NovelToon NovelToon
Until The End

Until The End

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Prolog

Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong tidak mempedulikan guyuran hujan yang menimpa tubuh mungilnya. Ia berjalan tanpa alas kaki melewati jalanan penuh kendaraan yang berlalu-lalang.

Gadis malang itu berjalan tanpa arah. Bahkan ia tidak bisa merasakan dirinya sendiri, tubuhnya seperti melayang tanpa beban.

"Sayang.. jangan takut, kau tidak akan sendiri, aku akan menyusulmu." Gumamnya dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Meltic Resto cukup sepi malam itu, Alex sengaja meminta pihak restoran untuk tidak menerima tamu terlalu banyak demi menjaga kenyaman acara makan malam bersama keluarga Gysta. Mereka duduk di salah satu meja berbentuk bundar. Di depan mereka tersaji steak lengkap dengan sayuran, mash potato dan berbagai macam saus sesuai keinginan.

Gysta tampak anggun dengan blouse putih tanpa lengan yang dipadukan dengan rok selutut berwarna kopi susu. Aksen pita di depan rok menambah kecantikan gadis itu. Rambut bergelombang kecoklatan milik Gysta sengaja digerai malam ini.

Ini pertemuan pertama dua keluarga setelah acara tunangan hari itu. Demi menambah keakraban maka keluarga Arkan mengundang keluarga Gysta untuk makan malam.

Sarah juga cantik ditambah sedikit riasan yang biasanya tak ia gunakan. Namun demi acara malam ini, Sarah belajar make up dari you tube seharian ini.

"Seharusnya kita makan malam bersama sejak dulu." Ucap Alex saat mereka mulai menikmati makanannya.

"Kami tahu Pak Alex sibuk." Balas Reza, Papa Gysta.

"Ya." Alex mengangguk. "Tapi kita harus lebih sering makan seperti ini agar lebih akrab." Tambahnya.

"Tentu saja kita bisa sering bertemu." Sahut Mama Arkan.

"Saya senang Arkan bisa mendapatkan gadis secantik nak Gysta." Alex melihat Gysta yang tampak tersipu malu disebut cantik oleh calon mertuanya.

Arkan sibuk memotong steak miliknya yang daging bagian dalamnya masih merah. Arkan menukar steak nya yang sudah dipotong lebih kecil dengan milik Gysta yang masih utuh agar gadis itu lebih mudah memakannya. Untuk sesaat Gysta terkejut, walaupun ini bukan pertama kalinya tapi ia tidak menyangka Arkan akan melakukan hal tersebut juga di depan keluarganya. Untung saja mereka sama-sama menyukai steak yang dimasak medium rare sehingga bagian dalamnya masih sangat juicy.

Kedua orangtua senyum-senyum melihat Arkan begitu perhatian dengan Gysta. Sarah akhirnya bisa melihat Arkan yang sebenarnya, Arkan yang perhatian dan lembut. Adik kecil nya yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan menjadi sangat tampan.

"Gysta sering bercerita tentang Arkan sejak baru masuk SMA." Kata Mama Gysta yang baru saja meneguk air putih.

"Oh ya?" Mama Arkan mengangkat kedua alisnya, sedetik kemudian raut wajahnya berubah menyiratkan kesedihan karena dari dulu ia terlalu sibuk untuk sekedar mendengarkan cerita anak-anaknya.

"Gysta naksir Arkan duluan." Canda Papa Gysta membuat mereka tertawa kecuali Gysta yang mendelik pada Papa nya.

Arkan tersenyum bangga melihat Gysta dibalas cibiran oleh gadis itu. Dulu memang Gysta lebih dulu tergila-gila pada sosok Arkan. Sedangkan Arkan cuek saja namun tiba-tiba hari itu ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya di aula, perasaan yang sudah lama bersemayam di hati namun baru disadarinya.

"Nak Sarah lain kali main dong ke rumah." Ujar Mama Gysta melihat Sarah yang malam ini mengenakan gaun biru muda.

"Iya, nanti saya pasti berkunjung ke rumah Tante." Sarah tersenyum simpul, manis sekali.

Pecan pie dan cheesse cake disajikan di depan mereka usai menyantap menu utama. Awalnya canggung tapi mereka bisa akrab dengan mudah apalagi Mama Gysta yang cerewet tidak pandang tempat dapat mencairkan suasana.

"Ujian Nasional tinggal beberapa bulan lagi, semoga kalian bisa fokus untuk mempersiapkan hal tersebut." Ujar Papa Arkan.

"Tentu saja Pak, di luar sana banyak yang menawarkan bimbel persiapan UN." Gysta tersenyum sedangkan Arkan tidak mendongak sama sekali lebih memilih melihat cheesse cake di piring nya.

"Arkan mau ikut salah satunya?" Alex melihat Arkan. "Sama Gysta juga?"

"Nggak perlu Pa." Arkan mendongak menunjukkan senyum yang dipaksakan. Sungguh Arkan malas sekali harus bicara dengan Papa nya. "Gysta dan aku bisa belajar bersama tanpa pembimbing." Tambah Arkan dengan nada datar, tidak ada unsur kesombongan sama sekali di kalimatnya.

"Ya sudah, terserah kalian." Mama Arkan tersenyum mengerti pada jalan pikiran anak lelaki nya yang angkuh itu.

Mereka selesai menyantap semua hidangan lezat yang disajikan Meltic Resto malam ini. Arkan minta izin pada orangtua Gysta untuk mengajak Gysta pulang bersamanya.

Arkan membuka pintu mobil untuk Gysta, menutupnya kembali setelah memastikan gadis itu duduk dengan baik. Arkan benar-benar memperhatikan Gysta hingga hal kecil seperti ini.

