NovelToon NovelToon
Suamiku Pura-pura Buta

Suamiku Pura-pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?

Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.

Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27 Peraturan Desa Malingmati

Ketiga emak berdaster dan berbadan gempal itu menggiring Yuna menuju tempat khusus yang disediakan untuk bidan cantik yang akan bertugas di desa ini. Mereka semua terlihat antusias dan juga sangat senang akan adanya pernikahan di desa Malingmati. Hingga detik inipun, Yuna masih bingung mengapa nama desa ini bernama ‘Malingmati’.

Sebenarnya, calon istri Yeon ini ingin bertanya tapi tidak enak hati. Sebagai pendatang baru, tak sopan bila menanyakan langsung asal usul desa kenapa kok dinamai ‘Malingmati’. Yuna hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan asal muasal desa unik ini. Siapa tahu ada yang mau menjelaskan.

Tah hanya itu saja, Yuna masih penasaran kenapa nama-nama penduduk di desa ini unik dan lucu sekali kalau diucapkan dengan menggunakan bahasa Jawa atau Sunda, padahal nama mereka itu ke-China-chinaan dan ke-Koreaan banget. Tapi langsung garing ketika nama Korea dan China itu di eja ala lidah orang Indonesia.

Apa semua nama penduduk desa ini namanya aneh bin unik gini, ya? Batin Yuna.

“Silahkan,” ujar emak-emak bernama Shin Ni Mas begitu ia membukakan sebuah rumah yang lumayan indah untuk Yuna. Yunapun tersadar dari lamunannya dan mengikuti langkah kaki para emak-emak triple big S itu masuk ke dalam rumah.

Tempatnya tidak luas sih, tapi rumah ini sangat nyaman dan asri karena banyak sekali ditanami berbagai jenis bunga dipekarangan rumah. Bangunan rumahnya juga sudah modern, tak tampak seperti bangunan rumah yang ada di desa-desa pada umumnya. Yuna baru sadar, kalau semua bangunan rumah di sini bentuknya hampir sama semua. Mirip seperti perumahan, bedanya setiap rumah di desa ini memliliki halaman yang sangat luas dan sedap sekali dipandang. Asri indah dan sejuk sekali. Desanya sangat nyaman dan menenangkan. Karena tak banyak polusi udara di tempat ini.

Tak seperti nama desanya yang terdengar agak sedikit menyeramkan karena ada kata ‘mati’ nya. Desa ini malah terlihat sangat bersih dan pastinya kehidupan penduduk di sini sangat aman sejahtera. Sangat jauh sekali dari perkiraan Yuna yang mengira kalau desa ini adalah desa tertinggal karena lokasinya sangat terpencil dari desa lainnya.

“Maaf Bu Shin, ini rumah siapa ya?” tanya Yuna. Agak aneh juga ia memanggil nama emak-emak berdaster itu saking uniknya nama itu.

“Sebenarnya, kami menyiapkan rumah ini untuk rumah dinas anda Non bidan. Tapi begitu anda menikah dengan pak Leon, maka anda akan tinggal dikediamannya yang berada di ujung sana.” Wanita bernama Shin Ni Mas itu menunjuk ke arah kanan yang menajdi ujung dari jalan aspal hitam ini.

“Lalu … di mana kepala desanya? Saya harus bertemu dengan beliau dulu untuk memberikan laporan.”

“Jangan!” sergah Seo Ma I dan Seok Mang Ga bersamaan.

“Kenapa?” Yuna mengernyitkan alisnya karena tidak mengerti dengan reaksi para emak-emak ini.

“Non bidan, desa ini sangat kental dengat adat istiadat yang sudah turun temurun kami percayai. Ada banyak sekali ritual dan peraturan pernikahan yang harus dilaksanakan oleh setiap pasangan yang akan menikah.” Wanita bernama Shin Ni Mas itu mulai menjelaskan. “Pertama, kedua mempelai dilarang saling bertemu sampai hari H pernikahan selesai dilaksanakan. Artinya … Non akan tetap berada di sini sampai mempelai pria selesai mengucapkan ijab kobul dan seluruh penduduk desa mengucapkan kata ‘sah’. Barulah anda dipertemukan dengan pria yang sudah menjadi suami anda.”

“Kok gitu?” tanya Yuna heran.

“Memang seperti itu aturannya, Non bidan. Kami semua dulu juga begitu. Aku bahkan tidak tahu siapa nama calon suamiku saat kami menikah dulu, tahu-tahu kami sudah ada di dalam kamar dan ….” Seok Mang Ga tak bisa melanjutkan kata-katanya karena malu. Sedangkan rekannya yang lain malah tertawa menggodanya.

“Kau berteriak kencang setelah suamimu berhasil belah duren dan mengagetkan seisi kampung.” Shin Ni Mas mengingatkan.

