NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Cadangan

Terpikat Pesona Suami Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Perjodohan
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kecil, Mili selalu menjadi anak yang dianaktirikan, sementara Gea, adik kesayangannya, selalu mendapatkan segalanya. Saat perjodohan keluarga mempertemukan mereka dengan Andrew dan David, Mili terpaksa menikah dengan David yang dingin, sedangkan Gea memilih Andrew yang dianggap sempurna.
Namun, kenyataan berbalik. Andrew jauh dari harapan, sementara David justru menjadi suami yang tulus mencintai Mili. Diliputi penyesalan, Gea tanpa malu meminta Mili menceraikan David agar bisa merebutnya. Kali ini, Mili menolak mengalah. Dengan satu kalimat yang menohok, ia menatap adiknya dan berkata, "Kamu kira suamiku barang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sinar matahari pagi menerobos hangat melalui celah tirai, menyinari kamar utama yang tenang. Mili perlahan membuka matanya, menyambut pagi dengan senyuman kecil.

Hal pertama yang ia lakukan adalah mengeratkan pelukannya, menyandarkan kepalanya di dada bidang David yang terasa hangat dan kokoh.

"Selamat pagi, Sayang..." sapa David dengan

suara serak khas bangun tidur, menyunggingkan senyum tipis seraya mengusap lembut rambut istrinya.

"Pagi, David," jawab Mili manja, makin menyamankan posisinya dalam dekapan pria itu.

David mengecup kening Mili hangat.

"Hari ini kamu kembali belajar dengan para guru, ya."

Mili menganggukkan kepalanya patuh, mengingat jadwal pelajaran privatnya yang sempat tertunda kemarin.

Namun, ia mendongak menatap suaminya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Lalu hari ini kamu mau ke mana?" tanya Mili lembut.

David tertawa kecil, suara tawanya terdengar renyah dan penuh kehangatan—sebuah perubahan drastis dari sosoknya yang dulu selalu dingin dan kaku. Ia mencubit pelan hidung mungil Mili.

"Tentu saja aku harus bekerja, mencari nafkah untuk istriku yang paling manja ini," bisik David goda, membuat pipi Mili seketika merona merah.

David terkekeh pelan melihat rona merah di pipi istrinya.

Tanpa mengulur waktu, ia berbisik menggoda di telinga Mili, mengajak istrinya itu untuk mandi bersama sebelum memulai aktivitas hari ini.

Mili sempat tersipu malu, namun akhirnya mengangguk patuh.

Kehangatan dan kemesraan mengalir begitu saja di antara mereka, mengikis habis sisa-sisa trauma dan ketakutan yang kemarin sempat membayangi.

Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian rapi, mereka berdua turun menuju meja makan untuk menikmati sarapan pagi.

Suasana ruang makan terasa begitu tenang dan manis.

Namun, ketenangan itu mendadak pecah ketika langkah kaki yang tak stabil berdentam keras menembus pintu depan.

Andrew melangkah masuk dengan pakaian kusut, aroma alkohol yang menyengat, serta mata merah akibat bersenang-senang di klub malam hingga pagi.

Wajahnya yang tampak lelah dan sedikit mabuk seketika mengeras saat pandangannya jatuh ke arah meja makan.

Matanya menatap lekat ke arah Mili yang duduk anggun di samping David—dengan rambutnya yang masih setengah basah, kulit yang segar merona, dan aura kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.

Mereka sudah melakukannya?! teriak Andrew dalam hati, rasa terkejut dan panas terbakar menyengat dadanya.

Ia mengepalkan tangan di samping tubuh. Kenapa? Kenapa Mili tidak takut dengan monster ini? Harusnya wanita itu ketakutan dan melarikan diri!

Di meja makan, David bahkan tak menghentikan suapannya.

Dengan tenang, ia mengoleskan selai pada roti panggangnya, lalu meneguk kopi hitamnya santai.

