untuk masak di api telah putih cling seperti baru lagi.

"Ya iyalah, siapa dulu yang membersihkan" jawab yuk Yana ketika melihatku masuk ke dapur.

Kudapati ibuku, yuk Yana dan Mbak Dian sedang sarapan.

"Kamu, suami bangun bukannya dibuati kopi, malah dia buat sendiri" ucap ibuku.

"Kan aku masih tidur mak" jawabku

"Jangan jadi kebiasaan, tidak baik" nasehatnya.

Aku mengangguk malas lalu ikut duduk bersama mereka. Adam sudah diam sedari tadi.

"Sayur kalau masih banyak nanti bawa pulang ya Mak, yuk, mbak" ucapku pada mereka.

"Tidak kamu suruh juga, sudah ayuk bungkusi" jawab ayukku

Aku tertawa mendengar jawabannya.

"Sekalian buat yuk Diana" jawabku.

"Sudah lengkap semua, nanti sampe dusun bakal ayuk mampiri kerumahnya" jawab ayukku lagi

"Kalau masih banyak, tetangga kiri kanan juga dibagikan yuk" kataku lagi

"Nggak papa bun?" tanya mbka Dian

"Ya nggak papalah mbak, toh nanti basi kan sayang. Mbak tau sendiri suami saya mana mau sayur angetan" ucapku lagi

"Nanti biar aku ya bun yang nganterin ketetangga" jawab mbak Dian lagi

"Makasih ya mbak" jawabku

Mbak Dian mengangguk sambil terus mengunyah.

Aku bangkit dari dudukku dan mengambil teko untuk memasak air panas untuk mandi Adam.

"Ayuk sama kakak sudah dimandikan mak?" tanyaku pada ibuku

"Sudah" jawab ibuku sambil meletakkan piring kotornya

Setelah air masak, mbak Dian segera membawa teko tersebut ke kamar mandi dan memasukkan kedalam bak mandi khusus untuk Adam mandi.

"Sudah siap bun" ucapnya sembari meletakkan teko kekompor lagi

"Makasih ya mbak" jawabku lalu masuk kekamar membuka pakaian Adam dan memandikannya.

Sekitar lima belas menit aku keluar lagi dari kamar membawa Adam yang sudah selesai aku mandikan.

Yuk Yana dan ibuku memilah perabotan yang tadi sudah mereka bersihkan untuk disimpan.

"Di lemari ini kan Ndah nyimpennya? tanya yuk Yana menunjuk lemari besar yang ada di dapur khusus tempat piring, gelas dan sendok simpanan ku.

Aku menganggukkan kepala. Aku tidak melihat mbak Dian, padahal aku ingin menitipkan Adam padanya karena aku mau mandi. Tapi karena dia tidak ada, aku lalu berjalan ke depan mencari suamiku. Ada baiknya Adam aku titipkan padanya saja.

Kulihat suamiku sedang melihat orang tarup sedang membongkar tenda. Ragu-ragu aku berjalan kearahnya.

"Sibuk nggak yah?" tanyaku setelah berdiri di sebelahnya.

Refleks suamiku menoleh yang tidak menyadari kehadiranku.

"Tidak" jawabnya singkat. Segera dimasukkannya *h*andphone yang sedari tadi dimainkannya kedalam saku celana.

"Titip adek ya Yah, aku mau mandi" ucapku.

Segera diraihnya Adam dari gendonganku lalu menjauh dari tukang tarup lalu duduk di teras.

Aku segera masuk kekamar mandi dan mengguyur tubuhku dengan air.

...++++++++++...

Siang menjelang sore hari setelah tenda selesai dibongkar, aku duduk di teras dengan ketiga anakku.

Aku memperhatikan ayuk dan adek bermain. Si kakak karena usianya masih empat belas bulan, dia sedang lincah-lincahnya berjalan. Dari tadi tidak mau diam, alhasil ayuknya lah yang capek mengejarnya jika dia sudah berjalan kehalaman.

Suamiku sudah sejak tadi masuk kekamarnya. Sewaktu aku masuk kekamar mengambil tisu basah tadi kulihat dia sedang senyum-senyum kearah handphonenya. Aku tidak peduli, biarlah. Aku tidak ingin menanyakan apa yang membuatnya tersenyum, takut nanti marah yang belum reda semalam kumat lagi.

