NovelToon NovelToon
Oh My Ex-Husband

Oh My Ex-Husband

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Perjodohan / Militer / Tamat
Popularitas:447.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

WARNING : CERITA INI MENGURAS EMOSI SAMPAI TUTUP PANCI AKAN IKUT MELAYANG! BERMENTAL LEMAH HARAP JANGAN BACA. TAKUT DARAH TINGGI NAIK MENDADAK😈


Bercerai? Itulah satu permintaan Kaiden. Selama tiga tahun, mereka tidak bersinggungan. Tiba-tiba Kaiden suami kontraknya itu lontarkan. Devina Deborah, merasa tidak bisa melepaskan Kaiden Louis. Perempuan cantik itu memiliki perasan pada sang suami.

Ia memberikan persyaratan. Dalam kurun waktu 3 bulan. Jika Devina tidak mampu menggoyahkan hati Kaiden untuknya. Maka ia bersedia menandatangani surat cerai tanpa perlawanan. Mampukah Devina menaklukkan hati Kaiden. CEO angkuh yang malah jatuh cinta pada Dokter berdarah Rusia-Indonesia itu? atau malah harus terpaksa menandatangani surat perceraian. Dan pergi dengan mengibarkan bendera, pertanda menyerah.

Simak terus kisahnya di sini. Jangan lupa simpan di perpustakaan untuk mendapatkan update tiap harinya. Dan jangan follow akun Ig author di "Dhanvi Hrieya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. KEMESRAAN DEVINA DAN KAIDEN

Ombak menggulung sebelum menghempas batu karang. Kedua pasangan suami-istri itu terlihat telah berjalan keluar di hari ketiga di Bali. Dengan baju lengan pendek dipadu padankan dengan hotpants. Membuat tampilan Devina terlihat lebih santai. Rambut hitam legam itu dibiarkan terurai. Panas? Ya, tentu saja wanita ini merasa kepanasan.

Karena ulah sang suami di sampingnya ini. Devina tidak bisa menguncir rambut panjang itu ke atas. Memperlihatkan leher jenjang yang penuh tanda cinta dari Kaiden Louis. Meski sudah ditutupi dengan BB kream. Mengigat kulit Devina terlalu putih. Samar-samar ruam merah keunguan itu masih membayang.

"Sekarang mau ke mana?" tanya Kaiden.

Kedua pasang ini tengah asik berjalan di bibir pantai pasir putih. Suasana sore membuat pantai Kuta terlihat ramai. Ada banyak turis luar dan dalam negeri memadati pantai.

Kaki telanjang keduanya beberapa kali disapa ombak kecil yang terjulur. Sekedar membasahi saja tidak lebih.

"Makan, mungkin!" sahut Devina sedikit keras.

Mengingat suara bising disekitar mereka. Ditambah suara ombak yang menabrak karang.

"Sudah lapar?" tanya Kaiden.

Devina mengangguk patah-patah. Mereka sudah berjalan-jalan seharian. Mengelilingi Bali. Beberapa tempat yang sangat rekondisi oleh banyak orang jika berkunjung ke Bali.

"Kalau begitu. Ayo, kita cari tempat makan," sahut Kaiden.

Beberapa kali tangan Devina maupun Kaiden terlihat saling bersisian. Tanpa ada tautan. Entah apa yang terjadi pada keduanya. Terlihat seakan sedang malu-malu kucing. Hingga telapak tangan Devina memutuskan untuk tidak tahu malu.

Devina menahan pergerakan tangan Kaiden. Hingga tangan ia dan pemuda ini saling bertautan. Mengisi ruas-ruas kosong. Dari ekor mata Kaiden. Pemuda ini melirik ekspresi lucu yang ditampilkan oleh sang istri. Devina terlihat malu-malu. Kedua sudut bibirnya terlihat melengkung beberapa kali ditahan oleh Devina.

"Lucunya!" gumam Kaiden dengan nada kecil melihat apa yang sedang Devina lakukan.

"Hah? Apa?" Devina bertanya balik.

"Tidak, ada!" Kaiden menyahut. Dengan nada lucu.

