Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?
Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.
Siapakah yang di pilih pria itu?
'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'
Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 "Foto"
Hani baru saja sampai didepan pagar rumahnya, langkah kakinya terhenti ketika melihat ibunya sedang berdiri didepan pagar, ia terlihat sangat cemas.
"Mam" panggil Hani.
Mendengar panggilan putri nya, ibu Hani segera menoleh dan memeluk sayang putri kecilnya itu. "Baby kamu dari mana saja sih! kamu tau mommy sangat mengemaskan mu, kenapa jam segini baru pulang?"
Bukannya menjawab Hani malah semakin memeluk erat ibunya. "Baby, kalau mami tanya itu jaw-"
"Hallo bibi" Mata ibunya Hani tertuju pada Arka yang tersenyum dan memberikan hormat. Pelukan ibunya terlepas dan Hani kini berdiri disamping ibunya.
"Siapa ini? Pria yang kamu ceritakan?" Bisik ibu Hani.
"Iya, orang yang menyebalkan itu" balas Hani dengan berbisik juga. Tapi tetap dapat didengar oleh Arka.
"Maafkan saya bibi, kami tadi ada urusan diluar sebentar tentang pekerjaan jadi Hani pulang terlambat, tapi aku sudah mengantarkan putri cantik bibi dengan selamat tidak kurang apapun" Arka berkata dengan sopan.
"Kamu yakin, putri cantik saya tidak kurang apapun?" ibu Hani memegang kedua bahu Hani, menggeser tubuh putrinya agar dia bisa melihat setiap inci tubuhnya.
Arka terdiam dia tidak tau harus mengatakan apa lagi.
"Mam, ayolah jangan mengerjai Pak Arka" Hani tau ibunya ini sedang mengerjai Arka.
"hehehe, untuk saat ini bibi liat tidak ada yang kurang, tapi nanti kalau ada yang kurang kamu harus tanggung jawab ya nak Arka"
"Mam! hentikan!" kesal Hani.
"Saya berjanji akan tanggung jawab Bibi, kalau gitu saya permisi dulu, selamat malam" Arka pergi setelah mengedipkan sebelah matanya kearah Hani sambil tersenyum manis.
"Baby, dia tampan sekali" bisik ibunya Hani lagi.
"Mam! dia bisa dengar!" Hani memperhatikan Arka yang sudah sangat jauh jaraknya, Hani sangat khawatir Arka bisa mendengar pembicaraan ibunya barusan, bisa besar kepala nanti si Arka.
"kalian Habis dari mana?"
"Hmm meeting penting, ayo cepat masuk mam disini dingin" tidak mau ditanya yang aneh-aneh Hani segera menarik tangan ibunya untuk segera masuk kedalam rumah. Hani menggandeng tangan ibunya dan sesekali melihat ke belakang untuk melihat Arka yang sudah tidak ada.
'ting'
Hani meraih ponselnya yang berbunyi pesan masuk.
📲 Arka Ganteng : Sampai rumah mandi air hangat dan minum susu biar bisa tidur nyenyak, selamat malam Baby ❤
Hani lupa, bahwa dia belum mengganti nama kontak Arka di ponselnya. ini juga panggilan baby biasanya hanya ibunya dan ayahnya saja yang memanggilnya begitu. Hani rasa Arka tidak sengaja mendengar panggilan ibunya kepadanya tadi.
ibunya mengintip sedikit, dan tersenyum, "hayoo.. ada yang lagi kasmaran ni" ledek ibunya sambil berlalu masuk.
"itu gak benar mam!" Hani ikut melangkah masuk kedalam rumah.
🌺🌺🌺🌺🌺
Hari pertama Hana berkumpul dengan anggota drama musikal kampus , mereka memulai pembagian peran dan pembacaan naskah sebelum memulai latihan. Hana terlihat paling bersemangat karena ia mendapatkan peran utama dalam drama itu. Semua orang setuju dan mengakui kemampuan acting Hana.
“Baiklah latihan kita mulai minggu depan! Semangat!”
“Ya!!”
Satu persatu anggota drama musikal membubarkan diri, Hana merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal. Awan putih terlihat menggumpal dan cuaca sore ini sangat cerah, ia memutuskan untuk berjalan jalan di sekitaran kampus sebelum kembali ke rumah.
“Hana kemari! Ayo nonton” Secara tak sengaja Hana melewati lapangan basket dan beberapa teman nya memanggil Hana .
“Hello guys! Sedang apa kalian?” Hana duduk bersama beberapa teman nya yang tengah serius menyaksikan para pria yang tengah bermain basket.
