Time Travel? Ke tubuh putri sampah? Lalu diknianati oleh keluarganya hingga meninggal? Yang benar saja!
Karena sekarang Xia Yu, seorang mafia wanita dari zaman modern yang mengisi tubuh ini maka jangan harap mereka yang mengkhianati dan memperlakukan pemilik tubuh ini dengan buruk akan selamat dari pembalasannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani O Miteiru?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akira Bertemu Para Anak Jalanan
...Enjoy it!...
Begitu Xia Yu dan Akira sampai di tempat yang mereka tuju, tepatnya tempat dimana Alfa, Niu'er dan anak-anak lainnya tinggal itu, beberapa anak yang sedang bermain di bagian luar dapat mengenali Xia Yu secara langsung. Apalagi jika dihitung belum genap dua hari sejak ia bertemu mereka, jadi tak heran jika mereka masih begitu mengingat dirinya.
Mereka langsung berlarian ke arah Xia Yu dan memeluk dirinya. Akira bahkan sampai bingung harus bagaimana dan memilih untuk diam memperhatikan interaksi Xia Yu dan anak-anak itu. Meski terkesan kaku mengingat dirinya bisa dikatakan hampir tidak pernah berurusan dengan anak kecil sejak kehidupan sebelumnya, ia masih mau mencoba untuk mengakrabkan diri dengan mereka.
"Kak Xia." Rengek anak-anak itu yang masih memeluk Xia Yu dengan begitu erat.
"Iya, bagaimana kabar kalian? Mana Kak Alfa dan Niu'er?" Tanya Xia Yu dengan cepat.
"Ada kak di dalam, apakah mau dipanggilkan kemari?" Jawab salah satu anak yang masih mengerubungi Xia Yu.
Sementara Akira sudah mulai menahan tawanya melihat Xia Yu yang kesusahan untuk mengendalikan para anak balita ini. Xia Yu sendiri yang tidak sengaja melihat ke arah Akira langsung memelototkan matanya untuk memperingatkan Akira. 'Ah untunglah duo julid eh duo pembully yg biasa mengikutiku itu, tak ikut hari ini,' batin Xia Yu. Tiba-tiba saja, terdengar.
Master, meski kami tak ikut kami masih dapat melihat dengan jelas dari sini ya. Ejek Xiao Yu padanya lewat telepati yang dikirimkan padanya. Tentu saja itu disertai pula dengan tawa dua makhluk yang sedang menjelma menjadi manusia itu. Padahal mereka seharusnya memang masih sibuk mengurus latihan dan pembangunan para Demi-Human itu.
Ah aku memang melupakan hal ini. Balas Xia Yu dengan memutar bola matanya dan disambut tawa keduanya yang bahkan hingga terguling-guling di tanah karena mengetahui seberapa kesal Xia Yu saat ini akibat ulah mereka.
Mendengus mengabaikan mereka yang berada di kantong doraemonnya dan tawa yang ditahan milik Akira, Xia Yu mengiyakan apa yang ditanyakan oleh anak itu.
"Ya, kalau boleh tolong panggilkan mereka kemari." Katanya pada anak itu disertai dengan senyuman yang lembut.
Tentu saja anak itu membalas senyuman Xia Yu dan menganggukkan kepalanya terlebih dahulu sebelum bangkit berdiri dan berlari meninggalkan mereka untuk memanggil Kak Alfa dan Niu'er.
Tak berapa lama kemudian orang yang dicari anak itu muncul dengan tergesa-gesa menghampiri Xia Yu yang saat ini berada di tengah anak-anak itu. Dia sedang membicarakan sebuah dongen kecil mengenai pesta api unggun para peri.
***Hei.
Pernahkah kalian mendengar pesta api unggun? Oh sepertinya itu sudah menjadi hal yang biasa bukan? Namun pernahkah kalian mendengar pesta api unggun para peri? Baru mendengarnya bukan?
Kalau begitu biarlah kuceritakan padamu tentang cerita yang beredar di daerahku ini.
Ketika kau mendatangi sebuah suku pedalaman yang ada di dekat gunung dan masih banyak hutannya itu, kau pasti akan mendengar cerita ini..
Ini bukanlah sebuah cerita horror layaknya daerah lain yang selalu menyimpan cerita horror. Ini hanya sebuah cerita yang dipercaya di sini. Bahwa sebenarnya peri itu ada dan hidup di antara kami.
