NovelToon NovelToon
DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA

Status: tamat
Genre:Detektif / Action / Romantis / Komedi / Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Lutvia Megita, adalah seorang siswa yang baru duduk di bangku SMA. Gadis keturunan Indo-Jepang yang cantik, menyamar menjadi gadis jelek bernama Marni, pura-pura gagap dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kekasihnya dibunuh mafia psikopat, membuat dia menjadi semakin kuat. Saat dewasa, seseorang yang mencintainya semenjak sekolah, berusaha mencari keberadaannya. Seorang dokter tampan yang sengaja membentuk grub mafia agar ditangkap gadis detektif yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Flashback bg.4

Setelah kejadian disergap Mafia, akhirnya Via menceritakan kejadian tersebut pada orang tuanya.

"Kamu harus lebih hati-hati lagi ke depannya ya Sayang," tutur Mami dengan nada khawatir.

"Ini pasti berkaitan dengan perdagangan gelap obat-obatan..."

"Apalagi merembet hingga ke perusahaannya yang asli."

"Mami jadi heran, mengapa dia membuat pabrik palsu, sementara dia memiliki perusahaan farmasi yang telah berprestise, bahkan akan digunakan sebagai salah satu perusahaan farmasi untuk obat generik."

"Namanya juga pasar gelap Mami, bisa jadi dia mau jual yang palsu untuk di sini, sementara obat yang berkualitas sengaja untuk diekspor hingga bisa meraup keuntungan yang tinggi..." ujar Via sekedarnya. Dia sendiri kurang paham masalah dunia farmasi.

"Tosan ingin berbicara denganmu..."

"Via-chan... Kon'nichiwa.."

"Kon'nichiwa, otōsan mo"

"Daijōbudesuka hanī"

"Cakap apa sih Tosan, Via ngga ngerti ..."

"Awak okay ke sayang? Bolehkah nikkeijin tidak bercakap Jepun? ha ha ha"

"Wkwkwkw... Comel sangat dalam bahasa melayu Tosan tu..."

"Lagipun saya dihantar ke Indonesia, kalau hantar ke Jepun, saya boleh berbahasa Jepun.."

Irin terkikik mendengar Via kembali dalam bahasa Upin Ipin, merasa sangat lucu kalau mereka ngobrol. Tosan memang cukup fasih dalam bahasa Melayu dan English. Maklum lah, CEO BOS, sejenis penyedia agen rahasia skala multinasional. Berpusat di Singapura.

"Nanti tosan hantar awak ke Jepun..."

"Ke Jepun? Untuk apa? semakin jauh dari Mami, Kakak dan Tosan.."

"Untuk menggantikan Tosan yang mengetuai BOS di sana.."

"Tak nak, Via nak lepak dengan Mami dan Tosan..." akhirnya Via merajuk, Mematikan ponselnya.

Masa Tosan nenyuruhnya untuk ke Jepang buat memimpin cabang BOS yang di sana. Sedangkan di sini saja mereka sudah jarang bertemu, malah dikirim ke Jepang.

Akhirnya Via pamit pada keluarga Irin untuk latihan boxing.

...klik gambar di bawah ini...

......klik gambar di bawah ini...

...

Huuuffftt... setelah lelah, dia duduk selonjoran di pojok sasana tinju.

Di luar tempat latihan itu, ternyata ada yang tengah mengintip.

"Pantas saja dia kuat sekali... ternyata dia latihan di sini.. Gue takut aahh.." celetuk salah satu Mafia yang bertubuh kurus.

"Masa sama anak SMP aja Lo takut?" bentak mafia dengan tubuh kekar.

"Nanti gue serahin dia ke Lo aja deh.. Gue bantu-bantu di belakang aja.." ucap yang tubuh kurus tadi.

"Huuuh.. kalau Cemen jangan ikut gabung di BP thunder!"

"Iye ..gue kan buat nyari makan di sini. Bukan buat nangkap anak orang!"

"Namanya juga dunia gelap.. akan banyak hal tak terduga yang harus kita lakoni ke depannya..!!"

"Pokoknya gue serahin ke Lo aja.. gue bantu-bantu ngarungin aja kalau dia ketangkep..."

"Huuuh.. tinggal enak nya aja baru Lo mau turun tangan.."

"Hehehehe..."

Akhirnya Via menyelesaikan latihannya dan beranjak untuk pindah tempat. Kali ini dia akan ke tempat latihan menembak.

