Warning! Khusus dewasa.
☕☕☕
Nuraini Safaruddin 19 tahun tidak menyangka, suami yang menikahinya adalah seorang pria loyo yang tidak bisa memenuhi nafkah batin istrinya.
Meskipun dirinya dianggap menjadi penyebab kedua orang tua suaminya itu meninggal, perempuan yang sehari-hari dipanggil Anik itu setuju dirinya dijadikan alat shock terapi membantu pria itu kembali normal.
Menjalani nikah kontrak dengan Agung Mahendra 27 tahun, di dalam kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung, hadir wanita yang mirip dengan seseorang dari masa lalu suaminya itu yang dirasa mampu membuatnya menjadi pria sejati.
Akankah Agung akan berpaling dari istrinya?
Akankah Anik pasrah dengan nasibnya ataukah akan berjuang merebut cinta suaminya?
Selamat mengikuti, like dan vote sebanyak-banyaknya ya, thanks.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27
Opak dan Ojak di ruangan Adelia, tidak ketinggalan Dina dan Mika membawa map kerja mereka. Berdua bawahan Adelia itu terpaksa lembur mengerjakan tugas yang numpuk dari si bos yang plin plan dalam mengambil keputusan.
"Dinamika," panggil Adelia menyambung kedua nama sekretarisnya itu sekaligus, yang sering jadi olok-olokan juga bagi karyawan lainnya jika memanggil salah satu dari mereka.
"Kalian ikut saya malam ini ke rumah sakit," kata Adelia sambil membolak-balik berkas.
Opak dan Ojak saja terkejut apalagi Dina dan Mika lebih kaget lagi. Siapa orang yang pernah diajak Adelia duduk satu mobil dengannya kecuali supir dan berdua Opak dan Ojak.
Sepertinya Dinamika ada kemajuan.
Dalam hati Kedua pasangan gay itu curiga apakah posisi mereka sedang terancam. Kalau Opak khawatir Ojak justru merasa senang, berarti harapannya untuk menguasai Opak sendirian akan segera terlaksana.
Ha!
Kedua orang bagian kesekretariatan itu yang tadinya menunduk, sekarang pandang-pandangan.
Sudah tertahan di kantor karena menyelesaikan deadline sekarang harus keluar lagi, hitung dua kali lembur kah?
Dalam pikiran Dina dan Mika terkoneksi lalu menoleh memandang Adel. "Ngapain kami diajak ke rumah sakit, Mbak?" tanya Dina yang paling lama bekerja dengan Adel menjadi agak sedikit berani dari Mika.
"Ngapain!?" Adelia melotot padanya, Dina mengkerut Mika ikutan mengkeret.
"Kalian saya gaji untuk melakukan perintah saya bukan sih!" Bentak Adel.
"Maaf Mbak. Cuma saya merasa sehat-sehat saja, tidak sakit." Dina menunduk menjawab takut-takut.
Hah!
Keempat yang lain di ruangan itu menahan senyuman tidak terkecuali Adel.
"Kita berlima akan ke Sibolon Internasional Hospital membesuk bukan mau berobat," jelasnya. "Ojak siapkan mobil saya, Dinamika ikut mobil Opak," lanjut Adel.
Oh.
"Baik Mbak," jawab Dina dan Mika serentak, tidak berani lagi membantah perintah perempuan berambut kecoklatan itu.
Ah, kirain mau berangkat sama! Kan luas mobil mbak Adel juga, ngapa harus pisah-pisah sih!
Kesal hati Ojak gak bisa bareng Opak semobil.
Asik.
Berbeda dengan Ojak, Opak malah senang dalam hati dia punya rencana akan pedekate dengan Mika malam.
Perusahaan Wicaksana bergerak di bidang distribusi bahan pangan pokok, baik produksi lokal maupun produk impor. Pemilik Supermarket terkenal yang telah memiliki cabang di seluruh pulau di negara I, sampai ke mancanegara. Rencananya mereka akan membangun sebuah Mall di ibu kota tapi keburu Tuan dan Nyonya meninggal dunia.
Jangan khawatir, Adel akan merealisasikan impian Papa dan Mama bersama Mas Agung.
Dalam hati Adelia menarik ujung bibirnya tersenyum sinis.
Tidak ada niatku mau membunuh orang yang telah mengadopsiku saat itu, hanya mau memberi peringatan terlebih dahulu dulu. Jadi bukan salahku, itu sudah takdir mereka meninggal sebelum waktunya.
Aku hanya ingin meledakkan Pengacara yang tinggal sendirian di rumahnya untuk mengamankan sahamku, tidak menyangka dia akan ikut dalam proses penjemputan Anik.
Kalau tau kan bisa disetel waktunya pas acara, lebih bagus lagi sekalian perempuan itu ikut mati hah....
Kesal Adelia. "Poin kedua revisi ulang, bahan baku terasi minta pakai bahan kualitas yang nomor tiga, ikan kalengan pilih yang kecil-kecil. Bahan-bahan langka kesempatan kita menaikkan harga, keluarkan setengah dari stok biasa."
Plak!
Adelia melempar berkas ke atas meja.
"Baik Mbak," jawab Dina mengambil map tugasnya lemas, besok terpaksa harus lembur lagi.