"Orangtua kamu nilai aku cowok baik-baik." Ucap Arkan yang mulai menginjak gas menjalankan mobilnya keluar dari area parkir Meltic Resto. Dua mobil orangtua mereka sudah lebih dulu keluar area itu.

"Terus?" Gysta melihat Arkan.

"Seperti ada beban berat disini." Arkan menyentuh pundaknya sendiri. "Aku bukan orang seperti itu." Lanjutnya.

"Aku juga sebenernya mikirin hal itu, lama-lama pasti mereka tahu, tapi aku selalu berdoa supaya mereka tetap terima kamu seperti yang aku lakuin." Gysta mengembangkan senyum yang dipaksakan untuk menenangkan Arkan padahal dirinya sendiri juga tengah gelisah memikirkan hal tersebut.

"Aku pasti berjuang demi kita." Arkan tersenyum simpul membalas senyuman Gysta.

Gysta memperhatikan wajah Arkan dari samping. Entah itu hanya perasaannya, tapi Arkan terlihat pucat akhir-akhir ini. Gysta ingin menanyakan perubahan itu pada Arkan tapi takut jika pertanyaan tersebut akan menyinggung perasaan lelaki itu. Walau bagaimanapun selama ini Arkan sudah berusaha untuk menghentikan kecanduannya.

"Habis ini kamu mau kemana?" Tanya Gysta tidak mengalihkan pandangan dari kekasihnya.

"Pulang." Jawab Arkan tetap fokus mengemudi.

"Beneran ya?"

"Beneran." Arkan mengangguk sekali.

Mereka sampai di area perumahan rumah Gysta. Seperti biasa Arkan membuka pintu untuk Gysta, memastikan gadis itu keluar dari mobil dengan aman.

"Kenapa sih tangan kamu selalu gini kalau aku mau masuk atau keluar mobil?" Gysta meraih tangan Arkan yang tengah memegang bagian atas mobil.

"Takut kamu kepentok." Jawab Arkan disertai senyuman manis.

Mendengar ucapan Arkan rasanya Gysta terasa akan melayang menembus awan keluar angkasa. Ternyata selama ini Arkan menahan tangannya di bagian atas mobil agar kepala Gysta tidak membentur benda keras tersebut. Padahal Gysta tidak seceroboh itu untuk membentur mobil saat masuk atau keluar dari sana.

"Masuk gih." Titah Arkan.

Gysta diam sesaat, kaki nya sedikit menjinjit sedetik kemudian bibir nya mendarat di pipi Arkan dengan lembut. Gysta buru-buru menghilang dari sana, masuk ke dalam rumah meninggalkan Arkan yang terpaku disana.

"Gysta!" Panggil Arkan namun gadis itu sudah tidak terlihat. "One more please." Jerit Arkan seperti penuh penderitaan. Mereka belum pernah melakukan ciuman, ini pertama kalinya. Arkan gemas ingin menerobos pagar dinding di depannya lalu masuk untuk memeluk Gysta, mencium nya dengan serakah. Tapi sayangnya, Arkan tak segila itu.

Mobil Arkan melaju dengan kecepatan sedang, tapi bukan ke arah rumah nya melainkan ke arah kantor imigrasi. Arkan akan memberikan kejutan untuk kekasihnya besok.

1
Reena Azza
aku sllu setia bca kok thor...
tiap bca psti nyesek
di episode trkhr ini lbh nyesek lg coz sad ending 😭😭😥😥
Mirna: Gak semua cerita berakhir indah bukan? 😌
total 1 replies
Tusini Anwdmk
rajin up y thor..kumenunggumu...👍👍👍💪💪💪
Reena Azza
sad ending 😭😭🥺🥺
aku pkr arkan msh hidup smpe sneng aku thor...😥😔
Mirna: Berat banget pisah sama Arkan 😭
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Dikit banget sih Thor...CPT up LG y Thor..💪💪💪💪
Mirna: Ini kan update nya satu abad sekali 😂
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Mewek aku thooor 😭😭😭😭😭😭
Tusini Anwdmk
Aaaaaaaaaa baper aku Thor😭😭😭😭😭 so sweeet banget...
Tusini Anwdmk
Ada y Thor cowok Ky Arkan ...😀😀😀😀
Tusini Anwdmk
cocok Thor visualny ....aku suka👍👍👍
Mirna: Eh masih ada yang baca novel ini ya. makasih akak 😘
total 1 replies
Reena Azza
jgn lama2 lah thor up nya...
Mirna: Masih ada yang baca novel ini yak
total 1 replies
untari mustofa
aq harus senyum apa nangis.....
Reena Azza
smoga gysta gpp...
untari mustofa
kemarin masih berharap mereka dapat melukis cerita yg manis tenyata 😭😭😭 masih berharap ini hanya mimpi
OFF
knpa sad ending yaallah😭😭😭😭
Reena Azza
bau2 sad ending ini...😭😭😭
untari mustofa
masih berharap arkan baik2 saja😭😭
untari mustofa
lup yu kak
untari mustofa
aq masih setia kak jan lama2 upnya 😘😘
Reena Azza
jgn lma2 lah thor up nya...
roman2nya ni nnti sad ending deh...🥺🥺🥺
untari mustofa
biarkan arkan sembuh ya neng otor 😘😘 jan kejem2 deh ya 😂😂 upnya diseringin dong aq masih setia loh
Mirna: Makasih udah setia sama otor yang up nya seabad sekali 😍
total 1 replies
untari mustofa
setelah sekian purnama menanti....💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!