Devina disela langkah kaki mereka beberapa kali curi pandang ke arah sang suami tercinta.

"Kenapa malah mencuri-curi pandang begitu padaku. Kau bukankah sudah bisa menatap wajah tampanku ini dengan berterus terang, huh?" Kaiden menangkap basah sang istri.

Devina sontak membuang muka."Nggak, tuh! Aku nggak melirikmu!" Devina berbohong.

Kaiden tanpa sadar mengulas senyum lebar. Karena jawaban dusta yang Devina berikan padanya. Tumben, perempuan ini bisa merangkai kata-kata dusta padanya. Padahal biasanya Devina akan tidak tahu malunya menjawab. Atau mungkin mengesampingkan rasa malu yang ia rasakan.

"Oh, ya?" Kaiden bertanya balik menggoda Devina.

"Iya, loh!"

"Aku rasa tidak begitu. Kamu benar-benar sedang menatap wajahku."

"Nggak! Aku nggak sedang menatap wajahmu. Aku ... aku hanya sedang melirik itu, bule gagah yang kebetulan lewat di sampingmu!" Devina kembali menjawab berdusta.

Langkah Kaiden mendadak berhenti. Membuat mau tak mau. Sang istri juga ikut mengehentikan langkah kakinya. Karena tangan mereka yang bertautan.

"Eh? Ke—kenapa?" tanya Devina tergagap.

"Kamu berani melirik pria lain di depan suamimu? Yang katanya kau cinta?" balas Kaiden dengan pandangan mata tajam penuh intimidasi.

Devina membuang pandangan matanya sembarangan. Bergerak acak. Tidak ingin menatap pas ke retina mata Kaiden yang begitu tajam itu.

"Itu ... kan cuma lirik aja. Masa nggak boleh!"

"Menurutmu?" tanya Kaiden.

Kedua kaki panjang Kaiden terlihat mendekati Devina. Mengikis jarak diantara mereka. Devina yang merasa terancam. Melangkah mundur. Entah sial atau apa. Tangan mereka saling menyatu. Disentak oleh Kaiden. Hingga tuntas Devina kehilangan keseimbangan. Devina langsung jatuh ke dalam pelukan Kaiden. Sebelah tangan Kaiden yang lepas langsung mengunci pinggang Devina. Membuat perempuan cantik ini kesulitan untuk bergerak.

"Bagaimana? Masih mau meliriknya?" tanya Kaiden serat akan ancaman.

Devina membeku. Kerja jantung Devina berkali-kali lipat lebih cepat. Bahkan lidahnya terasa kelu untuk bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.

"Le—lepas dulu!" pinta Devina tergagap.

"Hah? Apa? Aku tidak mendengar suaramu. Ombak di sini terlalu kencang!"

"Lepas dulu," ulang Devina semakin mencicit saja.

Kaiden semakin ingin menggoda wanita satu ini."Apakah kamu benar-benar kehabisan tenaga? Sampai suaramu tidak terdengar sampai ke telingaku, lohn!" goda Kaiden lagi.

BUG!

Tangan kecil Devina terlihat memukul kecil dada bidang Kaide karena kesal. Bagaimana bisa pria dingin ini menggoda dirinya sampai sebegininya. Sudah jelas-jelas ia minta dilepaskan. Malah masih ditanya.

"Loh? Kok mukul?" Kaiden bertanya dengan nada sedikit bergetar karena menahan tawa.

"Aku bilang lepaskan, Kaiden Louis!" sahut Devina lumayan keras.

"Lepaskan di mana? Di ranjang atau di kamar mandi?" sahut Kaiden yang masih tidak menyerah menggoda sang istri tercinta.

Devina mengerang kecil. Wajahnya merah padam bak kepiting rebus. Tangannya yang bebas langsung bergerak.

"Ih!" Devina berseru dengan mencubit pinggang keras Kaiden.

"Akh! Aduh! Sakit!" teriak Kaiden tertahan.

Pemuda langsung melepaskan pelukannya. Dan tangan mereka yang tadinya bertautan. Meskipun cubitan tangan Devina itu kecil. Tapi terasa sakit dan panas.

