Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.
Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.
Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.
Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,
pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.
bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angga Dan Ayla
"hay sayang, enggak masuk kerja?" ucap Angga dipagi hari.
Aulia yang masih dengan baju tidurnya masih terjaga dan mengucek matanya disertai uapan kantuknya.
sambil menuruni tangga Aulia melempari senyum kepada Abang tersayangnya.
"bukannya ini hari minggu yah bang, abang sendiri tumben uda di ruang makan, mana rapi mau kemana?" ucap Aulia sambil duduk disamping Abangnya mengambil piring untuk segera makan.
Angga yang sedari kemarin ingin bercerita tentang dirinya, akhirnya mencoba untuk berbicara karena kalau bukan sekarang tak ada lagi kesempatan itu, ditambah lagi Angga dan juga Aulia sudah sibuk mengurus Bisnis.
Angga ingin bercerita jika dirinya sedang dekat dengan seseorang, tapi sebelum itu ia menetralkan perasaannya dengan berdehem pelan.
"eehhemm., lia ada yang ingin abang beritahu.." ucap Angga terputus
Aulia hanya mengamati abangnya dengan meneguk minumannya, Angga terhenti untuk meyakinkan hatinya terlebih dulu.
"eemm.., sebenarnya akhir-akhir ini abang lagi dekat dengan seseorang, hari ini abang mau ketemu sama dia" ucap Angga
mendengar Abangnya bicara tentang kehidupannya membuat Aulia antusias dan langsung memberikan bertubi-tubi pertanyaan pada Angga sebelum Angga meneruskan ucapannya.
"cewek bang? cantik? trus dia kerja apa? nama siapa? wah pengen dong lia ketemu, pengen bilang buat jadi kakak ipar, karena abang kelaman ngejomblo harus ada yang urus" ucap Aulia dengan antusias.
Angga yang mendengar hanya bisa tersenyum pasih sambil menyilangkan tangannya diatas meja makan untuk mengamati raut wajah Aulia yang sedang menggoda Abangnya itu.
"ia dia wanita, yang pasti cantik sepertimu tapi lebih cantik, dia dokter bedah syaraf kerja di RS yang sama dengan Angel, untuk ketemu pasti abang akan ketemuin kamu jika waktunya tiba, sekarang abang pengen ketemu dengannya okey, apa sudah terjawab semua" ucap Angga dengan penuh penekanan.
Aulia hanya memainkan bibirnya sambil makan dan tak lupa di akhir kalimat Abangnya ia menaikan kedua bahunya tanda terserah, karena sempat disebut kalau wanita itu kerja ditempat Angel, Aulia pun mengukang lagi kalimat Abangnya untuk memastikan.
"kerja ditempat yang sama dengan angel dan seorang dokter bedah, berarti dia atasannya angel dong bang" ucap Aulia penasaran.
Angga yang sedang minum terhenti dan mengangguk, tak lupa Angga membersihkan bibirnya sisa makanan dan bersiap untuk pergi.
"abang tinggal dulu yah, mungkin abang akan ke resto habis ini, apa kau sudah siapkan untuk menang dengan tender proyek besar?" ucap Angga dengan memakai jasnya.
Aulia yang terpikirkan dengan proyek besar itu hanya bisa anggukkan kepalanya, Angga pun membelai lembut kepala Aulia dan beranjak, Aulia terpikirkan atas permintaan tolongnya pada Adrian, ia pun menyudahi makannya dan bergegas kearah kamarnya.
"halo, rian" ucap Aulia buru-buru
Adrian yang tahu maksud dari Aulia langsung bersuara.
"aku sudah siapkan kita bisa bertemu sekarang" ucap Adrian
mereka pun memutuskan untuk bertemu dirumah Adrian.
.....
Angga yang menerima SMS semalam jika Ayla sedang tugas malam dan akan ganti sift dipagi hari, ia pun memarkirkan mobilnya di area RS untuk menunggu Ayla keluar, ia bisa lihat jika mobil Ayla masih terparkir rapi disana.
saat Adrian melihat Ayla yang keluar lewat pintu UGD, Angga pun keluat dan melambaikan tangannya, Ayla pun membalas dan berlari kecil kearah Angga.