“Kau juga lari keluar rumah karena burung suamimu terlalu besar! Warga berbondong-bondong menenangkanmu dan akhirnya kau mau juga! Bahkan tiada hari tanpa burung rajawalimu itu!” balas Seok Mang Ga meledek rekannya.

“Sudah-sudah kalian berdua … kenapa membicarakan itu di sini? Lihat wajah Non bidan sangat merah.” Seo Ma I menengahi teman-temannya. Kalau pembicaraan mereka dilanjutkan bisa bahaya besar. Wanita inipun beralih menatap Yuna yang memang adem panas mendengar pembicraan sensitif para emak-emak berdaster itu. “Maafkan mereka ya Non, kalau lagi ngomong masalah burung … mereka langsung semangat 45. Yang penting bukan burung tetangga apalagi burungnya pak Leon …. Auch!” rintih Seo Ma I tiba-tiba. “Siapa yang menjitak kepalaku?”

“Aku!” seru Shin Ni Mas. Kenapa kau singgung burung pak Leon juga, ha? Apa kau mau cari mati?” geramnya.

“Ups, Sorry aku kelepasan. Maaf ya Non bidan,” ujar Seo Ma I malu-malu.

Yuna mengipas-ngipaskan wajahnya pakai tangan. Entah mengapa telinga dan suhu badannya langsung naik kalau ada di dekat para emak-emak berdaster ini. Namun, Yuna mencoba mengendalikan diri dan menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya agar kembali rileks.

“Baiklah, aku takkan menemui Leonard sampai kami menikah.” Akhirnya Yuna memilih mengganti topic pembicaraan dan melupakan obrolan antimaenstream mereka. “Tapi sungguh, tolong beritahu aku di mana rumah kepala desa? Aku hanya akan minta maaf atas keterlambatanku datang kemari supaya bisa kulaporkan pada atasanku. Setelah itu, aku akan kembali lagi kemari.” Yuna memasang wajah melas pada emak-emak yang ada didepannya agar mau menuruti permintaannya.

Seok Mang Ga dan Seo Ma I hendak memberitahu Yuna, tapi niat mereka langsung di cegah oleh Shin Ni Mas dengan menggelengkan kepalanya seolah itu kode agar tidak dilakukan.

“Ada apa? Apa yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Yuna yang mengerti makna dari kode tersebut.

“Peraturan kedua di desa ini untuk pasangan mempelai yang akan menikah,” lanjut Shin. “Pengantin wanita tidak boleh menemui siapapun yang berlawanan jenis dengannya kecuali atas izin dari suaminya. Apa pak Leon tak mengatakan sesuatu pada anda, Non?” tanyannya pada Yuna.

“Dia hanya bilang kalau aku akan bertemu dengan kepala desa nanti malam,” ujar Yuna lirih dan pasrah setelah mendengar penjelasan Shin Ni Mas.

“Nah, kalau begitu … tunggu saja nanti malam. Pak Leon orang yang tepat janji. Ia takkan menarik kembali kata-kata yang sudah dia ucapkan.”Shin menatap wajah lesu Yuna sambil tersenyum tipis.

Tidak ada gunanya lagi calon istri Yeon memaksakan kehendaknya di tempat asing ini kalau sudah ada peraturan seperti itu. Lagian, Yuna juga tidak mengenal semua orang-orang yang ada di desa ini, siapa mereka dan seperti apa mereka sebenarnya … Yuna sungguh tidak tahu. Disela-sela keputusasaan Yuna, mendadak ... ada seorang pemuda berlari masuk ke dalam rumah dan membuyarkan lamunan Yuna.

“Muaaaak! (sebutan kata 'Mak/Ibu) Dipanggil Bapak!” ujar pemuda desa pada ibunya yang tak lain adalah Shin Ni Mas.

Tentu saja Yuna langsung tahu siapa pemuda itu. Dia adalah salah satu dari duo Sheng. Kalau tidak salah, pemuda ini bernama Chui Lan Sheng. Pemuda desa itu langsung memberi hormat pada Yuna begitu melihat gadis cantik itu berdiri tak jauh darinya.

“Halo, bu Bidan cantik!” sapa pemuda yang biasa di sapa Chui itu dengan ramah. Padahal sebelumnya wajahnya terlihat takut dan tegang.

“Hai,” balas Yuna bingung memanggil nama pemuda itu dengan sebutan apa. Masa iya bidan cantik itu memanggil orang dengan sebutan ‘cuy’? Sangat aneh saja kalau diucapkan.

“Panggil ‘Cuy’ saja bu Bidan, seluruh kampung juga manggil gitu kok, hehehe …” pemuda itu cengar-cengir genit di depan Yuna.

