Vera Amalia umur 21 tahun, dia adalah seorang mahasiswi yang sangat cantik. Dia adalah idola kampus. Banyak cowok-cowok yang mengejar-ngejar dia, tapi hati vera sudah terpaut kepada seorang cowok yang rupawan, sebut saja namanya Dion. Mereka sudah pacaran cukup lama. Vera sangat mencintai Dion, tapi tidak disangka-sangka ternyata Dion berselingkuh dengan sahabat Vera..
Kira-kira apa ya yang akan dilakukan Vera saat dirinya mengetahui perselingkuhan sang pujaan hati dengan sahabat terbaiknya. Ikuti terus ceritanya ya..
Cerita aku ini hanya Fiktif belaka, jika ada kata-kata yang tidak menggenakan hati aku minta maaf. Kita ambil sisi baiknya dan kita buang sisi buruknya.
Terimakasih,
🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ide gila
Dion melajukan motornya berjam jam dan tak tau arah tujuannya..Dion binggung mau pergi kemana sekarang pikirannya sangat kacau.Dion menghentikan motornya dipinggir jalan..Dion turun dari motor.
" Siaaaaalllllll..." Teriak Dion keras.
" Kenapa semua jadi kayak gini,kenapa Tantri pakai hamil segala..sekarang aku harus bagaimana...aku nggak mau menikah sama Tantri,aku cuma menginginkan Vera,,,Aaaarrrrggghhhh brengsek.." Teriak Dion.
Dion begitu frustasi,dia binggung dan nggak tau harus berbuat apa.Kini harapannya untuk mendapatkan Vera kembali akan semakin sulit.Kehamilan Tantri adalah halangan terbersar untuknya.
Dion naik keatas motor dan melajukan motornya menuju rumah Rio..hanya Rio sahabat yang bisa mengerti Dion.Hanya Rio tempat Dion untuk membagikan keluh kesahnya..
Sesampai dirumah Rio,Dion turun dari motor dan berjalan menuju pintu depan.
Tokkk..tokk..tokkk..
Ceklek..( Rio membuka pintu)
" Mau kemana kamu Rio..kok rapi amat..
" Seharusnya aku yang bertanya sama kamu,mau apa kamu malam malam datang kerumah aku ?
" Boleh nggak aku mengineap disini ?
" Memang ada masalah apa lagi,kenapa sih hidup kamu ribet banget,punya masalah kok nggak kelar kelar..
" Nanti aku ceritain,aku boleh masuk nggak nih..
" Ya mau bagaimana lagi,mau aku usir aku kasian sama kamu..ya udah ayo masuk..." Ucap Rio sambil melangkah masuk kedalam..
Dionpun masuk kedalam rumah dan menutup pintu(ceklek..)
" Bukannya tadi kamu mau pergi ? " Tanya Dion sambil duduk disofa.
" Kalau aku pergi..memang kamu mau dirumah aku sendirian sama Bibi.." Ucap Rio lalu duduk disamping Dion.
" Memang orangtua kamu kemana ?
" Mereka lagi dinas ke luar kota,seminggu lagi baru balik..
" Wah asyik nih..jadi aku bisa menginap disini lama dong.." Ucap Dion senang.
" Boleh..sekalian nemenin aku..Sebenarnya kamu ada masalah apalagi sih Dion ?
" Aku lagi binggung ni..Tantri bikin masalah.." Ucap Dion sambil menyandarkan kepalanya kesofa.
" Maksud kamu ? memangnya Tantri ngapain lagi ?
" Dia sama Mamanya datang kerumah aku,minta aku untuk menikahinya..
" Apaa..!! Atas dasar apa ? " Tanya Rio penasaran.
" Tantri hamil...aku disuruh bertanggungjawab..
" Whaaaatttt..Tantri hamil.." Teriak Rio terkejut.
" Ussstttt..nggak perlu teriak teriak juga kali.Aku nggak mau menikah sama Tantri,aku cuma menginginkan Vera..
" Tapi Dion,menurut aku kamu harus menikahi Tantri,apa kamu nggak kasihan sama anak kamu yang lahir tanpa ayah..
" Tapi aku nggak cinta sama Tantri..aku nggak ada perasaan apa apa sama dia,gimana aku bisa hidup sama dia..
" Ya kamu coba dulu aja,demi anak kamu..