Angel yang sedang di UGD untuk menulis beberapa laporan kegiatannya, melihat Angga dibalik kaca jendela besar diparkiran bersama dengan seorang wanita, ia pun penasaran dan mengamati dari tempatnya, saat wanita itu masuk menuju mobil Angga ia bisa lihat dengan jelas jika itu adalah atasannya dibagian syaraf.
Angel hanya tersenyum dan terkekeh kecil, ia pun melajutkan kembali, didalam mobil Ayla yang kelelahan karena semalaman ia bertugas dan harus melakukan operasi besar nampak tertidur dibalik kursi samping kemudi, Angga yang melirik hanya tersenyum.
tiba dirumah Ayla, Angga memberhentikan mobilnya, ia pun melepaskan sabuk pengaman yang menempel ditubuhnya, dan memposisikan dirinya menghadap kearah Ayla yang masih tertidur.
Angga nampak mengusap dengan lembut pipi Ayla dan membenarkan anak rambut yang menghalangi wajah manisnya, karena sentuhan Angga Ayla terbangun dan mendapati Angga sedang mengamati dirinya, Ayla hanya bisa tersenyum simpul dan merenggangkan ototnya.
"kita uda sampai" ucap Ayla melihat sekitar
"sepertinya kamu lelah, apa kita batalkan saja untuk hari ini, aku jadi enggak enak denganmu" ucap Angga merasa bersalah
mendengar Angga menyalahkan dirinya, Ayla pun menyentuh kedua pipi lelaki itu,
"aku akan bersiap-siap oke" ucap Ayla menyunggingkan senyum termanisnya,
tak butuh berapa waktu untuk Ayla bersiap diri, karena sebelum pulang ia sudah mandi diruangannya tadi, ia hanya perlu berganti pakaian dan memoles diri, karena sudah rasa cukup ia langsung turun dari kamar dan bergegas keluar rumah.
tak tau mengapa sejak pertemuannya bersama Angga membuat dirinya nyaman berada didekat lelaki itu sampai disaat Angga menyatakan perasaannya membuat dirinya selalu tersenyum ceria, ia ditemani hanya dengan para pembantu rumah dan beberapa penjaga, Ayahnya bersama Ibunya sudah sejak lama penetap di luar negeri.
"yuk" ucap Ayla
Angga pun melajukan kembali mobilnya, ditengah perjalanan, Ayla sempat memandang Angga lama, Angga yang fokus mengemudi tahu jika dirinya sedang diamati.
"apa aku terlalu tampan untuk ditatap" ucap Angga yang menyadari jika ia ditatap lama oleh wanitanya.
Ayla langsung mengalihkan pandangannya dan berdehem.
"ayla, aku sayang kamu" ucap Angga lagi.
Ayla hanya bisa menangkupkan tanganya dibibir mencoba menahan rasa harunya.
"apa kamu dengar.? tanya Angga lagi
Ayla langsung menengadahkan pandangannya ke arah Angga, Angga pun mencoba menepikan mobilnya dan mencoba memandang Ayla.
"aku dengar, aku juga, sayang sama kamu angga" ucap Ayla perlahan
Angga yang mendengar tidak bisa menahan rasa bahagianya dan langsung menggenggam kedua tangan Ayla dan menciumnya bergantian. Ayla hanya bisa menatap dengan rasa sayangnya pada orang yang belum lama menjadi kekasihnya itu.
flasback on :
setelah pulang dari pergantian sift di RS Ayla yang baru turun dari mobil, langsung masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa
Ayla langsung menuju kamarnya dan buru-buru melempar tasnya diatas kasur begitu saja ia pun berjalan menuju kamar mandi, malam ini iya sudah membuat janji bersama Angga.
setelah selesai mandi, Ayla sedang di clothes room memilih dress untuk menunjang penampilannya agar terlihat cantik didepan Angga, tidak tahu mengapa, seiring berjalannya waktu Ayla merasa sangat nyaman berada didekat lelaki itu, hari-harinya kini diisi oleh Angga.
Ayla nampak anggun memasuki sebuah restoran yang dipesan oleh Sekretaris Leon untuk memenuhi permintaan Presdirnya, ia diperintahkan untuk memilih beberapa tempat untuk dinner, yang akan dibuat Angga untuk menyatakan perasaannya.
