Di siksa oleh ayah kandung, ibu tiri dan adik tiri hingga di sekolah pun dirinya di bully karena sangat bodoh dan culun hingga masuk kuliah. Penderitaannya tidak berlanjut di situ kekasih yang dicintainya berselingkuh dengan adik tirinya hingga dirinya di bunuh dan mayatnya di buang di makam tua.
Roh orang mati masuk ke dalam tubuh gadis itu dan melakukan balas dendam yang telah menyakiti pemilik tubuhnya.
Hingga akhirnya dirinya di jodohkan oleh keluarganya dengan seorang pria yang lumpuh dan buta.
Adakah cinta di antara mereka ataukah mereka akan berpisah?
Dokter Angel anak dari pasangan dokter Dennis dengan dokter Elisabeth menyelamatkan seorang pria yang tergeletak di jalan dan membawanya ke rumah sakit.
Dirinya tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat lamanya dan dirinya juga tidak menyangka pria yang diselamatkan adalah asisten suami sahabatnya.
Pria itu selalu ada di saat dokter Angel sedang terluka. Pria itu selalu mengejar - ngejar dokter Angel tapi hati dokter Angel sudah tertutup untuk pria lain sejak dirinya dikhianati. Akankah pria itu berhasil menyembuhkan luka dokter Angel atau menyerah dan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya.
Ikuti yuk kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam dan Cinta
" Berhenti di sini saja." Ucap Claudia tanpa menjawab ucapan tuan Adrian
Tuan Adrian menghentikan mobilnya dan melepaskan sealbeltnya lalu mengangkat tubuhnya ke arah Claudia dan meletakkan ke dua tangannya masing-masing ke sisi kanan dan ke sisi kiri.
" Apakah kamu mencintaiku?" Tanya tuan Adrian lagi sambil menatap mata indah Claudia.
" Aku..." Ucap Claudia berhenti karena dendam dan cinta seimbang membuatnya bingung memilihnya.
( " Jika aku memilih cinta maka aku tidak ada waktu untuk berfikir untuk membalas dendamku tapi jika aku berfikir membalas dendam belum tentu mendapatkan pria sebaik kak Adrian." Ucap Claudia dalam hati ).
" Aku akan menunggumu dengan sabar." Ucap tuan Adrian sambil menatap bibir Claudia )
cup
" Aku sangat mencintaimu dan aku harap kamu membalas cintaku." Ucap tuan Adrian sambil mengecup bibir Claudia yang sudah menjadi candunya.
Ciuman singkat membuat tuan Adrian menginginkan lebih terlebih Claudia tidak menolak ciumannya. Tuan Adrian ******* bibir Claudia sambil tangan kirinya menarik tengkuk Claudia agar ciumannya lebih dalam.
Tidak berapa lama Claudia menepuk punggung tuan Adrian karena dirinya hampir kehabisan oksigen. Tuan Adrian melepaskan ciumannya kemudian mengusap bibir Claudia yang basah akibat ulah dirinya.
" Aku ingin secepatnya menikah denganmu." Ucap tuan Adrian sambil menyatukan keningnya ke kening Claudia. Claudia hanya tersenyum dan membelai wajah tuan Adrian.
" Ada sesuatu yang harus aku kerjakan jika saatnya tiba dan memang ditakdirkan untuk bersatu kita akan menikah." Ucap Claudia sambil tersenyum manis.
cup
" Terima kasih sayang, aku akan setia menunggumu." Ucap tuan Adrian sambil menarik tubuhnya karena dirinya tidak ingin berlama-lama di tubuh Claudia karena bagaimanapun dirinya adalah pria normal.
" Aku turun dulu, besok aku kuliah dan kak Adrian kerja." Ucap Claudia sambil membuka sealbeltnya kemudian membuka pintu mobil.
Tuan Adrian dan Claudia turun dari mobil kemudian tuan Adrian berjalan ke arah bagasi mobil untuk mengambil koper milik Claudia.
" Oh ya kak, aku baru ingat kakak kok tahu aku tinggal di mansion ini? Tanya Claudia
" Aku kan sudah bilang apapun tentangmu aku tahu." Ucap tuan Adrian
Claudia hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan tuan Adrian.
" Oh ya mengenai latihan bela diri dengan menggunakan kipas dan totok syaraf apakah kamu bersedia mengajariku?" Tanya tuan Adrian
" Tentu saja aku bersedia." Ucap Claudia
" Sungguh? Mulai kapan aku belajar?" Tanya tuan Adrian.
Sebenarnya tuan Adrian selain ingin menambah pengetahuan tentang seni bela diri kipas dan totok syaraf yang sangat bermanfaat dirinya juga ingin selalu dekat dengan Claudia.
" Bagaimana kalau besok sore?" Ucap Claudia
" Boleh, aku pulang kerja jemput kamu dan kita latihan di apartemen milikku." Ucap tuan Adrian yang mengatur jadwal dan tempat latihannya.
" Terserah kakak." Jawab Claudia.
cup
" Ok, sampai ketemu besok." Jawab tuan Adrian sambil mengecup kening Claudia dan memberikan koper milik Claudia.
