NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Romansa / Dokter / Tamat
Popularitas:298.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mey Meyra

Khanza, gadis yatim piatu yang tinggal hanya bersama neneknya. Suatu hari, Arum, bibinya memaksa Khanza menikah dengan Surya. Anak orang kaya, namun tak beradab.

sontak nek Sumi yang mendengar itu langsung menolak keinginan putrinya.
karena nek Sumi membela cucunya, hingga terjadilah persitegangan di antara mereka yang membuat nek Sumi harus masuk rumah sakit.

dan di sanalah nek Sumi bertemu Idris, seorang dokter muda yang baik hati. kagum dengan sang dokter, membuat nenek memintanya menikahi Khanza cucunya.

bersediakah dokter Idris menikahi Khanza. dan bagaimanakah perasaan Khanza ketika sang Nene memintanya menikah di usianya yang masih muda, dan dengan orang yang baru ia kenal.

serta apa alasan sang nenek meminta Khanza menikah secepat ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Meyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu 5

Kecewa bersama

POV Rayan

" Jadi kakak sudah tahu? sejak kapan? " Tanyanya dengan raut yang sudah tidak bersahabat.

" kakak bisa jelaskan. "

" Jelaskan!!! " bentaknnya.

" Katakan, kak! " lagi ia berucap.

" Ya, kakak sudah tahu sebelum kamu dan Sam ke rumah Nadia. Kakak suruh orang buat cari tahu soal Nadia, pertama kali kakak tahu kalau kita bersaudara kakak juga terkejut. "

" Trus, kenapa Kakak gak bilang kalau ayah kami .... " belum sempat Idris melanjutkan ucapannya Rayan berucap terlebih dahulu.

" Aku ingin kamu merasakan apa yang ku rasakan. "

" Maksud kakak. " ia mengerutkan dahinya.

" Kecewa, " Ucapku seraya menatap tajam pada Idris.

Ia pun menatapku dengan tak kalah tajam.

" Kecewa?? " ucapnya dengan dahi berkerut.

Aku harus memulai permainan ini jika aku ingin keluar.

Maaf Dris, suatu hari akan kakak jelaskan alasan sebenarnya. Namun saat ini kita harus berperang.

" Selama ini aku yang selalu merasakan kecewa, Mama yang selalu mengekang kakak, sedang kamu, selallu di bebaskan. Juga soal Syifa, rumah tanggaku berantakan Dris. " sembari menyenderkan tubuh di dinding.

" Aku dan Syifa di paksa bercerai. "

" Itu kan keputusan kakak, kalau kakak bisa pertahankan kak Syifa ya, pertahankan, kenap kakak malah dengan mudahnya melepas kakak Syifa? "

" Kamu tidak tahu apa-apa, Dris. Karena kamu selallu di bebaskan Mama. "

" Katakan! apa yang tidak aku tahu. "

Aku menatapnya yang juga menatapku. " sudahlah, intinya aku hanya ingin kita sama-sama kecewa. "

Ia tertawa kecil, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Kau seperti anak kecil kak. "

" Yah, anak kecil yang sedang mencari keadilan atas ketidak Adilan. "

Ia kembali menatapku. " Sejak dulu kamu selallu di istimewahkan, kamu bebas memilih apapun yang kamu inginkan, sekolah dimana, berteman dengan siapa, mau jadi apa pun Mama tidak melarangmu, sedang kakak ... sejak dulu kakak di kekang di jadikan robot keluarga, " ucapku panjang lebar.

Dan ku harap setelah ini entah Mama atau ia akan mengusirku dari rumah. Dan juga ku harap ia mengatakannya pada Mama.

" Baik, kalau begitu. Mulai saat ini ambil seluruh perhatian Mama, dan aku yang akan pergi dari rumah, " ucapnya seraya pergi dari hadapanku.

Aku terdiam entah harus bagaimana, kenapa malah ia yang pergi, kenapa tak menyuruhku yang pergi, kenapa jadi berantakan seperti ini.

Aku tak beranjak dari kantor sengaja bermalam di sini. Memikirkan apa yang harus ku lakukan selanjutnya.

Pagi hari aku memberi tahu orang suruhanku tuk membawakan baju ganti, sebenarnya ingin sekali pulang, tapi .... Entahlah, aku sendiri bingung dengan perasaanku.

Sejak kejadian semalam Idris tak menghubungiku. Benarkah ia membenciku.

Sore ini aku memberanikan diri tuk pulang, mungkin aku akan menjelaskan sesuatu dan berharap ia membantuku.

Yah, seharusnya ku fikirka itu sejak dulu, Idris pasti mau membantuku.

Setelah memarkirkan mobil di halaman rumah, bergegas aku memasuki rumah, langsung menuju kamar Idris, karena ku tahu hari ini ia tengah mendapat jatah liburnya.

Tak ku temui Idris di kamar, mencarinya di setiap sudut rumah, juga tak ku temui ia di rumah ini.

kemana ia, benarkah ia pergi dari rumah. Aku menuju kamar Mama, dan benar ia ada di sana, sedang membaca buku.

" Rayan boleh masuk, mah. " di depan pintu kamarnya yang terbuka aku meminta izin pada Mama.

Mama menoleh, menutup buku dan memberi isyarat masuk dengan mengedipkan matanya.

Ku hampiri Mama mendudukkan diri di dekatnya.

" Mama, sehatkan? " ku tanyai itu karena kemarin sakit Mama kembali kambuh.

Ia mengangguk.

" Maaf, semalam Rayan tak pulang, " ucapku selanjutnya.

" Gak, papa, Mama tahu, kamu sibuk, kan sampe semalam gak pulang, jangan bekerja terlalu keras kamu juga harus jaga kesehatan, " ucapnya.

