"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka
"Ketiduran pak" jawab Mentari asal
"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik
Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Asisten Brian lagi-lagi hanya diam melihat mentari dan Rionaldo seperti itu
"Ri.. jangan, bisa sendiri.. maaf ya" ucap mentari lalu ia pergi
Brian langsung melihat Rionaldo sekilas lalu ia menatap ke depan "Mentari ada urusan dengan bos saya, jadi jangan terlalu banyak terlibat dalam urusan mereka kalau tidak mau kecewa" ujar asisten Brian
Kata-kata Brian itu membuat perasaan Rionaldo jadi campur aduk antara kecewa, kesal dan penasaran jadi satu dihatinya
"Maksudnya?" Tanya Rionaldo
"Aku harus pergi, assalamualaikum" pamit Brian lalu berjalan cepat mengikuti mentari yang sudah semakin jauh
Rionaldo melihat Mentari pergi diikuti oleh Brian perasaan Rionaldo seakan semakin jauh dengan Mentari
"Mentari, semakin mempermantap pilihanku sama kamu tapi kenapa seakan-akan kita semakin jauh" Batin Rionaldo lalu ia jalan menuju parkiran mobilnya untuk pulang
Berbeda dengan Mentari yang baru sampai depan ruangan Arka bersama asisten Brian
"Bapak, gimana kalau pak Arka marah? Proposal, aku lupa bawa" tanya Mentari dan mengadukan isi pikirannya pada asisten Brian
"Masuk saja dulu, nanti dibicarakan setelah dalam ruangan" jawab Brian
Mentari mengetuk pintu dan Arka yang sudah menunggunya sejak tadi langsung menyuruhnya masuk
"Masuk"
Mentari masuk dengan muka menunduk sedangkan Arka sudah menatapnya pas membuka pintu
"Sudah dilamar masih juga cerita dengan laki-laki lain" batin Arka
Mentari yang sudah duduk dikursi depan Arka dan asisten Brian yang baru masuk langsung diusir oleh Arka
"Brian tunggu dimobil" ucap Arka membuat Brian langsung keluar dan pergi menuju mobil sedangkan Mentari mendengar suara Arka yang sedikit meninggi langsung menunduk takut lebih takut dari awal datang dengan Ronaldo
Arka melihat Mentari dengan tatapan kesal namun kalau mau marah tidak enak dengan model seperti kucing yang habis dipukul. Arka berdiri dan menghampiri Mentari diseberang mejanya
"Mentari kenapa menunduk dari tadi.. hmm?" perintah Arka dengan sedikit
Mentari dengan menghela napas sembari ia mengangkat wajahnya dengan tatapan didepan tanpa menoleh kesamping karena ia tau kalau Arka sekarang berada disamping dan sedang melihatnya saat ini
Arka melihat Mentari hanya nurut ia mencoba mengerjainya hitung-hitung ingin balas karena sudah membuatnya kesal hari ini
"Berdiri" bentak Arka yang membuat Mentari terlonjak kaget
Mentari berdiri dengan memejamkan mata sekilas sembari ia beristighfar dalam hati "astaghfirullah ya Allah"
Arka bingung dengan cara apa lagi agar rasa kesalnya hilang
"Mana cincin kamu yang bagus itu?" Tanya Arka dingin
"Mentari sudah kembalikan" jawabnya dengan lembut
"Kenapa jawabannya lembut ya, sehingga membuat saya tidak enak hati untuk mengerjainya" batin Arka
"Oh.. kenapa?" Tanya Arka lagi
"Tidak" jawab Mentari singkat
"Sudah lama kamu pacaran dengan temanmu itu?" Tanya Arka yang membuat Mentari kesal dengan kata-kata pacaran
"Siapa yang pacaran? Bukan bapak yang berdua-duaan dengan mbak galak itu" kesal Mentari..."ohh maaf, bukan mbak tapi calon tunangan" sambungnya
Arka malah senyum pada Mentari yang membuat mentari tambah kesal
"Kalau tidak ada yang dibicarakan, saya pergi sekarang pak" pamit Mentari dan ia berdiri
"Ayo" timpal Arka dengan meraih jasnya dan ia jalan melewati Mentari lalu ia membukakan pintu ruangan untuk mentari