Ayla sama sekali tidak tahu itu, Ayla pun masuk didampingi oleh seorang pelayan restoran, untuk menuju pada Angga yang sudah menanti di gedung teratas restoran itu, yang sudah ditata sedemikian rupa untuk terlihat indah di mata Ayla.
Ayla nampak menangkupkan tanganya dibibir tidak percaya dengan apa yang ia lihat, langkah kakinya membawa ia kehadapan Angga yang sudah menunggunya, Ayla berjalan perlahan yang sudah ditinggal oleh pelayan, Angga pun berjalan perlahan menuju ke arahnya,
Angga membawa Ayla duduk, dihadapan mereka sudah tersedia menu makanan, mereka pun makan terlebih dulu itu pikirab Angga ia sudah menyusun semuanya.
dipertengahan saat makan Angga menyempatkan dirinya untuk bertanya pada Ayla.
"ay, apa kamu suka.? tanya Angga
Ayla hanya bisa menggangguk ia tidak bisa berkata-kata sejak tadi,
"dan... apa kamu akan suka dengan kejutan selanjutnya" ucap Angga lagi.
Angga pun merubah posisinya dengan menyanggah kaki satunya seperti sedang berlutut tapi dengan cara yang cool ( bisa dibilang ingin melamar seseorang) Angga pun perlahan meraba didalam saku jas dalamnya ia mengambil sekotak cincin dan..
Ayla yang masih terkejut dengan surprise yang diberikan untuknya sekarang ditambah dengan cara Angga berlutut dan mengeluarkan sekotak cincin membuat Ayla menjatuhkan airmata bahagia.
ia tidak bisa berkata-kata hanya bisa menangkupkan kedua tangannya dengan semua surprise yang diberikan Angga untuknya.
"ayla, selama ini aku tidak pernah mempunyai hubungan dengan seorang wanita sedekat ini, bersamamu aku sungguh merasa nyaman, dan akhirnya aku memutuskan kalau aku memang menyukaimu sejak pandangan pertama kita, AylaLuna apa kau mau menjadi kekasihku.?" ucap Angga dengan wajah yang menegang dan rasa gugupnya.
Ayla yang mendengar sontak berdiri, dan memegang tangan Angga untuk berdiri menghadap kepadanya, ia benar-benar syok dengan pernyataan Angga terhadapnya.
"angga aku mengakui bersamamu aku merasa nyaman.." ucap Ayla menggantung
Ayla hanya bisa mengangguk ia terlalu malu untuk menyatakan jika dirinya juga menyukai Angga, Angga yang belum ngeh dengan ucapan Ayla yang menggantung ia pun hanya bisa menggenggam tangan Ayla dan menyentuh dagu wanita itu untuk melihat kewajahnya.
"jadi...?" tanya Angga tidak sabar
Ayla pun menundukkan Angga untuk ia bisa berbisik
"ayla mau jadi kekasihmu" ucap Ayla diiringi dengan senyum yang mengembang.
Angga yang mendengar sangat antusias dan memilih mengangkat tubuh wanita itu kedalam dekapannya dan berteriak seperti seorang yang baru memenangkan pertandingan.
"yes.. uuuuu.. akhirnya aku diterima yeeee.." teriak Angga yang membuat Ayla tertawa lepas.
flasback off
"ay, apa kamu uda siap kalau kita ketemu dengan keluargaku satu-satunya" ucap Angga yang sedang menggandeng tangan kekasihnya itu.
mereka sedang berjalan-jalan dipantai, itu semua untuk memenuhi keinginan Ayla.
"iya angga, aku siap-siap aja kok" ucap Ayla sambil meyenderkan kepalanya dibahu Angga.
Ayla tahu semua kehidupan Angga, sejak mereka dekat mereka sudah secara terang-terangan membicarakan kehidupan masing-masing.
"kalau habis kita jalan-jalan ini, apa kamu mau" ucap Angga
Ayla pun melonggarkan sedikit rangkulan tangan Angga ia pun menengadahkan kepalanya dengan tatapan menyelidik.
"kok... ada apa.?" ucap Ayla ia merasa Angga terlalu terburu-buru.
Angga tahu maksud dari ucapan Ayla, ia pun merubah posisinya menghadap dan memegang kedua tangan Ayla
"Ay, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya, apa kamu mau menikah denganku" ucap Angga serius.
