Charlene seorang atlet panahan profesional terdampar di masa kerajaan eropa kuno. Dia memasuki tubuh Puteri Charlene yang memiliki paras seperti dirinya.
Seumur hidupnya, Puteri Charlene harus hidup sebagai Pangeran Arlon dan menjabat sebagai putera mahkota kerajaan Iceberg. Hal ini dikarenakan raja Arcton tidak dapat lagi memiliki anak untuk dijadikan penerus takhta.
Dua tahun sebelumnya, Duke Jason berhasil menggulingkan takhta Raja Arcton. Dia berhasil menghabisi seluruh anggota kerajaan kecuali sang putera mahkota Arlon. Tidak ada yang mengetahui bahwa Arlon adalah seorang wanita dan selama ini berhasil bersembunyi di dalam hutan sampai ajal menjemputnya, dan jiwa nya tergantikan oleh Charlene dari zaman modern.
Cerita ini adalah kisah jalinan cinta antara Charlene yang masih berstatus buronan dengan Raja Jason.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Matilda
Jason mengurung diri di dalam kamar nya, terdengar suara keributan dari dalam.
Dheen mengetuk pintu nya beberapa kali, namun tidak ada sahutan. Dengan berani dia membuka pintu yang sudah tak terkunci dan melangkah masuk.
Kondisi kamar benar - benar berantakan, Jason melampiaskan kemarahannya dengan merusak seluruh perabotan di kamar nya.
Terakhir kali Dheen melihat Jason seperti ini, ketika kedua orang tua nya meninggal.
"Dheen, apakah aku tak layak mendapatkan kebahagiaan? Kenapa setiap aku mulai merasa bahagia, maka kebahagiaan itu sendiri lekas menghilang bagai kan kabut pagi."
"Raja, hamba hanya meminta yang mulia berpikir tenang. Saat berpikir menggunakan emosi, maka solusi dari permasalahan itu sendiri tidak akan ditemukan. Cobalah yang mulia berpikir dengan kepala dingin."
Jason mengangkat wajah nya, "Menurut mu Dheen, apakah Charlene seorang wanita yang jahat?"
"Yang mulia ingin mendapatkan jawaban jujur dari hamba?"
"Ya"
"Menurut hamba nona Charlene wanita yang baik, tetapi nona Charlene bukanlah jodoh ideal untuk yang mulia. jika yang mulia ingin memperkuat posisi yang mulia hamba hanya bisa menyarankan yang mulia menikahi Puteri Matilda."
"Tapi aku tak mencintai nya Dheen."
"Tetapi cinta anda dengan nona Charlene hanya akan merusak kestabilan posisi anda, yang mulia."
Jason menatap tajam asistennya itu, "Apakah kau percaya padaku? Apakah kau percaya dengan kemampuanku? Apakah kau akan mengikuti semua langkah yang akan aku tempuh?
Dheen hanya menunduk, "Hamba percaya dan akan mengikuti yang mulia Raja sampai mati."
•
•
•
Di dalam penjara yang gelap dan bau, Charlene menatap dinding lengket itu dengan pandangan kosong. Ruangan itu benar - benar menjijikan, hanya beralaskan jerami yang entah sejak kapan tidak diganti, tembok nya penuh lumut dan terdapat cairan lengket di beberapa tempat. Belum lagi terdapat bau busuk yang menyengat, membuat Charlene mual dan muntah terus menerus.
Dia mengelus lembut perut nya, 'Aku harus bagaimana. Di satu sisi, kemungkinan ini adalah jalan terbaik untuk pulang ke zaman ku. Tetapi di sisi lain aku masih tidak Terima dengan perlakuan Jason. Belum lagi aku pun tidak tahu apakah aku hamil atau tidak.'
Pintu penjara dibuka oleh petugas, Charlene berdiri karena penasaran siapa yang menemui nya.
Seorang gadis cantik dengan gaun berwarna kuning gading, siapa lagi jika bukan Matilda.
"iyuh.. Sangat menjijikan di sini. Apakah kau tolol? Kenapa kau muntah di sini?"
Charlene mengangkat dagu nya, toh dia sekarang juga seorang tahanan, "Untuk apa kau kemari?"
Matilda tertawa, "Aku hanya ingin menyaksikan kehancuran mu, lihatlah dirimu sendiri, sangat menyedihkan. Bau mu pun sangat tidak enak."
Senyum sinis menghiasi wajah Charlene, "Pergi kau dari sini! Aku bertambah muak melihatmu di sini."
Dengan wajah jahat nya Matilda tersenyum, "Kau pikir siapa dirimu? owh iya aku lupa, kau adalah sang putra mahkota gagal itu kan? hahaha. kau sangat menyedihkan. Tidak kah kau ingin segera menemui ayah dan ibu mu? Aku dapat membantu mu."
Belum lagi Charlene mengerti maksud Matilda, tiba - tiba Matilda mengeluarkan botol yang berisi cairan, lalu berjalan perlahan ke arah Charlene.
"Apa maksud mu sebenar nya Matilda?"
Charlene berjalan mundur hingga tubuh nya menempel dinding yang lengket itu.
"Tenang saja Charlene, cairan ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, aku hanya ingin mengantarmu pada orang tua mu secara langsung."
Charlene berusaha menghindari ketika Matilda mendekatinya.
Matilda menangkap wajah Charlene dan berusaha meminumkan racun itu, bibir Charlene terus terkatup rapat, dengan sekuat tenaga dia mendorong Matilda dan berusaha lari.
Dengan semua kebenciannya, Matilda bangkit dan mendorong tubuh Charlene, hingga perut nya menabrak benda tumpul.