"Rasakan! Pria mesum!" dumel Devina dengan melayangkan tatap mata dan ekspresi wajah garang.

Kaiden terlihat sibuk mengusap bekas cubitan Devina di pinggang kerasnya.

"Sakit kayak digigit semut api," keluh Kaiden.

Devina membesarkan pupil matanya mendengar perkataan Kaiden. Apakah separah itu cubitan kecil yang tadi ia layangkan pada Kaiden? Ah, entahlah.

"Siapa suruh jadi, orang mesum!" tandas Devina.

Manik mata hitam kelam nan tajam itu menyoroti Devina dengan pandangan tak terbaca. Mendadak hati Devina merasa was-was dengan tatapan yang Kaiden berikan padanya.

"Hei! Mau apa kamu?" tegur Devina melihat kuda-kuda kaki Kaiden.

KYA!

KYA!

Devina berteriak keras sebelum wanita itu berlari cepat menghindari kejaran Kaiden. Beberapa bule melirik aneh pada pasangan Indonesia itu. Kaiden tertawa keras melihat sang buruan kalang kabut ternyata lari Devina cepat juta.

"Awas kau, Dev! Kalau tertangkap siap-siap saja mendapatkan hukuman!" Kaiden berteriak nyaring.

"Jangan harap! Aku tidak akan bisa ditangkap!" Devina menyahut dengan kedua kaki jenjang miliknya yang terus berlari cepat.

Secepat-cepatnya Devina. Tenaga wanita itu paling cepat terkuras. Hal hasil perempuan itu perlahan-lahan larinya melambat. Karena tenaga besar sudah dikuras sedari awal.

KYA!

HAP!

Tubuh Devina tertangkap dan diangkat dengan mudahnya oleh Kaiden. Hembusan nafas kedua pasangan suami-istri itu memburu. Devina meronta dalam gendongan Kaiden.

"Akhirnya tertangkap juga bukan?" seru Kaiden tersenyum iblis.

"Mau apa kamu?" tanya Devina panik.

"Bukankah saatnya memberikan hukuman pada wanita nakal sepertimu?" sahut Kaiden dengan nada berat.

Devina mengeleng."Jangan, dong!" seru Devina,"ampun Tuan Kaiden! Ampun!" seru Devina keras.

Sayangnya Kaiden tidak peduli. Ia melangkah lebar menuju air pantai. Seperti yang Devina duga. Tubuhnya langsung di buang di air laut. Devina memukul Kaiden. Kala tubuhnya basah. Kaiden pun tak kalah sama. Kedua benar-benar tidak tertolong lagi. Sudah basah kuyup. Karena ulah masing-masing.

Bersambung....

Bab kali ini cukup adem🤭🤭🤭

1
Sala Wati
rasain kaiden mkanya jgn egois 🤭
Sala Wati
aduh saya juga mau
Woro Wardani
Luar biasa
Laurentia Delimarta
dlu dia yg mau cpt2 cerai, skrng mala ga mau
Laurentia Delimarta
jgn bucin Dev nanti susah sendiri, hea tegae d dpn Kaiden
Laurentia Delimarta
jahat banget, yg 1 pelakor
KarmilaFatiyah Hudong II
aaku suka kok sma kaiden...mudhan dia mncintai jane
nuning 29
ini serius, sekelas CEO yang punya gedung tinggi, naik mobil sekelas Avanza?
hehe ...
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yg luar biasa
v_cupid
yg cerita lain ada kah yg bukan mafia
v_cupid
mw yg lain..
v_cupid
mw cerita yg lainnya.. yg sama bagusnya dgn ini thor...
v_cupid
baguslah bs bangkit dan membuat kaiden sangat sakit.. begitulah.. br menyesal saat sudah tidak memiliki
v_cupid
kaiden kok ga curiga ya knp bs semua mnm obat tidur.. siapa yg membantu Devina kabur.. secara tdk mgkn melakukan semua itu sendiri
v_cupid
gmn mw hamil.. org masih perawan sebelum ke bali
v_cupid
kalo dulu pasti akan bahagia sekali
v_cupid
..
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bagus
v_cupid
just happy with devina kaiden.. don't get disturb with arumi
v_cupid
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!