Ayla yang mendengar langsung melepaskan tangannya dengan wajah cemberut
"aku gk mau kasih jawaban, masa enggak romantis sih, seperti orang-orang" ucap Ayla ngambek.
Angga hanya bisa terkekeh dengan tingkah Ayla, Angga pun membawa Ayla kedalam pelukannya, dan membawa Ayla mengahadap kearah laut lepas yang sudah mulai sore, Angga berdiri dibelakang Ayla sambil memeluknya erat.
Angga menyenderkan kepalanya dibahu Ayla, Ayla bisa merasakan hangat nafas dari Angga saat Angga mencoba membisikkan sesuatu.
"apa kamu mengharapkan seperti orang-orang.?" ucap Angga menggoda
Ayla hanya bisa menoleh kearah Angga, karena jarak yang sangat dekat membuat Angga langsung mengecup bibir Ayla sekilas dan menjauhkan kepalanya dari Ayla karena sudah mendapatkan apa yang ia mau.
Ayla yang terkejut langsung bertolak pinggang tanda tak percaya.
"waaahh., mencari kesempatan yah" ucap Ayla
Angga hanya bisa tersenyum manis dan mendekap kembali tubuh Ayla yang bisa dibilang tingginya sebahu Angga, cukup tinggi dan memenuhi kriterianya.
karena tubuh Angga yang cukup tinggi sekitar 183 sedangkan Ayla 175, Angga pun melontarkan kembali pertanyaang yang belum dijawab Ayla.
"jawab" ucap Angga
Ayla hanya menggelengkan kepalanya dan memilih menyandarkan kepalanya didada Angga.
.....
"maaf lia, aku harus menunda pertemuan kita tadi siang, karena ada sesuatu" ucap Adrian yang baru saja tiba di Cafe depan RS yang yang merawat Kakeknya.
Adrian harus menunda dan untungnya ia mengabari cepat pada Aulia saat Aulia masih di parkiran rumah tadi, Adrian terpaksa karena harus mengurus kedatangan Andreas yang terbilang cepat dan tak sesuai rencana yang ia bicarakan.
Aulia hanya mempersilahkan duduk Adrian dengan senyum manisnya.
"tidak masalah rian, untungnya kita sedang berada disekitar sini, aku habis mengunjungi angel karena ada sesuatu, kamu.?" ucap Aulia
"oh gitu, aku baru habis mengunjungi kakek, dan aku langsung menghubungimu karena ingin memberikan ini" ucap Adrian.
"thank you so much, rian, gue lihat yah" ucap Aulia semangat.
sambil mengamati berkas yang Adrian bawah, Adrian pun mengamati setiap sudut wajah Aulia.
"rian, enggak salah, ini..." ucap Aulia menggantung sambil menunjuk berkas itu
"enggak, aku sungguh ingin membantumu untuk memenangkan tender proyek itu, dan aku rasa aku harus mendukungmu seutuhnya tanpa membawa nama perusahaan Kusuma" ucap Adrian menjelaskan.
Aulia dibuat takjub, ia tidak menghentikan senyumnya yang menawan itu, karena merasa tertolong Aulia langsung menggenggam tangan Adrian untuk mengucapkan rasa terima kasihnya yang dibalas oleh Adrian
"ian, aku benar-benar spicles dengan tindakanmu, dan juga aku berterima kasih karena punya seorang teman yang sangat baik" ucap Aulia
"ini semua untukmu aulia, sampai detik ini aku masih menyayangimu, dan hanya ini yang bisa aku lakukan" ucap Adrian serius
mendengar ucapan Adrian secara tiba-tiba, membuat Aulia terhenti tersenyum dan langsung membalas genggaman tangan Adrian.
"terima kasih untuk rasa sayangmu rian, aku menghargaimu sampai kapanpun, tidak ada seorang teman yang sepertimu" ucap Aulia tulus
"apa aku sudah mengalahkan angel.?" goda Adrian
Aulia terkekeh geli dan melayangkan jempolnya tanda setuju dan diiringi dengan gelak tawa mereka.
.....
"sayang, ay... kita uda sampai, ay." ucap Angga berusaga membangungkan Ayla yang tertidur.