"Ayo" ulang Arka lagi
Mentari yang kesal dengan melihat pintu sudah terbuka dan Arka yang menunggunya dengan sabar dipintu ruangannya. Mentari menghela napas lalu ia keluar dari ruangan itu melewati Arka depan pintu sambil mengucapkan "Terima kasih" ucap Mentari pas ditentangan Arka
Arka mendengar itu bukan menjawab malah ia mengikuti Mentari dan jalan beriringan yang membuat mentari tidak nyaman dengan posisi seperti itu
"Pak jauh-jauh" ucap Mentari lagi pada Arka
"Kenapa?" Tanya Arka lagi.. "buukaann kamu itu calon.." sambung Arka dengan menggunakan nada sedikit tinggi sehingga orang disekitar mereka menoleh
Mentari membulatkan matanya pada Arka "bapak gila" ucap Mentari lalu ia jalan dengan cepat menuju parkiran mobil
Dari jauh asisten Brian melihat mentari yang jalan begitu cepat dan Arka berjalan santai dari arah belakang dengan jarak sedikit jauh dengan Mentari
"Pak Arka dengan nona kenapa lagi?" Tanya Brian seorang diri dalam mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua itu
Arka yang melihat mentari berjalan cepat, ia hanya geleng kepala heran
"Bagaimana bisa aku menyukai gadis aneh seperti Mentari" batinnya dengan senyum disudut bibirnya tergambar jelas
Mentari sampai parkiran dan Brian dengan cepat membuka pintu mobil dan mempersilahkan mentari masuk. Sedangkan Arka yang jalan sambil memperhatikan Mentari yang sudah masuk mobil, dia dikagetkan dengan suara Santi yang memanggilnya
"Kakak" panggilnya sambil menggandeng tangan Arka
"Kenapa belum pulang?" Tanya Arka dingin dengan melepaskan tangan Santi yang berada dilengannya
"Kakak yang bawa aku kesini, aku gak punya kendaraan mau pulang" ujar Santi lagi dengan mengikuti arka yang jalan menuju parkiran
Santi dan Arka sampai parkiran sedang Mentari lagi santai main hp.
Asisten Brian melihat Santi itu bukan senang malah ia menatapnya tidak suka
Arka masuk dalam mobil bagian belakang tepat disamping Mentari. Sedangkan Santi membuka pintu sebelah bagian belakang
"Kamu ngapain disini?" Tanya Santi pada Mentari.. "keluar" sambungnya
Mentari yang lagi main ponsel langsung menoleh kearah suara
"Mbak jangan marah-marah bisa?.. aku lagi kesal nih" jawab Mentari yang membuat asisten Brian langsung melihat kebelakang lewat kaca spion depan
Arka yang mendengar itu hanya diam sedangkan Brian dengan cepat membela Mentari
"Benar kata nona.. kami disini tenang-tenang saja sebelum kamu datang" ujar Brian
"Kalian cocok" ucap Santi kepada Brian dan kemudian melirik Mentari
Arka melihat tatapan santi tidak suka pada Mentari dan menjodohkan mentari dengan asistennya itu membuat Arka ingin bersuara.
"Pak supir dengan yang numpang cocok ya kalau mereka nikah" ujar Santi lagi dengan berlagak sombong
"Gak pegal mbak berdiri terus, kasian lho kulit putihnya nanti hitam kalau berjemur" ucap mentari yang membuat Arka langsung menoleh kearah jendela dengan mengulum senyum.
Sedangkan Brian tidak kalah heboh "benar tu" dukung Brian lagi
"Kamu numpang kan disini?, ayo keluar atau duduk didepan dengan orang yang cocok dengan kamu.. aku mau duduk dengan kak Arka" ucap Santi lagi semakin ngelunjak tingkah dan ucapannya
Mentari yang malas pusing langsung mengambil tote bagnya dan keluar dari mobil lalu ia pindah duduk didepan samping sopir
Santi pun masuk dan duduk disamping arka. Santi tidak duduk diam dalam mobil, ia memegang tangan Arka dan sekali-kali ia menyandarkan kepalanya dibahu Arka
Arka melihat Mentari lewat kaca spion depan, sedangkan Mentari sibuk dengan ponselnya.
