Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.Berharap
"yess...yess..yess". Anita melonjak kegirangan setelah mendengar cerita dari Sigit sahabat nya.
Sigit yang melihat itu semua hanya memutar bola mata nye dengan malas.
" idih yang kegirangan... baru dapat lotre neng!!". ucap Sigit dengan nada malas.
"ish..kamu ya, ini berita bagus Git, akhir nya aku bisa rujuk lagi sama Alex pangeran impian ku, la.. la.. la.. la🎼🎼".
Anita bersendung dengan girang nya sampai tidak menyadari kalau para pengunjung cafe heran melihat kelakuan nya.
"dih rujuk.. di kira cerai kali, ckckck sadar neng sadar".
" biarin aja weeek".
" nit, bisa gak lu diem, bentar aja, lu gue liat kayak cacing kepanasan".Sigit menarik Anita hingga duduk diam di kursi cafe.
"Hilih bilang aja lu iri Git, hahahaha" Anita tertawa keras sampai kepala nya mendongak ke atas.
" ish.. ya iya lah iri, lu itu dari dulu gue incar tau, kenapa sih lu gak peka oneng!!!!".
"gue sadar kok tapi gimana juga kalau gak ada cinta, emang nya mau di paksakan, hubungan tanpa cinta itu gak asik tau!!". jelas Anita panjang kali lebar.
Sigit hanya menghela nafas nya,terpaksa dia mengalah demi kesejahteraan bersama.
" Git.. kok lu tau kalau Alex itu kakak adik sama Naima?siapa yang cerita ".
"lu mau tau aja atau tau banget?!".
Anita mencubit perut Sigit hingga Sigit mengaduh kesakitan.
" rasain lu, makanya kalau gue tanya lu cepat jawab nya".
"iya.. iya..dih si oneng kalau dah marah langsung deh berasap ubun-ubun nya".
Anita hanya mendengus tanda tak suka.
Sedang kan Sigit tertawa puas. Sigit pun menceritakan semua nya sampai ke akar-akar nya.
Anita mendengar dengan seksama,sampai kepala nya manggut-manggut, ada kesedihan di hati nya hingga tak tega mendengar kalau Alex jadi depresi.
Tanpa terasa air mata menetes di pipi Anita.
Sigit mencoba menenangkan Anita dengan memeluk nya erat.
Anita melepaskan pelukan Sigit cepat dan mendengus kasar.
" lu cari kesempatan ya Git, enak aja main peluk-peluk".
Yang di tanya hanya mesem-mesem sambil garuk kepala.
" aaah elu Nit, anggap aja bonus kalau gue udah cerita banyak buat lu", jelas Sigit.
Anita yang mendengar itu semua langsung beranjak pergi.
"eh lu mau kemana sih, Buru-buru amat" Sigit mencoba mencegah Anita agar tetap bersama nya.
" gue mau ketemu sama Alex, gue mau kasih dia support Git, kasian dia, sementara cinta ini gue tepis dulu deh yang penting sekarang kesehatan Alex, gue gak tega sahabat gue sakit kayak gini".
"lu mau ikut gak, kalau mau kita barengan mumpung gue bawa mobil" ajak Anita.
" yuk lah cap cuss gue juga gak tega ngeliat sahabat dekat gue sakit kayak gini".
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi ke rumah Alex, dan berharap dengan kedatangan mereka Alex bisa segera sembuh dari depresi nya.
🌿🌿🌿
Di rumah Alex...
Nampak kebahagian terpancar dari sorot mata mamah Rani karena akhirnya Naima menyetujui untuk tinggal bersama mereka, hal yang sudah lama mereka rindukan akhirnya terwujud juga, walaupun harus mengorbankan segala nya yaitu cinta.
Yang pada akhir nya menghancurkan hati mereka.
Takdir tidak bisa di hindari,sekarang hanya bisa melewati ini semua dengan hati yang ikhlas.
🌿🌿🌿
***bersambung...
maaf ya guys.. dikit dulu ya🙏🙏
Terimakasih banyak yang selalu setia kepada naima semoga berkah selalu.
in shaa Allah naima akan up terus ya kalau kalian semua kasi gift nya n like komen ya.. 🙏❤️***
next 🌹🌹🌹