Angga sudah berhenti tepat didepan pintu masuk rumah Ayla, saat ini Ayla masih tertidur pulas, terlihat Pelayan rumah menghampiri mobil Angga, Angga pun menghampiri.
"apa bisa aku bawa masuk kedalam aylanya bi" ucap Angga sambil melihat Ayla yang masih tertidur,
Pelayan wanita itu hanya mengangguk dan mempersilahkan Angga masuk, Angga pun menggendong Ayla dan masuk kedalam, di iringi Pelayan wanita itu didepan untuk menuntun Angga kearah kamar Nona Majikannya.
saat masuk kekamar Ayla, Angga ditinggal oleh Pelayan wanita itu, ia pun membawa Ayla ketempat tidur secara perlahan agar tidak terganggu dengan guncangan spring bednya.
Angga menyelimuti tubuh Ayla, ia pun duduk dibibir ranjang memandangi wajah Ayla yang pulas, ia membenarkan anak rambut yang menghalangi wajah Ayla, karena merasa ada gerakan disekitar wajahnya Ayla perlahan membuka kedua matanya dan mendapati wajah Angga.
"apa aku menggangu tidurmu.?" ucap Angga menyingkirkan tangannya dari wajah Ayla
Ayla yang melihat Angga hanya bisa tersenyum simpul dan mengambil tangan kekasihnya itu menuju kepalanya, Angga hanya bisa membelai lembut kepala Ayla dengan wajah teduhnya.
"sayang.. i love you" ucap Ayla disela-sela kantuknya.
Angga yang mendengar terhenti dengan kegiatannya dan memandang wajah Ayla
"i love you too sayang" ucap Angga dan mengecup kening Ayla, yang dihiasi senyum oleh Ayla
"aku pulang yah, besok kamu harus masuk kerja lagi aku pun sama okey" ucap Angga berusaha beranjak dari duduknya.
karena jika terus berlama-lama ia takut orang dirumah Ayla menunduh yang bukan-bukan kepada mereka.
Ayla pun duduk dari tidurnya dan menciba menarik tangan Angga untuk duduk didepannya dan Ayla pun mengecup bibir Angga sekilas.
"gantinya yang tadi" ucap Ayla diselingi dengan wajah bahagianya.
Angga pun membalas atas tindakan Ayla dan kabur begitu saja sebelum menutup pintu Angga memberikan senyumnya pada Ayla
.....
"wah, ada yang lagi senang banget nih" ucap Aulia mendapati Abangnya senyum-senyum sendiri dimeja makan.
Aulia yang sudah siap dengan membawa tas dan berkas-berkas di Map bening yang ia peroleh dari Adrian semalam.
Angga hanya memerkan barisan giginya yang rapi, dan meneruskan mengoles selai kacang dirotinya.
Aulia meneguk susunya dan menyelidik kembali wajah Angga dengan tatapan penuh.
"gimana kak pacarannya.?" ucap Aulia
Angga hanya mengigit perlahan rotinya dan menetralkan perasannya
"eehhmm., tahu dari mana kamu kalau kemarin abang pacaran?" tanya Angga curiga
Aulia memutat otak untuk beralasan
"kemarin kan abang bilang kalau mau jalan sama wanita, berarti lagi kencan kan" ucap Aulia asal
"iya sih, tapi abang enggak bilang kaya gitu deh..." ucap Angga berpikir dan diputus Aulia
karena tidak mau Angga curiga bahwa Aulia mengetahui dari Angel, kalau Abangnya kemarin sedang berkencan dengan Dokter di RS tempat Angel bekerja, ia pun buru-buru menghabiskan susunya dan bergegas berangkat kerja, hari ini jadwal Aulia sangat padat.
ia pun memutuskan pembicaraan Abangnya yang masih berpikir.
"ya udah bang, aulia duluan yah, bye" ucap Aulia yang berlari kecil kearah parkiran mobil.
Angga hanya bisa meneruskan sarapannya dan bergegas beranjak untuk menuju kantor, hari ini ia harus mengantar Ayla ke RS terlebih dahulu.
setelah mengantat Ayla, Angga beranjak dari parkiran RS untuk menuju kantornya, tetapi dipembelokan antar pintu masuk RS yang terhubung dengan jalanan raya, mobil Angga hampir menabrak mobil didepannya yang ingin masuk, tetapi sekilas ia bisa mengenali mobil dihadapannya itu, tapi karena dikejar wakti ia hanya bisa memberi jalan terlebih dahulu ia melaju kearah jalanan raya untuk menuju kantor
.....