Jika kau menyalakan api unggun di malam bulan purnama di gunung atau hutan terdekat, maka apinya akan menjadi berwarna-warni.
Mengapa apinya akan menjadi warna-warni? Karena itu tandanya para peri akan menari di sekitar api unggunmu itu sehingga setiap tariannya akan menghasilkan satu warna yang berbeda.
Semakin banyak warna yang kau lihat, itu menandakan semakin banyak para peri itu melakukan tarian.
Yang paling penting adalah setiap tarian peri yang diwakili satu warna api itu akan melambangkan keberuntungan yang akan kau dapatkan.
Tetapi hal ini tidak dapat dipaksakan karena ketika kau memaksa untuk melakukannya, para peri tak akan mau menari untukmu.
Percayalah para peri itu orang yang sangat sensitif, sehingga hanya kau yang berhati bersihlah yang bisa mendapatkan tariannya.
Atau mungkin kau memang orang yang beruntung karena bisa mendapatkan tariannya dan melihat api unggun warna-warni itu.
(From my cerpen, Pesta Api Unggun Para Peri***)
Selama ia menceritakan kisah ini, para anak-anak yang masih masuk ke dalam kategori balita itu diam mendengarkan kisahnya. Mereka bahkan tak menyela sedikitpun ucapan Xia Yu yang sedang bercerita. Meski mereka penasaran dan ingin bertanya beberapa yang tidak dipahaminya tapi tak ada berani yang menyela untuk bertanya bahkan hingga kisah itu selesai dan mereka melihat Kak Alfa beserta Niu'er berada di hadapan mereka memperhatikan kegiatan mereka itu.
Kak Alfa menjadi orang pertama yang membuka suara, "Nona Xia, saya mohon maafkan tingkah laku anak-anak ini sampai anda harus membacakan sebuah kisah semacam itu." Kata Kak Alfa dengan badan yang dibungkukkan dan pose meminta maaf kembali keluar lagi membuat Xia Yu mengernyit tak suka.
"Alfa, saya rasa harus menegur anda mulai dari hal ini." Kata Xia Yu dengan tegas.
Berpikir ini teguran mengenai anak-anak yang telah membuat Xia Yu mau tak mau membacakan cerita untuk mereka, pemuda yang bernama Alfa itu hanya mengangguk tanpa membantah sedikitpun. Namun posisinya masih tetap seperti tadi.
"Sebaiknya kamu jangan terlalu sering meminta maaf pada orang lain apalagi jika itu bukan kesalahanmu. Sebagai salah satu orangku, kamu harus memahami bahwa setiap makhluk adalah sama. Jadi jangan merasa begitu rendah hingga tak sungkan lagi untuk menundukkan kepalamu begitu saja. Aku tak mengizinkan itu. Sebagai salah satu orangku, kau tentu harus kuat dan tidak boleh mudah ditindas. Apalagi menundukkan kepala dan meminta maaf begitu sering. Aku harap kau bisa belajar mengenai itu mulai saat ini. Dan ini juga berlaku untuk kalian semua bukan hanya Alfa seorang." Xia Yu berbicara lagi dengan panjang lebar dan menegaskan keinginannya.
Semua yang ada disana tercengang melihat Xia Yu. Air mata mulai menumpuk di ujung mata mereka. Terisak-isak mereka mengucapkan terimakasih pada Xia Yu yang telah begitu baik sampai seperti ini pada mereka. Entah apa yang bisa mereka lakukan kembali untuk membalasnya. Meski Xia Yu menggeleng tak perlu dibalas apapun kecuali bekerja dengan benar untuknya dan tak mengkhianatinya.
"Baiklah jika sudah selesai acara menangisnya, mari kita masuk ke tujuan utama kita sebenarnya hari ini." Ujar Xia Yu pada semuanya dan dengan ekor matanya memberi kode pada Akira agar datang dan mendekat pada dirinya. Yang dengan senang hati langsung dilakukan oleh Akira. Ia terus berjalan ke arah Xia Yu dan mengabaikan setiap mata yang memandangnya penasaran. Tujuannya hanya satu, berdiri di sebelah Xia Yu secepat mungkin sebelum kena amukannya mengingat dirinya yang telah sempat untuk menertawakan Xia Yu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo guys, maafkan aku yang beberapa hari kemaren tidak update ya :) semoga bab ini bisa sedikit mengobati rindu kalian pada Xia Yu.
So, see you in next chapter! :)