“Kau tahu kan? Nanti ada pertandingan basket antar kampus, mereka sedang berlatih dan kami sedang menyemangatinya!” Jawab Intan , salah satu teman sekelasnya yang dikenal sangat menyukai Satya .
“aaah begitu” Tanggap Hana singkat.
“hmm.. Hana, bisakah kau bantu aku? Aku sangat ingin berfoto dengan Satya” Intan sedikit berbisik pada Hana ia juga memberikan tatapan memohon nya.
Hana melirik sekilas kearah Satya, dia tampak serius bermain basket.
"Ayolah, kumohon" pinta intan sekali lagi.
“tenang saja semua bisa ku urus!” Hana menunjukan senyuman nya. Mereka menunggu hingga team basket selesai latihan. Satya mulai berjalan kepinggir sambil men dribble bola ditangan. Hana tersenyum itu adalah bola yang baru dia belikan.
"Tunggu sebentar" Tak lama berselang Hana menyeret Satya lebih dekat kepada Intan.
“Nah, berikan ponselmu” Ucap Hana pada Intan yang sudah bersiap untuk di foto.
“ada apa ini?” Tanya Satya kebingungan.
“Cepat! Dia ingin berfoto denganmu” Hana mengambil ponsel yang diberikan oleh Intan padanya . Dengan malu-malu Intan kemudian merapatkan tubuhnya pada Satya.
“Ah? aku kira apa” Satya lalu tersenyum ke arah kamera, satu foto berhasil di dapatkan. Intan sangat berterimakasih pada Hana yang sudah membantunya ia lalu pergi dengan riang dan bersiap untuk memamerkan foto itu pada teman-teman nya yang lain.
“Ayo akan ku traktir ayam dan cola!” Hana menggandeng tangan Satya dan membawanya berjalan.
“Wow, ada angin apa kau mentraktirku?”
“aku dapat komisi dari Intan karena berhasil membuatmu berfoto dengan nya”
“Keren!”
“keren tidak?”
“Aku yang keren” Satya tertawa , Hana kemudian berlari kecil dan menyeret Satya ia tak sabar untuk menikmati ayam dan cola yang sudah dibayangkan nya sedari tadi.
🌺🌺🌺🌺🌺
Sebelum jam makan siang tiba Hani menemani Arka untuk melakukan pertemuan dengan calon pemegang saham hotel nya. Ia kali ini melakukan pekerjaannya dengan benar , semenjak Hani berada di sekitarnya Arka menjadi lebih semangat dan memiliki tujuan untuk datang ke hotel sekarang . Sandy bahkan bertanya-tanya kenapa Arka jadi sebergairah ini dalam bekerja.
“Terimakasih atas kerjasamanya , kami tentu tidak akan mengecewakanmu”
Pertemuan diakhiri dengan jabat tangan antara client itu dengan Arka. Hani berada di samping nya untuk mencatat hasil kesepakatan dan pertemuan tadi.
“Kau ingin makan siang apa?” Arka menoleh pada Hani yang berjalan disamping nya , mereka baru saja sampai disebuah restoran yang tak jauh dari tempat pertemuan dengan client tadi.
“Hmmmm, aku ingin beef steak” Jawab Hani
“Aaaah disini beef steak nya yang terbaik, Ayo” Arka memilih tempat duduk yang berada di dekat kaca besar yang memberikan pemandangan luar. Mereka sudah memesan dan menunggu makanan untuk datang, Arka memainkan kamera miliknya dan tersenyum melihat hasil jepretan nya kemarin malam.
“Kau selalu membawa kameramu kemana-mana?” Tanya Hani.
“iya , dia seperti kekasihku” Jawab Arka tanpa menatap ke arah Hani.
“kau sangat suka memotret?”
Tanpa menjawab pertanyaan Hani, Arka malah mengarahkan kameranya pada Hani dan berhasil mendapatkan gambar wajahnya.
"P-pak! jangan foto saya!" Ucap Hani dengan salah tingkah Ia lalu menutupi wajahnya dengan buku menu.
“Wahh imutnya” Arka mengomentari hasil fotonya, ia kembali mengarahkan kameranya dan mendapatkan foto Hani berkali-kali .
“Hentikan itu” Pinta Hani, Arka lalu menaruh kameranya setelah melihat pipi Hani memerah entah karena kepanasan atau karena hal lain .
“Arka?” Hani dan Arka sama-sama mendongakkan kepala setelah seseorang memanggilnya . Arka diam sejenak ia lalu beranjak dari duduknya dan memberi salam.
. . .
🌺🌺🌺🌺🌺
tetap semangat thor 💪