"bos, para pemilik tender hari ini menanyakan kesepakatan yang sudah ada? apa bos sudah siap?" ucap Mey yang berada disamping Bosnya yang baru tiba dikantor menuju ruangannya.
dengan berjalan yang memberikan kesan elegan dengan bunyi heelsnya Aulia hanya menanggapi dengan mengangkat sebelas alis ia terkejut jika pemilik proyek itu sempat meragukan kemampuannya.
"bilang pada mereka silahkan datang keruanganku, kita akan membahasnya" ucap Aulia terhenti
ia membalikkan badan sebelum masuk keruangannya.
"dan satu hal, siapkan segala keperluan yang kita miliki dan antar keruanganku" ucap Aulia sambil memegang handel pintu masuk ruangannya.
"baik bos" ucap Mey
Aulia masuk didalam ruangannya, hari ini ia sudah menyiapakan semuanya, ia ingin memenangkan tender proyek besar ini, agar Abangnya bangga dan percaya padanya jika ia bisa bekerja dengan baik.
.....
"tuan, sepertinya hari ini, para klien yang mempunyai tender besar itu akan bertemu dengan nona hari ini" ucap Leon saat memasuki ruang kerja Angga
Angga sempat terkejut, sebelumnya Adiknya itu tidak mengungkit sama sekali tentang kondisi tender itu, ia sempat mengingatkan tetapi Aulia hanya menganggapi seadanya, ia sempat berpikir jika Adiknya itu akab kesulitan tetapi tiba-tiba ada kabar jika Aulia sudah menyiapkan semuanya.
"apa kamu tahu dia mendapati dukungan dari mana.?" tanya Angga penasaran
"maaf tuan, saya tidak tahu masalah itu, sudah saya cari kemanapun tapi nona sama sekali tidak melakukan dengan para klien" ucap Leon
Angga hanya bisa membiarkan bagaimana perkembangan yang akan dilakukan oleh Aulia apa ia mampu, jika tidak ia yang akan turun tangan, bagaimaba pun jika mereka tidak mendapatkan proyek ini, akan sangat rugi untuk mereka, karena proyek membantu mereka untuk bisa dikenal lebih luas dan memiliki teknologi canggik dalam bekerja.
"terus pantau lia, jika ia tidak bisa meyakinkan maka suruh para tender tersebut untuk datang kekantor pusat" ucap Angga dengan membuka kembali berkas laporannya.
Leon menunduk tanda hormat
"baik tuan" ucap Leon beranjak dari hadapan Angga dan menuju ruangannya.
.....
"senang berkerjasama dengan anda nona Aulia, pasti Pak Angga akan senang mendengarkan ini" ucap salah satu kolega bisnisnya
"terima kasih tuan, saya pun senang bekerjasama dengan anda semoga kali ini proyek yang kita jalani akan berjalan lancar" ucap Aulia disela-sela perbincangan
"pasti itu nona, oke. kalau begitu kami permisi dulu, selanjutnya kita akan melakukan meeting room, nanti akan dikabari lewat Sekretaris saya" ucap kolega itu
setelah selasai melakukan sedikit meeting di ruangannya, Aulia memanggil kembali Mey yang sedang mengantar para kolega-kolega itu.
"mey, kamu bisa pantaukan, aku akan pergi sebentar sekitar habis jam makan siang aku akan kembali" ucap Aulia pada Mey
Aulia mematikan layar digitalnya yang ada diatas meja itu, dan melirik jam ditangannya untuk memastikan waktu.
......
"halo, rian, aku sudah dilantai bawah" ucap Aulia sengaja tak memberi tahu sebelumnya jika ia akan bertemy secara mendadak dengan Adrian.
Adrian yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya serentak berdiri saat mendengar jika Aulia sudag berada didalan kantornya, dan Aulia langsung mematikan ponselnya saat Adrian tak menjawab ia yakin jika Adrian mendengarnya.
Adria pun bergegas menekan intercom untuk memanggil Sekretaris Mike, Mike masuk dengan sedikit bergegas karena suara Adrian seperti orang cemas dan kewalahan.