Dia memasuki area parkiran, Dedi sudah menunggu di sana. Terdengar ada pergerakan yang mencurigakan. Matanya mendelik, pura-pura tidak tahu. Lalu berlari sekencangnya ke arah Dedi.

"Dedi... tolong saya!"

"Kenapa Non?"

"Ada yang membuntuti saya..."

Lalu mereka kembali mencari para monyet yang tengah mengikutinya. Dedi sementara bersembunyi.

"Kalian lagi... Belum puas yang tadi?" ancam Via kepada mereka.

Mafia yang kurus seketika gemetaran, dan yang bertubuh tambun berbicara.

"Lo mau ikut kami dengan sukarela apa dengan paksaan?" ancamnya.

"Tidak dua-duanya... Ferguso!!!" sambil memainkan jari telunjuknya

"Ferguso itu bukannya telenovela?" bisik yang kurus bertanya.

"Mana gue tahu aahh..!!" mendorong si kurus. Lalu bergerak mencoba menangkap Via.

Tiba-tiba Dedi muncul dan mereka berdua menyerang si bongsor. Akhirnya bongsor KO, dan si kurus masuk ke dalam mobil.

"Lo Lo pada...ngapain sembunyi di mari? Tangkap bocah itu Sanah!!!"

"Lo aja..! Tadi kami udah babak belur dihajar dia..."

"Iyee.. Lo aja.. kami belum bisa menyerang..."

"Yeee... aaah.. kalian penakut semua.."

"Laaah.. elo juga kabur.. Mana si bongsor tadi?"

"Dia pingsan kena hajar..."

"Kenapa Lo tinggalin?"

"Gak kuat gue bawa dia, ya gue kabur aja daripada gue ketangkep juga..."

Lalu kawan-kawannya menoyor kepala si kurus

***

Sekarang Via berada di Shooting Club', tempat biasa latihan menembak sekaligus latihan memanah.

Dia tidak akan berhenti latihan hingga tembakan tepat sasaran hingga seratus kali.

semua yang kebetulan berada di sana, baik hanya sekedar melihat, atau sedang latihan juga, memberikan tepukan tangan yang sangat meriah untuk keahlian menembak anak kecil ini.

... klik gambar di bawah ini

...

Setelah apa yang dia rasa tercapai, akhirnya dia duduk beristirahat. Dia didatangi oleh seorang Bapak yang kagum menyaksikan aksi nya tadi.

"Anak manis, kamu pinter sekali menembaknya?"

Via yang bingung, tidak memerhatikan tepukan dan sorakan yang tengah menonton karena terlalu fokus dengan target, merasa heran pada pandangan kagum orang-orang yang tengah memerhatikan nya saat ini.

"Kenapa Om?" jawabnya singkat.

"Kamu umur berapa sih? Kok jago bener menembak nya? Om aja yang sudah tua tidak bisa Sejago kamu..."

"Ooh, saya Om.. tiga bulan lagi genap lima belas tahun..."

Tampak wajah mak-mak dan bapak-bapak semakin kagum.

"Waaahh..." tiba-tiba ada emak-emak menyelonong bapak yang tadi.

"Anak Tante ada yang SMA, kamu mau kenalan ngga sama anak Tante?"

"Huuu... Ibu Lela ini, jelas-jelas dia masih lugu begini sudah direcokin sama anak bujangnya..."

"Eeeh..eeeh...eehh.. ini saya lagi nangkap calon mantu ideal ni. Lihat dia cantik banget..."

"Jangan dek..." sela bapak tadi, "Sama Om aja... Om baru saja cerai... Nanti kamu bakalan Om jadikan sugar baby yang selalu om manjah..."

Lalu mak-mak tadi bersorak.

"Bapak ini, jelas sudah Bangka! Masih aja mencoba menggaet wanita seumuran anaknya.. Tuh... Noh.." Mak yang tadi menunjuk ibu-ibu yang tengah menyapu-nyapu lantai arena tembak itu.

"Bener Pak Jon, dia lebih cocok sama Pak Jon, jangan ngembat jatahnya anak muda..." sela ibu yang lain.

"Ogah... saya suka nya sama adik yang manis ini.. Namanya siapa Dek? Mau jadi sugar baby nya Om kan?"

Via menatap Bapak-bapak itu dengan tajam.

"Bapak tahu? Anda bahkan tampak lebih tua dari ayah saya! Jangan permalukan diri Anda di hadapan orang lain! Kasihan anak Anda yang memiliki Bapak seperti Anda..."

Sang Bapak tercengang dan tersinggung mendengar kata-kata yang tajam dari Via.