" Ok, hati-hati." Ucap Claudia sambil tersenyum manis
" Masuklah." Ucap tuan Adrian
" Tidak, aku akan melihat kak Adrian jalan dulu baru aku masuk ke dalam mansion
" Tidak, aku ingin melihatmu masuk ke dalam mansion baru kakak pulang." Jawab tuan Adrian
" Baiklah." Jawab Claudia singkat
Claudia tersenyum kemudian membalikkan badannya meninggalkan tuan Adrian sendirian. Setelah Claudia masuk ke dalam mansion dan tidak terlihat lagi barulah tuan Adrian membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Claudia mendorong koper menuju ke pintu lift untuk pergi ke kamarnya namun dirinya langsung di hadang oleh tuan Leonard dan Ririn. Ke dua wajah dan tubuh mereka memar bekas pukulan Claudia dan sepertinya sudah di obati.
" Ada apa?" Tanya Claudia dengan nada ketus.
" Kamu siapa??" Ucap tuan Leonard dan Ririn serempak.
" Claudia, apa mata kalian berdua sudah katarak?" Tanya Claudia dengan nada ketus.
Mereka berdua sangat terkejut karena ternyata Claudia sangat cantik.
" Dasar anak tidak tahu diri." Ucap tuan Leonard sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Kamu lebih tidak tahu diri, menyiksa ibuku hingga ibuku meninggal apalagi di sebelahmu lebih tidak tahu diri lagi di tolong kok mentung." Celetuk Claudia sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.
Ririn dan tuan Leonard mengangkat tangannya bersiap menampar Claudia.
" Silahkan menamparku karena aku akan membalasnya empat kali lipatnya. Ayo silahkan tampar.... ayo tampar.." Tantang Claudia sambil menyerahkan pipinya yang mulus.
Tuan Leonard dan Ririn akhirnya menurunkan tangannya tidak jadi menampar karena pukulan yang diterima beberapa jam yang lalu masih terasa. Mereka berdua hanya menggenggam erat ke dua tangannya.
" Hahahaha... Takut ya?" Ledek Claudia sambil tertawa lepas
" Putri kami sakit parah dan sudah di bawa ke rumah sakit dan kami memerlukan biaya besar dan waktu kami ke ruang kerjaku semua simpanan milik kami yang kami simpan di brankas kosong dan aku tahu kamu yang mengambilnya." Ucap tuan Leonard sambil menahan amarahnya dengan cara mengalihkan pembicaraannya.
" Tepat sekali, aku yang mengambilnya." Ucap Claudia tanpa dosa sambil ke dua tangannya disilangkan di dadanya.
" Aku minta uangnya." Pinta Ririn sambil tangannya mengadah ke arah Claudia.
" Kamu kan punya perhiasan jual saja perhiasannya." Jawab Claudia cuek
" Itu uang milik kami dan kamu tidak berhak mengambilnya." Ucap Ririn dan tuan Leonard bersamaan.
" Hahahaha... milik kalian? apa kalian sudah gila? kamu itu anak pungut yang di ambil dari tempat pembuangan sampah dan kamu wanita ular yang tidak tahu diri mengaku itu milikmu!!! M I M P I " Ucap Claudia sambil tertawa jahat dan mengeja kata mimpi
plak
plak
Tuan Leonard dan Ririn tidak bisa menahan emosinya hingga mereka menampar pipi kanan Claudia dua kali hingga memerah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
plak plak plak plak
bruk
plak plak plak plak
bruk
Sesuai perkataan Claudia sekali tampar di balas sebanyak empat kali baik Ririn maupun tuan Leonard hingga ke empatnya ambruk dan bibirnya pecah.
" Bagaimana? mau nampar lagi?" Tantang Claudia
" Dasar wanita ******, wanita murahan!!" Teriak Ririn
duak
akhhhhh
duak
akhhhhh
" Kata-kata wanita ****** dan wanita murahan itu pantas ditujukan untukmu." Ucap Claudia sambil menendang tubuh dan wajah Ririn.
Ririn berteriak kesakitan ketika Claudia menendang tubuh dan wajahnya hingga wajahnya mengeluarkan darah segar dari hidung, mulut dan bibir.
" Ingat sekali lagi mengeluarkan kata-kata kotor maka aku tidak segan-segan memotong lidahmu." Ancam Claudia
" Dan kamu Leonard kenapa kamu marah? bukankah aku benar kalau kamu di ambil dari tempat pembuangan sampah? ckckck... dasar pria tidak tahu diri sudah di pungut di tempat pembuangan sampah tapi tidak tahu terima kasih, dasar kacang lupa dengan kulitnya." Umpat Claudia sambil menatap tajam ke arah tuan Leornad.
" Ingatlah dengan kata-kataku untuk kalian berdua, sekali lagi memukulku atau ada niat untuk berbuat jahat padaku maka bersiaplah menerima hukumanku." Ancam Claudia sambil menekan tombol lift dan ketika pintu lift terbuka Claudia masuk ke dalam lift dan menarik tas kopernya.