Entahlah, aku merasa perhatian Mama tak seperti biasanya.

" Idris mana, mah? "

" Ia pergi. "

" keluar "

" Ya, tinggal di luar. Di apartemen yang dekat rumah sakit, katanya kalau dari rumah ke rumah sakit kejauhan, jadi ia sewa apertemen biar bulak-baliknya Deket, kasian juga dia jam perakteknyakan lumayan. "

Ternyata Idris sudah pergi, ia benar-benar pergi.

" kok, Idris gak bilang sama Rayan, mah. "

" loh, kata Idris udah bilang, semalamkan dia dari kantor kamu, ya, kan. "

" Oh, iya, astaga Rayan lupa, " ucapku berpura-pura.

" Idris gak bilang sesuatu waktu mau pergi, " aku penasaran apakah Idris menceritakan pertengkaran kami pada Mama.

" Ya, " ucap Mama yang membuatku

tegang.

" Dia bilang apa? "

" Dia cuma bilang agar Mama slallu jaga kesehatan, jaga pola makan, dan .... " Mama menatapku. " Katanya Mama suruh perhatian sama kamu. Memangnya selama ini Mama gak perhatian sama kamu. "

" Hahah, kok, dia ngomong gitu, Mah. "

" Mama juga gak tahu, agak aneh gak sih menurut kamu? "

" Mungkin maksud Idris agar aku perhatian sama Mama. "

" Bisa jadi, mungkin ia salah ngomong. "

" Heeh. "

Berarti Idris tak mengatakan apa-apa, andai Mama tau ya g sebenarnya, jika kepergian Idris karena kami bertengkar.

Sedang pertengkaran kami tersebabkan Nadia anak ayah.

Entah apa yang akan terjadi pada Mama jika Mama tau yang sebenarnya.

Apa lagi tahu soal Nadia yang anak ayah. Pasti Mama akan kembali terpuruk, lalu mengenang perpisahannya dengan ayah.

Yang kata Bi monik sepupu mamah ayah berselingkuh, jujur aku tak percaya ayah tipe orang yang setia perhatiannya pada Mama menunjukan jika ia orang yang sangat mencintai Mama.

Namun, jika memang ayah orang yang setia, kenapa ayah sudah memiliki anak dari orang lain. Secepat itukah ia melupakan Mama.

Sudahlah, aku tak mau mengingat itu lagi, biar nanti ku tanyakan langsung pada ayah.

Setelah menemui Mama, ku langkahkan kaki menuju kamar Idris, menyusuri tiap inci kamarnya.

Ada banyak barang-barang nya yang tidak ada di sini, mungkin mereka di bawa pemiliknya pergi.

Ku buka almari terlihat juga baju-baju nya tak sebanyak biasanya.

Benar, ia benar-benar pergi, hubungan persaudaraan kami takkan jadi semenyenangkan dulu.

Ini salahku, yang tak berterus terang dengan Mau ku. Seharusnya aku yang pergi bukan kau. Rencanaku berantakan.

Sejak saat itu hubungan kami benar-benar renggang tak pernah lagi saling mengunjungi apa lagi bisa berkumpul seperti dulu.

Pernah ku mengunjunginya di rumah sakit. Namun, ia nggan tuk berjumpa, semarah itu dia.

Dan sangat membuatku kesal kala ku kabari ia jika Mama sakit, tapi ia tak percaya, ia fikir aku mengada-ada.

Aku lelah dengan sikap Idris yang seperti ini, sampai akhirnya aku pun ikut membenci dia.

Hubungan kami benar-benar asing.

Nekt.....

Jangan lupa Like, Komen dan Vote. Terima kasih.

1
𝚉𝚊𝚑𝚛𝚊...
kok ngak ada sih kak novel dg judul " Dokter Sam"?
Linda Liddia
Kok ada ya ortu kayak gini..Egois bgt..Ortu selalu berdoa utk kelanggengan rmh tangga anak2nya lah ini mau anaknya cere sm istrinya..Hei nyonya gak ada manusia yg sempurna di dunia termasuk anda sendiri
Omah Tien
bodoh bukan di dengarin jawab aja
Omah Tien
felem gratisan meding nover g lihat kasar atau apa lah muka jg sekarang jelek2.g kaya dl
Omah Tien
bigung cerita nya punya rumah orang tua semua mau di kuasin kan aneh bego g tegas kenapa prerusaan g di aambil dasar bego sih bukan cari siapa tau ada wasiat goblok
Omah Tien
buka kaya jg belagu mama nya
Akhi Jemmy
aq dulu kuret, usia kandungan ku masih 8 minggu,
Nurjana Bakir
mantap
Ratna Fatmawati
namanya juga laki laki
Rea
nenek tulisannya, jgn nene biar enak bacanya
Khairunnisa Hassan
mengalah lah Bu Maryam saya pernah mengalaminya nyata sampai sekarang kalau baik ada maunya saja
Khairunnisa Hassan
mantap rencananya dr idris
arfan
jos
Suryamah
bagus
Susantiafria 0304
cantik end ganteng
Oktavia
katanya pergi tapi msh ddekat…. hahahahhah
Oktavia
ternyata cuma sebatas rasa bersalah, benar kan seh cinta salam salma. salma juga kabur tpi kembali lgi dgn salim. itu dia munakfik
Oktavia
baik ya ibu ini, tdk seperti salma dan salim… munafik
Oktavia
munafik, tapi tetap aja jd istrinya pak salim… dgn alasan anak pasti sekarng.
Oktavia
nah kan katanya cinta sama istrinya… tapi apa ? bisa luluh juga kan
Vega Viilia: iye.. benci q
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!