Tatapan matanya yang tajam dan dingin menyapu sosok Andrew yang berdiri menyedihkan di ambang pintu ruang makan.

"Apa kamu salah rumah, Kakakku?" tanya David santai, melanjutkan menikmati roti panggangnya seolah kedatangan Andrew tak lebih dari sekadar angin lalu.

Wajah Andrew seketika memerah, antara malu terpergok bersikap aneh dan pengaruh sisa-sisa alkohol yang masih membakar kepalanya.

Ia terbatuk kecil, membetulkan kerah kemejanya yang kusut untuk menutupi rasa salah tingkahnya di hadapan David dan Mili.

"S-salah rumah bagaimana? Ini juga rumah keluargaku kalau kamu lupa, David!" kilih Andrew dengan suara yang sedikit serak dan agak ganjil.

Agar tidak makin terlihat bodoh, Andrew langsung mengalihkan pandangannya dan berteriak menutupi kegugupannya, "Bibi! Bi! Siapkan aku sarapan dan kopi hitam pekat sekarang! Cepat!"

Setelah melampiaskan rasa salah tingkahnya pada pelayan, pandangan Andrew kembali tertuju pada Mili. Kilat nakal dan penuh provokasi mendadak muncul di matanya yang merah.

Dengan langkah sedikit sempoyongan namun dibuat sok elegan, ia berjalan mendekati meja makan, sengaja memotong jarak menuju tempat duduk Mili.

"Selamat pagi, Mili..." sapa Andrew dengan nada suara yang dibuat-buat manja dan menggoda.

Wajahnya membungkuk sedikit ke arah Mili, memperlihatkan senyum miringnya.

"Wah, segar sekali pagi ini. Rambut basahmu makin membuatmu terlihat... sangat cantik dan memikat. Sayang sekali kalau pagi seindah ini kamu hanya melewatkannya dengan pria membosankan seperti David."

Mendengar godaan lancang itu dan mengendus aroma alkohol yang menyengat dari Andrew, tubuh Mili bergetar pelan. Rasa tidak nyaman menyelimuti dadanya.

Namun, bukannya ketakutan atau berpaling, Mili justru langsung meraih dan menggenggam erat tangan David di atas meja.

Jemari lenturnya menyatu kuat dengan jemari tegap suaminya, menyalurkan rasa percaya dan penegasan utuh bahwa tempatnya hanyalah di samping David.

David tertawa dingin melihat tangannya yang digenggam erat oleh Mili.

Dengan santai, ia mengangkat tautan tangan mereka ke atas meja, memamerkan keharmonisan mereka tepat di depan mata Andrew yang membara.

"Kenapa, Andrew? Apa belaian istrimu di rumah kurang sampai kamu harus berkeliaran pagi-pagi begini dan mengganggu istri orang lain?" ejek David dengan nada sinis yang penuh kemenangan.

Ucapannya menohok tepat di dada Andrew. Bayangan Gea yang dingin dan hubungan pernikahan mereka yang hampa seketika terlintas di kepalanya, membuat rasa hina dan amarahnya makin memuncak.

Sret!

Andrew mencengkeram erat jemarinya sendiri di samping tubuh, hingga buku-buku jarinya memutih dan kuku-kukunya hampir menembus kulit telapak tangannya.

Gigi-giginya bergemelutuk menahan gemuruh emosi yang nyaris meledak.

Tepat saat itu, Bibi datang tergesa-gesa sambil membawa secangkir kopi hitam pekat yang berasap dan meletakkannya di dekat Andrew.

Tanpa membalas ejekan David, Andrew langsung meraih cangkir tersebut dan meminum kopinya sekaligus—mengabaikan rasa panas yang membakar lidah dan tenggorokannya, berusaha keras menyiram gejolak amarah dan rasa malu yang mencekik dadanya.

Dengan napas memburu dan dada yang naik turun, Andrew menghempaskan cangkir kopi yang kini kosong ke atas meja hingga menimbulkan suara benturan yang cukup keras.