Tepat saat itu terjadi Jason sedang berkunjung ke penjara Charlene. Sungguh terkejut saat melihat kelakuan Matilda, Jason menangkap tangan Matilda, "Apa yang kau lakukan!"
Matilda sangat ketakutan saat melihat Jason, dia tidak menyangka pria itu akan mengunjungi Wanita yang sudah mengkhianati nya. Botol yang berisi racun pun jatuh ke lantai, dengan sigap Jason mengambil nya dan menyimpan di balik baju nya.
Jeritan Charlene kian keras, dia memegangi perut nya,dan tampak darah segar mengalir di kaki nya.
Jason yang panik segera menggendong Charlene, Matilda yang cemburu berusaha menghalangi Jason.
"Untuk apa kau mengurusi dia? Dia itu musuh mu Jason. Dia tidak pantas mendapatkan perhatian mu."
Dengan pandangan dingin Jason hanya mengucapkan sebuah kata, "Minggir!"
Matilda mencengkram ujung pakaian Jason, "Apakah kau tidak pernah mencintai ku? Aku sangat mencintai mu Jason. Ayo kita menikah, kita perkuat Iceberg bersama. Aku yakin ayah ku akan selalu mendukung mu."
"Maafkan aku Matilda, tapi aku tak pernah mencintai mu. Sekarang minggir lah."
"Tidak, aku tidak mau!! Biar saja budak murahan itu mati!! Aku tidak peduli!!"
Jason sangat emosi, berulang kali Charlene merintih kesakitan di dalam gendongannya.
"Prajurit apa yang kalian tunggu? Bawa Puteri Matilda ke kamar nya, dan kurung dia di sana. Jangan biarkan dia keluar dari kamar satu langkah pun!"
Tiga orang prajurit pun menangkap Matilda, berulang kali Matilda berusaha melepaskan diri tetapi para prajurit itu lebih kuat dari nya. Sosok Jason pun kian menjauh, Matilda semakin frustasi
"Jasonnn!! Aku lah yang layak untukmu!! Bukan dia!! bukan diaaaa!!"
Kemudian para prajurit itu menyeret Matilda sampai kamar nya, dan mengurungnya di sana.
Setiba nya di istana, Jason berlari dengan panik
"Dokter, cepat panggil dokter!!"
Tak lama kemudian dokter wanita pun datang, kemudian dia memeriksa kesehatan Charlene.
Raut wajah nya tampak sedih ketika Jason menanyakan keadaan nya.
"Maafkan hamba yang mulia, Nona Charlene kehilangan bayi nya. Usia kandungannya masih sangat muda. Semua tekanan yang ada membutuhkan sang ibu stres."
"Dia hamil?"
Sang dokter pun mengangguk. "Tapi maaf yang mulia, kini tidak lagi. Hamba turut berduka."
Jason tidak lagi menghiraukan dokter yang pamit atau pun para pelayan yang hilir mudik membersihkan sisa darah yang tertinggal di ruangan tersebut.
Jason duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Charlene, dia menyesali tindakannya telah meragukan wanita itu.
"Maafkan aku.. Maaf.. Tak seharusnya aku meragukan mu. Aku tahu kau mencintai ku sama seperti aku mencintai mu. Apakah kau sekarang membenci ku Charlene?"
Bagaikan terpanggil, kelopak mata Charlene mulai bergerak, secara perlahan dia membuka mata nya, dan menatap sosok Jason yang duduk di samping nya.
"Apa yang terjadi yang mulia?"
"Kenapa kau tidak bilang padaku jika kau hamil?"
"maafkan hamba, itu karena hamba sendiri tidak yakin dengan diri hamba sendiri yang mulia. Maafkan hamba juga telah kehilangan anak yang mulia."
Jason membelai lembut rambut Charlene.
"Tidak penting bagi ku, yang terpenting kau selamat. Rasa nya aku hampir gila saat akan kehilangan dirimu. Kau sangat berarti untuk ku Charlene."
Charlene menitikkan air mata nya, rasa haru menyelimuti dirinya, "Jika yang mulia memutuskan memilih hamba, lantas bagaimana dengan para bangsawan yang lain? Terutama Duke lizt."
Jason tersenyum tenang, "Kau jangan kuatir. Aku telah siap, dan aku harap kau mau bekerja sama dengan ku Charlene. Kita akan berperang."
"Hidup mati hamba hanya milik mu Raja ku."
mana di awal dateng ke istana dia sok berani, padahal dia status nya seorang pelayan.
lagian dunia yang dia tempati itu jaman monarki bukan dunia modern tempat asalnya, jelas hukum dan segala nya beda tapi dia malah sok berani ngelawan.
hmmmm...rasakan Matilda😠
jujurly aku suka banget i mean like beda gitu sama yg lain.
yah klw menurut aku ya tipe orang yg melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang yg berbeda" tidak hanya dari sudut pandang satu orang aja!
karya mu memang beda dan aku suka banget.
disini tuh si villain nya Matilda tapi klw seandai nya kamu buat S2 nya lagi dengan sudut pandang Matilda. sudah pasti yg jadi villain tuh si arlon 😢 jujurly sebenarnya selama aku mmbaca karya mu ini aku slalu memposisikan diri jadi Matilda, dan aku juga ngak menyalakan Jason dan arlon karna memang tempat berlabuh nya cinta tuh ngak ada yg bisa nebak .
klw seandainya kamu buat karya dengan sudut pandang Matilda, yah pasti arlon tu villain nya 🤭
apapun itu karya kamu bagus banget Thor penulisan dan tata bahasa mu juga sopan banget gampang di terima halayak! semakin sukses untuk semua karya mu Thor 😇 tetap sehat dan selalu bahagia Author 🙏