Rafasya tak mengira jika kelebihannya membuatnya harus kehilangan orang-orang yang di cintainya.
Rafa dan Raka akan berjuang demi cinta mereka, meski harus menghadapi semua tantangan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengakhirinya dengan nyawa.
Rafa turun dan langsung merasakan aura ghaib yang begitu pekat, pasalnya mereka ada di alas bagian lain dari yang orang ketahui.
Raka dan ustadz Arifin bangun dari tidur mereka, dan kaget melihat ketika melihat semua adalah hutan lebat tanpa ada jalan sedikitpun.
"jangan cuma benggong aja, ayo kita jalan sebelum gelap," ajak Rafa.
"tapi mana Abah Eko?" tanya ustadz Arifin.
"beliau ada urusan harus pulang duluan, sudahlah ayo cepat," ajak Rafa yang mengeluarkan golok peninggalan kakek mereka.
Raka juga membawa golok yang sama, sedang ustadz Arifin membawa pedang pemberian ayahnya itu.
"alat perang mu terlalu panjang tad," kata Raka.
"sudah diam saja, biar aku minta petunjuk jalan sebentar," kata Rafa.
Rafa memejamkan mata dan meminta tolong Suni, harimau itu pun berjalan menuntun ketiganya.
Rafa melihat semuanya seperti familiar, dan juga perasaan yang sangt kran dia rasakan.
Raka terus berdzikir karena dia merasa semua penghuni itu seakan menatap mangsa yang siap menyerahkan diri.
melati mengawasi ketiganya dari kejauhan, Sesnag memancarkan cahaya pelindung untuk ketiganya.
Linggo kini bergabung bersama Suni untuk menuntun ketiganya. "Rafa tak umum loh melihat dua khodam mu seperti itu," bisik Raka khawatir.
"tetap ingat Allah dan berdoa, dzikir jangan putus," jawab Rafa.
ustadz Arifin sudah ingin menangis rasanya, karena di kakinya ada sesosok anak kecil tanpa kepala.
"Rafa tolong aku ..."
Raka kaget karena dia menerima sebuah kepala yang jatuh ke tangannya.
"Allahuakbar!" teriak Raka sambil melempar kepala itu.
"kepala ... kepala ... kakak jahat, aku ingin makan," kata bocah itu yang memasang kepalanya yang sudah bolong hingga otaknya terlihat dan matanya sudah tak ada.
"minggat ..." gumam Rafa sambil melempar goloknya hingga bisa menebas mahluk itu.
bahkan golok itu kembali ke tangan Rafa saat tugasnya selesai, "Ojo onok seng wani ganggu, lek hak gelem binoso," kata Rafa tegas.
para mahluk ghaib itu pun mundur, Rafa benar-benar menunjukkan wibawanya.
mereka pun melihat sebuah gubuk, tapi tak di duga mahluk tinggi besar menghadang mereka.
"kalian pergi saat aku melawannya, ingat Rafa tujuan kita kemari untuk menyelamatkan mereka, jadi jangan tergoda apapun," kata ustadz Arifin maju menghadapi mahluk bertubuh ijo dan berwajah seperti binatang dengan taring yang begitu panjang.
rafa dan Raka maju dan kini mereka malah menghadapi seekor kera raksasa.
"kamu lanjutkan perjuanganmu, aku akan menghadapi gerombolan mereka, bismillah pasti bisa, cepat pergi!" teriak Raka.
Raka pun mulai menyerang kera kera itu, bahkan kera itu tak normal dengan taring dan mata merah menyala.
Raka seakan-akan seperti kekuatan lain, bahkan sebuah cahaya masuk kedalam dirinya.
dan itu menakuti semua kera itu yang awalnya begitu buas, kini malah berbalik dan ketakutan.
"pergi ...." geram Raka.
mereka pun pergi, Raka membantu ustadz Arifin yang mulai kuwalahan karena ilmu mereka tak sepadan.
Raka datang dan langsung mengayunkan goloknya pada kepala Buto itu dan akhirnya tewas.
"terima kasih, aku seakan-akan tak bisa menyentuhnya," kata ustadz Arifin.
"karena dia bukan tandingan mu ustadz, sekarang ayo kita bantu Rafa," kata Raka yang kini mengejar saudaranya itu.
dari dalam gubuk terdengar sebuah teriakan memilukan, Rafa bergegas masuk.
tapi kakinya menginjak sebuah ranjau, dan itu adalah Kayu beracun. tapi Rafa tak memperdulikan itu.
sebuah wanita bergaun merah menghadang Rafa dengan wajah penuh darah.
mata merah menyala, taring dan kuku yang panjang siap mengoyak tubuh pria itu.
Rafa tak bisa melawan mahluk itu, dia tiba-tiba lemah, kemudian melati datang dan berdiri melindungi Rafa.
"selamat kan teman-teman prabu, biar aku mengurusnya," kata melati sambil tersenyum.
"tapi-" kata Rafa tak mau.
"aku mohon prabu," kata melati yang langsung menyerang ke kuntilanak merah itu.
tapi tak di duga, baru juga masuk tubuh Rafa replanting jauh, untuk Sesnag menangkapnya.
"aku akan mengakhiri cerita kalian sekte Wicaksono," kata Sesnag geram.
"tuan ikat kaki anda dengan kain ini, biar aku yang menghadapi mereka," kata Sesnag.
Rafa pun mengikuti perintah Sesnag, Sesnag sudah mengamuk bahkan membunuh semua orang sekte dengan ranjau yang mengenai Rafa.
Sesnag benar-benar mengamuk, tak ada seorang pun yang selamat dari pembersihan itu.
Rafa masuk dan memotong rantai pada kaki Dimas, sedang kemudian memotong rantai di kaki seorang yang lain.
"bawa mereka pergi dari sini, cepat aku skan mencari Della," kata Rafa.
Raka dan ustadz Arifin pun keluar dan langsung di sambar oleh Suni dan membawanya keluar dari hutan ghaib itu.
"tolong pergi, kami akan menyelesaikan ini," kata Suni yang mengeram kemudian keempatnya pingsan dan di temukan oleh beberapa warga.
Rafa masih mengelilingi tempat itu sambil mencari guci dan kemudian menghancurkannya.
Vian, Akira dan juga Della tersenyum kearahnya sebelum menghilang, tapi Sesnag lengah.
sebuah pisau melukai leher dari Rafa, melati langsung menghentikannya dengan kekuatan yang dia miliki yang tersisa.
dia hanya ingin Rafa selamat dan tak terluka lagi, bahkan dia menukar hidupnya.
orang itu ingin melukai Rafa lagi, "binoso!!!!!!," teriaknya.
kepala pria itu terpotong saat golok Rafa menebas kepalanya, "maafkan aku tidak bisa menemani anda, aku selalu mencintai anda, ini aku lakukan demi anda prabu, tolong hidup dengan baik prabu," kata melati yang kemudian hilang.
"tidak!!!" teriak Rafa yang kemudian membakar semua gubuk dan hutan itu denhan kemarahannya.