"Huh... tak Sudi saya sama bocah kurang ajar Ini..." lalu berdiri berjalan dengan kesal meninggalkan kerumunan tadi.

"Huh, kalau dia mau sama saya, saya akan belikan mobil untuknya. Ya sudah lah kalau nggak mau dijadiin sugar baby..." umpatnya berlalu.

Melirik Pak Jon tadi dengan tajam, "Iiiissshhh... Pak Jon tua keladi tak tau diri.." ucap mak-mak yang dipanggil Lela tadi.

"Iya, makin tua makin menjadi. Pantesan diceraikan bini. Wanita mana yang kuat hidup sama orang macam itu..."

Via tidak tertarik mendengarkan lanjutan gibahan mak-mak keceh tersebut meminta diri untuk meninggalkan tempat itu.

Sampai di parkiran, ternyata malah bertemu kembali dengan si tua keladi tadi. Mereka sama-sama berada di parkiran khusus tamu VIP.

"Lhooohh.. katanya nggak mau sama saya? Tapi kenapa masih ngikutin saya?"

Via tidak menggubris lalu meninggalkan Bapak tadi. Karena merasa dikacangin, Bapak itu menarik tangan Via.

Dengan gesit Via menarik tangan si tua itu, memelintir dan menguncinya.

"Saya dari tadi berusaha untuk sabar ya Pak... Kalau Bapak lebih berani lagi dari ini, jangan salah kan saya jika salah satu tangan Bapak tidak bisa berfungsi lagi...!!!"

Lalu Dedi berlari tergopoh-gopoh ke arah Via.

"Siapa Non? Gerombolan mafia tadi lagi?"

"Bukan Ded, dia ini mau macam-macam sama saya.. Awas aja...!!!" melepas kuncian dan mendorong s Bapak itu sampai tersungkur.

"Lagian yang markir di khusus VIP bukan anda saja!"

"Tadi apa Anda bilang? mau belikan saya mobil?"

"Tidak perlu susah-susah! Saya bisa belinya sendiri!!"

Via menatap tajam lalu naik ke mobil luas miliknya yang gunanya sudah tidak ada bedanya dengan rumah.

"Bapak jangan macam-macam sama Nona saya.. kalau masih berani," lalu menyayat lehernya dengan jari telunjuknya sendiri.. "kheeekkk "Ngerti???"

"Iya. iya..iya.. Maaf.." ucap si tua keladi yang sudah ketakutan.

"Dia punya bodigat, pasti orang kaya banget..." ringisnya ketakutan.

...*bersambung*...

...JANGAN LUPA TINGGALKAN TANDA JEJAK YAA.. LIKE, LOVE, VOTE & COMENT...

...terima kasih...

1
khesya72
via sangat ngembira saat di berikan sepeda yg ajaib
khesya72
via memiliki kakak dengan rentang umur yg jauh
khesya72
rata rata siswa pergi bersama teman
khesya72
saat pertama kali sekolah marni merasa gugup
Hafizah Mayputri
saya sudah membaca ya buk saya dri kls Vll. 2
KhanzaRamdani_7.1
kakak² senior tidak mengetahui identitas asli via yg menyamar menjadi culun dan berpura pura menjadi marni
SoVay: baik kanza, udah masukdan terdata
total 1 replies
KhanzaRamdani_7.1
membaca pada bab 1 itu?
Naya Desriyal
bab 1 selesai dibaca 🌷
SoVay: isinya tentang apa hayooo
total 1 replies
dzakira SMP5
7.1
Marni salah memakai sepatu karna terburu² kesekolah
SoVay: oke, diterima
total 1 replies
Rahma S.P
di awal awal romi dan dino menyepelekan marni
Raysa Humaira
Stevan pas kayak apa yg gw bayangin
Raysa Humaira
waduh.....bakal ketahuan nih,..
Rahma S.P
tampaknya Stevan sudah handal menon aktifkan cctv
Rahma S.P
karena irin bersikap baik kepada yg lebih tua akhrirnya via juga bisa mengikuti sikap irin tersebut
afifah syah putri. s
Stevan dan via hampir ke tahuan securty
Anisa septiani kelas 72
ibu dan anak berpamitan
Muhammad Rahman
Marni mengakhiri misi penyelidikan di rumah mak iroh
Muhammad Rahman
Dink tidak mengerti apa yg dijelasin Marni alias via karena aksi gagunya
Muhammad Rahman
Marni dan via makan siang di rumah joko
Muhammad Rahman
Marni dikira penjahat oleh temannya karena membawa benda-benda aneh yg keluar dari tasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!