"ada apa tuan?" tanya Mike
"aulia dibawah... tidak biarkan dia masuk..." ucap Adrian frustasi dengan kemunculan Aulia yang secara mendadak.
tapi ucapannya menggantung saat Aulia sudah ada di depan pintunya yang ditutupi dengan tubuh tegap Mike.
Adrian sempat menengok melirik kearah belakang tubuh Mike, Mike pun menggeser posisinya dan mempersilahkan Aulia masuk, Mike hanya melihat wajah Tuannya penuh dengan tekanan, ia tahu jika sewaktu-waktu Andreas akan datang.
"kok bengong" ucap Aulia memecah keheningan diruangan Presdir Adrian.
Adrian yang menatap kosong kearah Aulia langsunh buyar dengan lamunan dan kecemasannya, ia mendekat dan mempersilahkan Aulia untuk duduk, tapi tiba-tiba Aulia mendekat kearah Adriab dan memeluk lelaki itu, karena ia merasa sangat senang sudah bisa mencapai sejauh ini berkat Adrian, ia bisa meyakinkan para koleganya dalam melakukan proyek besar itu.
Adrian yang mendapat perlakukan itu hanya mematung saat dipeluk ia tidak tahu ada apa dengan tindakan wanita yang masih ia harapkan itu, ia pun melonggarkan pelukan Aulia dan menatap wajah Aulia yang masih dengan senyuman manisnya.
"apa mungkin..." ucap Adrian menggantung
"ia, pagi tadi aku sudah menandatangani kerjasama itu, aku berhasil rian.. ini semua berkat dukunganmu" ucap Aulia antusias.
Adrian memegang kedua tangan Aulia dengan ucapan selamat
"wah, selamat yah, aku turut senang, jadi kamu kesini hanya untuk bilang itu sampai membuat aku terkejut seperti ini" ucap Adrian membawa Aulia untuk duduk di sofa.
tak lama OB membawa dua buah minuman dan sedikit cemilan untuk tamu Presdir mereka.
"enggak lah, aku kesini karena ingin saja, dan salah satunya itu juga" ucap Aulia memerkan barisan giginya.
Adrian menyesap sedikit teh hijau yang tersedia sebelum berbicara, ia ingin membawa Aulia pergi dari ruangan sebelum Andreas datang, karena sebelum menerima telepon dari Aulia, Andreas lebih dulu menelponnya untuk memberi tahu jika ia ingin ketempat Adrian.
"kamu uda makan.?" tanya Adrian
"belum, aku pengen makan bareng kamu" ucap Aulia
"ya sudah, yuk" ajak Adrian pada Aulia
mereka berdua pun beranjak dari ruanga, diluar ruangan Sekretaris Mike mendekat karena melihat Adrian ingin pergi.
"tuan" ucap Mike berlari kecil kearah dua orang itu.
"aku hanya keluar untuk makan, jika ada yang mencari suruh tunggu diruanganku" ucap Adriab merujuk pada Andreas
Mike mengerti dengan maksud itu ia hanya mengangguk dan mempersilahkan Tuannya dan juga Aulia untuk pergi.
saat didepan lift untuk menunggu pintu terbuka, Aulia berdiri sejajar bersama Adrian mereka sempat saling pandang, dan meneloh kembali pada mesin bergerak itu.
Ting..
perlahan pintu Lift itu terbuka, Aulia yang tadinya senyum pun berubah menjadi terkejut, syok, marah dan bercampur menjadi satu, ia tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan orang yang selama ini ia benci dan ia hindari.
Adrian yang melihat sosok didepan mereka pun sama kagetnya dengan Aulia, ia sempat melihat keduanya secara bergantian ia cemas dengan perubahan wajah Aulia, tapi wajah sosok itu hanya mengamati mereka dengan wajah datar dan tak terbaca.
Andreas, yah sosok yang mereka lihat di dalam Lift itu adalah Andreas, Andreas sempat melihat kearah Adrian bersama wanita itu, saat ia mengingat-ingat ternyata wanita itu yang ada didalam foto yang ia temukan, sampai pada titik ia penasaran akan wanita itu.