Rasa pahit dan panas kopi itu sedikit menetralkan rasa kantuk dan pengaruh alkoholnya, namun sama sekali tidak mengurangi rasa panas di dadanya.

Ia menatap David dan Mili yang masih saling menggenggam tangan dengan tatapan penuh dendam.

"Kalian pikir... kalian bisa bahagia seperti ini selamanya?" bisik Andrew sinis dengan senyum miring yang terukir di bibirnya.

"Kita lihat saja sejauh mana ketahananmu, Mili. Ketika kamu benar-benar sadar pria seperti apa yang sedang kamu peluk setiap malam..."

"Andrew," potong David dingin. Suaranya tidak keras, namun sarat akan ancaman yang membuat atmosfer di ruang makan seketika membeku.

David perlahan melepaskan genggaman tangannya dari Mili dan berdiri dari kursinya.

Postur tubuhnya yang tinggi tegap membayang-bayangi Andrew, memperlihatkan dominasi penuh.

"Jaga bicaramu sebelum aku sendiri yang menyeretmu keluar dari rumah ini," tegas David dengan tatapan mata setajam sembilu.

"Pelayan, antar Tuan Andrew ke luar. Panggilkan sopir untuk membawanya pulang ke rumahnya sendiri."

Andrew terkekeh parau, menyapu sudut bibirnya dengan punggung tangan.

Walau memendam amarah yang luar biasa, ia tahu bertindak gila di rumah David saat ini hanya akan mempermalukan dirinya sendiri di depan para pelayan.

"Aku bisa keluar sendiri," dengus Andrew kasar.

Ia memutar badannya dan melangkah pergi menyusuri koridor dengan sempoyongan, meninggalkan ruangan itu sambil membawa kepulan dendam yang makin membara dalam jiwanya.

David menggelengkan kepalanya pelan, menghela napas panjang seraya menatap kepergian Andrew yang kian menjauh.

Ia kembali duduk di samping istrinya, menatap wajah lembut Mili dengan tatapan penyesalan.

"Maafkan aku, Sayang... Kamu jadi harus melihat drama kolosal di keluargaku pagi-pagi begini," ucap David parau sambil mengusap lembut jemari Mili.

Mili tersenyum tipis, menggeleng pelan untuk menenangkan rasa bersalah di mata suaminya.

"Tidak apa-apa, David. Aku paham."

Setelah menghabiskan sarapan pagi yang sempat terganggu itu, David beranjak berdiri dan merapikan jas mewahnya.

Ia bersiap untuk berpamitan pergi bekerja ke kantor.

Namun sebelum melangkah, David membungkukkan tubuhnya sedikit, menatap lekat kedua mata cantik Mili dengan senyum misterius yang penuh ketegasan.

"Ingat, Sayang... Belajar yang rajin hari ini. Kita tunjukkan siapa kita yang sebenarnya saat resepsi pernikahan Andrew nanti," bisik David mantap, menyiratkan rencana besar yang sudah ia siapkan untuk membungkam kesombongan kakak tirinya.

Mili menganggukkan kepalanya paham. Dengan penuh kasih sayang dan keberanian baru yang tumbuh di dadanya, Mili berjinjit sedikit dan mencium bibir suaminya hangat.

"Hati-hati di jalan, Suamiku," bisik Mili lembut di depan bibir David, melepas pria itu pergi dengan pijak kemenangan pertama mereka hari ini.

1
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
Yensi Juniarti
ayo mili tunjukan ke gea kalau km lebih dari segala galanya .... 🥰🥰🥰
Yensi Juniarti
bahagia menyertai mu Mili...🥰🥰
Yensi Juniarti
🥰🥰🥰🥰 semuanya milik Mili
Yensi Juniarti
lanjutkan 🙏🙏
Rian Moontero
lanjooott👍😍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!