Mika menuggu dengan berdebar apakah hasil kerjanya bisa lolos kali ini atau sama seperti Dina masih harus merevisi ulang.
Opak memandang Mika, Mika juga tidak sengaja meliriknya. Saling senyum tanpa sadar, Adelia menggeleng melihat tingkah mereka.
"Bagaimana dengan persiapan ke rumah sakit?" tanyanya.
Suara Adel membuat kedua orang yang saling pandang itu terkejut, lalu memalingkan wajah menghadap Adelia.
"Bunga, buah dan Amplop semua beres Mbak," jawab Ojak cepat.
Kerja dengan Adelia harus ekstra konsentrasi untuk otaknya yang tidak terlalu bagus dalam mengingat berbagai macam hal kecuali urusan Opak, Ojak hapal mati di luar kepala.
Plak!
Gak lama berselang Adelia melempar map berkas tugas Mika, "poin yang saya lingkari silahkan direvisi ulang."
"Baik Mbak," jawab Mika cemberut mengambil map berkasnya, Dina tersenyum karana besok dia punya teman lembur bersama.
"Saya kasi waktu bersiap lima belas menit kita berangkat ke rumah sakit," ujar Adelia.
"Siap!"
Keempat orang ngacir keluar dari ruangannya, Opak dan Mika bersenggolan di pintu.
Deg deg deg... deg deg deg!
Jantung kedua orang berdebar lebih cepat dari normal.
Pintu ditutup tinggallah Adelia sendirian.
Hah!
"Agung."
"Suga."
"Agung."
"Suga."
"Agung."
"Su..."
Adel menggumamkan nama dua orang menghitung lembaran daun di dalam vas bunga di atas mejanya.
"Suga."
Akankah aku mendapatkan pentungan Suga malam ini...
*
Penata rias telah meninggalkan ruang inapnya, tinggallah Anik berdua dengan Agung. Pria yang berstatus suaminya itu memandangnya lekat tak berkedip, hum sinis dalam hati Anik.
"Kamu tidak akan memasukkan semua biaya perawatan kecantikan ini ke daftar panjang hutan-hutangku kan?" tanyanya.
Perempuan yang pantas, tenanglah dicky kamu akan mendapatkan malam pertamamu, ujar Agung pada Dicky.
Ini bukan yang pertama lagi bos, dulu sudah pernah sekali sama Mbak Adel, jawab Dicky pada Agung.
Tapi aku tidak merasa karena dalam keadaan tidak sadar!Ketus Agung pada Dicky.
Iya, iya, terserah! Jangan sampai kamu jatuh ke dalam pesonanya. Dicky.
Tidak akan. Agung.
Aku pegang cakapmu bos..
Hm. "Kalau kamu bekerjasama selama tiga tahun semua hutang aku anggap lunas!" Agung berkata tak kalah sinis masih menatap Anik dari ujung rambut sampai ujung kaki, sempurna dalam hatinya.
Dua orang yang akan melakukan hal romantis masih saja bersikap sinis, apakah malam pertama akan berhasil dengan manis?
"Ayo! Aku akan membawamu ke suatu tempat," ajak Agung menarik jemari tangan Anik keluar dari ruangan.
Anik mau saja dirinya diseret, kakinya tersandung hampir jatuh kalau saja Agung tidak cepat menahan tubuhnya.
"Aku tidak biasa pake high heels.. ish," ujarnya meringis kesakitan.
"Baiklah kalau begitu karena kita buru-buru, aku akan menggendongmu."
Akh!
Pekik Anik takut dirinya jatuh, Agung memang kuat mengangkat tubuhnya tapi karena rasanya seperti melayang Anik merasa gamang.
Doni membukakan pintu lift khusus untuk mereka, Agung masuk membawa Anik belum mau menurunkannya.
Santi ikut masuk ke dalam lift, dirinya berdiri di belakang bareng Doni. Malam ini ia akan ikut jadi saksi acara pembayaran cicilan utang antara Pak Agung Mahendra dan Nyonya muda Nuraini Safaruddin Bengkalis.
Tenangkan hatimu Anik jangan baper, hanya tiga tahun hutang lunas urusanmu dengannya juga selesai.
Dalam hati Anik.
Ting!
Tidak menunggu lama lift sampai ke parkiran khusus VIC.
Masuk ke dalam mobil barulah Agung menurunkannya, duduk berdua di jok belakang.
Ini mau kemana.
Batin Anik.
Santi masuk duduk di depan di samping Doni, asisten Pak Mahendra itu membawa mobil keluar dari parkiran.
Di pintu gerbang berpapasan dengan mobil Adelia, Agung membuang muka melirik Doni melalui spion depan.
Mengerti akan lirikan Agung, Doni mengangkat bahu tanda tak tahu. "Ada Detektif standby mengawasi gerak-geriknya Mas," jelasnya membuat hati Agung sedikit tenang.
Sementara Adelia yang melihat Agung, perempuan itu hampir gila melihat Anik berdandan sangat cantik duduk berdekatan dengan kekasih hatinya.
***tbc.
Like, komen, share 👍
atau agung dgn Lia
ayo kak😅😅😅😅😅