Andreas keluar perlahan sambil menatap wajah Aulia secara menyelidik, tapi Aulia mundur berlahan, dan buru-buru masuk kedalam Lift, ia pun menoleh pada Adrian dengan menangkupkan kedua tangannga diudarah tanda minta maaf jika ia harus pergi tanpa melakukan makan siang mereka, Andreas yang melihat kearah Aulia, ingin masuk lagi kedalam Lift itu tapi, dicegat oleh Adrian.
"ndre" ucap Adrian menahan tangan Andreas ingin masuk, dan pintu Lift pun tertutup.
Andreas masih penasaran dengan wanita itu, ia sempat menyelidik wajah Adrian yang bingun dan cemas.
"jadi dia wanitamu.?" tanya Andreas
Adrian bingung harus berucap apa, ia hanya bisa membawa Andreas masuk kedalam ruangannya kembali sambil memanggil Sekretaris Mike untuk membawa makan siangnya.
Mike yang sempat melihat sekilas adegan dilorong ruangan saar Tuannya dan juga Aulia bertemu Andreas ia juga sempat terkejut, tapi ia menutupi itu ia dengan sigap menekan intercom untuk menyuruh OB menyiapkan makan siang Presdir.
Andreas yang tidak dijawab pertanyaannya hanya bisa menyimpulkan jika wanita tadi adalah wanita Adrian, tapi ia belum bisa memastikan karena foto itu ada bersamanya.
Andreas duduk dalam pikirannya sendiri tanpa memperdulikan Adrian yang masih sibuk dengan berkasnya.
Adrian sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaanya ia takut jika pertanyaan yang tak bisa ia jawab akan dilayangkan padanya, tiba-tiba saja pesan masuk berbunyi pada ponsel Adrian.
'rian sorry aku harus pergi, nanti kalau ada kesempatan kita ketemu lagi bye, sekali lagi thanks yah'
Adrian yang membaca paham akan situasi Aulia.
'aku pun minta maaf jika harus ada keadaan seperti tadi, okey aku tunggu, itu semua untukmu'
Adrian membalas pesan itu.
Sekilas Adrian menatap Andreas dibalik meja kerjanya, tiba saja Mike masuk membawa nampan berisi makanan untuknya.
"tuan ini" ucap Mike melayangkan nampan dihadapnya kearah Adrian
Adrian langsung berdiri dan duduk di sofa sambil membawa nampan yang ada ditangan Sekretaris Mike, Mike pun ingin beranjak tapi dicegat oleh Adrian saat dengan suapan pertama yang duduk dihadapan Andreas.
"mike, tolong beritahu pada dirut pemasaran untuk segera menyelesaikan masalah produk baru, dan juga ada beberapa berkas yang sudah selesai bisa kamu ambil" ucap Adrian menunjuk berkas yang ada di mejanya.
Mike melaksanakan perintah seperti apa yang dipinta Adrian, dan beranjak dari sana.
sementara itu Andreas masih terdiam, Adrian berusaha menegur Andreas yang sedang dengan pikirannya sendiri.
"kamu sudah makan.?" tanya Adrian dengan makanan yang penuh dimulut.
Andreas hanya mengangguk saja, karena ia tidak ingin terus kepikiran wanita tadi akhirnya ia beranjak dari ruangan Adrian.
"rian, sepertinya aku akan ke RS duluan yah" ucap Andreas beranjak dari duduknya.
Adrian yang sedang meneguk langsung ikut berdiri,
"okey, tapi kamu tidak kenapa kan? aku akan menyusul, bagaimana dengan adit.?" ucap Adrian
Andreas hanya berjalan kearah pintu, dan terhenti sambil memutar badan untuk menjawab pertanyaan Adrian.
"emang ada yang aneh denganku! adit mungkin sudah diperjalanan barusan dia kirim pesan, okey aku duluan yah bye" ucap Andreas diambang pintu sambil menutup pintu tersebut.
Adrian pun seperti merasa lega dan berusaha membuang kasar udarah yang menyesakkan dada sedari tadi.
"huuuftt.." sambil menyeka keringat yang ada di pelipisnya.
.......
pasti readers penasaran kenapa hanya seperti itu pertemuan Aulia bersama sang mantan, kita akan lanjut okey
tapi... jangan lupa vote dan like yah serta coment yah supaya author lebih semangat untuk membuat alur cerita yang seru 😉
mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit
salam santun dariku Rija Annisa
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)