"Seru ya bun ngurusi anak-anak" ucap yuk Yanti tetangga depan rumah sambil berjalan kearah kami.

"Capek yang jelas yuk" jawabku sambil bergeser duduk dan mempersilahkannya ikutan duduk.

"Kalau sekarang iya bun, tapi nanti ketika mereka sudah besar, bunda tinggal santai saja" jawabnya

"iya ya yuk" jawabku seraya tersenyum.

"Mending repot sekarang bun, jadi repotnya sekalian" ujarnya lagi

"Tapi aku kadang malu yuk, tetangga kita tidak ada yang anaknya rapat kaya aku" ucapku

"Halah, jangan dengarin ocehan orang bun, mereka cuma bisa ngomong, kan yang repot bunda, yang ngasuh juga bunda, bukan mereka" jawabnya lagi.

Aku mengangguk setuju mendengar jawabannya. Lalu kami berdua mengobrol ringan sambil ditemani teh hangat dan kue sisa semalam.

...++++++++...

Jam makan malam, suamiku tidak juga keluar dari kamar. Tadipun ketika maghrib dia tidak sholat, padahal aku sudah mengingatkan jika waktu maghrib akan habis. Tapi sepertinya dia terlalu sibuk dengan handphonenya.

Aku jadi penasaran, ada apa sih dengan handphonenya, kok sampai lupa makan dan lupa sholat. Dari tadi senyum-senyum saja kerjanya menatap layar ponselnya itu.

"Nggak mau makan yah?" tanyaku masuk kamar.

Dia menoleh sekilas kearahku dan kembali fokus ke ponselnya.

"Nanti" jawabnya singkat.

Aku meninggalkan kamar lalu beranjak kedapur mengisi piring ku sendiri. Porsi makanku memang sangat banyak, entah ini sudah kali keberapa dalam sehari ini aku makan.

Apalagi aku memberi asi untuk kedua putraku, jadi aku gampang lapar. Si Kakak, aku sapih sewaktu aku hamil enam bulan, lalu dia sufor. Tapi begitu adiknya lahir, dia kembali kuberi asi.

Aku makan di ruang tv, menemani ketiga anakku yang aku tinggalkan disana. Si ayuk fokus kefilm kartun yang saat itu sedang tayang, sementara kakak menciumi pipi adiknya terus sejak tadi.

Jika sikakak telah dengan adiknya, maka aku tidak boleh lengah, kakak masih belum ngerti, bahaya kalau aku tinggalkan mereka saja.

Pernah sekali aku tinggalkan mandi, ternyata muka adiknya ditutup nya sama selimut. Untung aku cepat tahu, kalau tidak bisa bahaya. Sejak saat itulah, aku ekstra hati-hati jika kakak sedang bermain dengan adiknya.

Jam sembilan malam, anak-anakku telah pulas semua di depan tv.

"Yah, tolong pindahin anak-anak" ucapku pada suamiku yang saat aku masuk ternyata sedang menelpon.

Segera dijauhkannya ponsel dari telinganya lalu memencet tombol, dan meletakkan ponsel tersebut di atas meja lalu keluar dari kamar.

"Loh kok ayuk sama kakak dibawa kesini yah?" tanyaku

"Biar anak-anak tidur sama bunda, ayah tidur sendirian di kamar depan" jawabnya sambil meletakkan Mikail disebelahku.

Tak lama diapun telah muncul lagi menggendong Naura, lalu meletakkan Naura disebelah Mikail.

Segera disemprotkannya anti nyamuk lalu mematikan lampu, lalu menutup pintu kamar.

Karena mengantuk, akupun tertidur tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun dengan tingkah suamiku.