Mentari malas pusing dengan apa yang terjadi sekarang bukan ia cemburu tapi tidak tau hanya kesal kepada Santi yang seenaknya memindahkan dirinya sedangkan Arka tanpa melakukan pembelaan sedikitpun padanya
Asisten Brian tidak suka dengan kelakuan Santi itu, ia tiba-tiba rem mendadak yang membuat Santi terjatuh karena tidak memakai sabuk pengaman
"Aooww" ucap Santi dengan memegang dahinya yang terbentur kursi depan
Asisten Brian kembali mengendarai mobil dengan santai sambil memperhatikan Arka dari arah kaca spion depan mobil
"Brian antar santi dulu dirumahnya ya" ucap Arka lalu ia kembali diam
Selama dalam perjalanan Mentari dan Arka hanya sibuk dengan ponsel masing-masing. Mentari malah asyik main games yang ada diponselnya
"Yahh aku kalah" ujar Mentari dengan wajah lesu yang membuat asisten brian ketawa
"Nona hanya kalah main games sudah kurang semangat, gimana kalau kalah sama yang lain" ucap Brian pada Mentari dengan tujuan menyindir bosnya itu
"Kalah yang lain.. maksudnya?" Mentari bingung
Asisten Brian geleng kepala "nona perlu banyak belajar"
Mentari mendengar ucapan Brian itu ia langsung menjawab
"bapak, ini gara-gara aku lama bimbingan tidak pernah kelar-kelar" kesal Mentari
Arka yang mendengar itu hanya senyum sekilas tanpa menjawab. Sedangkan Mentari semakin kesal setelah mengingat Arka seenaknya berbuat
"Kalau Rionaldo gak mungkin abaikan aku seperti ini"
Mentari langsung menelpon Rionaldo
📞"Assalamualaikum Ri,.. dimana?.. gak ngomong dari awal sih" ucap Mentari disebrang telfon dengan nada lembut.. "iya deh.. pokoknya aku marah, assalamualaikum" ucap Mentari lagi lalu ia mematikan telepon dan membuangnya dalam tas
Mentari menoleh kearah asisten Brian
"Menurut bapak, lebih memilih orang yang perhatian atau orang cuek?" Tanya Mentari
"Perhatian" jawab Brian dengan cepat
"Orang yang bisa diajak bercanda atau orang yang suka marah-marah?" Tanya Mentari lagi
"Yang bisa diajak bercanda" jawab asisten Brian lagi
"Oke,. berarti sekarang aku harus berpikir sebelum bertindak" ucap Mentari lagi, kali ini ia ingin memancing Arka untuk bicara tapi sepertinya sia-sia karena Arka sampai saat ini hanya duduk diam
"Iya, segala sesuatu harus dipikirkan dulu baru bertindak supaya tidak menyesal" ucap Brian lagi
"Bapak memberitahu aku diwaktu yang tepat. Terima kasih ya bapak Brian" ujar Mentari lagi dengan senang.. "bapak bagus gak?" Tanya Mentari lagi dengan mengangkat tangannya memperlihatkan gelang yang dikasih oleh Rionaldo
"M&R" ucap Brian dengan ekspresi kaget yang membuat Arka ikut memperhatikan tangan mentari itu
Arka menoleh kearah lain setelah melihat gelang mentari itu. Arka kesal ditambah Santi yang selalu nempel sampai saat ini
"Brian antar dulu saya baru Santi" ucap Arka lalu ia kembali diam
Mentari mendengar itu ia kebingungan, sebenarnya dia mau dibawah kemana. Mentari kembali bertanya kepada Brian
"Bapak brian, aku mau dibawah kemana?" Tanya Mentari
Asisten Brian menoleh kearah Mentari lalu ia kembali fokus mengendarai mobil sehingga sampai di sebuah toko perhiasan.
Asisten Brian berhenti dan Arka keluar dari mobil yang diikuti oleh Santi
"Kamu kembali masuk dalam mobil" ucap Arka dingin... "Mentari keluar" sambungnya dengan nada tegas.
Mentari menoleh kearah Brian
"Ayo keluar" ucap Brian
Mentari keluar dari dalam mobil dengan cepat, "eeh.. pak Arka" teriak Mentari setelah Arka menarik tangannya menuju toko perhiasan itu
"Pak, lepasin" ucap Mentari lagi sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arka
"Pak malu dong" ucap mentari lagi
Arka tidak memperdulikan ucapan Mentari itu, ia anggap nyanyian semata dengan berjalan santai sambil memegang tangan Mentari
"Kalau bapak stres jangan ajak-ajak saya dong" kesal Mentari
...**SEMOGA SUKSES ❤️...
...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...
.......
.......
...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...
...👇...
...KOMEN, LIKE DAN VOTE...
...TERIMA KASIH 🙏**...