“Dasar mata jelalaatan. Ada apa buaapakmu manggil-manggil, ha?” wanita bernama Shin itu menjewer telingat putranya karena sudah berani menggoda calon istri Leonard alias Yeon. “Dan kau! Beraninya kau cengar-cengir gitu sama calon bini orang? Kenapa kelakuan bapakmu kau tiru juga? Mau aku bikin dadar gulung kau, ha? Ayo pergi!” Shin mengencangkan jewerannya pada putranya.

“Aduh, Mak! Sakit Mak, nanti kalau telingaku suek, gimana Mak?” protes Chui Lan Seng, tapi ia tak kuasa melawan tenaga emaknya yang beratnya 4 kali lipat lebih besar dari tubuh pemuda itu.

Yuna dan dua wanita lainnya hanya bisa tersenyum melihat aksi emak-emak kalau sudah mulai menjinakkan anaknya yang bengal. Chui Lan Sheng memang pantas mendapatkannya agar tidak genit lagi pada wanita cantik yang ia temui.

“Sokoor! Rasakno kowe, (Rasain kamu) salah sendiri jadi bocah kok sableng tenan,” ujar Seo Ma I dengan logat jawanya yang kental. Rekannya yang berdiri disebelahnya juga ikut mendukung.

Sedangkan Yuna jangan ditanya, ia hanya bisa tepok jidat melihat semua hal yang ada didepannya. Ingin tertawa tapi ia tidak bisa karena hati gadis cantik ini masih gundah gulana bila tidak ada pria berkacamata hitam itu disisinya.

Astaga! Kenapa aku jadi mikirin pria itu, sih? pikir Yuna. Buru-buru ia menepuk pelan kedua pipinya supaya kembali sadar.

BERSAMBUNG

***

Bagi yang ingin tahu kisah cinta Ayahnya Yeon bisa baca dulu PLAYBOY JATUH CINTA (The King in Love) dan PLAYBOY JATUH CINTA 2 (Kisah Cinta Leo dan Shena)

siapa yang sudah keram perutnya? Angkat tangan! wkwkwkwkwk

1
Siska Sutartini
untung gak pindah alam tuh dua pemuda gegara keonengan mereka sendiri 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
mau juga dong dibelikan sawah sama ayang beb.. tapi ayang bebnya masih ntah dimana keberadaan nya 😂😂 ikut menghaluu juga
Siska Sutartini
hadeh Yuna, itu namanya berlebihan. membantu sih membantu tapi ga gitu jg konsepnya. ya udah skrg giliran kalian yg jualan barang dagangan td biar ada duitnya lg 😁😁
Siska Sutartini
astaga dragon itu nama...wow keonengan yg kasih nama ruar biasaa. haluuu nya udah tingkat tinggi ini 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
ampun dah bengek bener dikatain bekantan 🤣🤣🤣. hayoo yuna palsu ketemu sama. yeon palsu cucok. meong 😆
Siska Sutartini
ya ampun bisa bengek kita kalo ngeja nama penduduk desa ni satu-satu 🤣🤣🤣
Teh Yen
haha Shena keren rasain emng enk d timpuk pake sandal ada hak tingginya pula hihiii 😁
Teh Yen
xixiii kalian lucu sekali
Teh Yen
waduh kecolongan siapa tuh yg brnai nembak Yeon ????
Teh Yen
baru ngeeh saat ayah mertuamu blng kalau suamimu itu engg buta pdhl td Yeon udh d ngaku d bilang kalau dia engg buta malah d sangka bercanda hihii
Teh Yen
itu pasti ayahmu yah Yeon
Teh Yen
siapa dia Yuna ??? bukan Pana refald yah hemm tebakan ku salah ternyata hehe 😁✌️
Teh Yen
knp aku merasa ini ada yg janggal ,,jangan" ini perbuatan biksu tong (paman refald ) yg ingin menggelar suprise pesta pernikahan Yeon d Yuna benarkah itu ???
Teh Yen
haah rasain hajar lagi sheina wanita seperti Ida memang harus d beri pelajaran huh 😤
Teh Yen
nah loh tau rasa makanya jangan berlebihan Yuna kasih saja seperlunya engg ush nguras dompet jg hadeuuh
Teh Yen
ah aku penasaran apa yg d lakukan Shena pad wanita jalang itu yah ???
Teh Yen
akhirnya pedang naga Geni nya bisa masuk sarangnya wkwkkk 🤭
Teh Yen
xixii kasian Yeon d dorong ampe jatuh dari kasur 🤭🤭
Teh Yen
wah hilang lah sudah masa depanmu mike bisa bisa d potong habis tuh burung hihiii
Teh Yen
hahahaa rasain mike enk jg yah pura pura buta c yeon bisa melakukan sesuatu tanpa tau d depan ada apa kan engg bisa liat kalau kena orang blng aj engg sengaja 🤭 kan engg liat haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!