(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan
"Sudah mas"
Perbincangan manis pun terjalin disana. Alan terus membicarakan perihal pernikahannya bersama Aria setelah urusan nya selesai.
Keesokan harinya.
"Bagaimana? Apa kamu setuju?" Tanya Pak Banyumas yang merupakan ayah dari Feni.
Alan masih diam mematung. Enggan untuk menjawab pertanyaan itu, namun satu keputusan harus dibuat disana.
Pak Banyumas menawarkan sebuah kerjasama, yang mana kerjasama ini sangat menguntungkan, terlebih lagi orang yang berperan dalam kerjasama sama ini merupakan seorang pengusaha yang memang sulit untuk didapatkan. Ya, dia adalah Pak Jorhan. Seorang pengusaha yang bergerak didalam pengolahan batu bara di Malaysia.
Namun sebelum itu. Untuk sampai kesana, Pak Banyumas malah mensyaratkan untuk Alan bisa menikahi Feni anaknya sebelum kerja sama ini terjalin.
Alan berada diambang kebingungan, disatu sisi ia begitu ingin mengikuti kerjasama ini. Mengingat dirinya juga sudah beberapa kali ditolak oleh Pak Jorhan untuk melakukan hubungan kerjasama beberapa tahun yang lalu. Namun disisi lain, ia begitu menyayangi Aria. Tidak ingin melepaskan Aria walau hanya sedetik.
"Jangan khawatir. Anda bisa menikahi kekasih anda itu, asalkan anda bisa berlaku adil terhadap anak saya" Terang Pak Banyumas. Ia sepertinya mengerti dengan apa yang Alan pikirkan saat ini.
"Namun dengan satu syarat. Pernikahan resmi hanya dilakukan dengan anak saya Feni" Sambung Pak Banyumas lagi memastikan.
Setelah lama berpikir, akhirnya Alan membuat keputusan.
"Baik Pak. Saya menyetujui kerja sama ini, namun sebelum itu saya ingin bertemu dengan Feni terlebih dahulu" Ucap Alan tegas.
Pak Banyumas tersenyum senang, lalu membentangkan sebelah tangannya untuk menjabat tangan Alan.
"Selamat bergabung" Ucap Pak Banyumas. Alan membalasnya dengan anggukan seraya membalas jabatan tangan Pak Banyumas.
Disebuah Restoran ternama bintang Lima. Alan duduk mematung dengan tatapan lurus kedepan. Feni dengan gayanya yang anggun juga mulai duduk disebuah bangku didepan Alan.
Kali ini Feni begitu bahagia. Akhirnya rencananya untuk bersama dengan Alan akan segera terwujud.
Bruakkkk.
Seketika senyum Feni menghilang kala Alan melemparkan sebuah Map didepan wajah Feni.
"Buka!" Titah Alan dingin.
Feni mulai membuka isi Map itu. Lalu matanya mulai melihat setiap hurup yang tertulis dengan jelas disana.
"Kontrak pernikahan? Apa maksudnya?" Tanya Feni tidak suka.
"Cih. Pernikahan ini hanyalah sebuah kebohongan saja, aku tau ini semua adalah rencana kamu. Tanda tangani surat itu atau pernikahan itu tidak akan pernah terjadi" Ancam Alan tegas.
"Tapi aku mencintai mu Alan. Bagaimana pernikahan itu hanya sebuah pernikahan diatas kertas" Jawab Feni tidak terima.
"Kamu pikir aku menginginkan pernikahan ini. Kamulah yang memaksaku untuk melakukan ini" Terang Alan tidak mau kalah.
Feni sedikit menyeka air matanya, "Tega sekali kamu Alan" Lirih Feni.
Alan hanya mendecah, "Kamu sudah tau bahwa aku tidak pernah menginginkan kamu. Jika kamu tetap memaksaku maka ini yang akan terjadi" Jawab Alan.
"Apa ini karena Aria?" Tanya Feni murka.
"Karena Aria atau bukan semua itu bukanlah urusanmu" Balas Alan tegas.
"Jika kamu ingin membatalkan pernikahan ini, aku akan sangat berterimakasih" Sambung Alan lagi.
mendengar itu, Feni menggeram. Belum lama ia diberitahu oleh ayahnya bahwa Alan menyetujui pernikahan itu, namun kini ia bagaikan dihempas oleh kenyataan yang menyakitkan. Ternyata Alan sudah mempermainkan dia.
Feni menghempas kasar kakinya lalu berlenggang pergi meninggalkan Alan.
"Kamu pikir bisa mempermainkan aku. Kamu kira aku tidak tau bahwa kerjasama itu adalah sebuah kebohongan" Batin Alan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
-Terpaksa Menikahi Bos Mafia
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