" Memangnya baju pakai dicoba dulu..
" Coba kamu hilangkan egomu,demi anak kamu.." Ucap Rio menasehati.
" Aku nggak tau Rio..kepala aku pusing banget..aku mau tidur.." Ucap Dion sambil berjalan menaiki tangga.
" Hai kamu mau kemana ? " Tanya Rio sambil mengikuti Dion.
" Aku mau tidurlah.." Ucap Dion sambil terus naik keatas.
" Tunggu dulu..." Ucap Rio sambil meraih tangan Dion.
" Apa lagi.." Tanya Dion menghentikan langkahnya.
" Kamu tidur dikamar tamu..
" Nggak ah,aku mau tidur dikamar kamu aja,lebih nyaman.." Ucap Dion sambil berjalan menuju kamar Rio.
Ceklek ( suara pintu terbuka )
Dion masuk kedalam kamar Rio dan duduk disofa.Dion menyandarkan kepalanya disofa sambil menatap langit langit kamar Rio.
" Terserahlah..." Teriak Rio sambil berjalan menuruni tangga.
Rio berjalan menuju dapur.Rio mengambil dua botol bir dari dalam lemari pendingin.Rio berjalan menuju kamarnya.
Ceklek..(Rio membuka dan menutup pintu )
" Katanya mau tidur.." Tanya Rio sambil berjalan kearah Dion.
" Aku nggak bisa tidur,aku pusing dengan semua masalah ini..
" Ni diminum.." Ucap Rio sambil melemparkan sekaleng bir kearah Dion.
Dion menangkap kaleng bir yang dilempar oleh Rio.Dion membuka kaleng bir itu dan meneguknya..
" Rio..bagaimana pendapat kamu kalau aku menikah dengan Tantri tapi setelah anak itu lahir aku menceraikannya..
" Gila kamu ya..apa kamu nggak kasian sama Tantri dan anak kamu..
Rio nggak pernah menduga Dion sampai memikirkan hal bodoh kayak gitu.
" Walau aku menceraikan Tantri tapi aku akan tetap bertanggungjawab atas anak itu..
" Terus Tantri bagaimana ? kamu tega membuatnya menjadi janda ?
" Dari pada Tantri harus hidup sama aku tapi tidak aku anggap sebagai istri aku mendingan aku biarin Tantri bebas dan dia bisa menikah dengan laki laki yang benar benar mencintainya,itu juga lebih baik dari pada harus terus menderita bersama ku..
" Ya sebenarnya maksud kamu baik sih..cuma cara kamu itu gila.." Ucap Rio lalu duduk disamping Dion.
" Cuma itu jalan yang bisa aku pikirkan.Karena aku nggak mungkin bisa hidup bersama Tantri..
" Ya semoga saja Tantri setuju dengan ide gila kamu itu.." Ucap Rio lalu meneguk bir ditangannya.
" Dia tinggal pilih..terima ide aku atau aku nggak akan pernah menikahinya..
" Terserah kamulah..aku nggak mau ikutan pusing memikirkan masalah kamu.Tapi aku berharap kamu bisa menghargai Tantri walau bagaimanapun dia ibu dari anak kamu.Kamu juga pernah melalui hari hari yang menyenangkan bersama Tantri..
" Kapan ? nggak..aku nggak pernah menjalani hari yang menyenangkan bersama Tantri..
" Nggak usah bohong...memangnya saat kamu tidur bersama Tantri kamu nggak senang.Bahkan kamu juga sudah berhasil menghamilinya.." Sindir Rio.
" Sialan..kamu.." Umpat Dion..
" Itu semua betul kan.." Ucap Rio lalu berdiri..
" Kamu mau kemana ?
" Tidur..aku ngantuk,kalau kamu bergadang..bergadang sendiri aja..aku mah ogah menemanimu.." Ucap Rio lalu berjalan menuju ranjang..
" Aku juga mau tidur.." Ucap Dion lalu berdiri dan mengikuti Rio..
" Dion..ingat..kamu nggak boleh egois,anak kamu itu nggak bersalah apa apa,yang salah itu kamu dan Tantri.." Ucap Rio lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang.
" Nggak tau ah..aku pusing.." Ucap Dion sambil tidur disamping Rio..
🌟🌟🌟🌟