1
Putra Putra
sequel ni crta kpn Thor?!? ( jgn php y Thor d tggu😍😍😍😍
Putra Putra
msh ada g y laki² kyk ozkan, mw buat mantu😍😍😍😍😍
Putra Putra
kluarga toxic mn yg jahat² pd jiun semua, yg tggal yg baik² aja
Sulfia Nuriawati
sequelnya Thor, Naura jg adik²nya kyknya seru tuh
Sulfia Nuriawati
season 2ada g? ttg Naura, jg adik²nya emir jg yg laonnya
Zandzana: in Shaa Alloh bun. SDH ada planning nya, doakan semoga cepat terealisasi
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
msh pny nyali buat pinjam duit stlh apa yg kalian lakukan dih amit²
Sulfia Nuriawati
andi btl² laki² g tw diri, saat miskin d hina d rendahkan stlh kaya berusaha d dekati kembali, ketauan paki model gn cm mau hartanya utk senang² g mikir perjuangan seorg wanita, ibu yg hrs tega berpisah dlm wktu lama demi mendpt kehidupan layak utk kluarganya
Sulfia Nuriawati
crta yg bikin semangat, keren, kalo lg suntuk bc ini bikin senangat lg
Sulfia Nuriawati
berhrp ada lanjutan dr crta ini y, dah ngulang bc tp ttp g bosan, semangat thor💪🏿💪🏿💪🏿💪🏿❤️❤️❤️❤️💞💞💞💞💞
Zandzana: in shaa Alloh bunda 🩷🩷
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
crta ini bikin ssh move on, wlw dah bc berulang ttp suka, byk othor² bgs crta bgs² tp crta ini g bs d hapus dr hati keren pokoknya udah mgulang ntah yg k brp x
Zandzana: terima kasih banyak bunda🩷🩷🩷
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
dendam yg bgs, jd lbh baik kg lbh sukses yg nyesalkan mantan jg kluarganya
Sulfia Nuriawati
bc crta udah d ulang² tp g bosen, ngaduk emosi banget seru kali, cm ak g puas ending nya kyk gantung gt thor, mn kisah naura jg g pasti🤗🤗🤗
Zandzana: terima kasih bunda yg menjadikan novel ini sbg bacaan yg diulang². next aku buat part 2 nya, kita buat versi Naura dan adik2nya. tp tentu sj tetap ada indah dan keluarga tercinta nya, terutama sama Abang tangan🤭
total 1 replies
NoorHasni Hamdan
Satu satunya novel yang mmbuatku mengalirkan airmata.cuma ketika indah dan ozkan bercumbuan tanpa batas ketika masih bukan muhrim sangat dikesalkan.Tapi kembali ke fitrah manusia yang yang bukan maksum..
Memang akan terpancing oleh godaan syaitan.Tahniah ya aurthor..hampir realistik novel garapanmu.salam dari peminat novelmu di Kajang Malaysia..sekali lagi tahniah..teruskan berkarya.
Lina Wati
? akun seru ceritanya 👆
Lina Wati
suka, bagus ceritanya, sampai ikut nangis bacanya 🥃😂😂👍👍👍
Sunarmi Narmi
Emirr yg pamit pulang aku yg Galau Thor /Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Smug//Casual/
Sunarmi Narmi
Berisi orang" yg penuh strategi...intine culas...krn politik.itu kejam...
aku klo di sruh milih mending sama yg di arap...tuan muda lagi 😆😆😆😆
Sunarmi Narmi
Ah...Authornya kebangetan..bikin nangis trus...😭😭😭😭..bojoku bilang kowe ki mumet po setres Maa......aku bilang Nangis mas...🤭🤭🤭
Sunarmi Narmi: Hooh..tpi ceritanya emang bikin gereget..jos
total 2 replies
Sunarmi Narmi
JANGAN DITIRU YA DEK YA..PERILAKU BUNDA YG BLM BISA MEMAAFKAN ORANG YG SDH MENINGGAL WALAU ITU SANGAT LAH DLM...INGAT ALLOH SAJA YG UMATNYA MURTAT DN MAU BENAR" TOBAT BISA MEMAAFKAN..KITA MAH APA...YG MENCIPTA KITA MAHA PEMAAF MASA KITA YG DICIPTA EGO NYA BESAR.....MAAF BUNDA ITU PENDAPAT AKU 🙏🙏🙏
Zandzana: karena luka dan perbuatan yg diberi laras semasa hidupnya kpd Indah betul2 membuat hati dan naluri Indah mati rasa
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Kamu beli saja Naura dan kasihkan ke Dimas biar klrg dimas klo ke tmpatmu ngak repot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!